KEEP THE FAITH (Percaya Pada Allah)

KEEP THE FAITH (Percaya Pada Allah)
Merindukanmu


__ADS_3

Loving you like i breathing, how i can stop ?


Even you are gone, i am still love you now and always .


Matahari sangat terik, cuaca sangat cerah, hari yang bagus untuk berlibur, tapi tidak dengan wajah Fajar aura mendung sangat terlihat jelas, mulai dari pagi pikirannya terus melayang mengingat cinta pertamanya, istri pertamanya, dan anak pertamanya.


Mengingat betapa senangnya kehidupannya dulu, walaupun meninggalkan keluarganya dan memilih untuk menikah dengan gadis yang sederhana, meninggalkan semua kekayaan dan pekerjaannya. Memulai hidup baru yang sederhana menyewa rumah kecil, dan menjadi buruh tani sudah mampu untuk membuatnya bahagia karena ia hidup dengan gadis yang ia cintai.


Mengetahui kabar kalau ia akan memiliki anak membuatnya sangat giat bekerja ia berjanji akan jadi ayah yang baik tidak seperti orang tuanya yang selalu sibuk bekerja dan mengekang anaknya, memilihkan jalan hidup untuk anaknya tanpa mengetahui apakah anaknya bahagia atau tidak.


Setiap hari ia merasa bersyukur karena bisa menikahi gadis baik, cantik, pekerja keras, walaupun sedang hamil istrinya juga terus bekerja benar-benar wanita yang luar biasa itulah yang selalu ia pikirkan.


Bangun pagi, istrinya memasak sedangkan Fajar membantu menyapu lantai, mencuci baju, mencuci piring, dan melakukan beberapa pekerjaan rumah tangga lainnya. Semuanya adalah hal yang baru untuknya, Alia istri Fajar mengajarinya cara membersihkan rumah. Setelah itu mereka pergi keladang bersama. Meskipun Fajar sudah melarang istrinya untuk bekerja karena belakangan ini Alia selalu terlihan pucat karena kecapek an.


Sedangkan Alia sendiri tidak pernah mengatakannya karena takut suaminya akan khawatir. Alia adalah gadis yang keras kepala tidak mau mendengar ucapan suaminya, ia bilang bekerja keras adalah hal yang biasa ia malah tidak terbiasa berdiam diri. Ah bagaimana mungkin Fajar tidak jatuh cinta, ia jatuh cinta setiap hari karena istrinya yang sangat baik itu. Fajar suka berlama-lama memandang wajah istrinya, gadis belia yang imut, cantik dan sangat mengemaskan.


Setelah 8 bulan usia kandungan, Alia merasa sangat mudah lelah ia tidak bisa bekerja lagi karena pernah satu kali pingsan dirumah, suaminya pun melarangnya untuk bekerja.


Malam itu terasa sangat dingin, Fajar dan Alia berbaring berdua dibawah selimut tipis.


"Aku harap anak kita nanti cantik seperti kamu!" ucap Fajar sambil mengelus perut istrinya.


Alia tersenyum "Tentu saja anak kita akan cantik karena mas Fajar juga tampan, mas Fajar tahu seberapa senangnya aku saat ini, ah aku tidak sabar bertemu dengan anak kita, seandanya orang tua kita juga tahu, apakah mereka akan senang ? Pasti mereka menghawatirkan kabar kita sekarang" ucapnya sedih.


"Maaf, nanti setelah kamu melahirkan kita kunjungi rumah orang tua kita bagaimanapun juga mereka adalah keluarga kita" ucap Fajar sambil memeluk istrinya.

__ADS_1


"Iya aku kangen sama ibuk dan bapak" Ucap Alia, memejamkan mata menikmati belaian tangan Fajar dirambutnya.


"Hari ini sangat dingin ya ? apa kamu tidak kedinginan ?" Tanya Fajar khawatir, udara pedesaan memang sangat dingin ketika malam hari.


Alia tersenyum dan menggeleng "Mas Fajar kan disini" Alia menatap wajah suaminya "Mas Fajar adalah mentari pagi untukku aku selalu hangat disamping mas Fajar"


Fajarpun tersenyum karena malu "Sejak kapan kamu pandai merayu orang ?" ucapnya mengejek.


"Sejak menikah sama Mas Fajar hehe" Alia tersenyum manis sekali.


Fajar tidak pernah lupa dengan ucapan istrinya saat itu, untuk pertama kalinya ia menyadari kalau namanya bagus. Fajar yang berarti matahari terbit.


Fajar juga ingat kenangan waktu istrinya melahirkan dengan susah payah, ia tidak bisa berhenti menangis melihat istrinya yang kesakitan karena melahirkan anaknya.


Fajar tersenyum lega dan mencium kening istrinya "Terimakasih sayang" ucapnya dalam tangisan bahagia.


Alia tersenyum dan menatap suaminya "Mas aku mau istirahat tolong jaga anak kita ya!" ucapnya sangat pelan, hampir tidak terdengar Fajar bisa mengerti karena melihat bibir istrinya dan mengira-ngira apa yang istrinya katakan.


Fajar mengangguk dan membelai rambut istrinya "Iya tidurlah aku akan menjaga anak kita"


Alia pun tersenyum dan memejamkan matanya, Fajar menggendong anaknya yang sudah tertidur karena sudah disusui oleh ibunya.


