KAU GADIS LEMAH!

KAU GADIS LEMAH!
Bab 42. Maaf kan jika kecewa


__ADS_3

Setelah selesai makan malam bersama para peserta kunjungan wisata memulai game untuk mengisi jam malam mereka.


Di sudut tempat itu masih ada Raya duduk berdampingan dengan kekasihnya, dengan jarak yang sedekat itu mereka tidak saling menegur, sedari tadi Raya enggan berbicara sedang Reiner masih segan untuk memulai percakapan.


Namun tiba-tiba saja Raya beranjak dari duduknya ia berjalan serampangan ke sembarang arah dan tanpa pikir panjang Reiner mengikuti kekasihnya.


"Sayang, kamu mau kemana?" tanya Reiner meraih jemari tangan kekasihnya.


"Kemana saja, aku bosan di sini terus" jawab nya sambil terus melangkahkan kakinya ringan, tanpa di sadari mereka sudah berada di tepi kolam aesthetic yang menjadi destinasi utama pulau S senyum lega sudah menghiasi wajah tampan pemuda bertubuh tinggi itu.


Reiner menatap punggung kekasihnya yang saat ini berdiri menengadah kan wajah nya keatas menghirup udara malam.


"Kamu pernah ke sini yank, kamu tau lokasi ini" tanya Reiner yang kini sudah berada di samping kekasihnya.


"Rei, sebenarnya di matamu aku ini seperti apa?" tanya Raya mengalihkan pembicaraan, mendengar itu Reiner menatap kuat kekasihnya.


"Kamu baik, cantik juga...." kalimat Reiner terhenti saat mata sayup nya menatap bagian depan tubuh kekasihnya yang sengaja di perlihatkan kepada nya, baru saja Raya menanggalkan syal nya ke tanah.


"Seksi?" ucap Raya.


"Em em" dengan perasaan bercampur aduk Reiner menatap kuat bagian itu.


Tak lama kemudian tubuh nya terpatri saat merasakan sentuhan lembut di bibirnya seperti yang dia lakukan sore tadi Raya pun mengulang lagi gerakan kekasihnya.


Benda kenyal tak bertulang milik Raya memerangi bagian dalam bibirnya, bibir atas nya tertarik karena ulah kekasihnya, secara natural ia pun menempatkan tangan nya ke pinggang kekasihnya.


"Tadi sore kamu marah karena ku sentuh kenapa sekarang kamu menyerang ku, apa kamu kedinginan?" batinnya.


Tubuh nya semakin membeku saat mulai merasakan sentuhan di bagian telinga nya suara serak yang sengaja di buat merangsang oleh kekasihnya menggelitik telinga nya.


"Kenapa tiba-tiba kamu agresif begini hhhhhh, bukan nya kamu tidak suka di sentuh hhhhhhhh" pikir nya di balik diam nya.


Tangan kekasihnya tak mau diam mereka berjalan ke dada bidangnya lalu menggesekan nya di sana, benda kenyal tak bertulang masih terus berjalan ke sana kemari menyusuri bagian sensitif di area atas.


Sudah terlalu lama sampai akhirnya Reiner semakin tidak karuan menerima serangan dari kekasihnya.


"Hhhhhhhhh Sudah cukup!! kamu kenapa?" tanya Reiner menatap heran ia seperti melihat orang lain di wajah kekasihnya.


"Aku sedang menyerah kan diriku, bukan nya kamu suka?" jawab Raya entengnya.


Reiner memejamkan matanya saat menerima kembali serangan dari kekasihnya kali ini di area lehernya.


"Raya!! hentikan atau aku tidak bisa menahannya lagi!!" tolaknya dengan deru nafas yang memburu.


"Ayok lakukanlah, bukan nya karena ini kamu bersama ku? kamu bersama ku karena aku cantik, seksi, kaya, orang lain pasti bilang kamu beruntung mendapatkan ku iya kan?" ucap nya.


"Kamu bicara apa? tutup baju kamu!!" Reiner menutup paksa kancing baju yang sudah memperlihatkan kedua keindahan milik kekasihnya.

__ADS_1


"Aku tidak mau, biar saja kamu melihat ku seperti ini" teriak Raya menepis tangan nya.


"Sebenarnya apa mau mu?" lirih Reiner masih menatap heran.


"Aku mau kita putus!!" ucap Raya.


Reiner menghembuskan nafas pendek, ia berpikir ulah kekasihnya bentuk suara untuk menyindirnya, ia pun menampakkan senyum sinis nya.


"Cuma karena aku sentuh sedikit saja kamu minta putus, kenapa semudah itu bagimu, atau kamu memang tidak pernah menyukai ku?" teriaknya.


