KAU GADIS LEMAH!

KAU GADIS LEMAH!
Bab 77. Melepas Rindu


__ADS_3

Clekk Clekk habis musuh habis lah peluru.


Tanpa izin dari pemilik tubuh Yuda menggendong Raya berjalan melewati gerbang tinggi yang sudah di buka oleh Luna.


Karena wajah pucat Raya tidak bisa di biarkan begitu saja dan dengan lemahnya Raya mengalungkan tangannya ke leher Yuda.


Sedang Luna berdiri di samping daun pintu tinggi untuk memastikan keamanan para penyelamat Raya kalau kalau sampai anak buah nya masih ingin mengejar sandera nya


Tiba di luar Bagas membukakan pintu mobil depan untuk Raya Yuda pun menempatkan Raya di sana sebelum kemudian ke empat pria itu memasuki pintu lainnya.


Dengan segera Yuda menjalankan mobilnya sebelum ayah Raya kembali kerumah nya mereka cepat-capat karena menurut Luna sebentar lagi ayahnya pulang membawa tua bangka yang akan mengambil Raya.


Sebenarnya Yuda Rafa dan Bagas ingin sekali mengetahui siapa tua bangka itu namun sepertinya kondisi Raya sudah semakin melemah jadi lebih baik jika langsung pulang saja.


Di dalam mobil, Raya terus menerus menatap jendela kaca mengingat ingat percakapan nya dengan teman barunya beberapa saat yang lalu.


"Lun.. bagaimana jika kamu sampai di marah ayah mu..?" tanyanya kala itu.


Dan kala itu Luna menggenggam tangan nya "Seperti aku yang hanya memiliki nya, dia juga hanya memiliki ku..! alasan ku ingin menyelamatkan mu karena aku masih punya peri kemanusiaan, tidak ada anak yang diam saja melihat ayahnya menyiksa perempuan lemah seperti mu." jawab Luna kepadanya.


"Kamu tahu, ibuku juga meninggalkan ku saat ia mengandung adikku..!" lanjut gadis tomboi itu menangis tersedu sambil menurunkan pandangan nya. Raya bisa melihat kerinduan gadis selengean itu.


πŸ’­πŸ—―οΈ


...----------------...


Melihat Raya yang hanya diam saja Yuda terlihat tidak nyaman begitu pun dengan ketiga pria di belakangnya.


"Raya..!" sapa Yuda padanya.


"Kamu tidak apa-apa kan?" lanjutnya bertanya Dan Raya hanya menggeleng.


Sendu karena rindu, di tambah dengan syok ringan yang Raya rasakan saat ini cukup bisa menjadi alasan untuk nya mengalirkan air mata. Raya mungkin tidak keberatan jika harus kehilangan nyawa nya namun Raya tidak akan tega meninggalkan suami tercinta nya.


Ke empat pria yang bersama nya tidak berani mengajak nya berbicara, sampai akhirnya mobil yang di kemudian Yuda tiba di halaman rumah mewah nya.


"Terimakasih ya, untuk kalian" ucap Raya pelan sambil memaksakan diri untuk turun dari mobil Yuda.


Di sana sudah ada Hans dan Hendrawan yang menunggu kedatangan putrinya, sebenarnya Hans sudah menyusul saat Andi membagikan lokasi kepadanya namun ternyata map menyesatkan jalannya.


Dan akhirnya mereka kembali setelah mendapat informasi dari Andi tentang keselamatan putrinya yang sudah ia bawa pulang.


"Sayang..!" Hans menciumi seluruh wajah putrinya sungguh tidak terpikirkan sebelumnya jika putri satu-satunya di bawa lari oleh orang asing.


Melihat keadaan Raya yang masih syok, tidak ada yang berani menanyakan apapun padanya. Melihat Raya tidak pingsan saja sudah sangat bersyukur. Yang penting sekarang adalah bisa membuat Raya beranjak dari rasa takutnya.


Hans pun mengiring putrinya masuk ke dalam kamar dan membiarkan nya beristirahat sesaat setelah di periksa oleh dokter Hendra.


Dengan pipi yang masih di banjiri air mata Raya meraih telepon rumah dari atas nakasnya karena ia belum juga memegang ponselnya entah kemana perginya benda itu.


Ia menekan nomor yang sudah sangat hapal di luar kepala nya dan tak sampai berbunyi Tut si penerima panggilan sudah mengangkat nya.


