KEEP THE FAITH (Percaya Pada Allah)

KEEP THE FAITH (Percaya Pada Allah)
Grand Wedding


__ADS_3

Once in a while, right in the middle of an ordinary life. Life gives us a fairy tale.


Hari Sabtu yang cerah, di gedung Maharaya tengah digelar pesta perayaan pernikahan Anastasya putri dari keluarga Bapak Fajar Kusuma. Pernikahan ini di beri nama Grand Wedding FK C****ompany. Sama seperti namanya, pesta pernikahan ini sangat mewah. Para kalangan pengusaha, pejabat pemerintahan, bahkan para artispun datang ke pesta ini. Oleh sebab itu para wartawan tidak mau kehilangan kesempatan emas ini mereka terus mereport acara demi acara mulai dari adat jawa pernikahan berlangsung hingga makan malam bersama untuk memberi ucapan pada pengantin baru. Berbagai stasiun televisipun menyiarkan secara langsung berlangsungnya pernikahan anak dari pengusaha sukses pemilik FK Company.


Selesai makan siang Farida, Farhan dan Nia menonton TV bersama, mereka menyaksikan acara pernikahan Kakak tiri Nia.


Nia merasa sedih karena tidak bisa membantu, ayahnya hanya mengizinkan untuk datang makan malam bersama.


Nia fokus menonton TV terkadang ia masih tidak percaya bahwa Fajar Kusuma adalah ayahnya, dan pernikahan mewah yang ada di TV itu adalah pernikahan salah satu anggota keluarganya. Ia merasa iri dengan pesta pernikahan semewah ini, mengingat dulu bagaimana ia menikah dengan Farhan yang hanya seperti sebuah kecelakaan. Pergi ke KUA mengucapkan akad nikah dengan hanya di temani oleh 4 orang saksi, betapa menyedihkannya, meskipun setelahnya Farhan mengadakan makan malam bersama. Tapi pernikahannya dengan pernikahan Anastasya tidak bisa dibandingkan, seharusnya seperti ini lah pesta pernikahan yang sesungguhnya. Setiap sudut ruangan terlihat berkilau, berbagai bunga tersebar dimana-mana, melihat senyum cerah Anastasya bersama suaminya, ia terlihat seperti seorang putri, cantik sekali, entah kenapa hal itu membuat Nia merasa pusing.


2 jam kemudian, Nia membuka mata, ia menyadari bahwa ia sedang berada di dalam kamar. Ia melihat kearah sekitar tapi suaminya tidak ada disana.


Farhan membuka pintu dan melihat istrinya yang sedang duduk sambil bersandar diatas ranjang. Farhan segera berlari dan menghampiri istrinya dengan wajah penuh khawatir.


Farhan duduk disamping istrinya lalu membelai wajah istrinya memastikan bahwa istrinya baik-baik saja. "Bagaimana keadaanmu sudah baikan, tadi dokter Handoko datang ke sini beliau bilang kamu terlalu kecapekan jadi harus istirahat lebih." ucap Farhan tidak bisa berhenti khawatir.


Nia tersenyum dan memeluk suaminya.


Untuk apa aku cemburu dengan kebahagiaan Anastasya, bahkan kebahagiaanku lebih indah. Allah telah mengirimkanku suami sebaik Farhan ! Terimakasih Ya Allah ^^


"Kenapa, apa ada yang sakit ?" ucap Farhan.


Nia tersenyum dan menggeleng. "Aku ingin pergi ke pesta pernikahan kakakku, aku tidak sabar menunggu malam hari." ucap Nia manja.


Farhan tersenyum "Kamu sedang sakit, mungkin kita tidak bisa datang !" ucap Farhan menggoda istrinya.


Nia cemberut dan mencubit lengan suaminya dengan keras. "Sakit apa ? kamu pikir orang sakit bisa memiliki tenaga sekuat ini ?" ucap Nia marah.


"Ahhh, iya sakit lepaskan !" ucap Farhan berteriak kesakitan.


"Bilang dulu, aku boleh pergi atau tidak !" ucap Nia memastikan.


"Iya-iya, lepasin !" ucap Farhan memohon.


"Bagus !" Nia tersenyum dan melepaskan cubitannya.


"Ahh kau keterlaluan !" ucap Farhan sambil menggosok lengannya yang sudah memerah.


Nia tertawa senang lalu mencium pipi suaminya. "Maaf sayang, kamu nakal sih !" ucap Nia sambil mengedipkan sebelah matanya.


Farhan menahan tawanya "Lihat ini sakit banget tahu, cepat tiup !" ucap Farhan sambil memberikan lengannya kearah Nia.


Nia menggosok lengan suaminya lalu meniupnya agar bekas merahnya segera hilang.


Farhan menahan tawanya menikmati sentuhan istrinya haha.


"Bagaimana, masih sakit ?" ucap Nia sambil menatap suaminya.

__ADS_1


"Iya, lumayan !" ucap Farhan masih pura-pura marah.


"Gimana dong, aku panggil dokter Handoko ya !" ucap Nia menggoda suaminya.


"Enak saja, kamu yang menyakitiku, kamu juga yang harus mengobatinya !" ucap Farhan, sambil membuang muka karena menahan tawa.


