KAU GADIS LEMAH!

KAU GADIS LEMAH!
Bab 9. Boneka dari Yuda


__ADS_3

Dengan celana jeans dan jaket hitam yang tampak mahal Yuda melepaskan helm melangkah turun dari motor. Dengan gagahnya pemuda berwajah ramah itu memasuki koridor yang tampak sepi karena ruangan yang ia tuju sangat pribadi.


Yuda menghentikan langkah di salah satu ruang rawat inap VVIP, dia berdiri sesaat untuk merapikan pakaiannya sebelum memberanikan diri membuka pintu ia mulai melangkahkan kakinya kembali.


Click suara pintu terbuka membekukan langkah nya, Hans tidak sengaja melihat Yuda di sana.


"Oh, ada teman Raya, kalo gak salah kamu nak Yuda kan?" tanya Hans.


"Emmh iya Om, Saya boleh jenguk Raya?" kata Yuda ramah.


"Iya, tentu saja, masuk masuk, kebetulan Om mau pergi dulu sebentar, mengurus sesuatu, kamu kesini pake apa sama siapa?" cecar Hans.


"Pake motor Om sendiri" Yuda menggaruk tengkuknya merasa takut jika Hans curiga dengan maksud kedatangan nya.


"Oh, iya gak papa santai saja Om pergi dulu sebentar"


Melihat Yuda berdiri di ambang pintu Raya pun menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang ia menyambut teman tampan yang baru saja datang tidak lupa ia juga menorehkan senyum manis di wajahnya


"Yuda"


Yuda berjalan lenggang mendekati Raya ia memang sengaja tidak membawa apa-apa karena sudah menyiapkan kejutan yang lainnya.


"Gimana, nona cantik sudah membaik?"


"Iya, malam ini sudah mau pulang kok, sudah gak betah di sini, duduk Yud" ucap Raya sambil tersenyum dan menunjukkan kursi di hadapannya.


"Iya makasih, gue ke sini gak bawa apa-apa, cuma bawa senyum manis aja, gak papa kan" Yuda menggoda dengan senyuman.


"Iya gak papa, llo kesini juga, gue udah seneng kok Yud" sambung Raya menganggukkan kepalanya.


"Emmh sebenarnya tadi sore gue ngirim sesuatu yang lucu buat llo ke rumah, gue sengaja gak bawa ke sini takut llo makin betah lagi" Yuda tertawa kecil.


"Oya, apa Yud?" antusiasnya karena memang Raya tipe orang yang menyukai hal semacam itu.


"Rahasia dong!" sahutnya.


Yuda pun menemani Raya selagi Hans masih di luar ia menghibur gadis cantik dihadapan nya dengan cerita lucu sesekali Raya menatap Yuda intens ternyata selama ini ia baru menyadari bahwa teman barunya sangat tampan senyum ramahnya baru saja menggetarkan hati Raya.


"Ya ampun senyuman nya, kenapa aku meleleh begini liat nya" batin Raya di balik tawa kecilnya.


Click dua orang pria baru saja tiba di ruangan itu seketika Raya dan Yuda menoleh serempak ke arah pintu.


"Emmh, ya udah gue pamit ya, udah ada Reiner!" bisik Yuda meski sedikit kecewa.


"Iya makasih ya, llo hati hati Yud" ucap Raya melambaikan jemarinya ringan.


"Om Yuda pulang ya" pamit Yuda pada Hans yang baru saja tiba dengan calon menantunya.


"Iya hati hati Yuda makasih, salam buat ayah kamu, awas jangan ngebut jangan jadi nakal seperti ayah mu dulu" ucap Hans tertawa kecil.

__ADS_1


"Iya Om"


Yuda langsung pergi tanpa berpamitan dengan Reiner menurut nya Reiner tidak akan pernah menyambutnya dengan baik.


Setelah Yuda pergi Reiner mendekati Raya dengan senyum datar nya ia duduk di tepi ranjang besi menghadap tunangannya.


"Ini buat llo" ucap Reiner menyodorkan buket bunga mawar ditangannya.


"Iya makasih!" sahut Raya yang tiba-tiba merubah ekspresi wajahnya dia berpikir Reiner hanya berpura-pura saja di hadapan ayahnya seperti yang di lakukan nya selama ini.


"llo gak seneng gue jenguk, tadi llo ketawa ketawa sama anak baru itu" Reiner melihat perubahan mood Raya.


"Yuda kesini tulus jenguk gue Rei, sementara llo terpaksa, llo cuma pura pura aja" batin Raya dalam diamnya.


"Ya sudah kalau begitu kita pulang, Raya di bantu Reiner ya, papi bawa tas ini repot" Hans sengaja memberikan kesempatan kepada calon menantunya.


"Iya Om" sahut Reiner.


"Gue bisa sendiri" ucap Raya menepis tangan Reiner.