πŸ“±"Sayang..!!" suara suaminya terdengar cemas namun hembusan nafasnya seperti sudah sedikit lega.


πŸ“ž"Rei .. aku merindukan mu..!" Raya hanya mengucap nya dalam hati karena tidak mau menampakkan suara seraknya.


πŸ“±"Halo..! sayang..! kamu dengar suara ku kan..?" tanyanya menggebu.


Raya menjauhkan gagang telepon nya ia menghela nafas berat sedikit panjang, untuk mengembalikan suara normalnya sebelum kemudian menempelkan lagi gagang telepon nya ke telinga.


πŸ“ž"Iya Rei.. kamu tidak merindukan ku.?" ucapnya spontan. Padahal seharusnya ia tidak menanyakan itu atau Reiner segera pulang dari London sedang proyek suaminya masih belum selesai.


πŸ“±"Tentu saja aku merindukan mu, aku tidak bisa tidur walau hanya sekejap, kamu tahu di sini aku tidak tenang," seru Reiner ketus.


"Kamu kenapa tidak mau mengangkat telepon dari ku hm? aku khawatir!" suara lelaki itu terdengar pelan.


"Aku hanya gengsi mengatakan aku merindukan mu.." Raya membual.


"Gengsi mu masih tinggi, aku tidak mau tahu, malam ini juga aku pulang, kamu tidak boleh membujuk ku lagi" kekeh lelaki itu.


Kali ini Raya tidak menolak nya, ia juga sudah sangat merindukan suaminya. Memang nya kenapa jika perusahaan Reiner di London bangkrut, Reiner masih memiliki perusahaan lain meski masih resmi milik Hans tapi mayoritas saham perusahaan itu berasal dari menantunya.


πŸ“ž"Pulang lah, aku tunggu..!" Raya sudah tidak bisa menahan Isak nya.

__ADS_1


πŸ“±"Kenapa menangis hm? bukannya kamu yang memaksaku untuk pergi hah..?" Reiner sedikit menyelipkan tawa kecilnya.


πŸ“ž"E em.. ternyata aku tidak bisa jauh lagi dari mu, boleh tidak aku serakah? aku mau kamu tidak meninggalkan ku lagi" keluh Raya.


πŸ“±"Iya..."


...----------------...


London


Reiner tersenyum sembari menurunkan ponselnya ia menemui Reinhard yang saat ini berada di dalam ruang kerja nya.


"Mr, sekarang juga aku akan pulang ke Indonesia, tolong atur penerbangan ku..!" titah nya.


"Baik tuan, lalu bagaimana dengan pekerjaan tuan di sini..?" tanya Reinhard.


"Sementara kamu yang gantikan, kamu tidak keberatan kan.?" Reiner berharap banyak.


"Baik tuan..!" Reinhard setuju lagi pula masih ada Yana di sana mentok-mentok Indra bisa membantu nya.


Satu jam saja Reinhard sudah bisa menyiapkan keberangkatan tuannya dan kali ini Reiner memakai jet pribadi, lelaki itu sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi jika harus menggunakan penerbangan umum.


Yana dan Indra mengantar keberangkatan putranya ke bandara. Tak lupa Reiner juga menitipkan ibunya ke ayah tirinya. Reiner sudah bisa melihat ketulusan Indra pada ibunya.


"Jaga mamah baik-baik ya pah.." ucap nya berharap banyak pada Indra.


Indra memegang lengan putra tirinya "Iya kamu hati-hati, jangan lupa nanti di rumah sering-sering kunjungi Kaka mu" pesan Indra. Mereka ingin sekali melihat kedua putra nya akur.


"Kalau itu aku tidak janji..!" lanjut Reiner yang tiba-tiba merubah raut wajahnya.


...----------------...


Indonesia


Raya mulai memulihkan kondisi tubuh nya untuk menyambut kedatangan suami tercinta nya meski mual di perutnya terus menerus mengganggu nya Raya tetap memaksakan makanan nya.


Apa pun ia lakukan untuk segera pulih dari lemah nya Raya benar-benar tidak ingin membuat suaminya curiga. Karena sampai saat ini Reiner belum mengetahui kejadian yang menimpa Istrinya.


...****************...


Langkahnya terus berjalan cepat menuju kamar istrinya hingga saat tiba di ruang makan Mira menyambutnya "Rei .. kamu sudah pulang? kenapa tidak minta di jemput.?" ucapnya.


