KEEP THE FAITH (Percaya Pada Allah)

KEEP THE FAITH (Percaya Pada Allah)
Kenyamanan


__ADS_3

Farhan's


Angin sore meniup lembut, beberapa daun dan debu halus ikut berterbangan. Suasana sayu yang menghanyutkan setiap jiwa yang sedang dilanda cinta. Kini aku sedang duduk bersama wanita yang aku cintai.


Nia duduk disampingku, menyandarkan punggungnya dikursi taman, kita masih berada disekitar taman hiburan. Terlihat ia beberapa kali menyibakan rambut hitam gelombangnya. Dengan tinggi sekitar 160 cm dan rambut panjangnya yang terburai, meskipun bajunya terlihat kampungan entah kanapa Ia terlihat begitu indah dimataku.


Aku bahkan suka berlama-lama memandanginya meskipun tanpa mengucapkan apapun. Jantungku terus berdetak kencang, otakku sepertinya sudah berhenti bekerja, aku merasa canggung berada di sekitarnya. Tapi aku menyukai perasaan ini, tidak rela untuk berpisah aku mencari alasan untuk bermain dengannya seharian. Inikah rasanya ingin memiliki?


Untuk pertama kalinya dalam hidupku aku jatuh terlalu dalam, aku penasaran dengan sosok gadis ini. Terlihat begitu kuat tapi sepertinya tidak begitu ? Apa yang membuatnya setegar ini ? Apakah karena ia sudah merasakan kesepian sepanjang hidupnya ? Bahkan sepertinya dunia telah berpaling darinya. Aku terus memikirkan hal ini setelah Ria menceritakan panjang lebar tentang kisah masalalu gadis ini. Aku ingin mendekapnya, melindunginya, mengisolasinya dari dunia luar yang kejam.


Tapi apa daya, dia tidak menginginkannya, apa yang harus kulakukan untuk membujuk gadis keras kepala ini?


"Mas .." ucapnya mengagetkanku.


"Ya ?" Akupun menoleh padanya membuyarkan semua lamunanku.


"Sepertinya sudah sore aku mau pulang" ucapnya kemudian.


Aku menatap jamku sudah menunjuk pukul 5 sore. "Kamu lapar? kita cari makan dulu ya ?" ucapku masih tidak mau berpisah.


"Mas lapar ya ? ayo cari makan sekarang biar aku yang traktir, mas udah keluar banyak uang untukku hari ini" jawabnya.


"Haha baik lah ayo !" apa yang bisa kulakukan untuk gadis sepolos ini, apakah dia tidak tau seberapa besar kekayaanku? Bahkan belum pernah ada seorangpun yang mentraktirku makan. Semua teman-temanku menganggap aku adalah seseorang yang sukses mereka suka mengajakku bermain , tapi hanya untuk menjilat menginginkan sesuatu dariku. Tapi aku baik-baik saja dengan itu semua, karena uang bukanlah masalah besar untukku.


Sibuk mencari tempat makan, akhirnya malah kita duduk disini, Mc Donald! Memasan dua burger, kentang goreng ukuran besar dan dua gelas colla.


"Kamu suka makan disini?" tanyaku kemudian.


"Hehe iya, aku jarang bisa makan ditempat seperti ini, kalau kita makan disini bukankah kita terlihat seperti orang kaya " ia tersenyum malu.


"Haha benarkah ayo makan, pesan lagi kalau kurang" akupun tersenyum.


Dia bilang apa? seperti ...? haha aku tidak bisa berhenti tertawa, bukan hanya seperti, tapi karena aku memang orang kaya, seandainya dia tahu kalau aku bahkan mampu untuk membeli gedung ini.

__ADS_1


Mungkin untuknya makanan seperti ini terbilang mewah karena ia bisa menghabiskan 50 ribu, uangnya untuk sekali makan. Padahal ia bisa menggunakan uang itu mungkin untuk lima kali makan, yah kalau dia beli pecel atau bakso seperti biasanya.


Selesai makan aku mengantarnya pulang kekosannya. Aku ikut keluar hingga sampai didepan rumah berlantai dua dengan delapan pintu.


"Dimana kamarmu ?" Tanyaku penasaran.


Ia tersenyum seperti ingin aku memberi penjelasan "Kenapa? kamu nggak akan masuk malam hari dan menculikku kan?"


"Haha aku tidak akan menculikmu, aku akan membawamu dengan terhormat" jawabku sambil tertawa.