Raya sudah terlalu muak dengan kebohongan Reiner yang terlihat baik di depan keluarganya lalu menindas nya lagi di sekolah.


****************


Setibanya di rumah, Raya tersenyum melihat kotak besar yang menyambutnya.


"Emmh pak, kenapa gak di tarok kamar Raya?" Raya menoleh ke pak Salim yang tengah sibuk bolak-balik membawa barang dari bagasinya.


"Emang ini dari siapa?" Reiner mencurigai tunangannya.


"Yuda" jawab Raya entengnya.


"Biar gue aja yang dorong" ketus nya.


Meskipun sebenarnya tidak menyukai nya Reiner masih mau mendorong kan kotak besar dari Yuda ke kamar tunangan nya, dengan wajah sinis nya Reiner juga membantu Raya membuka pemberian dari Yuda.


Sedang Raya terlihat sangat senang melihat isi dari kotak besar itu diraihnya boneka besar berwarna putih dari dalam sana.


"Lucu banget, Emmh lembut lagi, Yuda tau banget kesukaan gue" ucap Raya sambil menggesekan pipinya ke bulu bulu halus boneka besar pemberian Yuda ia sengaja menunjukkan kepada tunangannya.


Hal itu membuat Reiner semakin geram saja, ia menendang kotak yang sudah kosong lalu merebut boneka besar dari pelukan Raya.


Reiner cepat cepat membaringkan tubuh Raya yang saat ini sudah duduk di tepi ranjang lalu menyelimuti tunangan nya dengan paksa.


"Udah llo tidur aja sekarang, llo istirahat!" ketus nya.


"Gue mau peluk boneka nya Rei!" pinta Raya merengek dengan mengasongkan kedua tangannya.


"Nanti gue beliin yang lebih gede dari itu, llo tidur sekarang!" ketusnya yang kini sudah duduk menghadap tunangannya.

__ADS_1


"Kapan llo tau kesukaan gue? llo kan biasanya ngasih gue sesuatu dari tante Leta" sindir Raya menatap manja tunangannya.


Tiba-tiba Reiner mengepung tubuh tunangannya di atas ranjang empuk nya "Lo suka sama Yuda?" tanyanya menatap dalam.


Raya tampak kikuk karena wajah tampan Reiner semakin terlihat jelas dari dekat ia menelan saliva melihat bibir keriting Reiner yang kini berada tepat di atas wajah nya.


"I iyya, dia baik, gue suka semua temen-temen gue!" ucap Raya terbata bata.


Reiner tersenyum melihat kegugupan Raya dia menutup kan selimut ke wajah Raya dengan kasar.


"Terserah Lo!" ketusnya bergegas pergi sebenarnya dia pun merasakan hal yang sama kini jantung nya sudah mulai tidak beraturan.


"Rei!!" teriak Raya sambil menyingkap kembali selimutnya.


...****************...


Di tempatnya Hans tersenyum senyum melihat kelakuan kedua anak itu dia bisa melihat kecemburuan calon menantunya.


"Om Rei pulang ya!" ucap Reiner pamit.


"Iya, makasih ya Rei, salam buat mamah papah kamu, inget jangan mampir mampir langsung pulang, jangan suka memancing kemarahan ayahmu" pesan Hans.


"Iya Om!"


...****************...


Reiner berjalan keluar langkahnya kali ini menuju ke pos kecil yang terletak di muka gerbang rumah kekasihnya.


Reiner menemui pak Salim yang tengah asyik mendengarkan musik dari ponselnya secangkir kopi terlihat masih ngebul di mejanya.


"Pak" sapa nya.


"Iya kenapa mas Reiner" sahut pak Salim sedikit tersentak.


"Gini pak, nanti kalo ada yang ngirim sesuatu lagi buat Raya tapi bukan dari saya, tolak aja ya!" ucap Reiner tangannya mengambil beberapa lembar uang dan memberikan nya kepada pak Salim.


"Iya mas Reiner, saya mengerti!" nyengir pak Salim.


"Tadi sore dari teman barunya non Raya siapa namanya mas Yuda ya, rejeki" batin pak Salim di balik senyum nya.


"Ya udah saya pulang, ingetin ya pak, tolak aja!". tegas Reiner selagi berjalan menuju motornya.


Dengan suara yang menyebalkan Reiner menirukan gestur Raya "Lucu bangeeeeeet, lembut lagi,,, ciih, boneka jelek gitu aja" gerutunya geram.


****************


Mira menghampiri Raya di kamar nya, dia melihat boneka baru Raya "Raya, ini dari Rei?" tanya Mira selidik.


Raya sudah mulai memejamkan matanya "Bukan mi, itu dari Yuda!" lirih Raya.

__ADS_1


Mira menyipitkan mata seakan mencurigai putrinya "Kamu gak ada hubungan apa apa kan sama Yuda?" selidik Mira.


"Gak mi!". lirih Raya.


__ADS_2