
Siang ini Raya masih uring-uringan di kantor pink nya ciuman pertama untuk yang kedua kalinya malam tadi masih menyisakan kekesalan meski sebenarnya suka juga.
Entah kenapa Raya masih belum juga membuka hati untuk Reiner, mungkin karena sudah terlalu lama di tinggal atau sudah terlalu lama di perhatikan oleh Bagas.
Malas menderanya namun lapar lebih menyiksanya mau tidak mau Raya harus keluar ke kantin untuk mengisi perutnya meski putri seorang founder dari perusahaan berkelas Raya masih mau makan bersama dengan karyawan biasa, menurut nya makan beramai-ramai itu lebih asyik.
Dengan lemah nya Raya pun berjalan memasuki lift menuju lantai di mana kantin mewah kantor nya berada.
Setibanya di sana seperti biasa, Raya hanya makan dengan sayur buah dan ikan saja itu menu membosankan yang harus dia makan setiap harinya.
Raya sudah menyuapkan beberapa sendok ke mulut nya namun seseorang baru saja tiba mengambil kursi duduk di depan nya.
Greek" Reiner baru saja meletakkan piring nya ke meja.
Spontan Raya melihat piring Reiner ternyata ada steak sapi kesukaan nya seketika itu juga Raya menelan liurnya.
"Emmh seperti nya enak" tanpa sadar tangan Raya mencomotnya plak Reiner menepis.
"Kamu tidak boleh makan ini" tutur Reiner.
"Ya ampun, kenapa aku seperti tersihir begini oleh daging itu? kelihatannya enak sekali.." batinnya.
"Aku juga tidak benar benar mau, cuma memastikan saja, itu asli atau palsu" jawab nya.
"Alasan!!" cibir Reiner.
"Briel, kamu makan di sini, kamu harus banyak makan daging, biar kuat menghadapi cobaan hidup, makan lah" ujar Reiner pada ajudannya.
Gabriel pun duduk di samping bos nya di piring nya juga ada beberapa daging membuat Raya kembali menelan liurnya.
"Ya ampun itu bistik sapi kan, aku lupa terakhir kali aku memakannya, seperti nya enak sekali" pikirannya.
Reiner memang sengaja membuat Raya memperhatikan nya dan ternyata dengan cara itu Reiner berhasil melakukannya.
Kedatangan kedua pria tampan itu menguasai seluruh pasang mata karyawan wanita di sana.
Beberapa menjadi lebih semangat makan namun sebagian hanya mengaduk ngaduk makanan nya karena sudah merasa kenyang dengan ketampanan mereka.
"Itu kata nya anak pak Hendrawan, katanya si punya perusahaan besar di London, dia juga dulu mantan tunangannya buk Raya loh" gosip karyawan A.
"Masa sih, dunia ini bener bener tidak adil, harus nya orang kaya tuh sama kita kita ya gak sih? mensejahterakan rakyat, penyetaraan sosial nama nya" nimbrung karyawan B.
__ADS_1
Dengan asyik nya memperhatikan Raya Gabriel dan Reiner mereka saling bergosip ria.
Sedang di kursinya Raya masih sering menelan saliva melihat kedua pria yang sengaja memamerkan daging di hadapannya. Raya paling lemah jika sudah melihat makanan kesukaan yang menjadi pantangan bagi nya.
"Kenapa kamu tidak makan?" tanya Reiner.
"Aku gak selera lihat kalian di sini, lagian kenapa kamu kesini terus kamu tidak bekerja?" ujar Raya sambil mengaduk ngaduk makanannya sedang pandangannya masih ke piring yang berisi daging.
"Aku kerja menyesuaikan jam kerja London, waktunya selisih enam jam, jadi sekarang mereka baru pada bangun dari tidur nya" terang Reiner.
Namun Raya masih fokus dengan daging sapi di hadapan nya, melihat itu Reiner mencoba bernegosiasi.
"Kamu mau? aku suapi kamu sedikit saja, asal ada syaratnya, gimana?" tawar Reiner menaikan alisnya.
"Gak perlu, aku tidak boleh makan itu, kamu mau membunuh ku?" ketus nya.
Mendengar penolakan Raya Reiner masih punya cara untuk membuat nya menyerah.
