
Di tempat lain Raya menggigit gigit kecil punggung jemari kiri dan memegang ponsel di tangan kanan, sesekali melihat ke layar berharap ada kabar dari kekasihnya "Apa aku saja yang duluan SMS ya?" decak nya.
Raya bermaksud mengirim pesan teks untuk Reiner sebenarnya dia masih sangat takut sudah membuat Reiner kecewa tapi ia memberanikan diri mencobanya meski sudah berkali-kali mengetik pesan tapi di hapus lagi karena bingung harus berbicara apa, sampai akhirnya ia mengirimnya.
16:50π€ Rei,"
17:28π₯ Apa?"
Melihat balasan yang tidak ramah Raya tampak memikirkan sesuatu ia harus berhasil membujuk Reiner sampai akhirnya ia mengirim pesan lagi.
17:29π€ Aku kangen"
17:30π₯Jam 7 aku ke rumah"
Pesan penutup yang memekarkan senyum manis Raya ia meletakkan ponsel ke dada nya "Iya, aku tunggu kamu" celoteh nya senang.
"Tolong sakit nya nanti saja please" harap Raya memegangi jantungnya yang masih terasa menyengat.
__ADS_1
Raya mulai bersiap membersihkan diri berdandan rapi menyambut kedatangan kekasihnya jika di bilang kencan tapi mereka setiap hari bertemu mungkin lebih tepatnya ngapel kali ya? terserah lah apa namanya!
Sementara di tempat lain Rangga dan kawan-kawan tengah berkumpul di tempat tongkrongan mereka ada beberapa pria dewasa yang terlihat dominan bisa di bilang mereka ketua geng di sana.
"Brengsek, gara gara Reiner kita di skors, padahal dia yang buat kita babak belur" hardik Rangga.
"Sudah sudah, tunjukkan saja siapa orang nya, biar kita urus sama sama, beraninya sok jagoan" sahut Baron ketua geng paling di takuti di sana.
"Tapi jangan sampai Reiner tahu, kalian membalas dendam untuk kita, bisa bisa kita di keluarkan dari sekolah" sambung Tian.
"Gampang, yang penting kita remukan dulu saja itu pemuda kaya yang sombong" ucap Bima wakil ketua geng.
****************
Malam harinya Raya sudah semangat sekali menyambut kedatangan kekasihnya ia berjalan ke arah dapur dan tidak sengaja melihat mbak Tami salah satu asisten rumah tangga di sana tengah berkutat dengan bahan bahan mentah di meja dapur.
"Emmh mbak Tami lagi bikin apa?" sapa Raya menghampiri Tami.
__ADS_1
"Eh, non Raya, kaget saya, mbak bikin dumpling non " sahut Tami menoleh sekilas lalu kembali fokus dengan pekerjaannya.
"Aku bantu ya, Emmh aku mau bikinin dumpling buat Reiner, boleh ya" pinta Raya.
"Jangan non, nanti di marah...." tolak Tami yang belum selesai.
"Gak, tenang aja, sini gyoza nya" potong Raya memaksa.
Cepat cepat Raya mengambil beberapa kulit lumpia yang sudah siap "Emmh enak pasti ini" kata Raya membawanya ke meja makan yang berhadapan dengan meja dapur.
"Non nanti mbak Tami di marah tuan Hans" protes Tami menghentikan pekerjaannya tiba-tiba, ia menatap anak majikannya sibuk mengambil adonan di hadapannya.
"Gak apa-apa mba, papi gak akan marah tenang aja" ucapnya menenangkan Tami sambil memboyong adonan isian ke meja makan.
"Mari kita coba" celoteh nya sambil menepuk silangkan telapak tangannya.
__ADS_1
...Visual Raya di meja makan saat membuat dumpling....
Maaf ya para pembaca, beberapa hari ini saya merevisi per bab nya jadi ada sedikit adegan yang aku tambahkan.. terimakasih π