KAU GADIS LEMAH!

KAU GADIS LEMAH!
Bab 58. Hari pernikahan


__ADS_3

Para tamu undangan tampak memadati gedung pernikahan yang di dominasi warna silver bunga bunga segar bergelantungan menghiasi ruangan megah yang tampak menakjubkan.


Terlihat orang-orang kaya sudah mengenakan pakaian terbaiknya membuat gedung pernikahan Reiner & Raya semakin terlihat mewah.


Dari jajaran pengusaha sukses dalam negeri hingga luar negeri hadir dalam acara itu.


Meja prasmanan sudah di penuhi dengan berbagai macam lauk pauk yang namanya sulit sekali di sebut oleh lidah kita orang ndeso.


Terlihat pria tampan yang sudah memakai tuxedo tampak sedang melompat-lompat kecil sesekali tangannya mengepal mencoba mengurangi gamang yang sedang di rasakan nya.


Rafa yang melihat sahabatnya grogi seolah ikut merasakan nya ia mencoba menghibur laki-laki tampan yang masih berjalan mondar mandir di hadapannya.


"Rei, kamu coba telpon Raya, biar lebih tenang, mungkin saja grogi mu ilang setelah mendengar suara nya" usul nya sambil menepuk punggung sahabatnya.


"Sudah ku coba tapi tidak di angkat, mungkin masih sibuk di rias" saut laki-laki penuh gairah itu.


Tuk tuk tuk,, suara beberapa langkah kaki mendatangi mereka membuatnya menoleh ke arah sumber suara.


Dilihatnya ibu kandung dan ayah kandung mempelai laki-laki tidak sengaja bertemu di ambang pintu ruangan itu dari arah berlawanan.


Hendrawan yang sedikit masih grogi menatap mantan istrinya segera memberi jalan "Silahkan kamu saja duluan masuk" ucap nya.


"Iya makasih" saut mantan istrinya.


"Rei, sayang, maaf ya mamah baru sampai, kamu tahu kan perusahaan lagi ada sedikit masalah, mamah sibuk mengurus nya" ujar Yana kepada putranya.


"Iya.. " singkat nya yang masih menunjukkan wajah gamang nya.


"Kamu kenapa terlihat gugup begitu?" saut Hendrawan dari belakang Yana membuat Reiner mengalihkan pandangan ke arah nya.


"Emmh... " gugup Reiner.


"Kamu jangan gugup, sebentar lagi Raya menjadi milikmu, tenang lah" ucap ayahnya menenangkan putranya.


"Dulu kamu juga begitu" celetuk Yana menatap mantan suaminya membuat Rafa menahan tawa seketika "Ternyata like father like son itu benar adanya" batinnya.


Sedang dua laki-laki yang berdiri di hadapannya hanya diam saja dengan wajah kikuknya.

__ADS_1


...****************...


Sementara di ruang lainnya Raya sudah terlihat sangat anggun dengan gaun pengantin berwarna putihnya senyuman bahagia terus menerus menghiasi wajah cantiknya.


"Akhirnya hari ini tiba, sudah dari kecil aku menghayal kan pernikahan ini, dari yang masih di acuhkan oleh nya, sekarang dia sangat mencintai ku, terimakasih tuhan" ucap nya menatap dirinya di cermin yang berhiaskan bohlam lampu besar di tepiannya.


"Raya..... ya ampun kamu cantik sekali nak, gimana sama Rei? kamu sudah kirim fotomu ke dia? dia pasti senang sekali melihat mu" ujar Mira yang baru saja tiba bersama suaminya.


"Pi lihat putri kita cantik sekali sepertinya dia tidak mirip dengan ku" lanjutnya menatap heran.


"Lalu mirip siapa? kamu tidak menyadari kamu juga secantik Raya" sanjung Hans kepada istrinya yang membuat sang istri tersipu malu di hadapan putrinya.


"Kalian romantis selalu, semoga Raya sama Reiner juga seperti kalian" harap Raya.


"Tentu saja, Reiner sangat menyayangi mu" Mira sudah sangat yakin dengan bersatu nya mereka.


"Sayang, kamu gak papa kan? jantung kamu baik-baik saja kan?" sambung Hans menatap putrinya.


