KAU GADIS LEMAH!

KAU GADIS LEMAH!
Bab 30. Aku tidak bisa bernafas


__ADS_3

Setelah selesai Reiner & Raya meninggalkan meja makan, Raya mengajak kekasihnya ke ruang TV melanjutkan obrolan di sana, sedari tadi Raya memang ingin menanyakan sesuatu padanya, Raya juga memberinya air mineral karena ia tahu kekasihnya tidak menyukai minuman panas.


"Rei, aku mau tanya tentang Rangga dan teman temannya, boleh?" tanya Raya.


"Iya tanya saja" singkat nya.


"Apa Rangga benar benar sudah menghapus foto ku, Rei aku mau lihat buktinya, aku bahkan tidak pernah melihat foto itu, aku penasaran" Raya mendekatkan duduknya tiba tiba.


Reiner meluruskan sebelah kakinya untuk mengeluarkan ponsel dari dalam saku celana jeans nya, ia membuka pola di hadapan gadis cantik nya juga membuka galery di sana.


"Lihat lah" Reiner memberikan ponsel dengan gelagat dinginnya.


Raya melihat foto-foto dirinya yang terlihat sangat memalukan baginya, ia terdiam sejenak dan mulai berkaca-kaca


"Kenapa Rangga jahat sekali" gumamnya.


"Rei, kamu yakin Rangga sudah tidak bisa melihat foto ini lagi di ponselnya?"


Reiner menjawabnya hanya dengan menganggukkan kepalanya ringan karena ia sudah ingin menenggak minumannya.


"Tapi kenapa kamu menyimpan nya, kenapa kamu tidak menghapus dari ponsel kamu, apa kamu berniat menyimpan ini selama nya?"


"Kkhheeekkk"


Sontak Reiner menyemburkan kembali air minumnya saat mendengar pertanyaan Raya, ia mengambil tissue dan mengelap bibir nya, tapi Raya masih menatap sinis gerak tubuh tunangannya yang terlihat mencurigakan.


"Emmh, iya setelah ini aku hapus, aku cuma mau menunjukkannya saja pada mu, aku bukan laki laki yang seperti itu" gugup nya.


"Iya aku percaya" sahut Raya saat melihat ekspresi wajah kekasihnya, ia masih sempat menahan tawa kecilnya.


"Aku serius" Reiner menatap wajah Raya, ia mencoba meyakinkan karena sudah merasa tertangkap basah, namun Raya masih menatapnya curiga.


Untung saja Mira segera datang setidaknya mengurangi kecanggungan yang Reiner rasakan, sedari tadi Mira memang memberikan kesempatan untuk kedua anak itu.


"Rei, Raya, kalian masih ngobrol, besok pagi juga ketemu lagi, ini sudah malam, nanti kalian telat sekolah nya, apa Reiner mau nginep di sini?" tanya Mira mengusir halus calon menantunya karena waktu sudah menunjukkan pukul 22:11.


"Enggak Tante, Reiner pulang saja" sahut nya.

__ADS_1


"Ya udah aku anterin ke depan" sambung Raya beranjak dari duduknya.


"Ya sudah mami ke dalam dulu, papi kamu gak pulang malam ini, jadi langsung tidur saja ya" pesan Mira yang lalu membiarkan Raya mengantar tunangannya.


"Iya mi"


Mereka berjalan menuju halaman depan namun di sela langkanya Raya masih ingin menanyakan sesuatu pada kekasihnya, tiba di parkiran Raya memberanikan diri untuk bertanya lagi.


"Rei, aku mau tanya sesuatu, boleh?" Raya menarik narik jaket jeans kekasihnya.


"Iya tanya saja, kenapa dari tadi izin terus" jawabnya sedikit ketus karena sebenarnya Reiner tidak suka orang yang berbelit belit.


"Aku takut kamu marah seperti sekarang ini, makanya aku tanya dulu, aku tidak jadi tanya saja" balas Raya merengut.


Melihat hal itu Reiner menghela nafas sedikit panjang lalu menghembusnya, ia sedang mengontrol sikap arogannya.


"Tanya saja sayaaaaaaang" Reiner mencoba berhati-hati menghadapi sifat tunangannya yang lebih cepat ngambek.


Raya tersenyum mendengar Reiner memanggilnya sayang " Aku mau tanya tentang Tante Yana akuuuu..." belum selesai bertanya Reiner sudah mengunci mulutnya tiba tiba, sontak Raya membelalakkan matanya.


