KAU GADIS LEMAH!

KAU GADIS LEMAH!
Bab 62. Searching Mbah Mbah


__ADS_3


Di dalam kamar yang di dominasi warna hitam Raya bersembunyi di balik selimut tebal nya, berbagai macam pertanyaan melayang di otaknya.


Secara sudah dua hari ini Raya tidak juga berhasil merayu suaminya untuk menyentuhnya. Sedang dia sudah terbayang bayang keberadaan baby mungil meramaikan rumah mewahnya.


"Reiner kenapa ya? akhir-akhir ini menjauhiku, ada saja alasannya membiarkan ku tidur lebih dulu, apa dia sudah tidak menyukaiku?" gumamnya.


"Tapi kenapa dia menikahi ku? dia juga masih memijit ku, masih menyuapi ku makan, masih berkata lembut padaku, tidak mungkin jika tidak menyukai ku" pikir nya.


Raya membuka pola ponselnya dia menekan ikon Mbah Mbah yang bisa menjawab semua pertanyaan anak milenial zaman sekarang.


Apa alasan suami tidak mau berhubungan dengan istrinya? Itu yang di tulis dalam kolom mesin pencarian di aplikasi tersebut. Klik jawaban dari pertanyaannya mulai keluar.



Suami mungkin saja sedang depresi.



"Apa iya Reiner depresi? kayaknya tidak juga" gumamnya.



Tingkat testosteron rendah.



"Reiner itu terlalu bugar untuk di katakan pria seperti itu kan?" tanyanya pada diri sendiri.



Suami sedang stres dengan karier dan pekerjaannya.



"Hihi... gak mungkin yang ini deh kayaknya,, suamiku orang kaya, dia rajanya bagaimana bisa stres dengan karir?" imbuhnya tertawa kecil.



Suami sedang merasa kelelahan.



"Lelah?? tapi lelah kenapa?? semua pekerjaan di siapkan oleh Gabriel, apa yang membuatnya lelah?" timpal nya menaikan pupil mata nya.



Suami mungkin mengalami gangguan disfungsi ereksi.



"Apa karena itu? apa iya punya suamiku tidak bisaaaa... aaaaaqq gimana caraku bisa tahu alasannya menghindari ku?" gerutunya sedikit berteriak sedang di pikirannya sudah mulai kacau setelah membaca kalimat ke lima.

__ADS_1


"Jangan sampai deh amit-amit, amit-amit..." ucapnya bergidik.


Raya mulai menulis pertanyaan lain, Bagaimana caranya membuat suami mau berhubungan dengan istri begitu yang di tanyakan kali ini.


Ada beberapa cara yang keluar di layar ponsel nya namun Raya lebih fokus ke kalimat Rayu suami dengan pakaian seksi.


"Emmh... iya juga ya,, mami kan kemarin kasih lingerie banyak untuk ku, kenapa tidak aku pakai saja? tidak ada salahnya kan di coba" gumamnya tersenyum nakal.


...****************...


Sementara di dalam kamar Rafa, laki-laki yang sudah satu Minggu ini melepaskan KTP singgel nya masih terus memeriksa jam di tangannya, sebenarnya sudah rindu sekali dengan istrinya namun tidak berani pulang sebelum istri cantiknya tertidur.


Beberapa hari ini memang begitulah kerjanya menghindari istri cantik yang terus menerus menggodanya.


Rafa yang sedari kemarin memperhatikan sahabatnya mulai menyerukan pertanyaan di otaknya.


"Rei.. kamu dari kemarin di sini terus, malam baru kamu pulang, kamu kan pengantin baru, apa istri kamu tidak mencari mu?" tanya Rafa heran. Padahal Raya sangat cantik jika Rafa jadi Reiner tidak akan pernah meninggalkannya walau hanya sekejap.


"Aku sengaja menghindari nya" jawabnya.


"Kenapa? bukannya kamu yang ngotot nikahin dia? apa jangan-jangan kamu punya wanita lain? buang kebiasaan mendua mu itu!" pekik Rafa kepadanya.


"Sial kamu" ketusnya melotot.


"Aku tidak mendua, aku hanya tidak ingin menyakitinya saja" sambungnya mengusap dahinya.


"Maksud nya?" pertanyaan Rafa memaksa sahabatnya bercerita.


"Dokter Hendra bilang kemungkinan jantung menyerang nya bisa terjadi saat berhubungan, aku takut melakukannya jika terus melihatnya" lirihnya kemudian.


"Apa benar-benar tidak bisa di lakukan?" tanya Rafa penasaran. Karena tidak mungkin jika tidak bisa sepertinya Raya baik-baik saja selama beberapa tahun terakhir.


