
*Pengumuman
Mulai sekarang author akan memakai sudut pandang orang ketiga, maksudnya langsung dari sudut pandang author sendiri, bukan Farhan ataupun Nia, berhubung makin banyak bertambanya pemain untuk memudahkan pembaca dan author juga dalam membuat jalan cerita .
Semoga bisa dinikmati oleh pembaca setia sekalian .
Terimakasih jangan lupa like dan komennya untuk memberi semangat untuk author.
Happy reading ^^
Dear Boys A HERO without "HER" is A "O"
Suara alarm membangunkan sepasang manusia yang terlelap dalam mimpi. Hari baru harus segera dimulai, semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin, harapan author hehe, atau harapan setiap orang ya ? Ok stop nih author kok jadi GJ, hehe sorry ^^
Farhan terbangun karena merasakan sesuatu bergerak diatas tubuhnya, ia berusaha membuka mata dan melihat istrinya sedang berusaha untuk mematikan alarm di meja sebelahnya. Ia tidak berusaha untuk membantu malah tersenyum memandangi wajah istrinya yang masih memejamkan mata sambil berusaha meraih alarm.
Setelah melihat Nia berhasil mematikan alarm, Farhan menarik istrinya itu dalam pelukannya.
Nia pun sontak membuka mata karena terkejut. "Mas waktunya bangun !" ucapnya sambil berusaha untuk lepas dari dekapan suaminya.
"Lima menit saja, diam seperti ini !" ucap Farhan, tidak mau bangun dari tempat tidurnya.
Nia mengerti, Ia diam dan kembali memejamkan matanya.
Hanya melihat seseorang yang dicintai setiap kali bangun tidur, adalah hal terindah bagi setiap pasangan begitu juga dengan Farhan dan Nia mereka selalu merasa bahagia meskipun hanya saling memandang satu sama lain.
Selesai sholat subuh Farhan kembali tidur, membuat Nia bingung, tidak biasanya suaminya itu tidur lagi setelah sholat subuh biasanya ia selalu sibuk menyiapkan beberapa dokumen untuk dibawa kekantor atau sekedar bercanda dengannya.
'Apakah dia sakit ? atau dia sudah bosen padaku ?' berbagai praduga muncul dibenak Nia.
__ADS_1
Nia kembali naik ketempat tidur ia memandangi suaminya yang tertidur pulas. Nia menyentuh kening Farhan 'tidak terasa panas, kenapa dia tidur lagi ?' ucapnya dalam hati bingung harus membangukan suaminya itu atau tidak.
"Aku gak sakit jangan khawatir ?" ucap Farhan yang mengagetkan Nia.
"Kenapa kamu tidur lagi capek ? kamu gak pergi kerja hari ini ?" ucap Nia penasaran.
"Gak, nanti aku ingin mengajakmu kesuatu tempat sekarang tidur lagi saja !" ucap Farhan masih dengan mata tertutup.
"Kemana ? Hari ini aku kan ada kuliah" jawab Nia bingung
"Aku sudah meminta izin ke dosenmu, hari ini kan hari peringatan kematian ibu mertua, kamu cerita padaku minggu lalu, kamu lupa ya ?"
"Ah benar, aku lupa !" Nia tersenyum kemudian mencium pipi suaminya "Terimakasih sudah mengingatkanku !" ucap Nia lalu berbaring sambil memeluk suaminya.
Farhan tersenyum kemudian ikut memeluk istrinya "Tidak ada hal yang lebih penting daripada membuatmu bahagia, karena aku sudah berbuat baik padamu nanti kamu harus membayarku !"
"Hehe kamu harus ingat dengan janjimu !" Farhan mencium kening istrinya dengan penuh cinta.
°°°°°
Di kediaman Fajar Kusuma, semua pembantu sibuk menyiapkan makanan karena setiap tahunnya ditanggal ini Pak Fajar selalu membagikan makanan gratis dan sumbangan pada anak yatim dan fakir miskin.
Didalam kamar Fajar hanya berbaring diatas ranjangnya sambil mengenang masa lalu, bahkan Istrinya tidak berani untuk mengagu.
Destri tahu pasti apa yang dirasakan oleh suaminya selama ini, tapi ia tidak berani ikut campur ia hanya membiarkan suaminya mengenang tentang kenangan bersama mantan istrinya tersebut, 'hanya satu hari aku akan mengalah' itu yang selalu ia katakan setiap tahun.
Sekarang mengetahui fakta bahwa suaminya bertemu dengan anak kandung dengan istri pertama membuat Destri sedih, tapi ia juga tidak sampai hati membenci Nia, ia hanya merasa bersalah dari dulu tidak pernah meminta Fajar untuk menemui anak kandungnya sendiri, Destri merasa sangat egois karena takut kalau gadis itu akan mengambil suaminya.
