
Roses are red, Violets are blue
Inside me, beat two hearts for you
Morning sickness, mungkin ini lah yang dirasakan oleh Nia. Jam masih menunjuk pukul 3, tiba-tiba ia terbangun karena mual, ia segera lari kekamar mandi dan mengeluarkan semua isi perutnya.
Farhan masih terlelap dalam mimpinya ia tidak sadar kalau istrinya tidak ada di sampingnya.
Nia merasa tidak enak badan, ia ingin kembali keranjang untuk tidur lagi, tapi rasa mualnya tidak kunjung berhenti, ia hanya merasa mual tapi tidak ada yang bisa ia keluarkan.
Nia menghitung kapan terakhir kali ia datang bulan, ya memang sudah telat mungkin saja ia sedang hamil sekarang. Nia tersenyum sambil meraba perutnya yang masih belum terlihat menonjol.
Apakah kamu sudah ada disana nak, semoga saja kamu segera hadir dalam kehidupan ayah dan bunda.
Nia tidak bisa berhenti tersenyum karena memikirkan bagaimana ekspresi suaminya. Ia merasa senang meskipun tubuhnya sudah tidak berdaya sekarang.
Pukul 4.15 alarm berbunyi, akhirnya Farhan terbangun karena istrinya tidak bangun untuk mematilan alarm. Farhan bangun dan mencari istrinya karena tidak mendapati istrinya diatas ranjang, dengan malas ia berjalan menuju kamar mandi.
Pintu kamar mandi tertutup, Farhanpun mengutuk pintu memastikan apa yang sedang istrinya lakukan, tapi Nia tidak menjawab, 'Apakah ia tertidur dikamar mandi ?' gumam Farhan kesal.
Farhan membuka pintu kamar mandi, ia langsung membuka matanya lebar-lebar ketika melihat istrinya terduduk sambil bersandar di toilet duduk. Farhan menghampiri istrinya yang masih tidur ia mulai cemas karena wajah Nia sangat pucat. Ia menggendong istrinya untuk kembali ke atas ranjang, tubuh Nia terasa dingin , Farhan segera menyelimuti istrinya.
Nia tersenyum lalu membuka matanya, ia melihat ekspresi suaminya yang terlihat sangat khawatir.
"Kau baik-baik saja ? kenapa tidur dikamar mandi ?" ucap Farhan sambil membelai rambut istrinya.
"Perutku sedikit sakit karena kemarin terlalu banyak makan hehe, aku terlalu malas untuk kembali kekamar jadi tidur saja disana" ucap Nia berbohong agar suaminya tidak khawatir, ia juga tidak berani bilang kalau dirinya sedang hamil karena masih belum pasti, takut kalau suaminya akan kecewa.
"Kamu merasa lebih baik sekarang ? seharusnya kamu memanggilku !" ucap Farhan yang masih sangat khawatir dengan keadaan istrinya. "Sejak kapan kamu tidur disana ?" ucap Farhan lagi penasaran apakah istrinya sepanjang malam tidur disana , ia marah pada dirinya sendiri karena tidak menyadari ketika istrinya sedang sakit.
"Aku baik-baik saja kok, aku mau air ambilkan aku air dong !" ucap Nia manja.
Farhan mencium kening istrinya "Tunggu sebentar !" ucapnya lalu meninggalkan Nia untuk mengambil air minum.
Setelah mengambil air minum untuk istrinya Farhan menelfon dokter Handoko agar datang dan memeriksa keadaan istrinya.
Sepertinya kondisi Nia sudah membaik merekapun sholat subuh berjamaah.
Pukul 6 pagi dokter handoko datang, ia segera memeriksa kondisi Nia. Mengecek suhu tubuh, lalu detak jantungnya beberapa kali ia mengedipkan mata berfikir.
__ADS_1
"Kenapa dok, apakah istri saya baik-baik saja ?" ucap Farhan khawatir, karena dokter handoko tidak juga memberi tahu hasilnya.
"Kondisi tubuhnya baik-baik saja, sepertinya Mbak Nia sedang hamil, untuk lebih jelasnya nanti silahkan pergi kerumah sakit untuk mengecek kehamilannya" ucap Dokter Handoko.
"Hamil ?" Farhan masih bingung ia menatap istrinya yang tersenyum padanya.
