KAU GADIS LEMAH!

KAU GADIS LEMAH!
Bab 45. Meronta-ronta


__ADS_3

Esok harinya Reiner baru saja bangun dari tidurnya, tidak seperti biasanya Reiner bangun siang, mungkin terlalu lelah dengan perjalanan nya kemarin.


Haus menyiksa nya ia pun beranjak dari tempatnya berjalan menuju meja di mana para pelayan menyediakan air minum nya.


Setelah mengucur air ke dalam gelas ia menoleh ke ranjang tempat Ia tidur, seperti ada yang berbeda tapi belum menyadarinya.


Ia pun mulai menenggak air minum nya sebelum kemudian ia mendatangi kembali ranjang mewah klasik nya.


"Kemana ponsel ku? aku yakin aku letakkan di sini sebelum tidur" gumamnya ia menyingkap selimut dan juga bantal namun tidak juga menemukan ponselnya.


"Apa mamah menyimpan nya?" imbuhnya ia lalu keluar dari ruangan nya dilihatnya para pelayan berderet di muka pintu kamar nya.


"Mau apa kalian berdiri di sini?" ketus nya.


Namun para pelayan hanya menundukkan wajahnya segan lagi pula mereka tidak tahu bahasa yang Reiner gunakan, dengan segera orang kepercayaan Halbert pun menghampiri cucu dari tuan nya.


"Apa ada yang bisa saya bantu tuan?" sigap nya, Reinhard memang bisa berbahasa Indonesia keluarga nya sudah sangat lama menjadi orang-orang kepercayaan Halbert Adyatama.


"Di mana mamah ?" tanya Reiner sambil menoleh kan kepalanya ke kanan dan kiri.


"Nyonya sedang keluar tuan muda" jawab Reinhard menundukkan wajahnya sopan.


"Panggil aku Reiner saja, aku risih dengan sebutan itu!" tolak Reiner menatap sinis, suasana hati Reiner masih belum baik.


"Maaf tuan muda, saya tidak berani melakukan nya" ucap Reinhard masih menundukkan wajahnya.


"Sekarang pinjam kan aku ponsel, aku mau menelepon ayah ku" pinta nya sambil mengasongkan tangan kanan nya.


"Maaf tuan, mulai sekarang, anda tidak di izinkan melakukan panggilan telepon" ucap Reinhard.


"Apa maksud mu?" teriaknya melotot.


"Itu perintah dari tuan Halbert, saya hanya menjalankan perintah saja, mulai sekarang tuan akan mendapatkan pendidikan di sini, saya akan sangat senang membantu anda" Reinhard masih menundukkan wajahnya segan ternyata tuan muda nya lebih arogan dari perkiraan nya.


"Aku tidak mau tinggal di sini, minggir kamu!" ketus nya Reiner menabrak bahu Reinhard, melangkah cepat menuju pintu keluar rumah klasik kolonial itu.


Masih di tempatnya Reinhard tampak berbicara dengan seseorang lewat earphone di telinga nya.


"Jangan biarkan tuan muda keluar dari sini, cepat tangkap dia" perintah nya dengan bahasa asing nya.


Tiba di teras dari sisi kanan satu bodyguard menghampiri Reiner berusaha menghadang jalan nya.


DUG!!! baru saja Reiner mendaratkan kepalan tangannya ke wajah pria itu lalu kembali melanjutkan langkah cepat nya.

__ADS_1


Dari sisi kiri satu bodyguard lagi menghampiri nya dan tanpa ancang-ancang Reiner memutarkan tubuhnya mendaratkan kaki kirinya ke dada kekar pria itu DUG!!


"Bangs*t!! kalian pikir kalian siapa menyandera ku di sini!!" teriaknya dengan ekspresi wajah dinginnya.


Reiner terus berjalan cepat menuju pintu gerbang yang masih terlalu jauh dari pandangan nya, padahal jika keluar dari sana pun tidak juga bisa langsung pulang ke tanah air nya.


Reiner sudah tidak sudi menetapkan kakinya di rumah itu lagi, Yana bilang tidak akan memaksa nya tinggal bersama tapi kenyataannya dia di sandera oleh mereka, dipikiran nya saat ini hanya ingin segera melarikan diri saja.


Di hadapannya sudah ada beberapa bodyguard yang siap menghadang jalan nya namun Reiner tidak gentar sedikit pun ia tetap melangkah kan kakinya cepat.


