
Pagi harinya, Raya masih terbaring di rumah sakit dari subuh tadi raya memang sudah mulai membuka matanya.
Sebelum berangkat ke sekolah Reiner singgah ke rumah sakit untuk memastikan keadaan tunangannya dia duduk di hadapan Raya dengan seragam putih abu-abu nya.
"Lo udah mendingan sekarang?' tanya nya yang di jawab dengan anggukan kepala Raya saja.
"Gue berangkat ya, llo baik baik, cepet sembuh" lanjut nya namun Raya masih membalas nya dengan mengedipkan kedua matanya saja.
Tak lama dari itu Reiner keluar dari kamar pasien berjalan menuju parkiran motor di sana sudah ada Shela yang masih setia menunggunya.
"Sudah Rei?" tanya kekasihnya.
"Sudah, kita langsung berangkat saja" ketus nya yang lalu menaiki motor gede nya.
...****************...
Dari jendela kamar nya Raya memperhatikan tunangannya bersama gadis lain bahkan saat terlihat khawatir.
"llo kayaknya emang sayang banget sama Shela Rei, llo bawa bawa dia kemana mana" lirih Raya cemburu.
"Gue tau gue gak pantes buat llo Rei!" imbuhnya menatap nanar sepasang kekasih yang tak lain tunangannya sendiri.
Dari tempatnya Sela mendongak ke atas ke arah Raya yang sedang berdiri di antara gorden putih Shela tahu Raya mengawasinya tapi Sela tidak berkata apa-apa, justru dengan sengaja memeluk Reiner erat-erat saat Reiner melajukan motornya.
Dalam perjalanannya Reiner tampak terburu buru ingin cepat cepat sampai ke sekolah ia memasang wajah angkuh melajukan motornya dengan kecepatan penuh tak peduli dengan wanita yang berteriak teriak saking takut nya.
"Rei, llo gila? pelan pelan!" teriak Shela namun Reiner masih berada di kecepatan yang sama.
Tidak ada 10 menit motor Reiner sudah berada di halaman parkir sekolah, dia melihat Yuda yang juga baru saja tiba di sana tanpa basa-basi Reiner melepaskan helm dan berjalan cepat ke arah Yuda yang sedang membuka helm.
Seperti nya Yuda sudah tahu tujuan Reiner mendatangi nya dia tampak sangat santai, lagi pula di sekolah sebelum nya Yuda di kenal sebagai pemuda yang tidak pernah takut dengan siapapun.
"Lo masih belum puas juga Rei." gumam nya sinis.
Tiba di hadapan Yuda Reiner menarik lengan pemuda tampan yang masih berdiri di antara motor lalu mendorong nya ke tempat yang lapang.
Dorongan Reiner terlalu kuat hingga tubuh tinggi Yuda sedikit terpelanting.
"Urusan kita belum selesai!" ketus nya menatap sinis.
__ADS_1
"Lo mau apa lagi?" tanya Yuda enteng.
Sementara Shela berusaha mencegah kelakuan aneh kekasihnya dengan berdiri di depan tubuh Reiner Shela mencoba menghalangi serangan Reiner pada Yuda.
"Rei, llo ngapain sih?" tanya nya pada kekasihnya.
"Gara gara llo, Raya di rumah sakit sekarang". tukas Reiner menunjuk wajah Yuda.
"Artinya, llo gak bisa jagain Raya, gue yang akan ambil alih!" kata Yuda entengnya.
Yuda tidak perduli dengan status Reiner yang sudah menjadi tunangan Raya sekarang, jika Reiner saja punya kekasih kenapa Raya tidak begitu pikirnya.
Reiner yang sudah sangat geram mendengar jawaban enteng Yuda dengan segera menarik kerah baju Yuda, emosinya sudah di ubun-ubun, baru ada pemuda yang begitu berani melawannya.
"Lo tau gue siapa nya Raya kan?" tanya nya.
"Gue tau, llo orang yang udah bertahun-tahun, nyakitin Raya kan, itu yang gue tahu" jawab Yuda yang kini berada tepat di wajah nya.
Ingin sekali Reiner meremukkan tulang tulang pemuda tampan di hadapannya tapi sayang seseorang menyerukan suara untuk memisah.
"Reiner!! kalian ini, mau jadi jagoan disini!?" teriak pak Dimas dari sudut halaman parkir.
