
Ke esok harinya, para siswa sudah mulai ricuh dengan gosip yang mereka dengar dari grup semalam, akibatnya Shela yang tadinya di puji puji karena berhubungan dengan Reiner, kini mulai di pandang sebelah mata oleh mereka.
Saat Shela ingin mengambil kaos olahraga di ruangan loker, ada sekelompok bad girls yang sudah geram dengan kesombongan Shela selama ini mereka menemui Shela bermaksud ingin menindas nya.
"Heh Shela, emang enak di putusin Reiner" Ucap Siswi A,
"Iya, Lo pikir Reiner mau hidup bareng Lo, liat tuh Raya cantik, kaya lagi, Lo apa?" sahut siswi B.
"Mau kalian apa sebenarnya?" Shela berusaha tidak menunjukkan ketakutannya.
"Braaaakkk"
Siswi C mencengkeram lengan Shela dengan keras dan menghimpit tubuh Shela ke jajaran loker di sana.
"Gue mau llo sadar diri sekarang, selama ini kan llo udah puas dengan kesombongan llo itu, sekarang rasakan ini." ketus nya namun tidak berlangsung lama karena tiba-tiba Reiner mencengkeram tangan siswi C dan menghempaskan nya dengan kasar.
Reiner masih tidak suka jika Shela di perlakukan tidak baik ia menatap sadis ketiga anak nakal itu.
"Jangan pernah menindas nya lagi, atau kalian berurusan sama gue!" ancam Reiner dengan nada dinginnya.
Dengan terpaksa mereka pun pergi ternyata Shela yang masih dilindungi oleh mantan kekasihnya.
"Sial Reiner ngapain sih masih ikut campur." decak siswi C di sela larinya.
"Lo gak papa kan?" Reiner menatap wajah Shela yang masih terlihat ketakutan.
"Gimana bisa gue gak papa tanpa llo Rei gue butuh llo, jangan putusin gue." lirih Shela membenamkan wajah ke dada bidang mantan kekasihnya, Shela masih bisa melihat keperdulian Reiner.
Tanpa di sadari Raya tengah memperhatikan mereka dari sudut ruangan, cepat cepat Raya pergi menghindari pemandangan menyakitkan itu.
Reiner yang melihatnya sontak melepaskan dekapan mantan kekasihnya "Raya.!" ucap Reiner mencoba mengejarnya.
"Rei,!"
Raya berjalan cepat saat tahu Reiner mengikuti nya, ia masuk ke dalam toilet wanita agar Reiner tak bisa menemuinya.
"Aku di sini saja sampai Reiner pergi, Reiner masih sangat memperdulikan Shela, aku yakin Reiner sangat menyayangi Shela, tapi kenapa dia memutuskan nya?" gumam Raya yang selalu berpikir Reiner mengejarnya hanya karena rasa kasihan saja.
Reiner tersenyum licik saat melihat Raya masuk kedalam toilet ia tahu sekali Raya takan betah berlama lama di sana, Raya terbiasa menikmati toilet pribadinya yang super bersih, Reiner sengaja menunggu Raya di bawah plang toilet yang terpampang di dinding.
Karena sudah terlalu lama Raya mulai sesak, sedari tadi ia menutup hidungnya karena tidak mau menghirup udara di dalam ruangan itu, hingga akhirnya ia mulai mengendap ngedap membuka pintu melihat lihat ke sekeliling, ia yakin Reiner sudah tidak mengikuti nya lagi.
__ADS_1
Raya mengelus dada lalu menghembuskan nafasnya, ia bersandar ke dinding menutup mata dan menata nafas nya sekali lagi.
"Hampir aja gue kehabisan nafas di dalam." Raya mulai melangkahkan kaki meninggalkan tempat itu, namun langkahnya membeku saat melihat Reiner menghalangi jalannya.
"Rei, Lo.!"
Reiner melangkah maju mendekatinya tapi Raya memundurkan langkahnya langkah demi langkah terus melangkah hingga terpentok dinding di sana.
"Apa kamu sengaja mengajakku kesini?" batin nakal Reiner mulai keluar apa lagi saat melihat ekspresi wajah Raya yang kian memerah, ia sangat yakin perasaan Raya masih sama seperti dulu, masih tetap menyukai nya.
Reiner merogoh saku celananya mengambil cincin pertunangan mereka tapi tiba-tiba saja "Raya" suara seseorang mengurungkan niatnya.
"Syukur lah ada buk Siska." Raya memejamkan matanya menghembuskan nafas pendek ia merasa lebih tenang setelah melihat wali kelasnya.
