KAU GADIS LEMAH!

KAU GADIS LEMAH!
Bab 23. Salah paham


__ADS_3

Mei berlari menemui Raya dengan terburu-buru.


"Raya, lo liat ini cepet" ucap Mei menunjukkan video CCTV yang beredar di grup chat sekolah, Raya melihat adegan kekerasan yang di dalangi oleh kekasihnya


"Kenapa kamu jahat sekali Rei" lirih Raya.


Tak lama kemudian Hendrawan tiba di sekolah bukan karena tidak sibuk tapi ia sengaja meninggalkan pekerjaan untuk mengurus putra nakalnya ia melihat Reiner tengah mengelilingi lapangan


"Dasar bocah nakal!" hardik Hendrawan.


Hendrawan di sambut baik oleh para guru tapi mereka tetap harus mengikuti aturan yang berlaku, meskipun Hendrawan kaya tetap akan di panggil jika anaknya melanggar aturan sekolah.


Para guru menunjukkan CCTV yang baru saja Raya tonton ia geleng-geleng melihat kelakuan putranya


"Panggil anak itu ke sini" titah Hendrawan.


Salah satu guru memanggil Reiner, beberapa saat kemudian Reiner masuk menemui ayahnya tanpa ancang-ancang "Plak" Hendrawan mendaratkan tangannya ke pipi Reiner di hadapan para guru.


"Mau jadi jagoan kamu di sini!" teriak Hendrawan yang sudah sangat geram dengan kelakuan putranya "Minta maaf sebelum mereka menuntut mu!" teriak Hendrawan sekali lagi.


Reiner tersenyum sinis dia mengeluarkan ponsel dan melemparkannya ke meja "Buka saja, aku tidak akan pernah minta maaf pada ke-tiga bajingan itu" ucap Reiner.


Reiner kembali ke kelas meninggalkan Hendrawan yang tidak pernah menanyakan alasan Reiner melakukan sesuatu ayahnya hanya bisa melihat kenakalan putra semata wayangnya saja, ia berpikir pasti karena itu Yana meninggalkan Hendrawan.


Hendrawan mengambil ponsel Reiner yang sudah siap menunjukkan video berisi ketiga bocah nakal itu melakukan pelecehan seksual terhadap Raya, tentu saja hasil rekaman CCTV dengan ponsel berbeda CCTV hanya menunjukkan gerak saja tidak dengan suara hanya pakar saja yang bisa mengidentifikasi CCTV.


Saat sampai di kelas Reiner berpapasan dengan tunangannya Reiner tersenyum dan meraih lengan Raya tapi dengan cepat Raya menghempaskan tangannya, membuat senyum Reiner memudar seketika "Raya" ucap Reiner.


Reiner kebingungan dengan sikap Raya yang tiba-tiba menunjukkan kemarahannya karena penasaran Reiner menarik lengan Raya sekali lagi


"Kamu kenapa?" tanya Reiner.

__ADS_1


Raya masih diam saja ia mulai duduk di bangku karena sebentar lagi jam pelajaran berikutnya di mulai, sedang Reiner masih bertanya tanya apa yang salah dengan dirinya.


Melihat ke salah pahaman Raya, Rafa mencoba memberikan informasi pada sahabatnya baru saja Rafa ingin melangkahkan kaki ke arah Reiner tapi ternyata pak Rahmat sudah mulai memasuki kelas "Kamu kenapa belum juga duduk Rafa, apa harus saya kasih liat tempat duduknya seperti anak TK?" Cerocos pak Rahmat saat melihat Rafa.


Rafa kembali duduk dengan senyuman takut karena guru yang baru saja menegur adalah guru yang paling konsisten dengan predikat killer nya


"Iya pak, ini baru mau duduk" sahut Rafa.


Meskipun gagal menghampiri Reiner, Rafa tidak kehabisan akal ia menulis pesan lewat secarik kertas yang di kepal lalu melemparkannya ke Reiner dan mengenai wajah tampan nya.


Reiner yang masih menyisakan amarah sontak ia berteriak "Brengsek!" hingga membuat pak Rahmat melihat ke arah Reiner.


"Siapa yang brengsek? beraninya kau berteriak di jam pelajaran saya!" ucap pak Rahmat sedikit berteriak juga.


