KAU GADIS LEMAH!

KAU GADIS LEMAH!
Bab 66. Mendadak arogan


__ADS_3

Hati Reiner sudah sangat lega melihat kondisi istrinya yang cepat membaik. Tubuh Raya sudah tidak seringkih saat masih SMA sekarang sedikit lebih kuat karena mengikuti anjuran pola makan yang sehat di tambah lagi selama beberapa tahun terakhir Raya dekat dengan dokter pintar.


Reiner sudah ingin sekali membawa istrinya pulang ke rumah menurutnya jika tetap di rumah sakit istrinya akan lebih cepat bosan, setidaknya di rumahnya dia bisa menemani istrinya sambil mengurus pekerjaan nya. Sang ajudan masih belum bangun dari tidurnya terpaksa Reiner sendiri yang mengurus administrasi meski mulutnya terus menerus menggerutu.


"Dasar ajudan payah... membiarkan bos nya bertindak sendiri seperti ini... jauh sekali sifatnya dengan Reinhard.. Sebenarnya mereka benar-benar saudara atau bukan..." gerutu Reiner di sela langkanya tangannya membawa selembar kertas tanda pembayaran lunas karena baru saja mengurus administrasi.


...----------------...


"Rei... " suara seseorang membuat laki-laki tinggi itu menoleh ringan.


Tatapannya sedikit terpaku melihat wanita yang dulu pernah singgah di hatinya dan kini sudah merubah penampilannya dari yang masih tomboi sekarang sudah berdandan feminim "Shela.." sautnya.


"Ini beneran kamu Rei..? aku tidak sedang bermimpi kan..?" lanjut wanita itu kepadanya ekspresi wajah wanita itu seolah mendapat lotre milyaran namun sepertinya Reiner masih sedikit terkejut.


"Rei... sejak kapan kamu kembali ke Indonesia...?" tanya wanita itu lagi dan kali ini Reiner sudah mulai beranjak dari terkejutnya.


"Sudah lama.. sekitar lima bulanan, kamu gimana kabar..?" tanyanya berbasa-basi.


"Baik Rei.. kamu baik juga kan?" jawab mantan kekasihnya.


"Iya.. baik... Emmh kamu ngapain di sini? apa Tante sakit lagi..?" tanyanya, biar bagaimanapun Reiner pernah tahu semua tentang kisah hidup wanita itu.


"Begitulah aku masih mengurusnya, untungnya sekarang aku sudah kerja, jadi tidak terlalu mumet memikirkan biaya nya" jawab Shela.


"Kamu masih wanita yang kuat, mandiri, dan juga hebat, syukurlah, mudah mudahan Tante cepet sembuh" ucap Reiner.


"Lalu kenapa kamu di sini Rei..? siapa yang sakit..?" lanjut Shela kemudian.


"Raya.. tapi syukur nya sekarang sudah membaik" jawab Reiner yang membuat wanita di hadapannya mengerutkan keningnya.


"Raya..? kamu masih berhubungan dengan nya?" tanya Shela terkejut.


"Tentu saja, dia istri ku sekarang" Reiner tersenyum nyaring.


"Istri..? bukannya kalian sudah putus..?" saut Shela yang masih heran.


"Aku sama Raya hanya LDR saja, tidak putus.. dan sekarang kita sudah menikah.." terang nya sekarang Reiner sudah mulai merasa ada sesuatu yang bisa lebih panjang lebar lagi jika terus menjawab pertanyaan mantan kekasihnya.


"Ya sudah aku masih harus mengurus hal lain.. senang bisa bertemu dengan mu lagi.." lanjutnya pamit tanpa mendengar jawaban dari wanita itu.


Reiner membalikkan badannya seraya melangkahkan lagi kakinya namun tiba-tiba Dug wanita di belakangnya menghentikan nya.


Kening di kerut kan setelah melihat tangan mantan kekasihnya melingkar di perutnya tanpa basa-basi lagi Reiner membalikkan badannya dan menghempaskan tubuh wanita itu secara spontan. Raut wajahnya masih masam meski melihat wanita cantik itu terjatuh.

__ADS_1


"Kamu ...!" pekiknya melotot.


Sebelum kemudian Reiner melihat wanita yang sangat ia kenal mencoba menolong mantan kekasihnya.


"Shela... kamu tidak apa-apa kan..?" tanya istrinya yang tiba-tiba muncul entah dari kapan Raya melihat suaminya bersama Shela di sana.


"Sayang.." seru Reiner kemudian.


"Bangun lah.." ucap Raya kepada wanita yang baru saja memeluk paksa suaminya.


"Lepaskan.. jangan sentuh aku.. aku bisa sendiri.." ketus Shela yang menyulut amarah wanita cantik di hadapannya.


"Kamu.. masih saja ketus.. tidak berubah sedikitpun.." saut nya mengerutkan dahinya menatap heran wanita galak itu.


"Suka suka aku, bukan urusan mu" cibir Shela kepadanya.


"Dasar tidak tahu terimakasih, masih baik aku tidak meneriaki mu pelakor..!" Raya mulai berapi-api.


"Kamu..!!" pekik Shela mengangkat tangannya seakan mau menampar wanita cantik di hadapannya.


