KAU GADIS LEMAH!

KAU GADIS LEMAH!
Bab 48. Modus mu


__ADS_3

Raya melanjutkan langkahnya membuka pintu ruang kerja nya, dilihatnya seseorang sudah duduk di kursi kerja miliknya.


"Tidak sopan sekali orang ini" batinnya.


"Emmh maaf itu tempat duduk saya" ucap nya memiringkan kepalanya berusaha melihat wajah investor baru nya.



Seketika Raya membulatkan matanya juga menganga kan mulutnya melihat laki-laki di hadapannya menunjukkan wajah tampan nya.


Perlahan pria itu beranjak dari duduknya ia melangkah pelan mendekati wanita cantik yang masih mematung di tempatnya.


Tuk tuk tuk mata Raya mengedip seiring dengan dentukan sepatu pria tampan itu, kakinya melangkah mundur seiring dengan langkah yang mendekati nya.


Pangkal paha Raya terpentok ujung sandaran sofa pink miliknya DUG.


"Mau lari kemana lagi kamu?" batin laki-laki tampan itu.


Raya menolak kan kepalanya ke belakang seiring dengan mendekatnya wajah tampan pria itu.


"Apa dia benar-benar Reiner? kenapa tiba-tiba dia di ruangan ku? sejak kapan dia kembali ke Indonesia? mau apa dia ke sini? ya ampun jangan sampai dia mendengar detak jantung ku" batin Raya di balik keterpakuanya.


Kini punggung Raya sudah tidak bisa menahan berat tubuhnya karena pria itu terus mendekat kan wajah nya.


"Ja jangan mendekat lagi!" tolak nya mengedip-ngedip kan matanya.


"Apa kabar sayang" senyum laki-laki berjas hitam itu.


"aaaaaaaa" Brugh tubuh Raya berguling menyamping ke permukaan sofa empuk nya "Aduuuuuh,,, kenapa harus terjatuh, aku malu sekali,,," batin Raya yang lalu menyungkurkan wajahnya ke permukaan sofa.


"Aku tidak mau melihat nya saja, aku malu hiks hiks hiks..." imbuhnya masih dengan posisi menelungkup di atas sofa.


Pria berjas hitam itu menahan tawa saat melihat tingkah lucu Raya, dia memasukkan tangannya ke dalam saku celana bahan nya.


"Bangun, aku bisa melihat bagian dalam rok mu" ucap nya menggoda.


"Apa?? k kamu!!" teriak Raya seraya duduk.


"Bangun, dari sini aku bisa melihat belahan dada mu, kamu sengaja memperlihatkan nya?" sambung nya masih menahan tawanya.


Raya mendirikan tubuhnya dengan tiba-tiba "K kamu, cabul sekali!!" teriaknya.


Pria tampan itu menatapnya dari atas hingga bawah hal itu membuat Raya semakin canggung.


"A apa yang kamu lihat?" tanya nya yang mengikuti arah pandangan pria tampan itu.

__ADS_1


"Hati ku sakit sekali, melihat nya semakin cantik padahal jauh dariku, kamu tidak tahu, aku bahkan tidak bisa melupakan mu walau hanya sekejap, tapi kamu pulang pergi bersama dengan dokter sialan itu, ini tidak adil" batin Reiner.


"Kenal kan aku Dilan!!" ucap Reiner seraya mengasongkan tangannya.


"Dilan dari Hongkong, penipu!" batin Raya setengah melamun.


Melihat Raya masih terus menatapnya heran Reiner meraih paksa tangan nya.


"Kenapa melihat ku seperti itu, aku mengajak mu berkenalan!" imbuhnya.


Reiner membalikkan punggung jemari Raya, senyum manis tertoreh di wajah tampan nya saat melihat cincin pertunangan mereka masih tersemat di sana.


"Kamu bilang bosan pada ku, tapi masih memakai cincin dari ku, dasar lain di mulut lain di hati, aku yakin kamu masih mengharap kan ku" batinnya percaya diri.


"Aku sibuk, kamu pergi lah!" tolak Raya menarik kembali tangannya.


Bukannya pergi Reiner malah berjalan mondar-mandir di hadapan Raya sedikit pelan.


"Aku punya 30% saham di perusahaan ini, belum lagi dengan milik ayah ku 35%, maka aku punya 65% saham di perusahaan ini, bagaimana bisa kau mengusir ku begitu saja?" ucap nya.


