KEEP THE FAITH (Percaya Pada Allah)

KEEP THE FAITH (Percaya Pada Allah)
Kehidupan Pernikahan


__ADS_3

Farhan's


Tidak ada yang namanya cinta sebelum pernikahan.


Mataku masih tertutup, bibirku tidak bisa berhenti tersenyum, kenangan kemarin masih terbayang jelas difikiranku. Aku merasa tenang karena mengetahui satu hal bahwa Nia masih berada didekapanku, terlelap dalam mimpi indahnya.


Alarm berbunyi menandakan sudah pukul 4 pagi, aku meraih jam alarm yang ada di meja dekat tempat tidurku. Aku kembali menatap Nia dan tersenyum, Ia masih tertidur lelap aku ingin menggodanya lagi. Aku mencolek-colek pipi Nia mengunakan jari telunjukku, dia tidak bangun hanya mengernyitkan dahinya. Akupun mencium dahinya. Ia hanya bergumam. Akupun berbisik ke arahnya.


"Sayang sudah jam 7 pagi kamu nggak mau kuliah!"


Nia langsung membuka matanya karena terkejut ia segera bangun, dan seperti biasa bergumam nggak jelas sambil mengacak rambutnya. "Aduh, aku belum sholat, hari ini hari Senin kan tentu saja aku harus pergi kuliah ada tes dari Pak. Anggoro, aduh aku bisa mati karena guru killer itu" . Nia bingung sendiri dan ingin berdiri untuk beranjak ke kamar mandi, lalu ia menatapku karena aku hanya tertawa melihat sikapnya.


"Kenapa tertawa? lucu ya ? kenapa nggak membangunkanku?" ucapnya cemberut. Aku tidak menjawab hanya tertawa. Lalu ia melihat sekeliling kamar ehh sinar matahari belum masuk, mungkin kira-kira seperti itu lah pikirannya, ia menatap jam elektrik di samping meja tempat tidurku, akupun segera menutupinya dengan punggungku. "Ini masih pagi kan? jam berapa minggir" Ia mendorongku untuk menjauh. Haha aku hanya tertawa dan akhirnya mengalah. Ia menatapku sebal lalu memukuli lenganku "Kamu bohong kan dasar jahat! suka ya kalau lihat aku susah"


"Haha maaf, maaf lagian susah sekali membangunkan kamu" ucapku geli karena pukulannya.


"Susah apaan, kamu aja yang suka godain aku" ucapnya tidak berhenti memukuliku.


Aku tersenyum, dan meraih tanggannya agar berhenti memukuliku, akupun menatapnya, mata kami bertemu "Apa salahnya, kan aku menggoda istri sendiri" ucapku lalu tertawa lagi.


"Awas ya aku bales nanti" ucapnya, membuatku gemas akupun menariknya dalam pelukanku.


Aku menciumi kepalanya, ia berusaha untuk lari dari pelukanku. "Aku kan sudah minta maaf! " Aku meraih dagunya agar ia bisa menatapku, pipinya sudah memerah aku tersenyum "Kalau kita nggak segera mandi nanti kesiangan" ucapku sambil berbisik.


"Kalau begitu lepasin, aku mau mandi!" ucapnya melepaskan diri lalu lari ke kamar mandi.


Aku tertawa melihat tingkahnya yang malu-malu. "Tunggu mandi bareng dong aku juga telat nih!". Nia tidak mendengarkanku dan segera menutup pintunya dengan keras. Haha dasar !


Setelah mandi kami Sholat subuh berjamaah baru pertama kali aku jadi imam, biasanya mama memintaku untuk sholat berjamaah, aku selalu menolak karena malu. Seperti ini kah rasanya, jantungku berdebar lembut, seperti aku ingin menunjukkan pada Allah bahwa aku sangat berterimakasih karena mendapatkan istri yang terbaik, aku akan berusaha menjadi suami yang baik, suami yang mampu membimbingnya dan keluarga kami menuju surga, meskipun aku belum tahu bagaimana caranya, aku akan belajar mulai sekarang.


