KAU GADIS LEMAH!

KAU GADIS LEMAH!
Bab 65. Aku suka cemburu mu


__ADS_3

Craaaakkk suara itu terdengar dari dalam kamar pasien membuat kedua pria tampan di luar ruangan berlari menujunya.


"Sayang.." kepanikannya sedikit mereda setelah melihat istrinya hanya menjatuhkan ponsel dari atas nakas.


"Rei... kamu dari mana saja, aku takut sendirian, ini sudah malam aku mau tidur aku ngantuk" protes Raya merengek dan si terdakwa hanya tersenyum lega.


"Iya aku temani, tidur lah, aku tidak kemana mana dari tadi aku di luar, sekarang tidur lah" titahnya mengelus rambut istri cantik nya.


"Emmh... aku mau tidur di ranjang sana bersama mu, biar Gabriel saja yang tidur di ranjang pasien" pintanya menunjuk ranjang queen size di sudut ruangan.


"Iya... bantu pegang infus nya" sambung nya dan istrinya mengangguk.


"Apa aku merepotkan mu Rei..?" tanya istrinya.


"Kamu super duper merepotkan, paham!!" jujurnya sambil menyompong tubuh istrinya ke gendongannya.


"Kenapa kamu menikahi ku?" tanya istrinya lagi membuatnya menunjukkan seringai di ujung bibirnya.


"Kamu tidak tahu..? aku ini suka tantangan" jawabnya dengan pelan-pelan ia membaringkan tubuh istrinya di ranjang queen size lalu merapikan botol infus.


Sedang Raya hanya menatap gerak tubuh suaminya yang kini sudah mengepung tubuhnya.


"Dan kamu tantangan terindah yang pernah ada dalam hidupku, jadi maaf, aku tidak akan pernah melepaskan mu, mengerti gadis lemah ku?" ujar sang suami yang membuatnya semakin sendu.


"Kalo begitu sekarang peluk aku, tidur lah di samping ku" rengek nya yang lalu di turuti suaminya.


Di dalam sana masih ada ajudan yang mulai gerah melihat adegan mesra bos nya "Aku boro-boro bisa pacaran, tapi brother terus menerus pamer kemesraan, huh.. sungguh sayang ketampanan ku ini, aku lupa berapa lama aku tidak mencium wanita cantik" gerutu Gabriel yang lalu keluar dari ruangan, pemandangan itu membuatnya mengingat mantan kekasihnya di London namun masih sekitar sebulan lagi dia pulang ke negaranya.


...****************...


Sedang di tempatnya Reiner masih mendekap istri manjanya tangannya tidak henti-hentinya mengelus puncak kepala Raya.


"Rei..." panggil istrinya "Hmm...?" jawabnya.


"Menurut mu, baby kita nanti mirip siapa?" tanya istrinya yang menghentikan elus tangannya.


"Kata kata dari mana BABY itu?" tanyanya menatap wajah istrinya penuh rasa heran, tidak sedikit pun terpikir untuk melihat Raya bersusah payah mengandung anaknya, tidak hamil saja lemah bagaimana jika sampai hamil.

__ADS_1


"Rei... aku ini wanita dewasa yang sudah menikah, aku juga ingin memiliki baby mungil untuk melengkapi keluarga bahagia kita kan? kenapa kamu kaget begitu?" ujar Raya merubah ekspresi wajahnya.


"Jadi itu alasan mu menggoda ku selama beberapa hari ini hm?" tanyanya memastikan dan wanita itu mengangguk sambil tersenyum.


"Lebih baik jangan punya baby deh, aku tidak suka anak kecil sayang .. yah... Hmm..?" rayu nya menatap melas.


"Tapi kalau ternyata aku hamil gimana? apa kamu tidak menyukainya? dia ini anak mu, kamu mau menelantarkan nya?" ketus Raya kepadanya yang membuatnya sedikit menyesal mengatakan kalimat sebelumnya.


"Iya, bukannya begitu, gimana bisa tubuh ini....." ucapnya dengan pandangan yang mengarah ke perut istrinya.


"Ooh kamu tidak suka aku jadi gendut begitu..? aku pasti terlihat jelek begitu kan maksudnya? " hardik Raya memotong perkataan suaminya.


"Cek!!!" Reiner berdecak.


"Kamu tidak akan terlihat jelek sampai kapan pun, aku yakin, ya sudah kita mau punya baby berapa? dua? tiga? atau lima biar bisa membentuk tim basket seperti Daddy nya?" ngalah nya yang membuat wanita di hadapannya tersenyum girang.


