KAU GADIS LEMAH!

KAU GADIS LEMAH!
Bab 55. Mengeluarkan unek-unek


__ADS_3

"Kamu jahat sekali Rei, kenapa kamu tidak membiarkan ku bersama Bagas saja hah? dia itu tulus pada ku, tidak seperti mu yang hanya bisa menyakitiku saja!!!" cerocos Raya menatap marah.


"Setelah aku putuskan kamu, aku kira kamu berusaha merebut hati ku lagi ternyata kamu malah menghilang begitu saja meninggalkan ku! Aku bahkan tidak lulus ujian gara-gara kamu!" Raya mulai mengeluarkan unek-unek nya sedang Reiner hanya menerima pukulan kecil dari nya saja.


"Dulu kamu acuhkan aku kamu juga berhubungan dengan Shela seenak jidat mu, bahkan setelah menjalin hubungan resmi dengan ku kamu masih saja perhatian dengan mantan mu itu tapi aku tetap tidak bisa membenci mu" sambung nya.


"Kamu seenaknya datang dan pergi semau mau kamu tapi aku masih saja menerima mu lagi hiks hiks" Isak nya yang mulai lelah memukuli kekasihnya.


"Pukulan mu tidak akan menyakiti ku, itu hanya membuat tangan mungil mu merah" senyum Reiner yang sudah sedikit lebih lega.


Perlahan Reiner membenamkan wajah kekasihnya ke dada bidangnya senyuman yang tiada hentinya terus menerus menghiasi wajah tampannya.


"Aku minta maaf, caci maki lah aku semau mu, aku mendengar kan nya" imbuhnya mengecup singkat puncak kepala kekasihnya yang masih terisak.


Sedang di luar ruangan masih ada dua orang ayah yang memperhatikan mereka.


"Aku pusing dengan hubungan mereka, anak muda sekarang hatinya susah sekali di tebak" gerutu Hans.


"Itu karena kamu tidak merasakan yang namanya pacaran di masa muda, kamu dulu sibuk dengan buku buku mu saja, mereka itu tidak secupu kamu" ujar Hendrawan menggoda sahabatnya.


"Aku tidak mau membuang waktu hanya untuk patah hati, tidak seperti mu tua-tua bucin!" sambung Hans yang lalu pergi.


"Sial kamu!!" decak Hendrawan memiting leher sahabatnya.


Tingkah kedua pria paruh baya itu benar benar masih seperti anak Sekolah menengah ke atas.


...****************...


Sedang di ruangan nya Raya mulai duduk kembali di kursi kebanggaannya lalu mengambil tissue menghapus air mata yang sudah merembes ke seluruh wajah cantik nya.


"Ssek, ssek" Isak nya.


Sedang Reiner masih menatap kekasihnya dengan senyum yang tiada hentinya tak butuh waktu lama Reiner sudah berhasil meraih hati Raya kembali.


"Sudah marah nya? apa masih ada lagi yang mau di utarakan? apa yang kamu tidak suka dari ku selama ini katakanlah" ucap Reiner memberi kesempatan Raya untuk menumpahkan kekesalan yang di rasakan selama enam tahun ini.


"Nanti saja di sambung lagi, sekarang aku capek" sahut nya masih di selingi dengan isak nya.


Mendengar itu Reiner melangkahkan kakinya mendekati wanita yang tengah menyandarkan punggungnya di kursi putar ia lalu membungkuk kan tubuhnya mensejajarkan wajah mereka.


"Ya sudah, sebentar lagi aku ada rapat, mungkin setelah selesai dengan pekerjaan ku, aku baru bisa kesini lagi, kamu aku tinggal gak apa-apa kan?" pamit Reiner sambil memeriksa jam tangan nya.


"Iya,, pergi lah" singkat nya.

__ADS_1


"Haaiiiiyyssss jawaban yang mengecewakan, kenapa tidak di halangi saja aku nya?" protes Reiner memiringkan bibirnya.


"Maksud nya?"


"Sayang, jangan pergi donk aku masih kangen kamu, hiks hiks, seperti itu harusnya" ucap Reiner dengan nada menyebalkan.


"Aku tidak lebay seperti mu, pergi lah nanti sore aku tunggu kamu, kamu harus bertanggung jawab, seseorang yang setia mengantar jemput ku sudah undur diri sekarang jadi bisa tidak bisa kamu harus menggantikan nya" tuntut Raya.