"Iya mas, kamu akan menjadi ayah !" Ucap Nia senang karena praduganya ternyata benar.
Farhanpun tersadar lalu tersenyum memeluk istrinya, mencium kepala Nia beberapa kali "Terimakasih sayang !" ucap Farhan sangat bersyukur meskipun ia sedikit takut tadi tapi melihat senyuman istrinya rasa takutnya perlahan hilang.
"Ehem !" Suara Dokter Handoko menyadarkan Farhan kalau ia tidak hanya berdua dikamar ini "Kalau begitu selamat ya Pak Farhan dan Ibu Farhan, saya pamit dulu !" ucapnya berpamitan pergi agar sepasang suami istri yang berbahagia ini bisa memiliki tempat untuk berdua.
"Iya Dokter Han, terimakasih banyak" ucap Farhan sedikit malu.
Dokter Handoko pun keluar dari kamar.
Farhan kembali memeluk istrinya, Nia juga tersenyum senang ia mulai teringat novel tentang ibu hamil kalau suaminya akan 10 kali lebih perhatian pada istrinya yang sedang hamil.
Tidak lama kemudia Farida masuk, karena ia melihat Dokter Han keluar dari rumah, Ia bertanya-tanya siapa yang sedang sakit.
Farhan menjelaskan kalau istrinya sedang hamil.
Farida ikut bahagia, ia merasa senang karena sebentar lagi akan memiliki cucu.
Pagi yang mengharukan untuk pasangan Farhan dan Nia. Lain halnya dengan pasangan Zain dan Mariam, pasangan baru karena perjodohan, mereka pasti merasa sangat canggung, apalagi Mariam telat bangun tidur sehingga suminya lah yang membangunkanya. Hari pertama sangat memalukan itu lah yang dirasakan oleh mariam.
Setelah sholat subuh Mariam pergi kedapur untuk membantu ibu mertuanya memasak, untung saja ibu mertuanya sangat baik ia terus mengajak ngobrol Mariam hingga rasa canggung itu perlahan memudar.
Zain dan Mariam menggambil cuti seminggu karena harus membereskan rumah barunya sekaligus berbulan madu.
Setelah selesai sarapan, Mariam membantu mencuci piring dan menyapu. Pukul 9 pagi, Zain mengajaknya untuk melihat rumah baru mereka sekaligus berbelanja perabot rumah tangga. Zain sudah ingin segera pindah dari rumah orang tuanya.
Zain membawa mobil orang tuanya untuk mengajak istrinya pergi, yah Zain belum punya mobil ia hanya punya motor yang biasanya ia pakai untuk pergi kerja.
Mereka berhenti disebuah perumahan, yang masih baru bahkan beberapa rumah masih dalam proses pembangunan. Zain dan Mariam masuk kedalam rumah mereka melihat kedalam rumah melihat seperti apa kondisi rumah tersebut. Rumah kecil yang terlihat nyaman, dengan ruang tamu yang besar terhubung langsung dengan dapur minimalis yang cantik, kamar utama yang besar dengan dilengkapi oleh kamar mandi juga, disamping dapur juga ada toilet. Mariam terlihat puas dengan rumahnya, ia tidak sabar untuk mengisi perabotnya.
Sedangkan Zain merasa kesal karena orang tuanya hanya membeli rumah dengan satu kamar. (Sebenarnya itu rencana author sih, kamu kan nakal, bagaimana kalau nanti kamu menelantarkan istrimu, haha hanya antisipasi sih, author ingin kalian bahagia juga hihi^^).
Setelah puas melihat isi rumah mereka pergi ke MOL untuk berbelanja perabot. Mariam sedikit tidak enak hati karena semua pemberian dari keluarga suaminya sedangkan keluarganya tidak membantu apapun.
__ADS_1
Mereka pergi ke toko mebel, Zain membeli ranjang besar, Mariam melihat harganya yang bertulis King Koil Spring Bed Rp.13.700.000 . Mariam tidak percaya dengan harganya untuk apa suaminya membeli barang mewah seperti itu, ia ingat ranjangnya saja hanya seharga 2 jt.
Mariam menarik tangan suaminya untuk menjauh.
Zain menatap istrinya dengan bingung "Kenapa ?" ucapnya kemudian.