"Rei tidak mau merepotkan mi" Reiner mencium punggung tangan mertuanya.


"Emmh.. Reiner langsung ke kamar ya mi..!" pamitnya.


Belum sempat di izinkan Mira Reiner sudah berjalan cepat memasuki kamarnya, Mira yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya ringan sembari tersenyum "Reiner- Reiner"


...----------------...


Dalam dadanya terasa hangat seperti sedang meluncur di roller coaster saat melihat wajah istrinya yang sudah menyambutnya dengan busana menawan.


"Sayang..!" dengan senyum di bibir keriting nya Reiner menempatkan tubuh kecil istrinya ke dalam pelukannya.


"Aku mencintaimu..!" bisik nya yang lalu membenamkan wajah istrinya ke dada bidangnya.


Tanpa aba-aba Reiner menundukkan kepalanya ia melu..mat bibir Istrinya sembari berjalan tidak teratur menuju tempat tidur.


"Rei...!" Raya melepaskan cumbuan mesra suaminya berharap bisa melihat wajah yang masih ia rindukan.


"Hm.?' Reiner tersenyum.


Perlahan Reiner mendudukkan istrinya ke ujung ranjang lalu duduk berjongkok di hadapan Istrinya ia membelai lembut perut Raya yang masih rata "Apa kamu juga merindukan Daddy hm?" ucapnya tersenyum.


"Di dalam sana kamu tidak nakal kan baby mungil ku.?" lanjutnya.


Raya membelai rambut pekat suaminya yang sudah sedikit lebih panjang lalu menatapnya dengan dalam. Wajah damai suaminya saat berbicara dengan baby di dalam perutnya membuat nya berkaca-kaca.


Terlintas di pikirannya jika saja kemarin Raya tidak kembali ia tidak akan melihat senyum manis suaminya lagi. Itu lebih menakutkan dari pada kematian nya sendiri.


Kini Raya melihat tatapan mata Reiner yang menginginkan kehangatan melepas rindu yang menyiksanya, tatapan mata lelaki itu seolah ingin memakan Istri kecilnya. Apa lagi baju tipis yang di kenakan Istrinya seolah memberi nya kode etik.


"Sssuuuuutttt..." Raya menahan tubuh yang akan menindihnya.

__ADS_1


Reiner tersenyum "Baiklah, aku tidak akan meminta lebih sebelum si baby kuat menerima goncangan dari dalam sana, tapi setidaknya kasih suamimu yang lainnya hm..?" pintanya.


Raya tersenyum mengangguk.


"Baby... Daddy mandi dulu ok..! kamu baik-baik di dalam sana..!" pamitnya yang di susul dengan kecupan hangat di perut istrinya.


Raya membelai cuping telinga suaminya dengan ibu jari yang bergerak-gerak di sana "Aku siapkan air ya..!" tawar nya.


"Sssuuuuutttt... aku bisa sendiri, lagian sejak kapan istriku menyiapkan air untuk ku..?"


Reiner menggendong istrinya lalu membaringkannya di atas ranjang "Kamu tunggu saja di sini ok!" ucapnya yang lalu menyelimuti tubuh istrinya.


"Dan ingat jangan coba-coba untuk pura-pura tidur..!" Reiner tahu kebiasaan melarikan diri Istrinya.


"Iya mandi lah dulu..!" pinta wanita itu.


Reiner pun menurut dan setelah sepuluh menit, lelaki tampan itu keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk di setengah badannya. Sebenarnya Reiner terbiasa mandi dua puluh menit atau bahkan lebih namun karena sudah tidak sabar ingin bercumbu mesra dengan Istrinya terpaksa ia menyingkat waktu mandinya.


Setelah mengeringkan rambut pekat nya Reiner memasuki selimut tebal yang kini membungkus tubuh mungil Istrinya.


"Rei, kamu kenapa tidak memakai celana mu.?" Raya menatapnya curiga.


"Aku memang ingin itu..!" jawab nya enteng tatapannya mengarah ke bagian terlarang milik istrinya.


"Tadi katanya tidak dulu sebelum baby nya kuat"


Reiner nyengir memperlihatkan deretan gigi putihnya "Kan tidak perlu di celupkan sayang, cukup di gesekan saja..." bujuk nya.


"Lalu..? kalau aku mau lebih bagaimana? kamu egois sekali..!" protes Raya dengan bibir yang cemberut, selama ini memang Raya yang selalu meminta lebih saat mendapat kan sedikit sentuhan dari nya.


