
Seketika Randi langsung terkejut melihat sapu tangan itu. Randi yakin, sapu tangan itu sama dengan yang waktu itu ia temui di rumah kosong waktu itu. Sekilas Randi melihat lagi sapu tangan yang dipegang Tasya. Randi kembali yakin. Itu sapu tangan yang sama. Bahkan warnanya pun sama.
"Tasya, apa sapu tangan itu punyamu?" Tanya Randi. Ia inigin meyakinkan apakah itu benar punya Tasya atau tidak.
"Iya, ini punya aku. Aku biasa membawanya kemana saja. Emang kenapa?" Tanya Tasya penasaran. Kenaao Randi tiba-tiba bertanya tentang sapu tangannya.
"Tidak, hanya saja sapu tangan itu terlihat sangat cantik." Kata Randi. Ia berpura-pura mengatakan itu. Randi tidak ingin mengatakan kalau ia pernah menemukan sapu tangan yang mirip dengan punya Tasya ini.
"Terimakasih, kau punya selera yang unik juga." Kata Tasya. Ia sedikit tertawa karena Randi mengatakan sapu tangan itu cantik. Tidak banyak pria yang mengatakan hal seperti itu.
"Apa jangan-jangan waktu itu Tasya. Saat aku dirumah kosong itu. Saat ada suara kayu jatuh. Aku yakin ada seseorang disana. Tapi, saat aku lihat tidak ada siapa-siapa. Tapi, aku hanya menemukan sapu tangan itu. Mirip selalu dengan punya Tasya. Tapi, kalau benar Tasya. Pasti ia sudah mengatakan rencana aku ke Nabila. Tapi, sejauh ini dia tidak terlihat mencurigakan." Kata Randi dalam hati.
Randi pun terlihat cuek. Dan ia pun tidak terlalu curiga dengan Tasya. Kalau dilihat-lihat Tasya juga tidak terlihat mencurigakan. Mereka berdua pun kembali menikmati air kelapa bersama karyawan lain.
Berbeda dengan Randi dan Tasya. Rafa dan Nabila saat ini sedang bersembunyi di sebuah pohon besar. Nabila Sudah berdiri ddieoan Rafa.
"Ada perlu apa kau memanggilku?" Tanya Nabila. Ia juga ikut-ikutan bersembunyi. Ia takut jika ada salah satu karyawan yang melihatnya berduaan dengan Rafa.
"Aku merindukanmu." Kata Rafa. Ia tiba-tiba memeluk Nabila.
"Ihhhhh Rafa. lepaskan aku. Kau ini nekat sekali. Disini banyak karyawan. Bagiamana jika ada yang melihat kita seperti ini." Kata Nabila. Rafa pun langsung melepas pelukannya.
"Mereka jauh disana. Lihat, kita hanya berdua disini. Tidak ada satupun karyawan disini." Kata Rafa. Ia terlihat tersenyum kearah Nabila.
"Jadi, ada perlu apa kau memanggilku kesini?" Tanya Nabila lagi.
"Aku ingin mengajakmu ke tempat lain dari pantai ini. Disana pantainya lebih terlihat indah daripada yang disini. Aku ingin memnaffakan saat seperti ini untk mengabiskan waktuku bersamu" Kata Rafa. Nabila pun hanya memukul tangan Rafa. Karena Rafa merayunya lagi.
__ADS_1
"Emang ada tempat lain dari pantai ini? kenapa aku tidak melihatnya.?" Tanya Nabila. Ia heran karena yang dilihatnya hanya sisi pantai yang disini saja.
"Ada, karena itu aku ingin mengajakmu. Ayuk." Kata Rafa. Ia langsung menarik tangan Nabila lembut dan membawanya ketempat yang Rafa maksud.
Mereka melewati beberapa pohon-pohon. Lalu, ada beberapa batuan. Dan dibelakang batuan tu terlihatlah ada sebuah pantai yanh tersembunyi. Sisi pantai yang disini lebih terlihat indah daripada ditempat mereka tadi. Emang tidak banyak pengunjung yang tau sisi dari pantai ini. Karena banyak tertutup oleh berbatuan.
"Wahhhhh, aku baru tau sisi pantai yang disebelah sini lebih indah daripada tempat kita tadi. Airnya juga lebih jernih yang disini. Pasirnya bersih. Disini juga lebih rindang karena masih banyak pepohonan." Kata Nabila. Kini Nabila lebih terlihat senang dan bahagia. Wajahnya pun tersenyum sangat lebar.
"Karena itu aku mengajakmu kesini." Kata Rafa. Nabila pun tersenyum karah Rafa.
