KAU GADIS LEMAH!

KAU GADIS LEMAH!
Bab 34. PESONA MANTAN


__ADS_3

Tiga hari kemudian Raya sudah berada di ruang rawat inap VVIP karena kondisinya sudah 80% membaik, kali ini giliran Hans menemani putri cantik nya bergantian dengan Mira istrinya.


"Kamu mau makan apa, papi pesan kan" tawar Hans.


"Emmh gak usah, Raya mau makan sama Reiner aja nanti Pi, sebentar lagi juga dia pulang dari sekolah" jawab Raya tersenyum.


Tok tok!!! Suara ketukan pintu mengalihkan perhatian mereka "Masuk" ucap Hans tatapannya mengarah ke pintu.


Dilihatnya sepasang kekasih membawa buket bunga membekukan pandangannya, TERSENTAK mungkin lebih tepat di katakan untuk menggambarkan suasana hati Hans saat ini.


"Hans" sapa Indra tersenyum.


"Iy ya" sahut Hans melenguh.


"Gimana kabar Raya, aku baru tahu dari Yuda pagi tadi, jadi baru sempet ke sini" jelas Indra.


" Emmh, sudah membaik, nanti malam Raya sudah bisa pulang" sahut Hans, tatapannya terbagi ke wanita cantik yang berdiri di samping sahabatnya.


"Apa kabar kamu Hans?" tanya Yana saat melihat ekspresi wajah Hans yang sedikit kebingungan.


"Baik, kalian kenapa bisa...." ucap Hans yang belum selesai.


"Iya, kamu jangan kaget begitu, sebelum Yana pulang ke Indonesia kami memang sudah berhubungan lagi, aku sengaja bawa Yana kesini, aku mau kamu tahu hubungan ku dengan nya" terang Indra kepada sahabatnya.


Sedang Raya masih menatap mereka kosong, Raya takut jika sampai Reiner tidak sengaja bertemu dengan mereka.


...****************...


Sementara di tempat lain Hendrawan turun dari mobil nya ia berjalan gontai menuju ruangan dimana calon menantunya di rawat, kebetulan Hendrawan baru saja menemui klien di sekitaran rumah sakit, jadi sekalian saja ia mampir membesuk.


Tiba di pintu Hendrawan memutar kenop namun suara seseorang dari dalam sana mengurungkan niatnya.


Ia pun mendengarkan pembicaraan mereka dari celah kecil yang sengaja ia buat.


"Aku memang menyesal meninggalkan Reiner, tapi tidak sekalipun menyesali perceraian ku dengan Hendrawan" ucap Yana.


"Apa Hendrawan juga sudah tahu kalian bersama kembali?" tanya Hans menyelidik.


"Mungkin belum" sahut Indra.

__ADS_1


Dreeetttt dreeetttt dreeetttt dering ponsel Yana berbunyi, Yana mengambil ponsel dari dalam tas clutch miliknya, ia mendapat panggilan telepon dari ayahnya yang saat ini berada di London.


"Emmh aku keluar sebentar ya" pamitnya yang lalu di izinkan oleh kekasihnya.


Yana berjalan gontai keluar dari sana tiba di luar ia menuju ke sembarang arah mencari tempat hening agar bisa leluasa berbicara, tampa sadar Yana berdiri di tengah tengah taman bunga.


Yana mulai menggeser tombol hijau di layar ponselnya, untuk menerima panggilan dari ayahnya.


"Iya pah"


"Iya Yana mengerti"


"Yana segera membawa cucu papah menemui papah, papah sehat sehat saja di sana ya"


'sekarang Yana masih ada urusan,"


"iya iya, bye papah"


Yana memejamkan matanya mengingat tujuan nya belum juga tersampaikan Yana menghembuskan nafas pendek lalu membuka matanya kembali ia memasukkan ponselnya kedalam tas clutch miliknya lagi.


Yana membalikkan badannya segera kembali ke kamar pasien namun langkahnya membeku saat melihat laki-laki tampan menatapnya sinis.


Yana melenguh tiba tiba berhadapan dengan mantan suaminya, setelah terdiam beberapa saat ia memapas jalan untuk meninggalkan tempat itu.


