KAU GADIS LEMAH!

KAU GADIS LEMAH!
Bab 54. Pemersatu bangsa


__ADS_3

.


"Aku tidak akan menyentuh mu" ucap Reiner yang lalu mensejajarkan wajah mereka.


"Aku hanya ingin mengucapkan aku mencintaimu aku menyayangimu aku merindukan mu aku menggilai mu aku candu padamu" utaranya.


Bulir keringat mulai menghiasi dahi Raya sebenarnya ia masih belum bisa memastikan perasaannya, kelu tak mampu lagi berkata apa-apa.


Namun entah mengapa tatapan matanya mengarah ke bibir keriting yang kini berada tepat di hadapan nya, rindu yang selama ini di rasakan nya mulai melambung kan angannya.


Sadar atau tidak perlahan Raya mulai meraih bibir atas pria yang baru saja menyatakan perasaan pada nya tangannya melingkar meremas rambut pekat mantan kekasihnya.


Sedang Reiner hanya langsung memejamkan matanya menyambut hangat bibir lembut yang mendarat ke bibir keriting nya.


Untuk beberapa saat mereka menukarkan saliva, enam tahun lamanya mereka tidak melakukan nya.


Di London Reiner hanya sibuk dengan pendidikan dan perusahaan milik nya, penjagaan ketat mendukung kesetiaan nya, selama ini Reiner tidak pernah bergaul dengan wanita lain.


Dan setelah sudah di bebaskan pun Reiner masih tetap menjaga kesetiaan nya meski status nya sudah bukan lagi tunangan Raya.


Begitu pun dengan Raya masih memakai cincin pertunangan mereka bahkan setelah dia sendiri yang memutuskan hubungan.


TING Suara pintu lift yang terbuka memudarkan angan mereka perlahan Raya mendorong bahu pria yang baru saja ia cium.


"A aku..." gugup Raya yang lalu melangkah keluar.


Namun langkah nya sempat terhenti melihat Hendrawan berdiri di balik pintu lift.


"Raya,, " sapa Hendrawan.


Dengan pipi yang kian memerah Raya terus melanjutkan langkah cepat nya dia tidak menyahuti om kesayangannya.


...****************...


Sedang di tempat nya Hendrawan bingung melihat putranya juga keluar dari lift yang sama dengan Raya.


"Rei,, kalian,," ujarnya.


Raut wajah Raya yang tidak seperti biasanya membuat Hendrawan semakin curiga, tentu saja putranya pantas di curigai.


"Kamu apa kan Raya?" tanya Hendrawan tangannya menahan bahu putranya yang hendak melewati nya.


"Cek!!" decak Reiner tak mau menjawab nya tidak mungkin Reiner mengatakan jika Raya baru saja menciumnya.


"Papah tanya kamu apa kan Raya?!" teriak Hendrawan yang menarik perhatian orang-orang di sekitarnya.


"Mau apa lagi? hanya berdua saja di dalam lift.. Reiner laki-laki normal"


Plak.. satu tamparan mendarat dengan sempurna di pipi putra kesayangannya.

__ADS_1


"Tidak tahu malu, ini didikan ibumu hah?" tukas ayahnya.


Hendrawan sangat menyayangi Raya dia juga tidak terima jika seseorang melecehkan nya meskipun selama ini hanya putranya saja yang berani menyentuhnya.


"Kalo begitu lamar kan Raya untuk ku, atau aku akan terus mengincarnya, tidak peduli dia kekasihku atau bukan" ketus putranya yang lalu pergi.


"Anak itu,, menuruni siapa dia ini, semau mau nya sendiri begitu, sekolah jauh jauh bukan nya tambah sopan malah kurang ajar" gerutu Hendrawan dengan wajah marah nya.


Sedangkan di sekelilingnya masih banyak karyawan yang menyaksikan perdebatan kecil antara anak versus ayah arogan.


...****************...


Tiba di depan pintu kantor nya Raya memejamkan matanya kuat kuat menghembuskan nafasnya cepat kini pipinya memerah.


"Kenapa aku mencium nya?" tanya nya pada diri sendiri.


"Ini semua gara-gara Reiner!! dia menularkan virus cabul nya semalam" decak Raya menghentakkan kakinya.


Click Raya mulai membuka pintu kantor nya dilihatnya Bagas sudah duduk di sofa ruangan nya.


"Gas" sapa nya kaget namun Bagas menyambut nya dengan senyuman.


"Kamu, tiba-tiba di sini? dari kapan?" gugupnya.


"Belum lama kok, aku kesini mau pamit ke kamu" ucap Bagas mendekati wanita cantik itu.


"Aku di mutasi ke kota lain" balas Bagas yang membuat Raya menatap sayu.