"Iya!!" Raya memalingkan wajahnya.


"Raya!! tolong jangan seperti ini, apa salah ku, aku akan memperbaikinya" Reiner meraih lengan kekasihnya mereka kembali bertatap muka.


"Selain menjadi pajangan mu, aku tidak berguna untuk mu Rei, lebih baik kamu bersama gadis yang bisa menjadi penenang hatimu, hubungan kita tidak saling menguntungkan, aku tidak pernah tahu sampai kapan jantung ku ini kamu jadikan alasan untuk mencari kedamaian pada gadis lain" batin Raya.


"Kamu tidak salah, aku hanya sudah bosan saja dengan mu!" jawab nya yang berlawanan dengan hatinya.


"Ternyata benar wajah cantik dan kekayaan mu, membuat mu mirip sekali dengan mamah!!" tukasnya.


"Hekkmm,, anggap saja begitu" ucap Raya yang lalu pergi.


"Raya!!" teriaknya berharap Raya masih mau kembali pada nya.


"Aaakkk!!!" Raya menjatuhkan tubuhnya ia merasakan sengatan yang luar biasa hebat.


"Lepas" lirihnya seraya menepis.


Seseorang yang sedari tadi memperhatikan mereka dari kejauhan kini berlari setelah melihat Raya terjatuh.


"Raya, llo kenapa?" panik Bagas juga berusaha menolongnya.


"Jangan sentuh Raya!!" teriak Reiner menepis tangan Bagas.


"Lo yang cukup, sakiti dia!!!" balas Bagas yang juga berteriak.


"Bagas" lirih Raya mengalungkan tangan ke tengkuk sahabatnya.


"Iya" Bagas tau maksud dari sahabatnya ia lalu menyompong dan membawanya.


"Raya" Reiner masih terus mengejar nya namun seseorang menarik lengan nya kuat.


"Maaf mas, biar non Raya sendiri dulu, bisa di bicarakan lagi nanti, sekarang yang terpenting kesehatan non Raya dulu, mas Reiner tahu non Raya tidak sama dengan anak yang lain, saya mohon biar kan dulu." ujar Andi.


"Hhakkhh kenapa aku harus menyukainya?" lirih Reiner.


Aaaaaaaaggghhhhhh!!!!!! " teriaknya sejadinya, berkali kali ia memejamkan matanya rasa sakitnya sama seperti saat Yana meninggalkan nya wajah arogan nya sudah di basahi bulir air mata nya.

__ADS_1


Ternyata hal yang Reiner takut kan benar benar terjadi kepada nya, jika saja dia tidak membuka hatinya untuk Raya mungkin tidak akan merasa kan kembali rasa sakit seperti itu.


...****************...


Tiba di kamar Bagas membaringkan tubuh sahabatnya di atas ranjang empuk, Ria dan Mei tidak di sana karena masih mengikuti game di halaman depan, terpaksa ia pun menjaga sahabatnya.


Bagas membetulkan baju Raya yang masih belum terkancing juga menyelimuti nya.


Bagas menatap dalam Sahabat kesayangannya yang kini sudah memejamkan matanya.


"Aku sakit saat melihat mu seperti ini, aku lebih suka melihat mu bersama nya asal senyum manis mu menghiasi wajah cantikmu." batin nya.


...****************...


Di tempat lain dreeetttt dreeetttt dering ponsel Hans berbunyi ia langsung mengangkatnya karena kebetulan sedang asyik memainkan ponsel nya.


"Iya, kenapa Andi?"


.......


"Bagaimana kondisi nya sekarang?"


........


"Ok, saya atur penerbangan kalian, saya minta tolong jaga putriku!!"


.........


"Baiklah aku tutup!" Hans menurunkan ponselnya, ia memejamkan matanya lalu menghembuskan nafas perlahan, "aku bilang apa sayang kenapa kamu keras kepala" ucap nya.


...****************...


.


Sementara Bagas & Andi sudah membawa Raya dengan tim medis seadanya mereka bergegas menuju bandara tanpa memberi tahu siapa pun.


Andi sudah mengerti yang sebenarnya terjadi pada nona muda nya, Andi hanya ingin menjalankan tugasnya sebagai seorang bodyguard saja, Andi tidak ingin di salah kan jika terjadi apa apa pada nona muda nya karena saat ini Raya menjadi tanggung jawab nya.


.


.


Maaf untuk kalian yang kecewa dengan bab ini namun ini alur dari cerita ku mohon maaf ya, jika menyakiti kalian juga🙏☺️


.


.

__ADS_1


. BERSAMBUNG


__ADS_2