
Dering ponsel Yuda mengalihkan perhatian si pemilik nya, Yuda merogoh saku celananya menyambar ponsel dari dalam sana ia melihat nama Chloe di layarnya, untuk sesaat lelaki itu menatap seluruh pria di hadapannya.
"Emmh... aku angkat telepon dulu..!" pamitnya sebelum melangkahkan kakinya ke luar dari kamar pasien untuk menerima panggilan.
Tiba di luar Yuda mulai menggeser tombol hijau dan meletakkan ponsel ke telinganya, dengan lembut ia berbicara "Iya Chloe.." sapa nya.
"Kamu kenapa lama sekali yank.!!"
"Astaga." ucap Yuda pelan sambil menjauhkan ponsel dari telinganya kelihatan nya wanita di seberang telepon berteriak kencang.
"Iya aku lupa, maaf Chloe sekarang aku di rumah sakit.. keluarga ku ada yang mendadak membutuhkan ku.." sautnya mengusap dahinya.
"Siapa yang sakit?" wanita itu bertanya suaranya terdengar penasaran.
"Adik ipar ku"
Sebenarnya kalimat itu tidak di sukai oleh Yuda tapi di sisi lain Yuda juga ingin menenangkan wanita di seberang telepon setidaknya dengan menyebut Raya adik iparnya wanita di seberang telepon tidak cemburu.
"Adik ipar? yang kamu ceritakan tempo hari itu?" tanya wanita itu.
"Iya.. "
"Aku ke sana ya yank, dimana rumah sakit nya?" tanya Chloe penuh penekanan.
"Aku kirim alamat nya"
Tak lama Yuda menurunkan ponsel dari telinganya karena sambungan teleponnya sudah terputus, ia lalu menulis pesan teks dan mengirim nya kepada kontak yang baru saja memanggil nya.
Sambil menulis Yuda bergumam "Aku sampai lupa..!" Yuda menggelengkan kepalanya singkat.
Sedari tadi di pikirannya hanya Raya dan segerombolan penculik saja hingga tidak ingat dengan janji nya kepada kekasihnya.
Yah..! pengakuan Yuda kepada Raya saat ia mengatakan mempunyai pacar memang benar adanya.
Sudah satu tahun lamanya Yuda berhubungan dengan Chloe. Sebenarnya kedekatan mereka sudah lama karena di Sydney tempat tinggal mereka bersebelahan. Hanya saja Yuda terlalu sulit di taklukkan oleh seorang Chloe. Namun lambat laun Yuda mulai luluh dengan ketulusan Chloe. Lagi pula Chloe wanita yang cantik dan juga pintar.
Setelah mengirim pesan teks kepada kekasihnya Yuda kembali ke kamar pasien menemui ke tiga pria yang masih berada di dalam sana.
"Gas, FA, bang, aku pergi dulu untuk mengurus sesuatu, secepatnya aku kesini lagi, tolong jangan di tinggal sendiri Raya nya.!" pamitnya.
"Oya, kalo ada wanita yang mencari ku, bilang saja suruh menunggu ku" tambahnya.
Dan ke tiga pria itu menyetujui.
Yuda berjalan cepat keluar dari rumah sakit tiba di luar ia melambaikan tangannya ke taksi yang terlihat kosong, dia menyambar pintu mobil itu sebelum taksi berhenti tenang.
__ADS_1
"Jalan pak..!" titah nya.
Yuda terburu-buru pergi ke sesuatu tempat dan sepertinya sangat penting. Tangannya terus berkutat dengan ponselnya.
Setelah menempuh perjalanan selama 10 menit Yuda sampai di tempat tujuan karena kebetulan lokasi yang di tuju dekat dengan rumah sakit.
Itu juga yang menjadi alasan dia tega meninggalkan Raya, Yuda tidak berniat pergi lama-lama dari sana.
"Yud...! sini...!" seru seseorang dari arah kiri nya membuatnya menoleh ringan.
Dengan segera Yuda menyatroni kawan laki-laki nya itu "Sorry ganggu waktu kerja mu, ini mendesak..!" ucapnya.
"Tidak apa-apa Yud, santai saja.." balas temannya.
Mereka pun melanjutkan percakapan inti dari maksud Yuda yang mendadak menemui temannya.
...****************...
Sedang di tempat lain.
"Bodoh...!!"
Teriakan lelaki berkulit hitam itu menggema di ruang kosong yang hampa, tatapan lelaki itu seolah bisa meremukkan tulang beberapa anak buah di hadapannya. Tangan lelaki itu tampak sibuk memelintir ujung kumis nya.
"Kenapa bisa gagal padahal kalian membawa senjata hah?!!" tambahnya masih berteriak.
Hal itu membuat seluruh anak buah nya menaikan bahunya tersentak "Eh goblok lu goblok lu gob..." latah salah satu dari anak buah yang di hentikan oleh bekapan tangan pria A.
Pria A melotot seraya mengancam "Bisa diam tidak kau..!!" bisik nya.