Kini Nabila langsung berlari ke tepian air pantainya. Nabila membuka sepatunya lebih duku. Dan setelah itu Nabila membiarkan kakinya diselimuti oleh air pantai yang sangat sejuk itu. Rafa pun ikut-ikutan. Ia melakukan hal yang sama dengan Nabila. Kini mereka sama meletakan kaki mereka ditepian pantai itu.
"Wah airnya terasa lebih sejuk." Kata Nabila. Ia menggerak-gerakkan kakinya didalam air itu.
"Airnya juga sangat bersih. Tidak ada satupun sampah atau hal-hal kotor lainnya." Kata Rafa.
"Iya, tapi ditempat tadi juga sangat cocok dan juga terlihat sangat indah untuk festival kita. Pemandangannya pun sangat cantik. Aku rasa kita akan sukses memeriahkan festivak ini. Dan aku yakin perusahaanku akan mendapat peringkat pertama itu."Kata Rafa. Ia terlihat sangat yakin
"Pasti, aku juga akan membantu kalian sampai kemenangan itu berada di tanganmu dan perusahaanmu juga." Kata Nabila. Mereka berdua pun sama-sama tersenyum.
Tiba-tiba angin sepoi-sepoi datang. Nabila langsung berlari dari tempatnya tadi. Nabila malah mengembangkan kedua tangannya. Ia berlari sambil merasakan sejuknya angin itu.
"Rafa, anginnya sangat sejuk. Aku menyukainya." Kata Nabila. Ia terus berlari-lari menikmati sejuknya angin tersebut. Rafa pun hanya bisa tertawa melihat kelakuan Nabila itu. Rafa mengeluarkan hpnya. Ia merekam Nabila saat ia tertawa dan berlari mengejar angin itu. Rafa terus-terusan tersenyum melhat kelucuan Nabila itu.
"Hei Rafa. Kau harus mencobanya juga. Ini sangat asik. Whaaaaa." Kata Nabila. Ia berlari sambil berputar-putar. Nabila merasakan angin yang mengelilingi.
"Rafa! apa kau benar-benar mencintaiku? saat ini mari kita ungkap perasaan kita masing-masing. Jangan malu-malu." Kata Nabila berteriak karena posisinya yang jauh.
__ADS_1
"Iya! aku sangat mencintaimu. Sampai kapanpun tak akan pernah kulepaskan dirimu sendiri." Kata Rafa sambil berteriak juga.
"Kalau kau bagaimana? apa perasaanmu kepadaku?" Tanya Rafa. Bukannya menjawab Nabila malah lari sejauh mungkin dari Rafa. Saat sudah jauh Nabila berteriak.
"Aku juga mencintaimu. Tidak hanya sekarang. Tapi, juga sejak dulu. Saat kita masih menjadi sepasang kekasih." Kata Nabila. Tapi, sayang karena posisi Nabila yang terlalu jauh. Rafa jadi tidak mendengar apa yang dikatakan Nabila. Sebenarnya, Nabila juga sengaja berlari lebih jauh sangat mengatakan itu. Ia juga tidak ingin Rafa mendengarnya.
"Nabila! jangan jauh-jauh." Kata Rafa berteriak memanggil Nabila.
"Iya, aku akan kembali. Tunggu aku disana!" Kata Nabila sambil berteriak. Ia berlari menghampiri Rafa.
"Hei Rafa. Kau merekam aku ya." Kata Nabila saat ia sudah berada didepan Rafa.
"Iya, ini akan kujadikan kenang-kenangan nantinya. Saat aku merindukanmu." Kata Rafa. Nabila langsing teringat saat ia mengucapkan perasaannya tadi. Mungkin ia saat ini Rafa tidak dengar. Tapi, bagiamana jika dalam video itu suaranya terekam.
"Rafa, video ku pasti sangat jelek. Daripada memorimu penuh dengan video jelekku itu. Lebih baik kau hapus saja." Kata Nabila. Ia berusaha merebut hp Rafa.
Rafa pun menyembunyikan hpnya di saku belakang celananya. Setelah itu, ia tersenyum kaerah Nabila.
"Sekarang ambillah." Kata Rafa tersenyum mesum.
"Ihhhhhh Rafa mesum. Apa aku harus mengambilnya saat hp itu tepat berada di panta..." Kata Nabila. Kini pipi Nabila dibuat merona gara-gara Rafa.
Nabila pun berlari ketepian pantai. Ia dan mengambil sedikit air dan melemparkan ke Rafa.
"Rasakan ini Rafa." Kata Nabila. Ia terus melempar Rafa dengan air.
"Tunggu pembalasanku Nabila." Kata Rafa. Dan kini ia ikut-ikutan melempar air ke Rafa.
__ADS_1