Seketika Yana membulatkan matanya saat merasakan sentuhan tangan Hendrawan yang tiba-tiba menariknya, di sandarkan nya punggung Yana ke tiang kecil di sekitar sana.


Tangan kanan Hendrawan menguasai pinggang Yana tangan kiri Hendrawan mengunci lengan kiri Yana, dari jarak sedekat itu Hendrawan masih terus menatapnya tajam.


"Hend kamu" Yana mencoba melepaskan diri dengan sekuat tenaga namun pukulan kecil nya tak menggoyangkan tubuh tegap Hendrawan.


Desir angin meniup rambut ikal Yana yang terurai, dilayangkannya rambut pirang Yana ke wajah Hendrawan.


"Fuuusssshhh"


Wajah tampan Hendrawan saat memejamkan mata menggetarkan hati Yana yang masih menyisakan puing puing asmara.


"Lepas kan aku, apa kamu sudah gila" suara isak Yana tak memudarkan niat Hendrawan, ia malah terus menekan tubuh Yana ke tiang kecil yang bahkan tidak bisa menutupi wajahnya.


Tangan kanan Hendrawan mulai menyingkap helaian rambut yang menutupi wajah cantik Yana.

__ADS_1


"Jangan kurang ajar kamu hend" ucap nya masih terus berusaha melarikan diri dari jeratan mantan suaminya namun sayang Hendrawan masih mempertahankan posisinya.


"Jangan pernah mengatakan Reiner hasil dari keterpaksaan mu, kamu pernah mencintaiku, kamu mau menikah dengan ku karena terpesona dengan ketampanan ku" geram nya saat mengucap.


"Aku tidak pernah menyukai pria arogan seperti mu" bibir Yana gemetar saat mengucapkan nya.


"Apa dulu kamu mengkhianati ku?" tanya Hendrawan lirih, bola matanya terus menyusuri seluruh wajah cantik mantan istrinya.


"Selama hidupku aku hanya menyukai Indra saja, lepaskan aku, atau aku teriak" Yana mulai mengalirkan bulir bening dari matanya.


"Kamu bahkan menangis saat ku sentuh, apa kamu sudah tidur dengan nya!!!" posesif Hendrawan.


Meski sebenarnya tidak tega melihat wajah takut Yana yang memejamkan matanya kuat kuat karena teriakkan nya.


"Bukan urusanmu, jika dengan mu saja aku mau, apa lagi dengan pria yang sangat aku cintai" ucap Yana diselingi dengan Isak nya.


"Cih, wanita jalang, wanita seperti mu tidak berhak mengambil Reiner dari ku, kamu tidak pernah menginginkan keberadaan nya, pergi kamu yang jauh!!" Hendrawan menghempaskan tubuh Yana namun saat melihat Yana terjatuh tangannya reflek seperti ingin menggapainya tapi ia urungkan.


Kecewa sudah pasti, sampai saat ini Hendrawan tidak mengetahui apa yang membuat Yana tiba-tiba meninggalkan nya sebelum akhirnya ia di jodohkan lagi dengan Leta.


Luka lama Hendrawan seakan tersayat kembali setelah melihat hubungan Yana dengan Indra, tak sadar dahulu ia pun pernah merebut kekasih sahabatnya.


Isak tangis Yana membuat nya mulai berkaca-kaca, tanpa sepatah kata pun lagi Hendrawan berlalu dari sana.


"Kenapa aku masih merasakan sakit seperti ini, dia bahkan tidak pernah menganggap ku" batin nya berjalan cepat.


Ternyata di sudut tempat itu Reiner menyaksikan perdebatan sengit kedua orang tua kandungnya, pengakuan Yana baru saja menghancurkan hatinya.


"Dari dulu aku tidak pernah di inginkan oleh nya" ucap Reiner mengepalkan tangannya.


Masih dalam posisi terjatuh Yana tidak sengaja melihat putranya dengan segera ia beranjak dari tempatnya.


"Reiner, mamah mau bicara sayang" ucap Yana saat melihat putranya bergegas pergi.


.


❤️ tekan love juga 👍 like dibawah 🙏 terima kasih ya yang sudah mengikuti dari awal☺️


.

__ADS_1


__ADS_2