KAU GADIS LEMAH!

KAU GADIS LEMAH!
Bab 6. Sandwich untuk Reiner


__ADS_3

PUKUL 6 PAGI!


Di meja makan klasik, Raya dan keluarga nya tengah asyik menyantap hidangan pagi harinya, Raya memakan roti lapis dengan segelas susu, dia juga berniat membawakannya untuk Reiner, sebagai ucapan terimakasih karena sudah diperlakukan dengan baik kemarin.


"Mbak, bawakan di kotak juga ya, dua atau tiga roti lapis gitu!" pinta nya kepada salah satu asisten rumah tangga mereka yang bernama mbak Tami.


"Iya non!" jawab mbak Tami.


Membuat Mira menatap nya penuh tanya, sejak di antar pulang oleh tunangannya wajah cantik putrinya selalu di hiasi dengan senyuman.


"Kamu mau bawa bekel?" tanyanya kepada putrinya.


"Iya mi, Raya mau kasih Reiner!" jawab Raya setelah mengelap ujung bibirnya dengan tissue.


"Oh, ya deh, yang perhatian, tumben!". ucapnya tersenyum ia lalu mengalihkan pandangan ke Hans memberi tanda kedip kepada suaminya.


Hans pun tersenyum karena putrinya sudah mulai ada kemajuan dalam hubungannya meskipun Raya menyukai Reiner tapi selama ini dia juga acuh. Raya memang sedikit bisa menahan rasa sukanya.


"Gitu dong, harus perhatian sama Reiner." sahut Hans antusias.


Tiba-tiba terdengar suara pintu mobil yang di hentakan di halaman rumah mereka Raya segera beranjak dari tempat duduknya membereskan tas dan kotak bekal yang sudah tersedia.


"Kamu di jemput Reiner?" tanya Hans menoleh ke halaman rumah mereka.


"Bukan pi, Raya berangkat sama Yuda, anak Om Indra itu, yang murid baru itu loh!" terang Raya mencium pipi Hans.


"Oh, ya, hati hati sayang jangan lupa obat dari dokter Hendra di bawa ya" pesan Hans.


"Iya" sahut Raya mencium pipi Mira.


Dengan senyuman manis di bibir nya Raya bergegas menghampiri Yuda yang sudah menunggu di depan ingin sekali cepat cepat sampai ke sekolah melihat wajah tampan tunangannya.


"Udah siap ya?" tanya Yuda membukakan pintu mobil belakang karena Yuda menjemputnya menggunakan taksi.


"Ayok!" Raya duduk dan menempatkan bekal di pangkuan nya.


Yuda menutup pintu Raya dan berjalan memutar menuju pintu lainnya.


"Kita berangkat pak" titah Yuda setelah menutup pintunya.


Yuda melihat Raya membawa kotak bekal transparan berwarna putih kebiruan sesekali dia menatap senyum di wajah Raya yang terus memandang ke arah jendela.


"Lo bawa bekel?" tanya Yuda basa basi.


"Enggak, ini buat Reiner" jawabnya yang tiba-tiba menoleh.


"lagi lagi cowok angkuh itu" batinnya Yuda sudah pernah melihatnya di acara pesta ulang tahun juga saat mengajak Raya pulang bareng kemarin sedikit banyak Yuda tahu sifat tunangan dari teman barunya itu.

__ADS_1


"Oh, Lo sering bawa bekel buat dia?" selidik Yuda mengorek lebih dalam lagi entah karena penasaran atau cuma basa basi.


"Enggak sih, baru kali ini aja!" Raya mengaku.


"Oh!"


...****************...


Di halaman parkir sekolah nya Reiner baru saja tiba ia masih duduk di jok motor nya memainkan ponsel sebelum kemudian memarkirkan kendaraan nya.


Namun tiba-tiba tatapan nya tertuju pada mobil taksi yang menurunkan seseorang yang sangat ia kenal.


"Hebat banget llo berangkat bareng cowok" gumamnya posesif.


Dari tempatnya Raya juga melihat Reiner yang masih menatapnya sinis dengan segera ia menemui tunangannya.


"Eh itu si Rei, gue samperin dia dulu ya yud!" pamitnya yang lalu berjalan menuju pemuda tampan yang di kenal sebagai tunangannya.


"Rei!" senyum nya.


"Apa?" ketus Reiner dengan angkuhnya.


"Gue, bawain llo ini, llo pasti belum sarapan kan? ini ucapan terimakasih gue, kemarin llo udah bantu gue" Raya menyodorkan kotak bekalnya.


