KEEP THE FAITH (Percaya Pada Allah)

KEEP THE FAITH (Percaya Pada Allah)
Adorable


__ADS_3

The day you come into my life, i knew what my purpose was. To love and protect you with everything i have.


Hari demi hari terlewati layaknya bunga mawar yang tumbuh hingga mekar. Ada kejutan baru setiap harinya, yang pasti hal ini sangat mengagumkan.


Farhan yang awalnya kecewa karena memiliki anak laki-laki yang sangat mirip dengannya, sekarang jadi berbanding terbalik ia sangat mencintai anaknya.


Hari ke-2 dirumah sakit.


Nia meminta agar bayinya dipindahkan keruangannya, entah bagaimanapun caranya. Ia ingin mengawasi Yusuf kecil yang sedang tertidur.


The power of money nothing is imposible.


Bermula ketika anaknya menangis disaat istrinya sedang tertidur. Farhan dengan malas berjalan kearah anaknya. "Ssst, jangan berisik bunda lagi tidur !"


Tentu saja bayi kecil itu tidak mengerti ucapan Farhan.


Farhan menarik nafas panjang. "Huh, sepertinya bukan hanya wajahmu yang mirip denganku tapi kelakuanmu juga sangat menyebalkan." Farhan mengambil bayinya didalam box bayi dan segera menggendongnya.


Ia berjalan keluar ruangan agar istrinya bisa tidur dengan nyenyak.


Di koridor rumah sakit Farhan berusaha menenangkan anaknya. Jam menunjuk pukul 2 malam, Farhan juga merasa lelah dan mengantuk tapi anaknya tidak juga diam. Farhanpun duduk di sebuah kursi tunggu, ia meletakkan anaknya dipangkuannya, menatap wajah Yusuf yang sedang menangis.


Tubuh yang sangat kecil dan wajah yang mungil, kulitnya masih berwarna merah, Farhan berfikir apanya yang mirip dengannya tidak mirip sama sekali, jelas-jelas ia 100 kali lebih tampan dari anak ini. Tapi bagaimanapun juga anak ini adalah anak pertamanya dengan Nia.


Farhan menyentuh pipi anaknya, terasa lembut dan hangat. Lalu pindah kearah bibir mungil itu mengelusnya perlahan agar berhenti menangis. "Kenapa kamu terus saja menangis, apakah kamu tidak mengantuk ? Apakah kamu tidak lelah ?" ucap Farhan lembut seolah sedang berbicara dengan anaknya. Farhan tidak memiliki keluarga dekat, jangankan bermain dengan bayi, bermain dengan anak kecil saja tidak pernah, jadi ini pertama kalinya ia berhadapan dengan seorang bayi.


Seperti sebuah keajaiban, Yusuf kecil berhenti menangis dan membuka matanya perlahan. Ia menatap wajah ayahnya dengan mata yang berkaca-kaca, mengedip-ngedipkannya perlahan, seperti ingin mengucapkan sesuatu tapi tidak bisa.


Deg,deg,deg ! Jantung Farhan berdetak dengan kencang seperti saat pertamakali jatuh cinta. Imut sekali pikirnya, farhan tersenyum dan mencium anaknya "Kamu sudah berhenti menangis apa yang kamu inginkan ?" ucap Farhan pada anaknya.

__ADS_1


Bukanya menjawab Yusuf kecil malah kembali menangis.


Farhan kebingungan saat anaknya kembali menangis. "Cup, cup ayah disini jangan menangis lagi, tubuhmu sekecil ini kenapa suara tangisamu kencang sekali ?"


Sesaat kemudian Nia datang, mungkin Nia juga mendengar suara tangisan anaknya.


"Kenapa kamu keluar, masuk lagi dalam kamar istirahat !" ucap Farhan khawatir saat istrinya berjalan mendekat.


Nia tersenyum lalu mendekat dan duduk disamping suaminya. "Berikan Yusuf padaku, mungkin dia lapar ?" ucap Nia sambil meraih Yusuf didekapan suaminya.


"Kamukan masih sakit, apakah tidak papa seperti ini ?" ucap Farhan masih khawatir tapi ia tetap memberikan anaknya pada istrinya.


Nia tersenyum tidak menjawab, lalu memberikan ASI pada anaknya. "Lihat, Yusuf kita sedang lapar, aku baik-baik saja kok, jangan khawatir aku jauh lebih sehat dari apa yang kamu pikirkan !"


Farhan tidak menjawab, pandanganya fokus menatap anaknya yang sedang minum ASI, lalu tersenyum. "Oh jadi dia menangis karena lapar ?" ucapnya perlahan tanpa menatap istrinya.


Nia tersenyum melihat suaminya yang menatap anak mereka, seperti menatap sesuatu yang mengagumkan. "Anak kita tampankan, aku penasaran akan jadi setampan apa dia nantinya, apakah ia akan jadi setampan kamu ?"


Nia hanya mengikuti kemauan suaminya, bersandar dibahu suaminya, ia merasa kebahagiaanya sudah lengkap sekarang.


Farhan membelai kepala istrinya perlahan, sedangkan Nia hanya menikmatinya sambil memejamkan mata. "Aku tidak pernah tahu kalau di koridor rumah sakit, bisa menjadi tempat seromantis ini !" ucap Farhan lirih.