Yuda memiringkan bibirnya lalu menepuk-nepuk lengan pemuda arogan di hadapan nya.
"Mending llo urusin cewek llo!" ucap nya yang lalu pergi begitu saja.
Sementara Reiner mematung di tempatnya menimbang nimbang ucapan Yuda dia sadar selama ini sudah terlalu banyak menorehkan rasa sakit di hati tunangannya.
"Rei, kita ke kelas ya, llo kenapa sih? llo suka sama Raya?" Shela curiga dengan perubahan sikap Reiner yang mulai menunjukkan perasaannya.
"Lo tau gue cuma simpati sama kondisi Raya aja!" acuh Reiner yang tak jelas langkahnya menuju ruang kelas nya.
****************
Hans dan Mira bergantian menjaga putrinya, saat ini giliran Mira yang menemani Raya karena Hans masih harus mengurus pekerjaan nya.
Raya mengingat pelukan Shela pagi tadi, dia ingin menyerah saja dengan hubungannya sepertinya Reiner benar benar tidak menginginkan Raya
"Mi, gimana kalo Raya ikut homeschooling aja!" lirih nya.
__ADS_1
Mira menautkan alisnya tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba putrinya berkata seperti itu.
"Raya, kok tiba-tiba begitu, kurang dari setahun lagi kamu lulus sayang!" kata Mira menatap wajah putrinya.
"Raya gak mau ngerepotin Reiner terus mi, Raya mau putusin aja hubungan Raya sama Reiner" usul nya berharap banyak pada ibunya.
"Raya, Reiner nya mau gak putus sama kamu?" tanya Mira menggenggam tangan putrinya.
"Reiner gak pernah suka sama Raya mi, dia terpaksa diem selama ini! dia gak mau mengecewakan Om Hendrawan aja" terang nya nanar.
"Tapi mami liat, Reiner suka sama kamu ah.. kemarin aja mami liat dia betul-betul khawatir sama kamu! Jangan asal mutusin hubungan begitu, setiap hubungan pasti ada ketidak cocokan, jangankan kamu sama Reiner yang masih kecil, mami sama papi juga sering berbeda pendapat, kamu jangan asal ambil kesimpulan dulu!" kata Mira meyakinkan putrinya.
"Mami gak tau aja perlakuan Reiner selama ini ke Raya, dia bahkan punya pacar!" batin nya.
"Kamu sehat dulu aja ya." ucap Mira tangannya membelai lembut rambut putrinya namun Raya hanya mengedipkan kedua matanya saja.
Raya ingin segera mengakhiri hubungan palsunya dengan Reiner, namun tidak mendapatkan kesempatan yang baik, Raya tidak mempunyai alasan yang cukup karena yang terlihat, Reiner benar benar panik kemarin dia sama sekali tidak menunjukkan ketidak tulusanya.
...****************...
Beberapa jam kemudian Ayah dan ibu Reiner datang membesuk calon menantunya dengan raut wajah khawatir mereka memasuki kamar di mana Raya di rawat namun setibanya di sana Raya masih tertidur karena terlalu banyak mengonsumsi obat obatan.
"Gimana Raya Mir?" tanya Leta.
"Sudah membaik kok, kemarin Reiner yang bawa kesini!" ucap Mira.
Hendrawan mendekati calon menantunya dia melihat wajah rapuh Raya seolah menyesal.
"Kita baru bisa kesini, kita masih di luar kota saat Reiner ngasih kabar!"
"Iya, lagian Raya juga sudah membaik, mungkin besok sudah boleh pulang" kata Mira.
"Setidaknya, Reiner bisa jagain Raya!" Hendrawan mengelus pucuk rambut calon menantunya.
Keluarga mereka memang sudah sangat dekat, karena Hans dan Hendrawan sudah berteman baik dari Masih SMA, suka duka sudah mereka lalui bersama.
Saat mengetahui Raya menderita lemah jantung, Hendrawan sengaja menugaskan putranya untuk menjaga Raya di sekolah, meski sebenarnya Hendrawan tau putranya tidak pernah senang dengan titah nya.
Hendrawan sudah sangat menyayangi Raya seperti putrinya sendiri, dia tau Raya gadis yang baik, dia sangat yakin Raya segera sembuh dari penyakitnya.
__ADS_1
Bersambung!