Reiner pun menoleh ke belakang di lihatnya wali kelas yang sudah memakai seragam olahraga, Raya menggunakan kesempatan itu untuk menghindarinya.
"Iya buk, " senyum Raya.
"Kenapa kamu masih di sini, cepat ganti baju mulai ke lapangan, yang lain sudah di sana mendukung tim kelas kita" kata Siska.
"Iya, baik buk." Raya segera pergi mengganti pakaian ala cheerleaders.
"Terus kamu ngapain di sini Rei, ganti baju, kamu bukannya ikut main!" ketus buk Siska yang sedari tadi sudah merasa curiga.
****************
Di lapangan basket terbuka, masing-masing tim sudah bersiap di tepi garis mendengarkan pengarahan dari wali kelas mereka, tim sorak juga sudah bersiap dengan papan bertuliskan REINER I LOVE YOU.
Buk Siska yang sudah sangat menawan dengan pakaian olahraga nya membuat pak Dimas melenguh, untung saja tidak sampai mengalirkan saliva.
"Cantik nya ayang cis." batin pak Dimas.
Raya yang baru bergabung dengan teman temannya dia juga menarik perhatian para kaum Adam di sana, tidak terkecuali Rafa sang play boy "Ya ampun Raya, uuuhh kamu seksi sekali." seru Rafa menggelengkan kepalanya ringan.
Reiner yang melihat itu langsung menginjak kaki Rafa sebelum tatapan Rafa melubangi pujaan hatinya.
"Jangan macam macam llo!"
"Aaaak, sakit Rei!" teriak Rafa mengibaskan kakinya tampak kesakitan.
Yuda juga menjadi tim baru Reiner mau tidak mau suka tidak suka mereka harus bekerja sama.
__ADS_1
"Ok semangat!" teriak buk Siska menepok tangannya.
Di tim lawan ada Bagas dan teman temannya tengah menatap Reiner dengan tajam, di pertandingan sebelumnya tim Reiner mengalahkan tim Bagas, jadi untuk kali ini Bagas dan teman temannya bertekad mengalahkan tim Reiner.
"Bagaaaass semangat" teriak Raya yang membuat Reiner menoleh ke arah nya, bagaimana bisa Raya menyemangati lawannya.
Bagas hanya membalas dengan mengedipkan sebelah matanya menorehkan senyuman menggoda, hal itu membuat Reiner semakin geram saja.
"Liat aja llo , gue patahin kaki llo" batin Reiner.
Peluit dibunyikan bola mulai di lambung kan oleh wasit di antara kedua pemain lawan di tengah lapangan.
Reiner mulai mendapatkan bola ia mendribble nya dengan sangat lugas mengoper pada Rafa yang sudah ancang-ancang di sudut garis lawan, dengan sangat hati-hati Rafa membawa bola dan mengopernya lagi pada Yuda.
Yuda mempertahankan bola ia mendribble nya dengan lincah tubuh tinggi nya memudahkannya untuk memasukkan bola kedalam ring.
Slluuuuppp Yuda mencetak tembakan 2 poin.
Suara sorak pun pecah pada 10 menit pertamanya " Oh ya ampun itu team baru Reiner keren banget." decak salah satu suporter wanita.
Reiner menoleh ke arah Raya yang ternyata tengah berdecak kagum dengan tembakan 2 poin yang baru saja di cetak oleh Yuda.
"SiaL!!" batin Reiner.
Kali ini Bagas mendribble bola dan melemparkan kepada salah satu tim nya Reiner mencoba mengambil alih bola tapi gagal.
Kini Bagas kembali menguasai bola Rafa berusaha merebut namun sayang Bagas terlalu lincah memutar mutarkan bola di tubuhnya.
Tak lama kemudian Bagas melemparkannya kedalam ring tapi sayang dengan cepat Reiner menampiknya.
"Ssssiiiiiiittttt!!!!" teriak Bagas.
"Reiner, kamu tetap yang terbaik i love you!" seru dari suporter wanita.
Permainan berlangsung dari 10 menit pertama hingga 10 menit ke 3 team Reiner masih memimpin skor kini mereka sedang beristirahat menuju 10 menit terakhir nya.
Reiner terus menerus menoleh ke arah Raya yang tidak pernah menoleh ke arah nya "Kamu cantik sekali." batin Reiner seraya menenggak air mineralnya, dia merasa wajah cantik Raya bisa menjadi doping semangat nya.
..
....
__ADS_1
..