"Aku mau tiga.. satu mirip dengan ku, satu mirip dengan mu, satu lagi mirip...." ucap Raya bingung dengan jari telunjuk mengetuk-ngetuk ujung bibir yang manyun.


"Jangan bilang mirip dengan Bagas!!" ketus suaminya mengagetkan.


"Mirip papah Hendrawan...biar bisa menjaga satu baby yang mirip dengan ku..." sambung nya "Kamu kenapa terpikirkan Bagas sih?" lanjutnya lagi dengan nada yang ketus.


Tiba-tiba saja Reiner mengingat perasaan tulus Bagas yang beberapa waktu lalu di curahkan kepada nya, apa lagi sepertinya istrinya sangat nyaman bersama sahabatnya itu.


"Kamu cemburu? aku suka cemburu mu.." goda Raya nakal.


"Sudah lah.. tidur.. atau aku cium kamu..." ancam Reiner yang lalu di lakukan oleh istrinya.


Reiner membelalakkan matanya ternyata wanita di hadapannya sudah tidak mempan dengan ancaman seperti itu.


"Kamu mulai nakal" batinnya.


Dengan senang hati Reiner menahan kepala istrinya memperdalam kecupannya, tidak memperdulikan dimana mereka tinggal saat ini jiwa pengantin baru nya masih menggebu namun kali ini Reiner lebih bisa mengontrol nafsunya setidaknya tidak sampai memacu tubuh lemah istrinya.


...****************...


Hingga pagi menjelang Bagas sudah akan mengakhiri jam kerjanya, ia berjalan gontai menuju kamar pasien spesial nya.

__ADS_1


Click pasien cantiknya tidak di tempat malah laki-laki tampan yang menelungkup di atas sana, pandangannya lalu beralih ke ranjang queen size di sudut ruangan itu.


DEG Hatinya mulai panas namun tidak mengurungkan niatnya untuk memeriksa keadaan pasien spesial nya.


Kini langkahnya menuju wanita yang tengah berada dalam dekapan hangat suaminya tangannya mulai meraih pipi merah wanita itu namun terhenti saat tangan seseorang mencekal nya.


Tidak tahu sejak kapan Reiner terjaga namun sepertinya mata Reiner memang sudah sangat bugar mungkin memang tidak tidur, Reiner hanya sedang nyaman saja dengan posisinya jika Bagas yang berada di posisinya mungkin akan melakukan hal yang sama.


"Aku mau periksa Raya setelah ini aku pulang, ini untuk rekaman medis nya hari ini, jadi tolong kerja samanya" ucapnya.


Reiner pun menghempaskan tangan dokter tampan yang selalu membuatnya cemburu dia segera mengangkat kepala istrinya yang masih berada di lengannya lalu mengganti sanggahan kepala istrinya dengan bantal.


"Periksa lah.. jika sudah lebih baik izinkan dia pulang.. biar dia di rawat jalan di rumah saja" ucapnya.


"Kamu urus administrasi, Raya sudah bisa pulang, tapi aku akan terus memeriksa kondisi nya, dokter Hendra sedang ke luar negeri pergi berlibur dengan anak istrinya jadi aku yang akan ambil alih tugasnya sampai dia kembali" tutur Bagas melirik sekilas Reiner yang masih menatap gerak tangannya.


"Apa rumah sakit ini kekurangan dokter? kenapa harus kamu?" sulut nya sedikit nyaring membuat wanita yang masih tertidur membuka matanya kaget.


"Rei,," seru Raya menatap suaminya, pandangannya lalu beralih ke laki-laki yang tengah memeriksa dadanya dengan stetoskop "Gas.." lanjutnya.


"Kamu kaget? detak jantung mu meningkat" ujar Bagas tersenyum menatap pasiennya.


"Haaiiiiyyssss... sudah selesai... harusnya sudah bisa menyimpulkan kondisinya.. sekarang pergilah..." ketus Reiner mendorong tubuh dokter itu.


"Aku pergi nanti resep nya aku titipkan ke perawat yang akan bertugas setelah ini" senyum Bagas yang memang memiliki kesabaran tingkat dewa.


"Iya Gas... makasih ya..." ucap Raya yang lalu membiarkan sahabatnya pergi.


"Kamu cemburu lagi..?" tanya Raya menggoda suaminya belum sempat di jawab suara dari arah lain meneriaki pria itu.


"Dasar bucin akut..!" umpat Gabriel dalam igauanya kata katanya membuat Reiner mendaratkan bantal ke tubuhnya secara spontan.


"Kurang ajar kamu...!! Bangun...!!" teriaknya namun si tersangka tidak memperdulikannya.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2