Iapun ikut tertawa "Rahasia!" jawabnya.


"Sekarang masih belum jam 7 kamu tidak mau mengajakku mampir kerumahmu?" jawabku memelas.


Ia tersenyum "Maaf tuan muda, saya tinggal sediri jadi saya tidak bisa mengajak anda masuk kedalam rumah sempit saya"


Haha dasar dia tidak bisa membuatku marah "Masuklah! Aku ingin melihatmu selamat sampai rumah ".


"Haha, dasar anak nakal, bahkan kamu tidak mau memberitahu dimana kamarmu pada calon suamimu sendiri" ucapku menggoda.


"Kan masih calon, belum saatnya kamu masuk ke kamarku " senyumnya mengembang malu-malu.


Aku meraih kedua tangannya kemudian mengengamnya, meremasnya lembut dalam jari-jariku. Akhirnya mata kami bertemu.


"Nia !" Aku memanggil namanya dengan penuh perasaan.


"Heem ?" Jawabnya.


"Sweet heart !" panggilku lagi ingin melihat ekspresinya.


"Ya ?" pipinya berubah menjadi merah.


Aku mencium kedua tangannya bergantian, kemudian kembali menatapnya "Aku mencintaimu, jaga dirimu baik-baik" ucapku tulus.

__ADS_1


Wajahnya merah padam, ia mengangukkan kepala aku senang melihat ekspresinya benar-benar imut.


"Dear !" panggilku lagi masih dengan penuh perasaan.


"Heem?" ia kembali menatapku.


"Bolehkah aku menciummu?" tanyaku lagi.


Matanya terbelalak kaget sepertinya ia tersadar akan sesuatu, Ia melepas tangannya berfikir akan sesuatu, salah tingkah ia mencoba membenarkan tatanan rambutnya, kemuadian ia tertawa sambil mendorong bahuku lagi mengantarku kedalam mobil "Sudah malam, pulanglah nanti jalanan menjadi gelap , aku juga harus istirahat" ucapnya kemudian.


"Tapi ?" ucapku mencoba meraih tangannya.


Ia melepaskan tangan nya "Selamat malam, hati-hati dijalan, aku masuk dulu ya ?" ia pun segera berlari meninggalkanku.


Aku masih terpaku memandangnya, ia masuk ke kamar nomor dua, lantai atas. Aku tersenyum memandangnya salah tingkah , ia bahkan tidak berbalik menatapku . Haha puas sekali melihatnya sepanjang hari . Seandainya aku bisa menikah dengannya mendekapnya setiap hari dalam pelukanku.


Ahh aku benar-benar dimabuk cinta, diumur segini? haha siapa juga yang mengajariku berkata-kata seperti tadi? Padahal aku benci sekali dengan hal-hal berbau romantis.


Aku tidak bisa berhenti tersenyum hingga pulang kerumah, bahkan aku tidak memperdulikan padangan mama yang melihatku tersenyum senang.


Aku mandi air dingin untuk menjernihkan pikiranku, bahkan air dingin terasa hangat, tidak mampu meredam gelora dalam tubuhku. Nia ...? Aku bisa gila karenamu.


Bahkan sampai ketempat tidur memjamkan mataku. Wajah Nia tidak mau pergi dari pikiranku. Aku tidak bisa tidur, mengecek hpku mungkin ada sms masuk tadi. Benar saja ada banyak pekerjaan biasanya memang hari minggu pun aku sibuk .


Aku bangun untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang belum selesai. Untuk sesaat fikiranku teralihkan . Pukul 9.30 ada sms masuk lagi, Nia ? jantungku bergetar bahkan hanya melihat nama dari pengirimnya.


"Terima kasih untuk hari ini, aku senang sekali, good night my dear 💜 " isi pesan darinya.


Jantungku rasanya mau melompat, hatiku menari-nari bahagia , aku tersenyum bahkan sampai tertawa aku menutup wajahku dengan beberapa dokumen yang baru aku kerjakan. Haha bagaimana ini ? Aku benar-benar gila ?


Bahkan Nia sampai masuk kedalam mimpiku, rasanya aku tidak ingin bangun selamanya. Dengan memeluk guling disampingku, padahal biasanya aku tidak pernah menggunakannya, membayangkan bisa memeluknya erat seperti ini mencium rambutnya mendengar nafasnya yang hangat dan pelan saat sedang tertidur pulas.


Mimpi apa hayoo !! hehe .

__ADS_1


__ADS_2