KAU GADIS LEMAH!

KAU GADIS LEMAH!
Bab 46. Dewasa mereka


__ADS_3

_Sorry kalau cerita ku agak ubsurd tapi garis besar nya memang begitu hehe._


Tahun pertama Raya tanpa Reiner terasa sangat sulit, Raya juga sempat tidak lulus ujian Nasional nya karena tidak bisa fokus belajar, apa lagi dalam satu tahun itu Raya memang sering bolos sekolah, waktu belajar nya lebih banyak di habiskan di rumah sakit, sampai akhirnya Raya mengulang lagi ujian nya.


Namun di tahun berikutnya Raya mulai terbiasa dengan kehidupan baru nya tanpa melihat wajah pujaan hatinya Raya kuliah di universitas lokal mengambil jurusan yang sama dengan Rafa Ria dan Mei.


***


Hendrawan masih terus berusaha menemukan putranya di sela-sela waktu libur nya, namun dinding kokoh Halbert Adyatama masih terlalu tinggi untuk bisa di tembus oleh seorang Hendrawan.


***


Dengan ketulusan hati nya perlahan Yana bisa meraih hati putranya, awalnya Reiner masih terus ingin melarikan diri namun seiring berjalannya waktu Reinhard mampu mencuci otak tuan muda nya.


Lagi pula itu bukan hal yang sulit untuk di lakukan oleh seorang Reiner, hanya menunggu sampai dia bisa menguasai seluruh ilmu bisnis kakeknya dia sudah boleh mengunjungi ayahnya, jika di pikir lagi siapa yang tidak tergiur dengan tahta di hadapannya.


.


...****************...


Enam tahun berlalu kini Raya sudah menduduki kursi kantor ayahnya, kecantikan nya seolah menjadi jimat keberuntungan bagi Hans untuk terus mendapatkan klien kliennya.


Beberapa produk kecantikan nya pun semakin melonjak saat Raya mulai memasarkan nya sendiri di akun media sosial nya.


Sekarang Raya sudah seperti influencer di tanah air nya.


Tak sedikit rekan bisnis Hans yang melamar Raya untuk putra-putra mereka namun Raya masih belum bisa membuka hati nya lagi pula penyakit jantung nya masih menjadi penghalang aktivitas nya.


Tahun ini beberapa investor tidak memperpanjang kontrak saham dari perusahaan nya namun Raya bisa dengan cepat menarik investor baru.


Saat ini Raya sudah di taksi menuju restoran tempat ia bertemu dengan investor baru nya, cuaca panas siang ini tak mengurungkan niatnya, setelah menempuh perjalanan 18 menit Raya sudah tiba di tempat tujuan.


Heels cantik menyertai langkahnya rok span dan kemeja dengan tambahan aksen ruffle di bagian dada membuat penampilan nya tampak lebih elegan dan menonjol.


Raya berjalan gontai menuju meja khusus yang sudah di received oleh nya, di sana sudah ada pria bule berjas hitam menyambut kedatangan nya dengan senyuman.


"Maaf saya terlambat, apa sudah lama menunggu?" tanya nya kepada pria muda di hadapannya.


"Tidak, santai saja, lima jam lagi pun saya masih sabar menunggu" jawab pria itu menatapnya kuat.


Namun gombalan nya tak menggoyahkan hati wanita cantik di hadapannya.


"Saya panggil mas atau pak? biar lebih enak" sambung Raya seraya duduk.


"Panggil saja Gabriel, bukannya kita ini seumuran kan!" ucap nya tersenyum.

__ADS_1


"Ok Gabriel, saya Raya" senyum Raya memperlihatkan lesung di pipinya.


Gabriel menatap heran wanita cantik di hadapannya "Emmh,,, baru kali ini ada wanita bertemu ku tidak mengajak berjabat tangan, cukup menarik" batin nya memanyunkan bibirnya.


"Gimana kita langsung saja ke pokok nya?" ucap Raya tanpa basa-basi.


"Boleh, tapi pesan lah dulu minum atau makan" sahut Gabriel sambil menjentikkan jarinya pada waiters di sana.


Mereka mengobrol serius selama 30 menit setelah menanda tangani kontrak sekarang mereka resmi menjadi shareholder agreement yang syah.


Karena sudah tidak ada yang di bicarakan lagi, cepat cepat Raya merapikan tas nya beranjak dari tempat nya, setelah itu Raya masih ada janji dengan sahabatnya.


"Terimakasih ya, saya duluan, saya harap bisa cepat bertemu dengan pak Dilan" ucap Raya.