Nia tersenyum. "Bukan tempatnya yang romantis, tapi karena kamu ada disini, kamulah yang menciptakan suasana romantis ini !"


Farhan tersenyum "Jadi menurutmu aku lah yang romantis !".


Nia tertawa "Benar !" ucapnya sambil menganggukkan kepala tanda setuju. Nia bangun lalu menatap wajah suaminya. "Ngomong-ngomong sampai kapan kita mau duduk disini ? Yusuf sudah tidur, aku juga masih ngantuk !" ucap Nia mengajak suaminya untuk kembali kekamar dengan cara yang halus.


Farhan tertawa "Kamu merusak suasana romantis saja, ayo kembali !" ucap Farhan, sambil mengambil anaknya yang sudah tertidur dari gendongan istrinya. Kemudian Farhan mengulurkan lengannya agar Nia berpegangan padanya. Ya saat ini Nia masih kesusahan dalam bergerak.

__ADS_1


Dua hari berikutnya Nia sudah bisa pulang kerumah. Mama dan Bi Mina menyambut kehadiran mereka dengan bahagia.


Kini mereka sedang bermain bersama didalam kamar.


"Wah cucuku sudah bisa tersenyum !" ucap Farida saat melihat Yusuf tersenyum.


Farhan tersenyum "Iya Yusuf kita tumbuh dengan cepat, dia sangat manis saat sedang tersenyum, lihat dia juga sangat manis saat menguap !" ucap Farhan senang saat melihat anaknya sedang menguap. "Aku yakin tidak ada bayi lain yang semanis Yusuf kita, ia terlihat manis saat bangun ataupun tidur, apalagi saat sedang mandi, Yusuf kita senang sekali bermain air, ia menggerakkan tangan dan kakinya dengan sangat mengagumkan. Dan ketika aku menyentuh tangannya, Mama tahu apa yang dia lakukan dia menggengam jari telunjukku, ah manis sekali !" ucap Farhan terus memuji anaknya sendiri.


Nia hanya tersenyum dengan malu "Mas Farhan selalu seperti itu, ia tidak mau lepas dari anaknya, sepertinya aku akan punya saingan sekarang !" ucap Nia menggoda Farhan.


"Tentu saja itu tidak benar, istriku tetap yang paling manis, meskipun tidak semanis anak kita !" ucap Farhan berkomentar.


"Hey yang namanya paling manis itu artinya tidak ada lagi yang bisa menandingi, dasar !" ucap Nia tidak mau kalah.


"Ada kok ini Yusuf kita, ia manis dari yang paling manis !" ucap Farhan polos. (Haha contoh orang yang jadi bodoh karena keimutan seseorang ! jangan ditiru ya ^^)


Nia menggeleng tak percaya lalu menatap ibu mertuanya yang tertawa dari tadi.


"Haha maaf, Farhan memang tidak pernah bermain dengan anak kecil, jika aku tahu ia akan sebahagia ini harusnya dulu aku memberikannya adik juga !" ucap Farida senang melihat keluarga harmonis anaknya.


Farhan tumbuh seperti ayahnya tampan, pintar, baik, bertanggung jawab dan suka dengan anak kecil. Seharusnya dulu ia tidak menunda rencana untuk memiliki anak kedua.


Karena Farida yang juga seorang wanita karir ia ingin merencanakan anak ke duanya setelah Farhan berusia 7 tahun, karena pekerjaannya tidak bisa ditinggalkan begitu saja.


Tapi takdir berkehendak lain suaminya meninggal karena kecelakaan disaat Farhan masih berusia 6 tahun, jika ia tahu bahwa akan terjadi kejadian seperti ini, ia ingin menyerahkan seluruh hidupnya hanya untuk merawat suami dan anaknya, melakukan apapun yang suaminya inginkan, entah itu memiliki anak kedua ataupun berhenti bekerja.


Nasi sudah menjadi bubur, Farida tidak bisa kembali kemasa lalu, tapi ia juga tidak bisa lupa dengan rasa cintanya pada suaminya. Hingga ia memutuskan tidak mau menikah lagi meskipun banyak pria yang ingin meminangnya. Baginya hanya kebahagiaan Farhanlah yang terpenting didunia ini, satu-satunya orang yang bisa mengingatkan pada kenangan bersama suaminya, betapa bahagiaanya kehidupannya dulu.


Sekarang Farida sudah merasa lega, memilih Nia sebagai menantunya adalah pilihan terbesar dan terbaik yang pernah ia lakukan.

__ADS_1


Semoga keluarga mereka selalu bahagia seperti ini, hingga tua hingga maut memisahkan mereka, dan hingga mereka dipertemukan kembali di dalam surga ! Amiiin Ya Allah.


Menurut kalian kata Adorable yang artinya paling manis ini ditunjukkan pada siapa ? Apakah pada Yusuf, atau Nia, mungkinkah ditunjukkan pada Farhan, tapi ketulusan Farida juga bisa dinilai sangat manis ? Haha kalau author sih pilih Farhan ya! Yang paling ganteng yang paling manis !! Hehe^^ (Hajar author !)


__ADS_2