"Emmh,, enak,, Emmh.. enak.. Emmh" ekspresi Reiner saat mengunyah dagingnya.
Suaranya membuat kuduk seluruh wanita di dalam sana berdiri suaranya menerbangkan pikiran nakal para wanita itu.
Tatapan para wanita di sekitarnya seolah ingin memakan laki-laki tampan itu tidak terkecuali mantan kekasihnya sendiri.
"Emmh.. Emmh.. Emmh... sayang mau?" goda Reiner tanpa peduli dengan lingkungan nya.
Gabriel masih terus melanjutkan makannya meski sebenarnya ingin tertawa melihat tingkah sepasang mantan kekasih yang tak jelas itu.
"Emmh... emm..." HAP Raya menutup mulut mantan kekasihnya seraya melotot.
"Kamu bisa tidak, jangan bersuara seperti itu?" ketus nya.
"Aku menikmati nya, ini enak, ya begitulah ekspresi ku saat makan enak" kata Reiner setelah melepaskan tangan yang membekapnya.
"Kalo gitu makan ini semua! hemm hemm hemm!!!" Raya menyuapkan paksa makanan ke mulut Reiner.
"Uhuk uhuk" Reiner tersedak. Namun si pembuat onar nya sudah pergi meninggalkan nya.
"Sayang, kamu jahat sekali" teriaknya menatap punggung Raya yang berjalan arogan.
"Xixi xixix" Gabriel terkekeh geli.
__ADS_1
"Kamu kenapa ketawa" ketus Reiner memukul punggung Gabriel.
"Uhuk uhuk" Gabriel tersedak sekarang status mereka seri.
Reiner baru menyadari sedari tadi sekeliling nya memperhatikan mereka dengan segera Reiner meninggalkan tempat itu menyusul mantan kekasih yang mungkin belum jauh.
"Brother, aku di tinggal sendiri!" teriak sang ajudan.
...****************...
Sedang Raya sudah menunggu pintu lift terbuka karena baru saja dia menekan tombol ke atas.
"Aku kenapa tadi? apa aku mesum mendengar Emmh Emmh nya Reiner?" tanyanya pada diri sendiri.
Plak plak plak Raya memukul mukul kecil pipinya sendiri.
"Ah gak mungkin, aku gak mungkin mesum, dia memang menyebalkan saja, makanya aku terganggu" imbuhnya.
"Tapi kenapa aku merinding mendengar suaranya tadi, aaaaqqq ada apa dengan ku? mulai sekarang jangan nonton drama China lagi, itu membuat ku jadi mesum" timpal nya.
"Siapa yang mesum?" suara Reiner mengagetkan nya.
"Hah? apa jangan-jangan dia tadi mendengar gerutu ku? semoga saja tidak" harap nya.
Ting pintu lift kosong terbuka Raya segera memasuki nya di susul oleh Reiner.
"Tunggu tunggu" ucap beberapa karyawan yang juga ingin ikut naik.
"Stop!" pekik Reiner memberi tanda berhenti dengan tangan nya seketika beberapa karyawan itu pun memundurkan langkahnya mereka tidak jadi memasuki lift nya dengan tatapan kikuk.
"Rei,, mereka mau naik!" sungut Raya melotot. TING sayangnya lift sudah tertutup.
"Re Rei ... " Raya mulai curiga.
Braaaakkk Reiner menghentakkan kedua tangannya ke dinding lift mengepung tubuh ramping mantan kekasihnya.
"Re Rei, kamu ja jangan macam-macam aku ketakutan, aku bisa pingsan di sini" ancam nya.
Hanya itu yang bisa di lakukan oleh nya, mau mengancam teriak juga tidak mungkin karena posisinya di dalam lift.
"Aku tidak akan menyentuh mu" ucap Reiner yang lalu mensejajarkan wajah mereka "Aku hanya ingin mengucapkan aku mencintaimu aku menyayangimu aku merindukan mu aku menggilai mu aku candu padamu" utaranya.
__ADS_1
...Haai reader... terimakasih like nya... meski belum begitu banyak tapi sebisa mungkin akooh selesai kan novel ku ini... karena saya masih amatir mungkin orang belum terlalu percaya dengan karya ku, tapi semoga kalian tidak bosan dengan ceritaku... ๐โบ๏ธ...
...Aku terlalu gabut di rumah...