"Tentu saja secepatnya, senang bisa bertemu dengan wanita cantik seperti anda" lanjut Gabriel yang juga beranjak dari duduknya ia mempersilahkan wanita cantik di hadapannya pergi.


Beberapa saat setelah Raya pergi seseorang menghampiri Gabriel dan duduk di kursi tilas Raya.


"Kenapa terburu-buru sekali dia, mau kemana?" tanya nya masih menatap punggung Raya yang sudah berjalan gontai.


"Entah lah, brother Dilan serius bisa mendapatkan nya? sepertinya dia bukan wanita yang cepat di taklukkan" ujar Gabriel yang mengikuti arah pandangan Dilan.


"Berisik kamu, cepat pesan kan aku makan" perintah nya kemudian.


...****************...


"Silahkan tuan putri ku" ucap Bagas.


"Terimakasih, bukan pangeran ku!" sahut Raya dengan tawa nya membuat Bagas menghembuskan nafasnya.


Setelah menghentakkan pintu mobilnya Bagas segera memasuki pintu lainnya di bagian kemudi, perlahan Bagas mulai melajukan mobilnya.


Bagas salah satu teman yang masih aktif menemui Raya, mengisi hari-hari Raya, menghibur Raya, mengajak jalan-jalan seperti layaknya pertemanan pada umumnya.


"Gimana, sama program spesialis nya gas? apa sudah beres semua?" tanya Raya menoleh wajah sahabatnya.


"Iya,, begitu lah,, program intership kemarin membosankan,, aku tidak mau lama-lama"


Bagas sudah resmi menjadi dokter akan tetapi masih mengikuti program spesialis.


"Ciyeee yang udah jadi dokter, pasti makin banyak gadis cantik yang dateng ke rumah sakit kamu" goda Raya.


"Tentu saja, Bagaaaas" sahut nya.


Tiba di tepi pantai Bagas memberhentikan mobilnya, ia turun terlebih dahulu untuk membukakan pintu sahabatnya.

__ADS_1



"Maaf ya aku ajak kamu kesini, kamu pasti kecewa ya? harusnya aku ajak kamu ke restoran bintang sembilan " ucap Bagas yang di selingi dengan tawanya.


"Aku suka tempat terbuka seperti ini, tapi panas gas, kulit ku bisa terbakar nanti, kamu tega sekali" ujar Raya dengan nada manjanya.


"Aku bawa payung, kita ke restoran itu, ada yang mau aku bicarakan" sambung Bagas menunjuk restoran yang terletak di tepi pantai.


Mereka pun segera menujunya dengan sabar Bagas memayungi sahabat kesayangannya.


"Kamu mau minum apa?" tanya Bagas sesaat setelah mendapat kan tempat duduk.


"Terserah kamu saja, aku pasti minum" sahut Raya.


Setelah berbincang-bincang santai Bagas mulai mengutarakan niatnya, ia menatap kuat wanita di hadapannya.


"Raya, sebenarnya aku mau bicara sesuatu dengan mu" ucap Bagas yang di jawab dengan anggukan kepala Raya.


"Aku mau,. Emmh.. aku mau melamar mu" ucap nya meraih jemari tangan sahabat nya.


Seketika Raya membulatkan matanya.


"Emmh,, aku,, hehe,, aku..." sahut nya ragu.


"Tidak perlu di jawab sekarang, aku hanya ingin mengutarakan isi hatiku saja, selama ini aku menyukai mu" sambung Bagas melepaskan jemari tangan sahabat nya.


"Iy iyaa" Raya bergeming di tempat nya.


"Apa pengakuan ku membuat mu tidak nyaman?" tanya Bagas setelah melihat ekspresi wajah sahabat cantik nya.


"Emmh,, bukan begitu, aku hanya kaget saja" ucap Raya memaksakan senyumnya.


Selama ini Raya juga tahu perasaan Bagas pada nya namun Raya tidak menyangka Bagas akan melamarnya.


Bukan maksud Raya mempermainkan perasaan sahabatnya, selama ini Raya memang sangat nyaman dengan kedekatan mereka.


Tapi untuk perasaan Raya masih belum bisa membalas nya, masih ada Reiner di hatinya, dan entah sampai kapan Raya menyimpan nama Reiner di dalam sana, seseorang yang pernah ia putuskan secara sepihak.


.


.


Jika masih mau lanjut silahkan komentar yaa.. Terimakasih πŸ™


.

__ADS_1


.


__ADS_2