"Gak papa Pi, Raya baik-baik saja kok, lagian selama ini aku banyak istirahat" saut putrinya tersenyum.


Beberapa hari ini Raya memang hanya sibuk melakukan perawatan saja mengistirahatkan tubuh dan otak nya agar tidak mendapat kendala saat pesta pernikahan nya. Ibarat ponsel di cas dulu biar tahan batere nya.


"Halo, dok, gimana sudah sampai mana?" ujarnya gusar.


"Raya membutuhkan mu" lanjut nya berkata.


"Iya, segera kesini sebelum acaranya di mulai, aku tunggu" perintah Hans kepada orang di seberang telepon. Dan sepertinya orang di seberang telepon menyetujui perintah nya.


...****************...


Beberapa saat kemudian di tempat lain Bagas berjalan gontai menuju ruang makeup sahabatnya dengan rasa panas yang terus timbul tenggelam di hatinya ia terus melanjutkan langkahnya menemui pujaan hatinya yang sebentar lagi menikahi laki-laki lain.


Tiba di ruangan Raya menoleh secara natural ke arahnya dipikirannya mulai serakah "Seandainya saja aku yang akan menikahinya" batinnya menatap nanar.


"Bagas, " sapa Raya berlari memeluknya membuat nya semakin serakah "Apa aku culik kamu saja dari sini?" batinnya lagi.


"Kamu kenapa baru menemui ku? kamu bilang sebulan sekali, ini sudah hampir dua bulan kamu baru menemui ku, kamu sudah menemukan sahabat baru ya?" tanya wanita cantik di hadapannya.

__ADS_1


"Emmh... sebenarnya aku tidak di mutasi, aku hanya ingin memberi kesempatan pada mu untuk memperbaiki hubungan mu dengan calon suami mu itu" jawab nya tersenyum palsu.


"Kamu jahat sekali membohongi ku gas?" saut sahabatnya penuh kekecewaan.


"Sekarang kamu senang kan? apa pengorbanan ku sia sia?" tanya nya.


"Aku bahagia sekali, aku menyayangimu, jadi jangan pernah memutuskan persahabatan kita, meskipun sekarang sudah tidak bisa sebebas dulu lagi" harap Raya kepada nya.


"Iya" sautnya nanar.


...****************...


Akad nikah sudah di lakukan, janji dan sumpah pernikahan sudah di ikrar kan kini Reiner & Raya sudah SYAH menjadi seorang suami istri.


Hati pengantin laki-laki sudah merasa lebih tenang matanya tidak sabar ingin segera melihat wajah cantik istrinya.


Tak lama dari itu sorot mata tajam nya terkunci pada wanita bergaun putih yang tengah di iring ke arahnya. Senyum manis yang hanya untuk Raya itu mulai tertoreh di wajah tampan nya.


Di dadanya saat ini bergetar getar sedikit hangat membayangkan saat malam romantis bersama istrinya.


"Rei, sekarang kamu sudah bisa macem macem tuh, gasken lah" ucap Rafa menggodanya seolah tahu sekali yang ada dalam pikirannya.


"Gasken itu apa Fa?" polos Gabriel yang tidak terlalu bisa berbahasa Indonesia apa lagi yang di ucap Rafa barusan bahasa yang tidak baku.


"Kalo gak tahu menyimak saja sudah" timpal nya mengibaskan jemarinya membuat Gabriel semakin penasaran tapi tidak berani bertanya lagi.


Namun Reiner masih terus menatap ke arah yang sama kini istrinya sudah tepat di depan tubuh tegap nya.


Tatapan mata Reiner seolah sudah ingin memakan wanita cantik di hadapannya. Reiner memang pemuda setia yang cukup bergairah. Raya yang melihat itu mulai tidak nyaman.


"Rei, jangan terus menatap ku seperti itu, aku risi" kata Raya pelan.


"Aku hanya sedang Merekam wajah cantik yang bahagia ini di memory otaku, jangan pernah berubah, tetap lah seperti ini, selalu bahagia bersama ku" ucap nya membuat mata sang istri berkaca-kaca "Rei..." saut nya.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2