KAU GADIS LEMAH!

KAU GADIS LEMAH!
Bab 75. DOR...!!!


__ADS_3

"Kita berpencar saja..! aku akan ambil jalan ke selatan..!" ucapnya tangannya mengibas memberi kode.


Kedua pria di belakangnya mengikuti instruksi dari Bagas, Rafa berjalan ke arah kanan memasuki lorong yang menghubungkan antara teras dengan garasi sedang Andi berjalan ke kiri memasuki halaman rumah mewah itu.


Di tempatnya Rafa mulai menoleh ke kanan dan kiri mencari celah yang bisa di masuki.


"Tunggu..!!" suara Dua pria yang menghampirinya gelagat dua orang pria itu seperti sudah mencurigai nya.


"Aduh, ngapain tuh orang kesini" batinnya.


"Ngapain kamu Sro, pakai masker segala?" tanya pria dengan nama Udin di bajunya.


Rafa menatap ke dada kanannya ternyata ada nama Usro di baju yang ia pakai "Sialan, kampungan bener nama gue" batinnya.


"Iya, lagian ngendap-ngendap kaya maling aja kamu..!" sahut pria dengan nama Basuki.


Rafa menggaruk bagian belakang telinga nya matanya menyipit tanda ia sedang tersenyum karena mulutnya tertutup masker.


"Aku sedang mengikuti protokol kesehatan, memang nya kalian tidak tahu sekarang lagi banyak virus.?" jawab Rafa ngeles.


"Bener juga ya..!" Udin mengangguk.


Merasa tidak di curigai Rafa mulai menyilat lidahnya dengan keahliannya yang sering merayu wanita Rafa lebih mudah menemukan cara untuk mendapatkan informasi dari kedua pria itu.


"Eh,, kalian tahu tidak, sebenarnya dimana tempat wanita cantik itu di sekap..? apa bos kita menyiksanya.? atau meniduri nya? bukannya harusnya kita juga dapat giliran..?" ujarnya.


"Kali ini spesial, klien bos kali ini mau wanita itu dalam keadaan utuh, jadi kali ini jangan ngarep kamu Sro..!" lanjut Basuki.


"Iya, aku dengar wanita itu lemah jantung, makanya bos tidak berani menyiksanya, bisa-bisa tidak jadi di serahkan kepada bos tua bangka itu.!" sambung Udin.


"Bos tua bangka..?" Rafa mengorek, jemari tangannya reflek maju mundur seolah mengatakan terus-terus.


"Iya, klien bos kali ini sudah tua bangka, tapi masih mau wanita muda sepertinya, dasar orang kaya, hanya ingin mendapatkan wanita saja rela membayar mahal kita, kenapa tidak cari wanita lain yang masih sendiri, duitnya di jadikan mahar, banyak pasti yang mau ya gak Din.." Basuki menyenggol siku Udin.


Rafa sedikit terkejut mendengar penuturan kedua pria itu kira-kira tua bangka nya siapa yang menginginkan Raya.


"Emmh.. sekarang wanita itu di mana..?" tanyanya.


"Tentu saja di dalam kamar nya, sampai menunggu tua bangka itu menjemputnya" jawab Basuki.


...****************...


Di tempat masing-masing Yuda Bagas dan Andi mendengar percakapan Rafa dengan kedua pria itu sedari tadi mereka juga ikut geram mendengar nya.

__ADS_1


Hingga Yuda yang sedari tadi menunggu di mobil ia keluar dari sana, berjalan cepat menuju gerbang tinggi yang memang tidak terkunci.


Yuda sudah tidak bisa sabar lagi, kedatangannya di sana langsung di sambut buruk oleh beberapa pria yang masih berjaga.


"Hai..! siapa kamu..!" teriak lelaki dengan nama Heri.


Yuda menuju pintu masuk rumah itu sekarang Yuda tahu mungkin Raya berada di dalam sana.


DOR..! satu peluru di lepaskan oleh Heri membuat seluruh penjaga di sana bersiaga.


Yuda berjalan menunduk menghindari tembakan demi tembakan yang mengarah kepadanya.


Bagas yang sudah sampai di dalam rumah mewah itu mempercepat pencariannya sebelum tertangkap basah, karena sepertinya suara tembakan yang ia dengar dari luar mengarah ke salah satu temannya.


"Kalian hati-hati..! aku sudah berada di dalam" ucap nya yang sudah pasti di dengar oleh rekan-rekan nya.


"Aku juga akan masuk, tapi aku sembunyi dulu" suara itu terdengar seperti suara Yuda.


"Kenapa kamu nekad Yud..!" suara Rafa yang terdengar sedikit kecewa. Sekarang mereka tahu kenapa tiba-tiba muncul suara tembakan.