"Kenapa kamu menerima nya? aku sama siapa? kamu tidak akan mengantar jemput ku lagi? kamu tidak mau menjagaku lagi?" sahut nya.


Selama ini Raya sudah terbiasa dengan keberadaan Bagas di sisinya.


Click seseorang baru saja tiba di ruangan yang masih sedikit hening karena Bagas enggan menjawab pertanyaan Raya.


"Kamu ngapain di sini?" ketus Reiner menatap Bagas.


Melihat Reiner masuk kedalam ruangan Raya dengan bebasnya Bagas segera pamit dari sana.


Bagas sudah bisa meramalkan hubungan Raya dengan mantan kekasihnya akan segera kembali jadi lebih baik jika dia menyerah saja.


"Aku pulang yah, kamu bisa di antar jemput sama Reiner sekarang, kamu baik-baik yah, aku mungkin hanya bisa sebulan sekali menemui mu" ucap nya dengan memaksakan senyumnya.


"Bagas pasti sakit hati, seperti saat Reiner lebih memilih Shela di bandingkan aku mungkin itu juga yang dia rasakan saat ini, dulu saking sayangnya aku ke Reiner, aku sampai berani merelakannya untuk Shela, dan sekarang Bagas melakukan hal yang sama, sekarang aku tau ketulusan hati nya, tapi aku tetap tidak bisa membalas nya maafkan aku gas"


"Jangan melamun, aku pergi sekarang ya" senyum Bagas yang lalu pergi.


"Kenapa buru-buru sekali gas?" Raya mencoba mengejar sahabatnya.


Melihat hal itu Reiner segera membegal jalannya "Raya" ucap nya yang lalu menelungkup kan kedua tangan ke pipi pujaan hatinya.

__ADS_1


"Kamu lihat aku, kamu masih menyukai ku, iya kan? kamu mau menerima ku lagi iya kan?" tanyanya.


"Jawab jangan diam saja, kenapa kamu mencium ku hm..?" cecar nya seraya memandangi seluruh wajah cantik pujaan hatinya.


Sebenarnya tanpa sadar Raya sudah mengakui perasaannya kemarin dia menolak Bagas tapi baru saja dia mencium Reiner. Setelah beberapa saat terdiam Raya mulai memberanikan diri untuk bersuara.


"Iya,, aku masih menyukai mu" lirihnya kemudian.


Di luar ruangan masih ada Bagas yang mendengar kan pembicaraan mereka.


Bagas membalikkan tubuhnya menghentakkan punggungnya ke dinding, hancur berkeping hatinya bahkan setelah melakukan segalanya tetap saja cinta nya bertepuk sebelah tangan.


Jika di pikir apa kurang nya Bagas? namun begitu lah cinta terkadang tidak bisa memilih kepada siapa ia berlabuh.


"Aku bisa melupakan mu mulai sekarang, setidaknya aku sudah menjadi kebiasaan mu selama beberapa tahun ini, aku sudah cukup senang"


Bagas bukan laki-laki yang sulit mencari pengganti Raya, jika mau di hadapannya sudah berderet wanita yang mengagumi ketampanannya ini hanya masalah waktu dan kebiasaan saja meskipun akan tetap menemui kesulitan melupakan cinta pertamanya.


...****************...


Beberapa saat kemudian Hans keluar dari lift berjalan menuju ruangan putrinya tak sengaja Hans melihat Bagas yang sudah berjalan cepat menjauh dari sana.


"Bagas dari sini di jam kerja nya? tidak seperti biasanya" gumamnya.


Hans mengintip ke celah kecil pintu yang sedikit terbuka, dilihatnya putrinya tengah nyaman dalam pelukan mantan kekasihnya.


"Raya bersama Reiner kembali? sejak kapan mereka...?" gumam nya.


"Hans," suara dari belakang menyentak nya sontak ia membalikkan badannya.


"Wan, kamu.." datar Hans menatap wajah sahabatnya.


"Kali ini biar kan Reiner berhubungan dengan Raya kembali, aku mohon, aku takut dia meninggalkan ku lagi" lirih Hendrawan sendu.


Hendrawan sangat paham betul bagaimana perasaan putranya karena dulu dia juga pernah menjadi budak cinta nya Yana.


"Aku terserah Raya saja" sahut Hans menepuk bahu sahabatnya.


Hans tidak pernah keberatan dengan siapa Raya berhubungan asal laki-laki itu bisa menjaga dan menerima putrinya dengan apa adanya.


Toh Reiner juga bukan laki-laki yang brengsek lahir dari keluarga yang baik-baik kalau bicara tentang status sekarang dia sudah menjadi raja di perusahaan milik nya.


.


.


Bersambung dulu deeh...!


.

__ADS_1


__ADS_2