Menurutku sholat adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan setiap manusia, untuk berterimakasih pada Allah, Tuhan yang telah menciptakan seluruh alam, langit, bumi, manusia,beserta isinya hewan dan tumbuhan untuk memberi makan dan berlangsungnya kehidupan, suatu ritual yang di awali dengan niat dan di akhiri dengan ucapan salam. Kini aku seperti mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya, bersujud mengucap syukur bersama dengan istriku. Berdoa bersama berharap hanya kebahagiaan yang akan mengisi kehidupan kami. Melihatnya tersenyum kearahku, ketika aku menatapnya, ia meraih tanganku dan menciumnya. Terkadang aku berfikir seandainya menikah bisa membuat kita menjadi sebahagia ini kenapa aku tidak menikah dari dulu aja. Tapi ketika menatap wajah Nia aku menyadari satu hal karena Allah memintaku untuk menunggu, jodohku masih dipersiapkan, dan benar Nia adalah hal terindah yang aku dapatkan, aku berdoa agar kami bisa langeng sampai tua.


Aku baru mengganti baju kantorku, aku keluar ruang ganti baju dan melihat Nia masih berdandan. Nia memakai celana jeans warna biru tua dan kaos warna putih. Ia mengikat rambutnya tinggi terlihat jelas lekuk lehernya yang jenjang, aku mendekatinya, bahkan dengan dandanan sesimple ini ia terlihat sangat cantik, aku tidak rela orang lain melihatnya, gumamku dalam hati.


Aku berdiri disamping Nia yang sedang duduk, aku membelai rambutnya perlahan "Sayang !" Aku memanggilnya lembut berharap dia menoleh padaku.


"Heem !" Ia menatapku melalui cermin.

__ADS_1


"Kenapa kamu harus dandan, kalau pergi kekampus ?" tanyaku tidak suka.


"Aku cuma pakek bedak sedikit kok, lagi pula kamu mau punya istri yang jelek" jawabnya sambil memakai lipstik.


Aku menghentikannya, meraih tangannya, dan berusaha mengalihkan perhatian agar ia menatapku, kini posisiku sedang jongkok dihadapannya. "Jangan pakai ini, nanti kamu jadi terlalu cantik, kalau banyak cowok yang suka sama kamu gimana?"


"Memangnya kenapa kalau mereka suka aku? yang penting kan aku sukanya cuma sama kamu " jawabnya santai.


"Kamu tahu kenapa stalker itu mengikutimu, itu karena kamu cantik kan" jawabku khawatir.


"Percaya sama aku, aku bisa menjaga diriku sendiri" ucapnya sambil menyentuh wajahku membelanya sayang.


"Berjanjilah, jangan bicara sama cowok kalau tidak terlalu penting, jangan berteman dengan mereka, kalau ada yang menggangumu cepat telfon aku, atau kamu mau bawa pengawal" ucapku masih khawatir.


Nia menggaguk "Aku berjanji, jangan khawatir lagi aku bisa melindungi diriku sendiri kalau ada yang mengganguku aku akan segera telfon kamu"


Akupun tersenyum dan menciumnya "Anak pintar" ucapku kemudian. Ia hanya tersenyum lalu kembali merapikan rambutnya dan tidak jadi memakai lipstik hehe.


Aku pergi mengambil sebuah ATM didompetku, dan memberikannya pada Nia, Nia terlihat bingung. Lalu aku bilang padanya untuk jaga-jaga, agar dia bisa membeli kebutuhannya sendiri. Ia tersenyum senang dan menciumku ia bilang akan menggunakannya dengan baik.


Pukul setengah tujuh kami selesai bersiap-siap kami keluar kamar bersama, untuk sarapan. Hari ini Nia harus pergi kuliah dan aku harus pergi kerja. Aku mengantarnya dulu meskipun kantorku tidak sejalan dengan arah kampusnya aku merasa tidak rela kalau meminta sopir yang mengantarnya.