"Shela..!!!" teriakan itu berasal dari kedua pria dari sisi kanan dan kiri kedua wanita itu.


Shela menoleh ke kanan ada mantan kekasihnya dan ke kiri ada dokter tampan teman sekelasnya dulu. Tatapan kedua pria itu seolah ingin mencakar wajahnya, dengan terpaksa Shela menurunkan tangannya.


"Kenapa kamu tidak jadi menamparku..? kamu takut sama kedua pelindung ku..?" sindir Raya dengan mendongakkan wajahnya menantang.


"Berani sekali kamu menghinaku? kamu tidak tahu lemah-lemah begini aku punya kekuasaan ah? aku tahu di mana kamu kerja sekarang, aku bisa saja membuat mu di pecat dari sana" pekik Raya yang membuat dokter di sebelahnya menutup mulutnya menahan tawa.


"Raya Raya.. apa arogan suamimu menulari mu?" batin Bagas tersenyum.


"Sudah sayang.. kita kembali ke kamar ya.." ajak Reiner sambil menggandeng tangan Istrinya meninggalkan tempat itu.


Sedang Bagas masih tersenyum melihat tingkah arogan sahabatnya yang entah sejak kapan itu.


"Dasar wanita galak..!! beraninya kamu mau memeluk suamiku.. awas saja kamu..!" gerutu Raya di sela langkanya pandangannya masih ke belakang sambil berjalan serampangan.


"Sudah.. " ucap Reiner tangannya mengalihkan pandangan istrinya ke depan, hal itu semakin memperkeruh suasana hati istrinya.


"Kamu kenapa diam saja? kamu pasti masih suka sama dia.. iya kan..?" tukas Raya ketus namun pria tampan di sebelahnya hanya tersenyum tentu saja Raya semakin geram.


Raya menghentikan langkahnya menarik tangan yang masih menggandeng nya "Kamu kenapa tersenyum..! kamu beneran masih suka sama dia..?" tanyanya lagi seraya melotot.


"Apa aku harus mencium mu di sini agar kamu diam?" ancam suaminya.

__ADS_1


DEG Raya melihat ke sekelilingnya di lihatnya semua orang menatap ke arah nya, bagaimana jika Reiner benar-benar melakukannya jiwa polos Raya masih tidak mau menerimanya.


"A aku duluan..!" ketusnya yang lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar pasien.


Sedang Reiner hanya geleng-geleng melihat tingkah lucu Istrinya saat cemburu, biasanya Raya hanya diam saja menerima ejekan atau hinaan dari orang lain namun kali ini Raya lebih bisa mendemonstrasikan perasaannya.


"Sekarang menakutkan sekali gadis itu" ucap Reiner tersenyum, tanpa sadar Reiner selalu memanggil Istrinya gadis padahal sekarang gadis itu sudah dewasa dan menikah.


Tiba di kamar Raya merasakan sengatan lagi di jantung nya "Aaww... aku selalu saja begini saat merasakan cemburu, sudah lama sekali aku tidak merasakan seperti ini.." gumamnya memegangi dadanya.


Reiner yang melihat itu segera mendekati istrinya "Apa sakit lagi hm? apa kita tidak usah pulang dulu saja hm?" tanyanya panik.


"Kamu berharap bisa ketemu lagi sama mantan kamu itu?" tukas Raya yang membuat suaminya menghembuskan nafas pendek.


"Aku khawatir sayang... kamu cemburu..? aku suka cemburu mu...Awww...,!" meringis Reiner setelah menerima injakan kaki Istrinya.


"Awas saja kamu macem macem sama perempuan lain, kamu nanti kena azab kaya di film film... makam kamu meledak.. kulit kamu mengelupas.. iiighh serem" seru Raya bergidik.


Bukannya takut Reiner malah terkekeh geli "Itu film sayang, kamu jangan baper" ucap nya.


"Sini aku peluk.." Reiner melingkarkan tangan ke perut istrinya.


"Suamimu ini sudah tidak bisa melihat siapa pun lagi, sekarang suami tampan mu ini hanya sedang fokus dengan rencana punya baby kita saja," rayu nya Reiner tahu topik itu bisa membuat istrinya luluh dan sepertinya berhasil wanita di pelukannya mulai tersenyum kembali.


"Benarkah..? jangan lupa tiga anak..! satu cewek dua cowok.." saut Raya bersemangat.


"Iya,, makanya kamu sehat saja dulu.. jangan mikirin hal yang membuat jantung mu sakit.. ok!"


Raya tersenyum mengangguk.


"Lagian kenapa kamu tiba-tiba muncul, kamu mengawasi ku? tidak percaya dengan kesetiaan ku?" tanyanya.


"Aku juga tidak tahu kenapa aku mengikuti mu, mungkin langkah ku ini tahu kalau kamu mau bertemu dengan mantan pacar galak mu itu" saut Istrinya.


Tapi setidaknya Raya melihat Reiner sudah tidak labil lagi, Reiner menolak saat Shela berusaha merayunya tidak seperti saat masih SMA dulu yang sana mau sini mau.


"Bagus lah kalo begitu"


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2