Ia tidak bisa mengucapkan satu kata pun, ia hanya membiarkan kekasihnya menguasai bibirnya, merasakan jemari tangan Reiner yang masuk ke sela sela pangkal rambut nya.


Setelah beberapa saat Raya mendorong bahu kekasihnya karena sudah terlalu lama "Khaaaaaaaahhh,,, apa kamu mau membunuh ku, aku tidak bisa bernafas" seru Raya menatapnya kesal.


"Itu hukuman untuk mu, jangan pernah menanyakan wanita itu lagi " Reiner menyeka saliva yang membasahi wajah kekasihnya dengan ibu jarinya, ia melihat kekecewaan di wajah kekasihnya.


"Aku pulang, kamu cepat tidur" Reiner menaiki motor lalu membereskan tali helm nya.


"Rei,, " panggil nya yang di acuhkan Reiner.


Raya menatap gerak tubuh kekasihnya menyalakan mesin motor, ia hanya bisa membiarkan Reiner pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi. Reiner tidak mau membahas tentang ibunya.


...****************...


Dalam perjalanan Reiner masih tersenyum senyum mengingat tentang ciuman pertama dengan tunangannya, sore tadi ia mengamuk, tapi saat bertemu Raya seperti hilang semua beban masalah dalam benaknya.


"Raya Raya" gemasnya.

__ADS_1


Tiba di rumah nya Reiner mengingat kembali kamar yang sudah ia hancurkan, ia tidak ingin pulang saja sekalian, ia memarkirkan motornya ke rumah Rafa yang langsung di sambut oleh pak Hamid karena sudah menjadi kebiasaan bagi nya.


"Rafa sudah di rumah kan pak?" tanya Reiner kepada penjaga rumah Rafa.


"Sudah mas, masuk saja pintunya belum saya kunci" sahut pak Hamid.


"Ya, makasih" Reiner berjalan gontai menuju kamar sahabatnya, dilihatnya Rafa tengah melakukan panggilan video dengan gebetan baru nya.


"Eh Rei tutup pintu nya, kamu dari mana saja?" Rafa tahu Reiner sedang menghindari ayahnya, karena seperti itu lah kebiasaan Reiner setiap ada masalah ia selalu tidur dengan Rafa.


"Gue ganti baju dulu, llo lanjut aja bohongin cewek nya, play boy sialan gak insyaf insaf " gerutu Reiner yang lalu mengambil handuk milik nya dari dalam lemari Rafa.


Reiner memasuki kamar mandi segera membersihkan diri nya, setelah selesai dengan urusan nya di dalam sana, Reiner mengganti pakaian nya lalu menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang king size milik Rafa.


"llo kenapa Rei, senyum senyum kayak orang gila begitu, llo gak kesambet hantu di pos satpam depan komplek itu kan?" tanya Rafa melihat sahabatnya tidak seperti biasanya.


Reiner tidak menyahutinya ia malah mengambil bantal dan melempar lempar kan ke atas dengan senyuman yang menakutkan bagi Rafa.


"Rei, llo jangan nakut nakutin gue donk" imbuhnya.


Namun Reiner malah menyerang Rafa dengan bantal ia menaiki tubuh sahabatnya saking gemasnya mengingat ingat kejadian beberapa saat yang lalu di depan rumah kekasihnya.


"Sayang, kamu menggemaskan" celoteh nya.


"Rei, llo apa apaan sih, gila llo ya, tolooooong jangan renggut kesucian ku Rei!!!" teriak Rafa, mendengar hal itu, Reiner langsung berguling lagi ketempat nya.


"Sialan,, llo pikir gue doyan" Reiner melemparkan bantal ke wajah sahabatnya.


"llo tidur di bawah, gue takut sama llo" usul Rafa menendang lutut sahabatnya.


"Enak aja, llo yang di bawah, gue tamu di sini" Reiner membalasnya dengan mendorong tubuh Rafa.


Begitulah mereka menghabiskan malam harinya sebelum akhirnya tertidur, Reiner selalu bisa mengacuhkan masalah meskipun sebenarnya ia masih memikirkan ibunya yang tiba-tiba muncul di hadapannya, tentu saja itu bukan hal yang mudah baginya.


.


.

__ADS_1


SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI SILAHKAN LIKE SEBELUM BACA BAB BERIKUTNYA TERIMAKASIH YA🙏🥰


__ADS_2