Dokter kembali datang dan mengecek kondisi Alia, ternyata alia sudah pergi, ia meninggal dengan senyum dibibirnya.


Seperti tersambar petir, rasanya hati Fajar runtuh karena tidak percaya, barusan istrinya hanya tertidur tapi sekarang ? Untuk pertama kalinya ia benar-benar merasa kehilangan wanita yang ia cintai telah pergi, air mata terus menghujani pipinya.

__ADS_1


Jasad Alia pun diantar kembali kerumah orang tuanya, bersama dengan Fajar yang menggendong putrinya. Ayah dan Ibu Alia sangat terkejut hingga ibunya pingsan, Ayah Alia memukuli Fajar karena sangat marah, putri satu-satunya kabur bersama laki-laki dan sekarang pulang dengan keadaan seperti ini. Hanya kata maaf yang bisa Fajar ucapkan dan diam menerima pukulan dari ayah Alia.


Setelah pemakaman selesai, Orang tua Alia mengambil cucu mereka karena mereka tidak percaya kalau Fajar akan bisa merawat bayi apa lagi bayi perempuan. Fajar hanya menyerahkannya karena ia juga masih belum yakin untuk bisa merawat anaknya sendiri, tanpa uang dan tanpa istri.


Fajar kembali kerumah orang tuanya tapi tidak diterima oleh orang tuanya, ia pun kembali kerumah kontrakannya, hidup dengan kenangan bersama istrinya, beberapa hari ia tidak makan, tidak bekerja, tidak mandi, hanya berbaring dikamar sambil menatap langit-langit kosong seperti orang linglung. Tidak tahu mana mimpi dan kenyataan, hingga seorang laki-laki tua tetangganya memberikan semangat untuk Fajar. Ia masih muda ia harus bekerja dan nanti bisa bertemu lagi dengan putrinya.


Suatu hari ia bertemu dengan Destriana istrinya yang sekarang lambat laun ia jatuh cinta untuk yang kedua kalinya meskipun posisi Alia juga tidak bisa tergantikan. Ia hidup bahagia hingga lupa dengan putri pertamanya sendiri.


Sekarang melihat putrinya sudah besar, sudah menikah, dan sangat membencinya ia jadi sadar betapa jahatnya orang seperti dirinya. Jika waktu dapat diulang kembali ia ingin membawa Nia ikut serta dalam keluarganya tapi sekarang sudah terlambat, hari-harinya kembali kemasa lalu, membayangkan Nia kecil yang hidup susah ditinggal oleh kakek dan neneknya, pergi ke kota untuk kuliah dan bekerja, betapa susahnya kehidupannya. Hati Fajar rasanya seperti dipukuli setiap kali mengingat hal itu, ia jadi tidak nafsu makan, sering melamun, dan tidak bisa fokus pada pekerjaan, dan sekarang istrinya juga sangat menghawatirkannya. Tapi ia masih merasa bersyukur karena Nia putrinya telah menikah dengan laki-laki yang baik setidaknya ia merasa tenang sekarang karena ada yang melindungi putrinya.


Keesokan harinya Fajar dan Destri mengunjungi makam Alia, untuk pertama kalinya Fajar datang kesini, karena selama ini ia takut untuk datang, Fajar merasa ia benar-benar seorang pengecut. Tangisannyapun tumpah disana melihat bunga yang masih belum kering mungkin saja kemarin Nia kesini. Ia meminta maaf dalam diam, mencium tanah yang ada dimakam itu dan menangis sejadi-jadinya menumpahkan semua kesedihan yang telah ia simpan bertahun-tahun.


Destri juga iku menangis melihat suaminya seperti itu, cemburu tapi juga merasa bersalah karena tidak bisa membantu apapun.


°°°°°


Jam masih menunjuk pukul 8 malam, Farhan sudah mulai bosan melihat istrinya yang sibuk belajar untuk menyelesainkan tugasnya karena kemarin izin cuti, ia ingin membantu pekerjaan istrinya tapi Nia menolak.


Farhanpun menyerah ia tidak mau menggangu ia membiarkan istrinya agar bisa selesai dengan cepat. Farhan membuka hpnya browsing bagaimana cara menjadi ayah yang baik, bagaimana cara merawat bayi, apa saja yang harus dilakukan ketika istri sedang hamil, entah kenapa ia merasa sangat antusias ingin segera punya anak, ia tidak mau kalah dengan Anton temannya yang sebentar lagi istrinya akan melahirkan padahal dulu mereka sering bertengkar bagaimana mungkin sekarang mereka memiliki anak, hhhh hubungan percintaan memang rumit.


Farhan tersenyum sendiri melihat foto-foto bayi yang lucu, ahhh kapan aku punya yang seperti ini ? ucapnya dalam hati.


Farhan selalu berharap dalam doanya agar Allah segera memberikan mereka momongan. Tapi Nia hhhh dia keras kepala sibuk belajar untuk mempertahankan beasiswanya. Apa boleh buat Farhan juga tidak bisa memaksanya, pelan-pelan lah, kalau sudah saatnya pasti dikasih juga.


Cute daddy, you will have soon ! waiting for author give you a baby ! Hehe ^^

__ADS_1


__ADS_2