Tapi dengan keadaan sekarang, suaminya terlihat tidak bertenaga sama sekali, kemana hilangnya senyum yang selama ini selalu terpampang diwajahnya ? Apakah benar sekarang gadis itu sudah mengambil miliknya, tidak dirinya sendiri lah yang telah merebut ayah dari gadis itu untuknya sendiri.
__ADS_1
Mengingat kenangan masalalu, waktu itu Destri hanyalah seorang janda dengan satu anak, setelah bercerai dengan suaminya karena ketahuan bahwa suaminya telah selingkuh, ia kembali bersama anaknya yang masih umur 3 tahun kerumah orang tuanya.
Destri ikut membantu bekerja di toko bangunan milik orang tuanya. Tidak jarang orang-orang selalu bergosip tentangnya, meskipun sakit hati tapi Destri berusaha tidak mendengarkan apapun yang mereka ucapkan yang terpenting sekarang adalah anaknya, bagaimana cara membesarkan anaknya sendirian tanpa seorang ayah.
Banyak laki-laki yang ingin menikah dengannya meskipun telah menjadi janda, tapi Destri masih terlihat cantik karena umurnya juga masih 25 tahun.
Suatu hari ketika Destri pulang dari melihat pasar malam bersama putrinya, ada seorang copet yang berusaha mengambil paksa tas yang melingkar ditangannya. Destri berusaha berteriak meminta tolong.
Disaaat itulah Fajar menolongnya, menangkap pecopet itu, meskipun tangan Fajar penuh dengan darah akibat goresan pisau dari pencopet itu. Mereka membawa pencopet itu ke kantor polisi.
Destri juga mengantar Fajar kerumah sakit untuk mengobati lukanya.
Merekapun berbincang, ternyata nasip Fajar tidak jauh berbeda dengan Destri, sama-sama ditinggal oleh seseorang yang dikasihi. Karena dulu Fajar berani kabur dari rumah orang tuanya sekarang Fajar tidak diterima lagi dikeluarganya, ia juga tidak bisa kembali bekerja sebagai polisi. Sekarang Fajar sedang bingung mencari pekerjaan, akhirnya Destri meminta Fajar agar bekerja di toko bangunannya.
Fajar adalah seseorang yang pintar, kuat, pekerja keras, dan dia sangat ramah terhadap orang lain. Perlahan membuat Destri jatuh hati padanya, orang tua Destri juga menyukainya.
Akhirnya Orang tua Destri yang melamar Fajar agar menjadi suami dari anak mereka, karena mereka tahu mungkin saja Fajar tidak akan berani melamar anak mereka karena status hubungan mereka adalah bos dan buruh.
Fajarpun menerima lamaran itu seminggu kemudian mereka menikah dan dikarunia i dua orang anak lagi, mereka hidup bahagia karena kerja keras Fajar akhirnya toko bangunan kecil itu bisa menjadi sebuah perusahaan skala internasional.
Destri sangat bersyukur memiliki seorang suami seperti Fajar, meskipun ia tahu bahwa Fajar selalu tidak bisa berkata jujur padanya, ia tidak pernah menceritakan tentang almarhum istrinya, meskipun Destri sering menceritakan tentang mantan suaminya.
Destri juga tahu kalau Fajar memiliki satu anak lagi, tapi Fajar tidak berusaha untuk menemukannya, Destri juga tidak ingin menambah keluarga lagi, keluarga kecilnya kini sudah mampu untuk menggantikan posisi Almarhum istri dan anaknya Fajar.
Melihat sikap Fajar akhir-akhir ini membuat Destri sedih ia tidak berhasil menghibur suaminya. Sepertinya posisi Nia dan Almarhum istrinya tidak bisa terganti. Apakah ia harus membuat Fajar dekat dengan Anaknya atau membiarkannya sedih seperti itu.
Keegoisan Destri mulai memudar, ia ingin melihat suaminya tersenyum lagi. Ia berjanji akan membuat ayah dan anak itu menjadi dekat lagi entah bagaimana caranya . Fajar telah memberikan segalanya untuk Destri sebuah keluarga, kasih sayang, bahkan kekayaan, Fajar juga selalu pemperlakukannya dengan baik menghormatinya sebagai istrinya yang ia cintai. Mungkin ini saatnya Destri memberikan apa yang Fajar inginkan.
Gimana ceritanya ? maaf ya author juga masih belajar kalau ada kalimat atau adegan yang sulit untuk dipahami tolong harap dimaklumi. Hehe I Love You All ^^
__ADS_1