Aku berjalan biasa saja, untung tidak ada orang yang mengetahui aku sudah menikah, kalau tidak mungkin seisi kantor akan heboh sendiri. Aku duduk di ruanganku sendiri membuka laptop untuk mengecek pekerjaanku. Anton masuk sambil membawa berkas-berkas yang perlu aku cek dan tanda tangani. Aku mengambilnya dan membuka lebaran-lebaran berkas itu, tunggu kenapa Anton nggak pergi ia hanya berdiri sambil tersenyum, ya hanya dia yang tahu kalau aku baru saja menikah.


"Apa ?" tanyaku dingin.


"Hehe selamat ya han, nggak nyangka kamu seagresif ini baru dua hari yang lalu kamu ingin meminta maaf, tiba-tiba kemarin sudah menikah, gimana sudah melakukannya ?" tanyanya ingin menggodaku.


"Apa an ?" tanyaku cuek.


"Masak kamu nggak ngerti sih, kamu sudah 29 tahun pasti sulit untuk mengendalikannya kan ?" ucapnya cekikikan


"Mau mati ya ?" aku pura-pura kesal.


"Haha maaf, maaf, tapi aku akui kamu keren banget bisa-bisanya langsung menikah seperti itu ?"


"Nia digangu stalker, aku nggak bisa kan meninggalkannya sendiri ?" ucapku membela.

__ADS_1


"Haha, alasan saja bilang aja udah gak kuat nahan nafsumu, kamu kan bisa aja nyuruh orang buat jagain dia, tapi kamu malah milih nikahin dia " ia malah tertawa semakin kencang.


"Benar juga ya gue nggak kepikiran" jawabku datar. "Ehh lo udah nemuin stalker itu kan?" tanyaku lagi.


"Haha, lo ngalihin pembicaraan ya" Anton memberikan selembar foto cowok. "Dia asisten dosen matematika, gue udah tangkep dia, alasanya dia udah suka Nia dari dulu tapi nggak percaya diri buat ndeketin soalnya Nia itu dijuluki preman kampus , haha nggak tahu kok bisa sampai ada julukan seperti itu".


Aku tertawa mendengarnya, karena aku tahu bagaimana cara dia berkelahi.Tapi jangan harap aku memberitahumu haha.


"Lo kenapa malah tertawa ?" tanyanya bingung. "Harusnya lo marah kan ?".


"Gue lagi senang sekarang , bereskan dia nanti gue akan kesana bersama Nia" ucapku kembali ke arah dokumen yang harus aku tanda tangani.


"Ehem senang banget ya, pasti udahkan tadi malam ?" ia tersenyum penuh arti.


"Sudah pergi sana !" jawabku kesal.


"Jadi sudah ya , haha, kalau ada apa-apa panggil aku bos, aku mau naik jabatan , kalau bos mau pulang aku bisa nyelesaiin pekerjaannya " ia tertawa sambil berlalu pergi.


Aku hanya tertawa dasar. Aku meraih hpku apa yang sedang Nia lakukan ya ? "Sayang kamu sudah masuk kelas ?" tanyaku.


"Belum, masih baca buku nunggu dosen dateng" wah langsung dibalas aku senang sekali.


"Aku sudah menangkap stalker itu, kamu jangan khawatir belajar yang rajin ya!"


"Sudah tertangkap? gimana caranya?"


"Hey kamu meremehkan suamimu ya ?"


"Hehe maaf sayang, i love you nanti aku langsung pulang setelah kuliah"


Hah apa maksudnya pipiku memerah melihat sms darinya "Baiklah, kamu harus sabar menungguku!"


"Haha jangan pulang larut malam ya ! 😘 "


Ahh dasar gadis kecil ini berani-beraninya menggodaku "Haha kamu akan menyesal memintaku pulang lebih awal" .


"Hihi ternyata suamiku menyeramkan"

__ADS_1


Ahh sudahlah , aku tidak bisa fokus kerja karena dia. Waktu cepatlah berputar aku ingin segera pulang.


Nia kamu akan menyesal!! Memangnya apa yang akan Farhan lakukan? hehe ^^


__ADS_2