"Kenapa kalian diam saja cepat bawa tuan muda kembali ke kamar nya!!" teriak Reinhard masih dengan earphone nya.


Secara bersamaan beberapa bodyguard menghampiri pemuda yang mereka panggil tuan muda.


Reiner mengayunkan kaki kanannya ke salah satu pria itu namun dengan sigap pria itu menangkap kakinya HAP!!


"Berani beraninya kau hah!!!" teriaknya namun kini tubuhnya sudah di apit oleh kedua pria tangkas berbadan kekar.


"Lepas kan haaaku!!" teriaknya sejadinya.


Tak lama dari itu Ssseeeesssss.....!


Mobil mewah baru saja tiba di hadapan pemuda tampan yang masih meronta-ronta mencoba melepaskan diri dari para bodyguard nya.


"Reiner, sayang!" ucap Yana khawatir.


"Kenapa kamu di sini?" tanya Halbert.


"Aku mau pulang, cepat urus penerbangan ku sekarang juga" pinta Reiner sedikit berteriak.


"Hekkmm... kamu pikir kakek akan melepas mu begitu saja?" Halbert tersenyum licik.


"Bawa tuan muda kalian ke kamar nya" perintah Halbert mengibaskan tangannya.


"Aku tidak mau tinggal di sini, aku bukan tawanan mu!" protes Reiner meronta-ronta.


Kedua bodyguard yang mengapitnya sudah sedikit kewalahan namun masih bisa menahannya.


"Kakek tidak menawan mu, kakek hanya ingin mewarisi kekayaan ini kepada mu, menurut lah atau kamu tidak akan pernah menemui ayah mu lagi" ancam Halbert mengalihkan pandangan nya.


"Mah, kenapa mamah membohongi ku, setelah menelantarkan ku kalian seenaknya berbuat begini pada ku, aku tidak percaya lagi padamu mah!!" ucap nya menatap sinis ibunya.


"Pah, Biarkan Reiner pulang, dia masih kecil, kasihan dia pah" pinta Yana menarik lengan baju ayahnya.

__ADS_1


"Reiner harus belajar mengurus perusahaan dari sekarang, Reinhard akan membantu nya itu keputusan ku! jika sudah menguasai nya, kamu boleh pulang menemui ayah mu! aku mau sebelum aku meninggal Reiner sudah bisa menggantikan posisi ku" putus Halbert.


"Haaaaaaagghh!!" teriak Reiner meronta.


.


...****************...


Pukul 16:00 WIB.


Di tempat lain Hendrawan tampak bergeming di sofa ruang TV milik nya, Leta dan keluarga Hans juga berada di dalam sana.


Raya merasa bersalah kepada Hendrawan, menurut nya jika saja ia tidak memutuskan hubungan dengan Reiner, Hendrawan masih bisa tinggal bersama putranya.


"Ini semua gara-gara Raya, Raya minta maaf om" ucap nya mengelus lembut lengan Hendrawan.


"Sudah, kamu tidak bersalah, mungkin Reiner memang merindukan ibunya, secepatnya om pasti bisa menjemput nya" ujar Hendrawan mengelus rambut putri sahabat nya yang sudah seperti anaknya sendiri.


"Aku merelakan mu bersama orang lain, bukan menghilang dari pandangan ku" batin Raya.


...****************...


Di London pukul 09:00 Reiner tengah berjalan mondar-mandir di dalam kamar mewah yang sudah seperti penjara baginya, mulut nya terus komat-kamit menggerutu dalam gumam nya.


"Aku harus cepat keluar dari sini, aku bisa menghubungi papah lewat telepon umum, tapi bagaimana caranya? penjagaan di sini ketat sekali" gumam nya.


"Aass Sial!!" geram nya mengacak-acak rambutnya.


Click seseorang baru saja tiba di kamar nya, spontan ia melirik kearah pintu.


"Reiner, mamah minta maaf, mamah yang salah sudah membawa mu kesini, tadinya mamah hanya ingin mempertemukan mu dengan kakek mu saja, mamah tidak mengira akan seperti ini" sesal Yana.


"Sudah lah, aku yang salah, sudah percaya padamu" sahut Reiner acuh.


"Mamah ingin sekali membantu mu nak, tapi mamah juga tidak rela berpisah dengan mu lagi" batin Yana menatap iba putranya.


.


.


BERSAMBUNG,


.

__ADS_1


.


__ADS_2