Bagas tak mengindahkan nya lagi, ia terus berjalan menuju kamar yang di bicarakan oleh Udin "Sepertinya itu" Bagas melihat pintu kamar yang di jaga oleh dua orang pria.


"Orang nya dua, tapi spuit bius nya tinggal satu..!" gumamnya.


GEP Bagas memutar tangan pria itu dan memukul saraf pusat di bagian belakang kepala nya DUG Sebagai seorang dokter Bagas tahu bagian tubuh yang bisa melumpuhkan lawannya.


Setelah berhasil membuat kedua pria itu pingsan Bagas menoleh ke kanan dan kiri seraya masuk ke dalam kamar DEG hatinya mendadak lega saat melihat sahabatnya berada di dalam sana.


Namun seorang wanita seperti sedang duduk di hadapan sahabatnya itu. Dengan langkah yang cepat Bagas membekuk tubuh wanita itu kedua tangan wanita itu Bagas kuasai.


"Jangan coba-coba menyakitinya..!" bisik nya di telinga wanita itu seolah geram.


Raya membelalakkan matanya saat tiba-tiba melihat kedatangan Bagas di dalam sana "Bagas..!" tersenyum sayu seakan tak percaya.


"Aaaakk,, lepas,, ini sakit..!!" teriak wanita yang di bekuk olehnya.


"Gas, jangan, dia teman ku..!" ucap Raya tangannya meraih tangan Bagas yang masih menguasai tangan wanita itu.


"Apa maksudnya.?? teman..?" Bagas berekspresi heran.


"Lepaskan..!! sial..!!" wanita itu mengayunkan telapak kakinya ke belakang hingga mengenai area sensitif Bagas.


"Aaaakk..!!" Bagas meringis mendapati perlakuan kasar wanita itu.

__ADS_1


"Jangan macam-macam kamu padaku hah..!" ucapnya saat sudah berhasil lepas dari Bagas.


"Luna, kenapa kamu menyakiti nya, dia itu sahabat ku..!" ucap Raya.


"Tapi pria ini sudah kurang ajar padaku..!" Luna menaikan ujung bibirnya. Senyum sinis nya seolah puas dengan ekspresi wajah lelaki itu.


Sedang Bagas masih meringis kesakitan sembari memegangi area yang di tendang Luna "Kamu..!! berani sekali kamu melumpuhkan milikku hah?!" ucapnya.


"Gas, kamu gak papa kan..?" Raya merasa menyesal. Sepertinya Bagas begitu kesakitan.


"Ti tidak apa-apa" jawab nya.


Braaaakkk suara dari pintu kamar yang terbuka mengalihkan perhatian mereka.


"Yuda,, " sapa Raya. Tentunya dengan alat penyadap yang masih di tangannya Yuda lebih cepat menemukan Raya.


"Kita harus cepat keluar dari sini..!" usul Yuda.


Dengan segera Bagas menarik lengan sahabatnya mereka menuju ke pintu yang baru saja mereka masuki namun Luna menyerukan pendapat.


"Tunggu..!" Yuda Bagas dan Raya menoleh ke arah nya.


"Jangan lewat situ, atau kalian bisa mati semua..!" ucapnya.


"Lalu..?" Yuda menyatukan alisnya.


"Lewat sini saja, jalan di sini sedikit lebih sepi dari anak buah papah..!" ucapnya lagi.


Ketiga orang itu menurut mengikuti langkah Luna sepertinya wanita itu memang tulus membantu Raya keluar dari tawanan ayahnya.


Dengan lincahnya gadis tomboi itu melompat jendela kamar itu, Bagas yang melihat itu sedikit terkejut, selama ini Bagas hanya bergaul dengan wanita anggun seperti Raya namun kali ini ia melihat wanita yang super kasar dan selengean.


"Cepat..!! kenapa diam saja..!" teriak Luna menatap wajah Bagas yang masih bengong.


HAP Bagas melompat di susul oleh Yuda.


Yuda membalikkan badannya mengasongkan kedua tangannya kepada adik ipar yang masih di dalam, dengan mengandalkan topangan tubuh Yuda Raya turun dari jendela "Hati-hati Ya..!" ucap Yuda kepadanya.


DOR..!! "Aaaaaaa" teriaknya.


Jangan lupa like... makasih buat kalian yang masih setia membaca cerita ku, meskipun kalian diam saja tidak berkomentar πŸ˜‚ tapi aku tahu kok dengan kalian meninggalkan jejak Like saja.


Buat yang masih nyicil bacanya semangat hehe Mungkin kalian sudah aktif dengan kegiatan belajar dan pekerjaan, semoga sehat selalu.. Aamiin..

__ADS_1


Mungkin Malam ini up lagi ya..


__ADS_2