KAU GADIS LEMAH!

KAU GADIS LEMAH!
Bab 36. Kecemburuan istri syah


__ADS_3

.


Setelah ikut mengantarkan Raya pulang Reiner tiba di rumah PUKUL 21:30 ia memarkirkan motor seperti biasanya namun saat berjalan gontai menuju pintu masuk rumah nya ia melihat mobil asing terparkir di halaman.


Ia terus berjalan hingga akhirnya mendengar teriakkan ibu tirinya dan tanpa pikir panjang ia segera mendatangi sumber suara nya.


"Reiner itu anakku, dia besar bersama ku, berani sekali kamu kesini setelah menelantarkannya" teriak Leta.


"Reiner itu lahir dari rahim ku, sampai kapanpun dia tetap anakku, seharusnya kamu punya anak sendiri, melahirkan sendiri " decak Yana yang entah sejak kapan ia berada di dalam sana.


"Mamah" entah kepada siapa Reiner memanggilnya.


Yang pasti panggilan nya membuat kedua ibu di dalam sana menoleh ke arah nya.


"Rei" kompak mereka.


"Brugh" suara hentakan pintu mobil dari halaman depan yang di susul dengan suara langkah cepat mendatangi mereka.


Hendrawan berdiri dengan gagahnya di ambang pintu rumah nya tatapannya mengarah ke putranya ia masih takut jika sampai Reiner terbujuk rayuan mantan istrinya.


Meski mereka sering berbeda pendapat namun Hendrawan sangat menyayangi putranya ia tidak akan pernah membiarkan Yana membawanya begitu saja.


"Masuk lah" titah Hendrawan kepada putranya namun Reiner tidak menjawab nya.


Reiner malah mendekati Leta yang sudah terisak setelah mendengar cacian dari mantan istri suaminya, sampai saat ini Leta belum juga bisa hamil apa lagi melahirkan tanpa sadar Yana mengatakan hal yang menyakiti hati nya.


"Jangan menangis, aku putramu, selama ini mamah lah yang membesarkan ku, aku memang tidak lahir dari rahim mamah, tapi aku bisa merasakan kasih sayang mamah selama ini" ucap Reiner memeluk ibu tiri yang selama ini ia acuhkan.


Hati Yana teriris mendengar ucapan putranya ternyata Leta sudah benar benar menggeser posisi Yana dalam hidup putranya.


Sedang Hendrawan sudah sedikit merasa lega mendengar ucapan putranya.


"Rei, lihat mamah sayang" lirih Yana terisak.


Hendrawan mengusap wajah nya sebenarnya ia merasa kasihan melihat Isak tangis mantan istrinya tapi ke keras kepala'an Yana lah yang tidak bisa di kasihani.

__ADS_1


"Kamu pulang saja, ini sudah malam, jalanan berbahaya jika wanita mengendarai mobil sendiri" lirih Hendrawan yang masih menunjukkan keperdulian nya.


"Aku menginap saja kalo begitu" jawab Yana entengnya.


Mendengar jawaban dari Yana sontak Leta melepaskan pelukan putranya dengan arogan ia mendekati saingannya.


"Dasar wanita tidak tahu malu, ini rumah ku, menginjakkan kaki mu di sini saja sudah ku haram kan apa lagi menginap!!" teriak Leta.


"Sudah sudah, kalian membuat ku sakit kepala saja" pekik Hendrawan, pandangan nya lalu beralih ke mantan istrinya "Kamu pulang lah, aku akan mengantarmu, berbahaya di jam seperti ini mengendarai mobil sendiri" ucap nya.


"Aku tidak mau pulang, aku mau menginap di sini" tolak Yana.


Ucapan Hendrawan baru saja sudah pasti menghancurkan hati Leta bagaimana bisa Hendrawan ingin mengantarkan mantan istrinya pulang di hadapan istri syah nya.


Di anggap apa Leta ini, mengapa sosok Leta seolah tidak terlihat setelah kedatangan mantan istri yang sudah meninggalkan nya begitu saja.


"Menginap lah, bila perlu tidur lah dengan suamiku" ucap Leta yang lalu pergi.


Leta sudah benar benar tidak bisa menahan rasa panas yang tiba-tiba menancap di dadanya.


"Aku pergi, aku ngantuk" pamit Reiner bergegas pergi.


"Reiner, kasih mamah kesempatan untuk bicara sayang, kamu jangan terlalu percaya dengan ibu tiri mu, jika dia bisa memiliki anak sendiri mungkin dia akan menelantarkan mu" ucap Yana mengikuti langkah putranya.


"Sudah cukup" Reiner membalikan badannya hingga membuat Yana tersentak


"Anda tidak hanya menelantarkan putra anda, tapi menyakiti hati ibu yang selama ini mengasihi putra anda, bukannya terima kasih, tapi malah mencaci maki nya, bagian paling menyedihkan nya adalah bahwa anda ibu kandung ku" imbuhnya yang lalu pergi dari sana.


Yana mematung di tempatnya mendengar ucapan putranya ia menatap punggung putranya menaiki anak tangga Yana baru sadar perkataan nya sudah sangat keterlaluan.


Sedang Hendrawan masih terdiam seribu bahasa, mungkin karena cinta yang masih ia rasakan.


"Aku pergi, sampai kan maaf ku pada istri mu" ucap Yana yang juga pergi.


Hendrawan menjatuhkan tubuhnya ke sofa ruang tamu nya ia merasa hari ini hari yang sangat panjang.

__ADS_1


"Ada apa dengan ku, mengapa aku seperti ini" lirihnya.


...****************...


Sementara di dalam kamar Leta sudah memasuki selimut tebal, matanya terpejam namun pikirannya entah kemana.


Bantal empuk nya sudah kuyup oleh air mata nya, kesabaran Leta selama ini di anggap sepele oleh sosok imam baginya.


Tidak mudah menghadapi putra tiri yang arogan seperti Reiner meski sering di acuhkan anak tirinya Leta tetap bertahan karena rasa cintanya.


Namun ternyata malam ini Leta bisa mengambil kesimpulan bagaimana perasaan suaminya terhadap mantan istrinya.


"Aku hanya orang asing, aku bahkan tidak bisa memberinya anak, apa selama ini aku menghalangi perasaan mereka, apa aku sejahat itu?" batin Leta.


Click pintu kamar terbuka seseorang baru saja tiba.


"Apa mamah sudah tidur?" tanya Hendrawan.


Namun Leta tidak menyahutinya ia tidak ingin menampakkan suara seraknya karena isak tangis yang sedari tadi tiada hentinya.


Hendrawan mendekati wanita yang bersembunyi di balik selimut tebal dilihatnya wajah cantik yang sudah basah oleh derai air mata.


"Papah minta maaf" ucap nya.


"Sudah lah tidur saja, aku memaafkan mu" singkat Leta dengan mata yang masih terpejam.


Hendrawan mendekatkan wajahnya namun gerakan nya terhenti saat Leta menutup kan selimut ke wajah nya.


"Kalo begitu papah mandi dulu, mamah cepat tidur" Hendrawan mengecup singkat kening yang masih terlihat olehnya.


.


...****************...


.

__ADS_1


__ADS_2