Reiner yang sudah melihat kode kode dari Rafa dia mulai mengerti dan menyesal sudah membangunkan macam tidur, Reiner menyerukan suara untuk meredam kemarahan sang guru


"Tidak pak, saya tadi cuma sedang baca naskah novel" sahut Reiner.


"Anak muda zaman sekarang bisanya cuma baca novel saja, hapalkan rumus jangan cuma menghapal adegan di novel saja, untung kamu bukan anak kandung saya" gerutu pak Rahmat selagi berjalan menuju tempat duduknya.


...Reiner mulai membuka gumpalan kertas dari Rafa "Video Lo tersebar di grup chat sekolah, gak tau mereka dapet dari mana, yang pasti lo sekarang lagi heboh di perbincangkan sebagai dalang penindasan siswa jelata" begitu isi pesan Rafa....


Reiner memasang wajah angkuhnya setelah membaca kertas lecek itu "Jadi karena itu Raya marah, kamu sama saja dengan papah, tidak pernah menanyakan alasan kenapa aku melakukan sesuatu, sebenarnya anak tuan Hendrawan itu aku atau kamu, kenapa kamu lebih mirip dengannya di bandingkan aku anak kandung nya " hardik Reiner dalam pikirannya.


Sementara Hendrawan masih sibuk dengan urusannya di kantor sekolah bersama buk Siska mereka mulai memanggil Rangga Roni dan Tian untuk menjadi saksi, eh ralat lebih tepatnya menjadi tersangka baru dalam kasus ini, Hendrawan sengaja mengurus sendiri kasus penindasan yang dilakukan putranya karena tidak ingin menyita waktu belajar Reiner.


****************


Waktu demi waktu mereka lalui di dalam kelas hingga tak terasa bel bubar sudah berbunyi Reiner yang masih kecewa dengan penilaian Raya ia bermaksud tidak menegur Raya saja sekalian karena menurut Reiner Raya tidak akan pernah mau mendengarkan penjelasan dari nya.


Setelah selesai membereskan buku-buku Reiner langsung pergi keluar kelas dengan acuhnya, tentunya hal itu semakin memperdalam kemarahan Raya

__ADS_1


"Kamu memang tidak pernah berubah, masih seenaknya sendiri" pikir Raya.


Saat sudah sampai di halaman parkir Reiner melihat Shela berdiri di samping motornya mau tidak mau suka tidak suka Reiner menemuinya


"Shela, lo ngapain? tanya Reiner.


"Lo gak papa kan? lo di hukum tadi, gue sedih liatnya, gue tau lo gak maksud menindas mereka" sahut Shela tapi karena melihat raut wajah Reiner yang seolah tidak nyaman dengan kedatangannya Shela menggenggam tangan Reiner "Rei kita masih bisa temenan kan?" ucap Shela.


"Iya, " singkat Reiner.


Lagi lagi Reiner berpikir Shela lebih baik dari Raya jika saja Reiner bisa mencegah perasaannya ke Raya pasti tidak akan pernah memutuskan Shela, tapi hidup tidak semudah itu Ferguson, terkadang yang berada di dalam hati kita justru orang orang yang tidak bisa mengerti kita.


Sementara di dalam kelas Raya sudah berdiri di samping mejanya karena sudah siap meninggalkan ruangan tapi Raya tidak sengaja melihat SketchBook yang tergeletak di atas meja Yuda, ia mengambil lalu membuka nya dan akhirnya Raya terkesima dengan isi dari buku itu.


"Wah Yuda, ini semua lo yang gambar?" tanya Raya, Yuda yang masih membereskan tas nya seketika tersenyum saat melihat Raya begitu girang dengan hasil karya nya


"Iya, itu gambar gue, lo suka lukisan?" tanya balik Yuda.


"Iya, lo bisa ngelukis?" Raya penasaran.


Melihat Raya yang excited sekali dengan lukisan, Yuda mencoba menggunakan kesempatan ini untuk bersama Raya beberapa hari ini dia merindukan Raya hanya saja Reiner sudah lebih sering bersama nya.


"llo mau liat lukisan kanvas gue? kebetulan di rumah ada galery kecil kecilan mau liat?" tawar Yuda.


"Emmh gimana ya, gue " Raya ragu.


"Ya udah kita pulang aja, gue juga gak maksa kok, santai aja" sambung Yuda.


Raya tersenyum dan mengedipkan kedua matanya, mereka berjalan menuju parkiran.


.

__ADS_1


..


..


__ADS_2