"Kamu yakin mau beli itu, matrasnya mahal sekali" ucap Mariam mengingatkan suaminya.
"Tidak papa aku punya tabungan kok !" Ucap Zain santai.
"Begini, aku minta maaf karena sekarang aku masih belum punya uang untuk membantu, aku tahu kamu punya uang tapi ingatlah masa depan kita masih panjang, nanti kalau kita punya anak kita akan butuh rumah yang lebih besar, biaya kuliahku juga tidak murah, pengeluaran setiap hari, untuk makan, listrik, air, belum kebutuhan mendadak lainnya, kita harus mulai menabung, kita membeli barang yang diperlukan saja tidak perlu barang mewah seperti itu. Kita akan berusaha bersama aku akan belajar dengan giat agar bisa segera lulus dan menjadi dokter nanti kalau aku sudah punya uang aku juga akan mengganti uangmu".
Zain tertawa mendengar ucapan istrinya yang polos itu, karena selama ini orang tuanya selalu memberikan apapun yang ia mau ia tidak pernah memikirkan tentang uang. "Kalau begitu kamu saja yang memilih aku akan mengikuti kemauanmu" ucap Zain yang membuat Mariam senang.
Akhirnya mereka membeli banyak barang, sofa, meja makan kecil, lemari 4 pintu, 2 meja kerja, ranjang,kulkas, tv, rak untuk dapur, perkakas dapur piring, gelas, dan lain-lain.
Zain tersenyum karena ia hanya memerlukan uang kurang dari 20jt untuk membeli barang sebanyak itu.
Sepertinya aku akan cepat menjadi kaya kalau terus seperti ini.
Waktunya pulang dan beres-beres rumah, Mariam menolak ketika suaminya ingin meminta orang untuk membantu pekerjaan mereka, akhirnya mereka menyelesaikan pekerjaan itu sendiri, menyapu, mengepel, mengelap seluruh kaca, dan jendela, besok barangnya akan datang, dan mungkin mulai besok ia akan pindah kerumah ini.
Mariam merasa sangat senang karena rasanya seperti mimpi, akhirnya ia menjadi seorang istri, dan sebentar lagi ia memiliki rumah sendiri ia akan bebas melakukan apapun, perjodohan ini tidak buruk sama sekali itulah yang terpikir oleh gadis bercadar ini.
Zain mengendarai mobilnya untuk kembali kerumah orangtuanya, sedangkan Mariam tertidur di mobil karena kecapekan. Zain tersenyum ketika menatap istrinya yang sedang tertidur.
"Little cat, you alredy grow up !" ucap Zain mengingat masa kecil mereka, ketika mereka pertama kali bertemu, Zain dan teman-temannya meminta Mariam yang masih berumur 7 tahun untuk membuka cadarnya. Tapi Mariam menolak dan merekapun membuly mariam mengatai kalau mariam adalah gadis buruk rupa karena menutupi wajahnya, padahal gadis seusianya masih tidak memakai cadar, kebanyakan hanya orang dewasa yang menutupi wajah mereka dengan cadar.
Suatu ketika Zain bersama teman-teman bermain petak umpet dan siapa yang kalah ia harus bisa memaksa Mariam untuk membuka cadarnya, entah kenapa mereka sangat tertarik untuk membuli Mariam karena Mariam tidak memiliki banyak teman.
Sialnya Zain lah yang kalah, ia pun menghampiri mariam yang sedang bermain diayunan, tanpa mengucapkan apapun Zain menarik cadar Mariam hingga Mariam jatuh dari ayunan.
Zain berlari dan tertawa senang karena berhasil mengambil cadar itu, teman-temannya pun ikut tertawa.
Ternyata Ayah Zain melihat kejadian itu, Ayah Zain marah dan meminta Zain untuk mengembalikannya.
Zain menghampiri Mariam yang masih menangis ia mengebalikan cadarnya dan meminta maaf.
Mariam menatap Zain lalu berhenti menangis ia berdiri dan mengambil cadarnya, tapi bukan hanya mengambil cadarnya ia juga menarik tangan Zain dan mengigitnya sekuat tenaga hingga Zain menangis.
__ADS_1
Mariam tersenyum senang dan berlari pulang kerumahnya.
Wowow, they are so cute !! Hehe ^^