"Iya iya,, seolah olah penting sekali dokter itu" gerutu Reiner.


Click "Brother, bisa kita jalan sekarang?" tanya Gabriel yang baru saja tiba.


Setibanya Gabriel membuat sepasang kekasih itu menoleh serempak.


"Aku pergi ya" pamit Reiner yang lalu mengecup singkat kening kekasihnya.


Gabriel yang melihat itu seolah menyesal sudah berada di dalam sana "Oh my eyes!!" ucap nya seraya menutup mata dengan tangan.


Setelah itu Reiner pun segera mengikuti ajudannya kembali ke apartemen mewah nya, di sana tempat ia mengadakan rapat direksi on line dengan Reinhard dan bawahan lainya.


Zaman sudah sangat canggih meski raga nya di Indonesia Reiner masih bisa mengontrol orang orang nya di London.


...****************...


Tak terdengar suara langkah nya namun tiba-tiba saja seseorang melingkarkan tangan ke perutnya.


Dari aroma parfum nya Raya sudah bisa menebak siapa yang mengikat gerakannya.


"Rei, jangan begini, kita belum menikah kalau ada yang melihat nya bisa jadi bahan gosip nanti" tutur nya.


"Malam ini juga aku nikahi kamu" bisik Reiner di telinga nya membuat Raya memejamkan matanya risi.


"Ya ampun, suaranya, tolong jangan mesum kamu Ya" batinnya.


Tak mau lama-lama berduaan di dalam sana Raya segera melepaskan diri dari jeratan kekasihnya.


"Kita cepat pulang saja, aku ambil tas dulu" ucap nya yang lalu meraih tas bahu miliknya dari kursi putar nya.


Tak sengaja Reiner melihat amplop undangan di meja kekasihnya dengan polos nya ia membuka kertas berwarna putih itu.


"Sayang, ini undangan dari Yuda?" celetuk nya sambil memeriksa isi tulisan yang tertera di kertas yang ia pegang.


"Iya,, undangan pameran lukisan nya,, kita datang ya" ajak Raya melebarkan senyumnya.

__ADS_1


"Apa nantinya saja" ketus Reiner yang tiba-tiba merubah ekspresi wajahnya.


"Rei, aku suka banget loh pameran seperti ini" rengek kekasihnya.


"Aku tidak suka dengan nya" sahut Reiner masih dengan nada dinginnya.


"Sejak kapan kamu suka dengan orang lain? kamu kan cuma suka dengan ku saja kan? iya kan sayaaaaaaang" rayu Raya mengedip ngedipkan matanya.


"Aku pikirkan lagi kalau begitu" sahut Reiner tersenyum.


Dia mulai luluh setelah mendengar panggilan sayang dari kekasihnya karena itu kali pertama Raya menyerukan nya.


"Mau makan malam di luar atau langsung pulang?" tanya Reiner.


"Pulang saja, mbak Tami masakannya lebih enak dari restoran" sahut nya.


Dengan percaya diri mereka berjalan berdampingan menuju lobby kantor, pemandangan itu menjadi pusat perhatian seluruh karyawan yang masih berseliweran di gedung megah itu.


"Eh, mereka katanya dulu tunangan kan? terus udah putus, kok sekarang pulang bareng? apa jangan-jangan mereka balikan lagi?" rumpi karyawan A.


"Gak tahu juga sih, tapi tadi siang saja, masuk ke lift gak mau bareng sama karyawan lain, mau apa lagi coba kalo bukan em em begitu?" gosip karyawan B.


"Iya, bukannya nikah dulu kek, baru mesra mesraan, mentang mentang orang kaya, coba kalo yang kaya begituan kita kita, pasti sudah di pecat" imbuh karyawan C.


"Yaah nama nya juga kita pegawai biasa, jangan di samakan dengan mereka yang ngasih kerjaan ke kita" sahut karyawan D.


"Ekm ekm.. kalo sudah tidak ada yang di kerjakan langsung pulang saja, dari pada ngegosip di sini" teriak Rinda dari belakang mereka.


Seketika ke empat karyawan yang tengah asyik bergosip ria menoleh ke arah Rinda.


"Ikut campur saja kamu Rin, mentang-mentang di sayang sama buk Raya" ujar karyawan A.


"Iiiih,, iri bilang bos" gerutu Rinda yang lalu pergi.


.


.


Bersambung dulu yaa.. silahkan kritik dan saran..πŸ™


.


.

__ADS_1


__ADS_2