"Joko..!!" panggil sang ketua mengarah ke pria A. Yah nama pria A itu Joko.
"I iyya bang..!" gugupnya menunduk segan.
"Besok kamu intai lagi gadis cantik itu, bila ada kesempatan langsung seret dia kehadapan ku, kali ini aku tidak mau kau gagal lagi.. Atau kau yang aku kirim ke London untuk menjadi makanan babi setan di kebun binatang di sana..!!" ancam Roy sang ketua.
Joko mengangguk "Ba baik bos..!"
"Syukurlah bos tidak menanyakan pistol ku yang tertinggal, kalau sampai bos tahu, aku bisa mati malam ini juga.." batin Joko.
Kali ini Roy masih bisa memaafkan karena baru sekali mencoba dan alasan gagalnya mereka di maklumi karena posisinya di tempat keramaian. Yang mungkin bisa membahayakan kelompoknya.
Tidak mau berlama-lama menghadapi anak buah gagal nya Roy berjalan keluar, langkahnya menuju rumah di samping ruang hampa itu.
Di sana sudah ada wanita berpakaian kasual dengan kaki yang bergerak selengean "Minta duit pah..!" ucapnya mengasongkan tangannya dengan jari yang maju mundur.
__ADS_1
Pria paruh baya itu hanya menggelengkan kepalanya ringan dengan ekspresi wajah yang sabar.
...****************...
Kembali ke rumah sakit Yuda berjalan cepat menuju kamar VVIP karena Raya sudah di pindahkan ke sana.
Sesampainya di sana di sambut oleh Rafa yang terlihat menahan sesuatu "Ah kebetulan Yud, kenapa lama sekali, aku sudah tidak tahan lagi, aku ke toilet sebentar ya.." ucap nya.
"Memang Bagas sama bang Andi kemana.?"
"Bagas masih tugas, bang Andi menjemput Tante Mira.." lanjut Rafa yang lalu berlari menuju toilet di sudut ruangan itu.
Sedang Yuda menatap Raya yang sudah membuka matanya namun masih terlihat lemah. Dengan senyuman damai Yuda mendekati wanita itu mengambil kursi dan duduk di sebelah nya.
"Raya, syukurlah kamu sudah sadar.!" ucapnya.
"Makasih ya Yud.."
Yuda tersenyum mengangguk "Sama-sama"
"Raya, aku mau kasih kamu sesuatu, anggap saja ini penting bagiku dan juga bagimu, tolong terima ini" Yuda memberikan sebuah kalung liontin kepada adik iparnya.
Raya membulatkan matanya seakan tak percaya dengan apa yang Yuda katakan "Yud kamu.. apa maksud kamu..?" tanya nya.
Bukannya gede rasa tapi dahulu Yuda memang pernah saling berebut dengan suaminya saat masih sama-sama SMA jadi itu sedikit membuat Raya takut untuk menerima pemberian Yuda lagi, apa lagi yang Yuda kasih sebuah kalung liontin berbentuk hati.
Bagaimana jika sampai Reiner tahu itu akan menjadi bencana besar dalam hidup Yuda.
Tidak mau di tolak Yuda membisikkan sesuatu kepada wanita di hadapannya sedikit panjang entah apa yang di katakan oleh Yuda namun sepertinya Raya mulai luluh untuk menerima kalung liontin dari Yuda.
"Tolong pakai ini ya, jangan pernah kamu lepas walau hanya sekejap" timpal Yuda.
Raya mengangguk dan menyingkirkan rambut yang menutupi leher jenjang nya ia membiarkan Yuda memakai kan kalung liontin itu.
Di luar ruangan itu ada wanita yang hampir meneteskan air matanya melihat adegan Yuda dengan Raya di dalam sana.
"Ternyata dia orang nya.. orang yang kamu lukis setiap hari.. orang yang selalu menjadi obyek cinta mu itu.. orang yang membuat mu lama menerima ku.."
Chloe mengingat ingat kembali saat masih sama-sama berada di Sydney bersama dengan kekasihnya. Sebelum Yuda menerima cintanya.
Kala itu Chloe menatap Yuda menggoreskan cat akrilik di permukaan kanvas nya "Siapa gadis cantik ini Yud..?" tanyanya.
Dan kala itu Yuda menjawab tanpa menoleh "Dia gadis pertama yang menyinggahi hati dan pikiran ku.." ucap nya.
__ADS_1
BERSAMBUNG..! π Lihat karya baruku ya kakak... masih action romantis dan mungkin lebih banyak adegan baku hantam Nya.. mengisahkan tentang perjalanan TIME TRAVEL pemuda tampan yang tiba-tiba berada di tahun 2010. Di tahun itu dia bertemu dengan CEO cantik berusia 30 tahun yang jika di tahun 2020 wanita itu sudah berusia 40 tahun. Silahkan cek siapa tahu suka. Baru Up sore tadi.. jadi masih fresh...π