"Aku cari tahu di internet, ternyata memang banyak yang mengalami itu, aku tidak mau menanggung resikonya" jawabnya lirih.


"Lalu mengapa kamu menghindari nya, harusnya kamu coba kasih tau dia pelan-pelan untuk tidak menggoda mu dulu, dia pasti mengerti, kamu pisahkan dia dari orang tua nya, lalu menelantarkan nya begitu saja" ujar Rafa kepadanya.


"Seperti tidak tahu kelakuan Raya saja kamu, kalau dia tahu kekurangan nya menyiksa ku, dia pasti menyerah lagi, dia pasti bilang Rei,, kamu cari wanita lain saja"


"Itu pasti yang akan dia ucapkan padaku" lanjutnya khawatir.


Rafa terdiam menimbang ucapan sahabatnya sepertinya yang di ucapkan Reiner memang benar adanya, selama ini meskipun lemah fisiknya tapi Raya sangat keras kepala jika sudah ingin pergi maka pergilah, jika ingin putus maka putus lah, begitulah sifat Raya.


"Aku pulang sekarang" pamit Reiner karena waktu sudah menunjukkan pukul 22:30. Biasanya di jam begini Raya sudah tertidur.


"Iya hati-hati"


...----------------...


Langkah Reiner sedikit tergesa turun dari mobilnya, ingin segera memasuki kamar di mana istrinya tertidur sebenarnya bukan karena khawatir.


Reiner sudah menitipkan istrinya kepada ajudan tangkas nya, tapi sungguh rindu yang menyiksanya tiba di dalam sudah disambut oleh laki-laki tampan yang sedang tertawa terbahak-bahak di hadapan televisi, Reiner hanya geleng-geleng melihat ajudan yang super selengean.


"Raya sudah tidur?" tanyanya.

__ADS_1


"Eh... brother..." saut Gabriel yang baru menyadari keberadaan bos nya.


"Sepertinya sudah... dari tadi tidak keluar dari kamarnya" lanjut Gabriel.


"Jangan berisik,, kasihan mbak Tami dan yang lainnya mereka juga ingin beristirahat" tuturnya yang lalu melangkahkan kakinya menuju kamar dan membukanya.


Click gelap....


"Raya sudah tidur pasti" dibenaknya.


Reiner menutup pintu namun tiba-tiba seseorang melingkarkan tangan ke perutnya "Emm... Raya" sapa nya meskipun belum melihat wajah seseorang di belakangnya namun Reiner yakin istrinya yang mengunci gerakannya.


"Kenapa gelap begini hm? aku tidak bisa melihat wajah cantik mu" lanjutnya. Dengan mudahnya Reiner meraih saklar di samping pintu kamarnya.


KLIK Reiner membalikkan tubuhnya menghadap istrinya, matanya lalu di manjakan dengan pemandangan indah di hadapannya.


"Kamu,, kenapa pakai baju seperti ini? kamu bisa kedinginan nanti, ganti lah bajunya..." tuturnya meski sebenarnya dia sangat menyukai istrinya mengenakan pakaian transparan seperti itu.


"Kamu tidak suka?" Raya merubah raut wajahnya.


"Bukan begitu tapi..." belum selesai berbicara istrinya sudah berjalan arogan mengambil kimono di atas ranjang yang lalu di pakainya.


Reiner masih membeku di tempatnya menatap istrinya mengambil beberapa helai pakaian tipis dari dalam lemarinya.


Brugh Brugh...


Raya melemparkannya ke tempat sampah, Reiner yang melihat itu hanya mengedipkan matanya seiring dengan terjatuhnya helaian kain-kain itu.


"Kenapa kamu buang baju nya yank?" tanyanya bingung.


"Sepertinya aku tidak membutuhkannya, kamu tidak menyukainya kan?" ujar istrinya ketus.


Entah karena rasa bersalahnya atau sudah mulai tergoda Reiner melangkah cepat menuju tubuh istrinya berdiri GEP.


Reiner memejamkan matanya saat menempatkan tubuh mungil istrinya ke pelukannya "Jangan marah, aku minta maaf, tentu saja aku menyukainya" ujarnya di telinga istrinya.


"Kamu tahu, aku sangat menyukai semua yang ada padamu, dari cantik mu hingga manja mu, dari seksi mu hingga keras kepala mu, tolong jangan marah pada ku. Bisa apa aku tanpa senyuman mu hm..?"


Raya hanya bisa memejamkan matanya merasakan hembusan nafas suaminya yang sudah sedikit menggebu di telinga nya.


.


.


.


.


.


Lanjut gak yaaaa πŸ€”πŸ€”πŸ€”


.

__ADS_1


.


__ADS_2