
Seperti biasa, setiap pagi Nabila dan Rafa datang ke kantor untuk bekerja. Rafa sibuk dengan pekerjaan dan beberapa pertemuan dengan tamunya. Nabila pun masih disibukkan dengan pekerjaaan dalam mempersiapkan festival itu.
Nabila selalu datang ke kantor dengan wajah yang ceria. Hari ini Nabila memakai pakaian bewarna oren muda. Dengan tas bewarna hitam dan gantungan kunci bewarna emas dengan gambar bulan. Gantungan kunci yang diberikan oleh Rafa saat mereka masih menjalani hubungan. Saat Nabila hanya mencintai Rafa seorang. Dan begitu juga Rafa yang pada saat itu ia mencintai Nabila juga.
"Hari ini, entah kenapa aku ingin sekali memakai gantungan kunci bulan ini. Sayang juga kalau harus disimpan terus. Gantungan ini masih bagus dan sangat cantik." Kata Nabila melihat tasnya sekilas. Setelah itu Nabila pun naik lift dan menuju ruangan Rafa.
Nabila sudah sampai didepan ruangan Rafa dan membuka pintu itu. Nabila melihat Rafa sudah datang duluan darinya dan sudah duduk tenang di meja kerjanya. Nabila berpikir kenapa Rafa datang sangat cepat hari ini. Akhir-akhir ini Nabila selalu yang datang lebih dulu pada Rafa. Tapi, sekarang Rafa sudah lebih dulu datang darinya.
"Hei Rafa. Kau sudah datang." Kata Nabila sambil tersenyum.
"Iya, hari ini aku berangkat lebih pagi. Ada beberapa pekerjaan yang harus aku urus." Kata Rafa sambil tersenyum kearah Nabila.
"Owh begitu, baiklah. Aku kerja dulu ya." Kata Nabila dan jalan kearah mejanya. Saat itu juga Rafa melihat gantungan kunci yang tergantung di tasnya Nabila. Rafa langsung tersentak sambil melihat gantungan itu.
Seketika Rafa langsung mengingat bayangan yang pernah muncul tiba-tiba dalam pikirannya. Saat di mobil waktu itu. Saat kepalanya sakit. Rafa melihat bayangan hitam itu lagi. Dan pada saat itu yang bisa ia lihat hanya gantungan kunci bergambar bulan. Persis seperti yang dipakai Nabila saat ini. Bahkan, warnanya pun sama. Rafa begitu heran kenapa semua bayangan dan mimpi yang pernah Rafa lihat itu. Semuanya sangat identik dengan Nabila. Rafa semakin yakin kalau Nabila lah yang muncul dibayangan dan mimpinya.
Karena penasaran, Rafa pun berniat untuk bertanya kepada Nabila. Tapi, sebelum berjalan ke meja Nabila. Rafa mengeluarkan sebuah kotak yang terletak didalam lemarinya. Dan membawa kotak itu ke meja kerja Nabila.
"Ada apa Rafa? ada yang perlu aku bantu?" Tanya Nabila saat ia melihat Rafa berdiri didepan mejanya. Rafa masih menyembunyikan kotak tadi dibelakang punggungnya. Saat Nabila bertanya seperti itu. Rafa hanya diam dan melihat Nabila.
__ADS_1
"Rafa? kau melamun ya?" Tanya Nabila sedikit tertawa. Rafa pun langsung tersentak saat Nabila sedikit tertawa.
"Ah tidak. Ini." Kata Rafa. Ia pun mengeluarkan kotak yang disembunyikannya tadi. Ia membukanya dan melihatkan isi kotak itu kepada Nabila. Awalnya Nabila heran kenapa Rafa tiba-tiba memberikannya sebuah kotak. Nabila pun melihat isinya dan terkejut saat ia tau apa isi sebenarnya kotak itu.
"Ini gantungan yang sama denganku. punyaku Rafa bergambar matahari dan aku bulan. kenapa Rafa tiba-tiba melihatkan ini kepadaku ya?" Tanya Nabila dalam hati.
"Wah, gantungannya cantik. Ini punyamu Rafa?" Tanya Nabila. Ia berpura-pura seakan-akan ia tidak tau tentang gantungan itu.
"Iya, ini punyaku. Gantungan ini aku begitu sangat menyukainya." Kata Rafa masih menatap Nabila.