Reiner menggaruk kepala yang tidak gatal "Jadi gimana? apa tidak boleh?" ekspresi wajah Reiner mulai berubah dan lebih drastis lagi saat melihat Raya mengangguk.


"Ya sudah tidur lah.. aku tidak akan mengganggu" lanjut Reiner yang lalu menghentakkan punggungnya ke bantal. Kali ini ekspresi wajahnya sedikit kesal.


Melihat hal itu Raya mengalah ia mulai mencium bibir merah suaminya tak peduli dengan apa yang akan terjadi nanti yang pasti ia juga menginginkan nya, tapi sepertinya Reiner sedikit gengsi menerima serangan ngalah istrinya terlihat ia hanya diam saja menikmati lum..atan demi lum..atan bibir kecil Istrinya.


Merasa tidak di respon Raya meraih tangan suaminya lalu mengarahkan ke bagian-bagian sensitif miliknya.


Lutut Raya memasuki sela di antara kedua paha suaminya hingga membuat Reiner merasakan sesuatu yang mengganjal di pahanya. Namun Reiner masih belum juga meresponnya mungkin karena masih gengsi dengan penolakan Raya sebelumnya.


Terlalu lama tidak mendapat respon Raya pun menghentikan aksinya ia menghembuskan nafas pendek seraya berkata "Aku tidur saja kalo begitu..!" kesalnya.


Belum sempat menarik tubuhnya dari Reiner kini Raya merasakan satu tangan menahan pinggulnya yang membuat nya tidak bisa beranjak dari posisinya.


Senyum manis tertoreh di wajah tampan suaminya "Aku hanya menggoda mu saja" ucap nya sebelum kemudian Reiner melu..mat bibirnya yang masih basah karena liur.


Sementara tangan kiri Reiner menahan pinggulnya tangan kanannya berada di dadanya ia mulai berjalan lembut menyisir seluruh bagian empuk miliknya. Jemari suaminya mulai bermain dengan ujung gundukan padat miliknya. Desah seraknya mulai menggema saat menerima Remasan demi remasan di bagian dadanya. Gigitan-gigitan kecil pun mulai melukis leher jenjangnya.


Bosan di bawah Reiner mendorong dengan perlahan tubuh istrinya, hingga kini Raya yang terbaring namun kali ini ia tidak berani menindih perut istrinya, Handuk yang melilit bagian bawah tubuhnya sudah tidak di tempatnya lagi.


Di bawah selimut tebal mereka saling melepas kerinduan seolah dunia hanya milik berdua saja di pikiran Raya saat ini hanya ingin memberikan servis sebaik-baiknya untuk suami tercintanya.


Kehadiran suaminya membuat Raya melupakan kejadian menakutkan yang menimpanya kemarin.


...----------------...


Hans dan yang lainnya sudah mengurus para segerombolan penculik bayaran yang tidak lain adalah ayah Luna.


Dan itupun tanpa sepengetahuan Raya, karena sebenarnya Raya tidak mengizinkan ayahnya melaporkan ayah Luna. Raya tidak tega melihat Luna kehilangan keluarga yang hanya satu-satunya.


Namun kejahatan harus tetap di berantas. Jika tidak maka akan semakin meresahkan. Beruntung Raya bisa pulang bagaimana jika tidak? Dan kini polisi sudah menggerebek kediaman Roy.


Seluruh nya di tangkap terkecuali Luna putrinya karena Bagas dan Yuda menjadi saksi atas bantuan yang di berikan oleh gadis itu.


Meskipun sebenarnya Luna lebih memilih di penjara dari pada hidup sebatang kara.


Dari kesaksian Roy polisi jadi tahu siapa yang sudah menyuruhnya untuk menculik istri cantik Presdir tampan itu.


...---------------...


Akan ada lanjutannya nanti... jadi jangan batal favorit ya...!!! sementara kalian baca karya baru ku..


Alex Arian adalah seorang founder dari sebuah perusahaan tekstil ternama, menikah muda dengan cinta pertamanya, hingga di usianya yang ke 39 tahun lelaki itu sudah mempunyai putra berusia 23 tahun.. dan yaah.. Alex menduda selama sepuluh tahun kemudian berhubungan kembali dengan seorang gadis berusia 21 tahun yang seharusnya lebih cocok menjadi istri putranya.

__ADS_1



__ADS_2