"Gue terima tanda makasih nya, jadi ini milik gue sekarang?" dengan entengnya Reiner mengangkat kotak transparan berisi Sandwich itu.


"Iya" sautnya yang tiba-tiba curiga.


DUG "Makasih" Reiner meninggalkan Raya begitu saja dengan wajah angkuhnya.


Raya membeku masih saja mendapat penolakan dari tunangannya dia mengira Reiner sudah sedikit berubah senyum tulus yang menghiasi wajah cantik Raya seketika memudar.


"Lo memang gak pernah berubah Rei, masih sedingin Es" batin Raya menatap sayu.


Yuda yang sedari tadi memperhatikan mereka segera berlari mendekati Raya setelah Reiner pergi di benaknya ada kesempatan pasti.


"Coba llo kasih gue, gue pasti seneng banget!". Ucap Yuda yang kini berada di hadapan Raya.


"Maaf ya, gue..." kata Raya ragu.


"Ya udah, kita ke kelas" ajak Yuda menggandeng tangan sahabat barunya.


"Iya!".


Tiba di kelas Reiner sudah duduk di bangku nya matanya melirik ke Raya yang masih berjalan bersama Yuda menuju tempat duduk mereka seperti biasanya Reiner selalu memasang wajah dinginnya.


Tak lama dari itu Bagas menghampiri Raya membawa tumbler berwarna pink ditangannya.

__ADS_1


"Rayaku cantikku pujaan hatiku" sapa Bagas ceria karena memang dia seantusias itu jika sudah bertemu Raya.


"Lo kenapa gas?" tawa Raya.


"Ni minum, ini bagus loh buat jantung llo, gue bikin sendiri loh." menyodorkan tumbler.


"Apa ini?". tanya Raya.


"Jus tomat!" Bagas melebarkan senyumnya.


"Pagi pagi, gak apa-apa?" polos Raya.


"Iya yah, gue juga gak tau sih, tapi ini katanya bagus buat llo, minum aja deh, gue udah capek-capek bikinin, jarang jarang gue baik" kata Bagas sambil menggaruk bagian belakang telinga nya.


"Ya deh gue minum, makasih ya" ucap Raya.


"Ya udah, gue ke kelas dulu, Lo abisin minum nya" titah Bagas.


Raya menautkan alisnya "Ini kebanyakan gas, gue enek nanti" protes Raya yang sebenarnya sudah enek minum jus jus seperti itu di rumah.


"Lo hargai usaha gue dong, kalo gak gue telanjang bulat di sini." ancam Bagas.


"Gak lucu gas!" tawa Raya dengan ke anehan temannya.


"Itu Lo ketawa, udah ya gue pergi, bye cantik!". Kata Bagas, seraya mengedipkan salah satu matanya, dia berlalu dari sana.


Tanpa di sadari Reiner memperhatikan percakapan Bagas dengan Raya.


"Lo emang jadiin kelemahan Lo buat nyari simpati cowok, murahan!" hardik Reiner.


Sesaat setelahnya pemilik asli dari bangku yang Yuda tempati menghampiri putri sudah penasaran sekali melihat siswa baru kenalan Raya.


"Hai ganteng, jadi kemarin Raya beli bangku gue buat Lo ternyata!" ucap Putri duduk di meja.


"Beli, jadi ini bangku Lo?" polos Yuda.


"Iya, gue kan emang gak masuk kemarin, Raya sms minta gue pindah ke depan, sialan kata gue tiba-tiba di usir, eh tapi Raya baik ngasih transfer gue duit jadi gak papa deh gue ngalah". Terang Putri membocorkan rahasia Raya.


"Oh jadi gitu ya?" tanya Yuda mulai percaya diri.


"Emmh, iya, hehe" raya menutupi wajah dengan tas selempang miliknya.


"Raya nemu aja, cowok ganteng" kata Putri tertawa.


"Braaaakkk!"


Reiner menggebrak mejanya dengan keras hingga membuat satu kelas tersentak kaget.

__ADS_1


"Berisik!!! bisa diem gak kalian!!!" teriak Reiner dan senyap seketika.


Sebenarnya Reiner sudah tidak nyaman dengan kedekatan Raya dan Bagas dari masih duduk di bangku SMP sekarang di tambah lagi dengan teman barunya mungkin hanya belum bisa mengungkapkan nya saja, padahal tanpa sadar di dalam hatinya sering juga merasa cemburu.


__ADS_2