"Jadi kamu sengaja merubah nama mu, supaya aku bisa menerima saham mu! jahat sekali kamu!" ketus Raya berkecak pinggang.


"Aku tidak merubah nya untuk mengelabuhi mu, nama ku memang Dilan" Reiner menaikan kedua bahunya.


"Aku batalkan saja kontrak nya, kamu pergi lah!" ketus Raya yang lalu duduk di kursi putar nya.


Ucapan Reiner baru saja membuat Raya menggoyangkan rahangnya.


"Terserah kamu saja, sekarang pulang lah, sebentar lagi aku sibuk" ucap Raya yang mulai menyibukkan dirinya di hadapan laptop nya.


Reiner sudah mulai geram baru saja bertemu tapi berulang kali Raya mengusir nya Reiner pun melangkah kan kakinya mendekati mantan kekasih yang masih memakai cincin dari nya.


"Anak manja ini sinis sekali, dia bahkan tidak menanyakan kabar ku" gumam nya.


"Aku mengusir mu, kenapa malah ke sini" acuh Raya yang bertolak belakang dengan hatinya.


Yang namanya Reiner semakin mendapat penolakan pasti semakin ingin mendekat, dengan acuhnya dia memutar kursi Raya menghadap ke arah nya.


"Rei, ka kamu mau apa?" Raya tahu kebiasaan nyerobot mantan kekasihnya.


Namun sayang nya kini Raya sudah tidak bisa mengelak dengan membungkuk kan badan nya Reiner mengepung tubuh ramping Raya di kursinya.


"Kamu tidak merindukan ku?" tanya nya.


"A aku..." gugup Raya.

__ADS_1


"Kamu bingung menjawabnya? aku akan membantu mu, jika kamu tidak menolak nya berarti kamu merindukan ku" batin Reiner.


Perlahan Reiner mendekatkan bibirnya DEG!! "Aaww awww!!" baru saja Raya menendang sesuatu di bawah sana.


"Ma af, aku tidak sengaja, aku reflek Rei" panik Raya tangan nya seperti ingin meraih nya tapi tidak mungkin di raih.


"Aaawww sakit sekali, kamu tega sekali menyentuh aset berharga milik ku" gerutu Reiner memegangi benda miliknya.


"Apa sesakit itu? a aku minta maaf" ucap Raya masih dengan kepanikan nya.


"Aku bisa laporkan kamu ke polisi, ini namanya pelecehan seksual, pasal nya bisa berlapis-lapis, sekarang cepat obati aku" tuntut Reiner matanya menyipit sebelah, sebetulnya tidak benar-benar mengenai nya.


"Jangan ngada ngada kamu, gimana caranya? aku bukan dokter" polos Raya.


"Setidaknya bantu aku duduk di sofa" Reiner mulai modus.


"Iya, iya, aku bantu, perasaan aku menendang nya tidak sekeras itu, kenapa kamu lemah sekali" gerutu Raya saat memapah mantan kekasihnya.


"Anak manja ini masih jago menyindir, berani sekali kamu mengatai ku lemah, apa kamu menantang ku?" batin Reiner yang kini sudah duduk di sofa.


"Duduk lah, apa masih sakit?" tanya Raya merasa bersalah.


"Emmh Emmh,, aku mau di sini saja,, sampai tidak sakit lagi" pinta Reiner modus.


"Iya terserah kamu saja, aku masih banyak pekerjaan, kamu diam saja di sini, jangan menggangguku mengerti" jelas Raya.


"Hemmm, memang nya aku anak TK di nasehati begitu" Batin Reiner memalingkan wajahnya.


"Iya, iya"


Raya kembali ke meja nya ia mulai berkutat dengan pekerjaannya sedang Reiner masih menatap tajam dari tempat nya ia menyanggah pipinya dengan kepalan tangan nya.


"Kamu cantik sekali" batin nya.


"Sebenarnya apa hubungan mu dengan Bagas, kenapa setiap hari kalian pulang pergi bersama, apa mungkin aku sudah terlambat?" imbuh nya.


.


.


.


Jangan lupa like hehe,, SILAHKAN JIKA INGIN MENGKRITIK SAYA AKAN JADIKAN ITU PELAJARAN KARENA INI KARYA PERTAMA KU, TERIMAKASIH YA. πŸ™


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2