"Kau juga punya kan Nabila. Tapi, dengan gambar bulan." Kata Rafa langsung.
Nabila langsung tersentak. Apa gantungan itu terlalu kelihatan di tasnya. Pasti Rafa melihat gantungan itu berada di tasnya.
"Oh iya. Aku juga punya gantungan yang hampir mirip dengan punyamu. Aku tidak tau kalau kau punya gantungan seperti itu juga." Kata Nabila sambil tersenyum terpaksa.
"Tidak, gantungan kunci kita emang sepasang. Coba aku lihat gantunganmu." Kata Rafa. Ia ingin melihat lebih jelas lagi gantungan Nabila itu. Nabila pun tidak bisa apa-apa. Ia pun membuka gantungan kunci ditasnya itu dan memberikanya kepada Rafa.
"Lihatlah, mereka berdua emang saling menyatu. Jika, kita dekatkan seperti ini. Mereka benar-benar berpasangan. Akhirnya, aku menemukan pasangannya." Kata Rafa terlihat bahagia. Saat ia melihat gantungan kunci mereka yang saling menyambung saat disatukan.
__ADS_1
"Emang banyak gantungan yang seperti itu, Rafa. Kebetulan mungkin gantungan itu memang sangat mirip." Kata Nabila. Ia terlihat berpura-pura.
"Tidak mungkin ini hanya sebuah kebetulan, Nabila. Aku sudah mencari-cari pasangan dari gantungan kunci ini. Aku sudah mengunjungi semua toko untuk menemukan pasangan ini. Tapi, setiap aku mendatangi toko-toko itu. Mereka semua mengatakan gantungan ini tidak ada dijual lagi. Dan hanya ada satu pasangan untuk gantungan kunci ini." Kata Rafa terlihat yakin.
"Ah bisa jadi gantungan kita hanya terlihat sama saja." Kata Nabila. Ia tidak tau lagi harus mengatakan apa.
"Tidak, Nabila. Kau tau, aku pernah juga melihat gantungan kunci ini disebuah bayangan yang tak jelas. Saat aku mengatakan kepadamu. Kalau aku melihatmu. Saat itu aku juga melihat gantungan ini. Sama persis." Kata Rafa lagi.
"Ah itu. Saat kapalamu tiba-tiba sakit, ya." Kata Nabila mencoba mengingat.
"Berarti waktu itu. Bayangan yang muncul di pikiran Rafa adalah diriku dan gantungan kunci ini. Berarti saat itu Rafa benar-benar melihat aku. Tapi, ia masih kurang yakin karena aku menentang apa yang dilihatnya. Aduh, ini belum waktunya Rafa mengetahui tentangku lagi." Kata Nabila dalam hati dengan perasaan gelisah.
Masih banyak yang harus dicari tau Nabila lebih dulu. Sebelum Rafa benar-benar mengingatnya. Rafa hanya menerka-nerka saja dari bayangan yang tiba-tiba ia lihat. Rafa belum benar-benar mengingat Nabila. Nabila juga belum menemukan penyebab Rafa lupa dengannya. Nabila sudah punya petunjuk. Yaitu obat yang diminum Rafa. Tapi, sampai sekarang Nabila belum dapat telepon dari ibuk apotek itu.
"Pasti kau ada hubungannya denganku. Aku yakin, Nabila. Aku juga merasa berbeda saat kau berada di sisiku. Aku merasakan hal aneh saat bersamamu." Kata Rafa. Ia kembali mengungkit perasaannya lagi. Sebuah perasaan yang dirasakan Rafa. Perasaan suka dan cinta .
"Rafa, sudahlah. Aku ingin lanjut bekerja. Kita tidak punya waktu untuk membahas ini lagi." Kata Nabila. Ia mengambil gantungannya dan memasukannya lagi kedalam tasnya.
Rafa pun memegang tangan Nabila. Dan membawa tangan Nabila tepat ke dadanya. Rafa ingin Nabila merasakan perasaannya ini. Rafa ingin memastikan kepada Nabila bahwa perasaanya ini tidak dibuat-buat. Ini memang murni dalam hatinya.
__ADS_1
"Kau merasakannya, Nabila? jantungku berdetak lebih cepat jika sudah didekatmu. Hati dan perasaanku bergetar. Itu semua karenamu." Kata Rafa terlihat serius.
"Apa kau adalah kekasihku dulu?" Tanya Rafa tiba-tiba.