
Nia's
Setelah mengantarku pulang kerumah, Farhan berpamitan untuk pergi , aku tersenyum sambil melambaikan tangan. Mobil yang Farhan kendaraipun berlalu pergi.
Pandanganku tetap tertuju pada jalan kosong. Apa yang salah ? Kenapa hatiku terasa kosong? Padahal baru saja Aku tertawa begitu riang ? Aku menggelengkan kepala "Ahh waktunya beres2 rumah" ucapku dalam hati.
Aku berjalan masuk kedalam rumah meninggalkan jalanan yang sepi.
Aku menaruh tasku, masuk ke kamar mandi mencuci mukaku , dan mengganti bajuku dengan pakaian santai.
Aku mulai merapikan lemari yang biasanya penuh dengan bajuku dan baju Ria, ahh sekarang terlihat sedikit . Aku baru menyadari
bahwa aku hanya memiliki sedikit baju , biasanya memang aku selalu berbagi baju dengan Ria.
"Ahhh nanti aku bisa beli baju, bajuku juga sudah kuno semua, sekarang waktunya bersih-bersih" Aku berteriak dengan lantang untuk menyemangati diriku sendiri .
Mulai dari lemari, tempat tidur, meja belajar, kamar mandi , dapur, sampai ruang tamu yang terhubung langsung dengan tempat tidurku , mengelap setiap sisinya, menyapu kemudian mengepel.
Pukul 4.15 sore, akhirnya pekerjaanku selesai, rumah jadi terlihat rapi, sudah lama aku tidak melihat rumah serapi ini, biasanya Ria selalu tiduran ditempat tidur dan selalu meletakkan barang sembarangan , kini gak akan ada yang membuat rumah berantakan lagi.
__ADS_1
Aku tersenyum kemudian beranjak untuk mandi, setelah itu mengambil wudhu dan sholat ashar .
Aku ingat apa yang dikatakan nenek sejak dulu sekali "Jangan takut anakku, kamu tidak pernah sendiri, Allah selalu bersamamu, Allah melihat, Allah mendengar, dan Nenek yakin Allah akan selalu melindungimu".
Aku mulai mengangkat tanganku untuk berdoa, belum sepatah katapun terucap air mataku jatuh. Aku menangis, aku mengadu pada Allah apa yang aku rasakan saat ini dalam diam, aku tidak mendengar apapun selain suara hati dan tangisanku yang memilukan.
"Ya Allah aku sedih, aku kesepian, tolong hibur aku Ya Allah. Ibu, Nenek, Kakek, sekarang Ria, apakah aku anak yang jahat Ya Allah kenapa semua orang yang aku sayang i pergi?" Aku terus menangis hingga tertunduk, lelap dalam tangisanku.
Keesokan harinya aku pergi ke kampus, aku berjalan sendiri, aku melihat banyak siswa lainya yang sedang mengobrol. Aku menyadari satu hal bahwa mungkin disini hanya Akulah yang tidak memiliki teman . Kenapa aku tidak memiliki satu temanpun selain Ria? Apakah aku terlalu sibuk belajar ? Ahh pasti begitu biarkan saja aku juga tidak peduli.
Pulang dari kampus aku akan pergi ke mol untuk belanja, pikirku dan masuk kedalam kelas.
Seorang laki-laki duduk disampingku, ia tersenyum dan aku rasa dia ingin mengajak mengobrol , tapi aku tidak tahu siapa dia ? Aku rasa aku masih memiliki trauma dengan laki-laki aku tidak dapat mengenalinya, selain wajah Farhan itupun karena aku sering bertemu dengannya.
"Ahh iya" jawabku canggung
Laki-laki itu mengerutkan keningnya "Kamu lupa sama aku? Aku yang memberitahumu tugas Bahasa Inggris"
Aku sedikit berfikir tapi aku benar-benar tidak ingat "Maaf aku ada masalah untuk mengingat wajah lelaki"
__ADS_1
Sepertinya ia terkejut "Benarkah? itu sebabnya kamu selalu terlihat cuek pada cowok, ahh sial aku selalu memperhatikanmu tapi kamu bahkan tidak mengenali aku"
Aku menunduk merasa bersalah "Maaf aku benar-benar minta maaf"
Cowok itu malah tertawa "Haha ternyata kamu lucu sekali, aku kira kamu gadis yang dingin dan pemberani ternyata kamu punya sisi yang polos seperti ini"
Aku terdiam tidak mengerti apa yang ia maksud.
Cowok itu tersenyum dan memberikan tangannya untuk berjabat tangan akupun meraihnya "Baiklah mari berkenalan lagi namaku Ardan Hartadi, aku anak Bahasa Inggris semester 2"
Ahh aku ingat sekarang cowok yang ditaman "Oh ya aku ingat sekarang kamu cowok yang ditamankan? hehe iya salam kenal"
Cowok itu tersenyum yahh sedikit manis sih ehh apaan sih hehe, "Aku berharap kamu gk akan lupa lagi , mungkin kita akan sering bertemu bagi wa dong ?"
"Ahh iya" Aku reflek memberikan Hp ku
Ia menuliskan nomer telfonnya, dan memberikan Hpku kembali sambil tersenyum.
Dosen datang tanda pelajaran harus dimulai. Ardan terus duduk disampingku terkadang ia memandangku dan tersenyum.Akupun juga hanya tersennyum aneh. Hhhh ada apa ini kenapa jantungku sedikit berdebar.
__ADS_1
Tiba-tiba aku mengingat Farhan, apa yang ia lakukan sekarang ya ? mungkin sedang memandangi komputernya dan mengkerutkan kening karena sibuk dengan pekerjaannya. Tanpa sadar aku tersenyum sendiri, mengingat chat dari dia kemarin malam "Good night little angel, have a sweet dreams" haha angel? malaikat apaan pikirku .
Tanpa aku sadari Ardan memandangiku heran , aku hanya mengangguk sambil tersenyum aneh.