Nia tersenyum lalu menarik suaminya agar berbaring diranjang, "Sssssst !" ucapnya ketika suaminya ingin memberontak.


Farhan menatap istrinya, berfikir apa yang ingin istrinya lakukan.


Nia mencium Farhan satu kecupan didahi, dihidung, dipipi, dibibir dan didagu. Lalu berbisik ketelinga suaminya "Apa masih sakit ?" ucapnya sambil mengigit telinga Farhan.


Apa yang terjadi ? Tentu saja wajah Farhan memerah. Farhan menarik Nia dalam pelukannya dan berbisik. "Apa yang kau lakukan ? yang sakit itu lenganku ?" ucap Farhan sambil tersenyum.


Nia tersenyum dan mendongkakan wajahnya, kini tanganya membelai leher Farhan, ditatapnya wajah suaminya yang sudah berubah menjadi merah itu, jangkun yang bergerak naik turun ketika sedang menelan ludah. Nia tersenyum karena sudah tidak bisa menahan keinginanya. Tangannya berpindah memeluk perut suaminya dengan erat.


"Aaaahhhh !" teriakan tajam dari Farhan berusaha meloloskan diri dari istrinya.


"Hahaha, maaf aku hanya penasaran apakah otot lenganmu lebih keras dari gigiku !" ucap Nia tertawa karena berhasil mengigit lengan suaminya hingga membekas sebuah gigitan.


"Ahhh apa-apa an sih, gak lucu tahu, sakit nih !" ucap Farhan berdiri sambil mengusap lengannya.


Nia tidak peduli dan berjalan kekamar mandi. "Aaaahh, senangnya bangun tidur rasanya tubuhku jadi ringan. Aku mau mandi biar nanti fress ketika pergi ke pesta pernikahan !" Ucap Nia sambil berlalu pergi.


Farhan terbengong melihatnya.


Senyum nakal Farhan mulai terukir dibibirnya, iapun mengikuti istrinya masuk ke dalam kamar mandi.


Caution 18+ ^^


°°°°°


Malam hari akhirnya datang, Nia sekeluarga menghadiri pernikahan Anastasia. Nia tampak cantik dibalik jubah warna cream cerah, perutnya yang menonjol menunjukkan kedewasaannya yang telah berhasil menjadi seorang istri yang sebenarnya, yang mampu memikul amanah untuk memberi keturunan pada keluarganya.


Farhan sekeluarga disambut dengan hangat oleh keluarga Fajar mereka dipersilahkan duduk di sebuah sofa khusus untuk keluarga.


Farhan terus merangkul punggung istrinya, setiap wanita pasti merasa iri kalau melihat pemandangan ini.


Anastasia dan suaminya Henry, sedang menyapa para tamu undangan. Mereka segera menghampiri Nia ketika melihat bahwa adik tirinya itu sudah datang. Mereka duduk bercakap-cakap layaknya sebuah keluarga. Nia dan Farhan mengucapkan selamat atas pernikahan Anastasya dan tidak lupa Nia memberikan hadiah yang telah ia siapkan untuk kakaknya itu.


Di penghujung acara Fajar naik keatas panggung untuk menyampaikan terimakasih atas kehadiran para tamu undangan. Sekaligus ia memperkenalkan Nia sebagai anaknya yang akan meneruskan perusahaanya. Fajarpun meminta Nia dan Farhan untuk naik keatas panggung.


Nia menatap keluarganya meminta penjelasan. Karena ia tidak pernah berfikir untuk menjadi penerus perusahaan.


"Naik lah nak, itu sudah hak mu !" ucap Destri sambil tersenyum.


"Tapi, ini terlalu mendadak dan aku juga tidak mau meneruskan perusahaan !" ucap Nia polos.

__ADS_1


"Naik lah dulu papamu ingin memperkenalkan kalian, urusan penerus kalau kamu tidak mau kamu kan masih punya anak, pukirkan nanti ya !" ucap Destri memberi penjelasan.


Nia menatap suaminya, Farhan hanya mengangguk, merekapun berjalan naik keatas panggung.


Para tamu undangan berbisik karena Nia tidak pernah masuk pada berita publik. Fajar menjelaskan sedikit tentang masalalunya, bahwa Nia adalah anak dari istri pertamanya yang telah hilang. Fajar juga memperkenalkan Farhan sebagai menantunya, dan menyatakan bahwa FK Company akan menjalankan kerja sama dengan Trianto Kontruksi. Fajar berharap bahwa dengan kerja sama ini akan lebih memajukan dan lebih menguntungkan dari kedua belah pihak.


Para hadirin bertepuk tangan. Berita ekslusif sudah menyebar keseluruh menjuru negri, saham Trianto Kontruksi naik mencapai 20%. Mereka bahagia dengan kerja sama ini, Nia juga senang meskipun hanya namanya yang terkenal tidak dengan wajahnya, karena Nia enggan menunjukkan wajahnya. Berita utama berganti dengan judul Fajar Kusuma memperkenalkan putri yang akan menjadi penerus FK Company.


Sama halnya ada menang ada kalah, ada bahagia ada sedih. Disisi lain Anastasya cemburu karena di berita acara grand weddingnya yang seharusnya membicarakan tentang pernikahannya malah berubah menjadi pembicaraan mengenai Nia Rahma adik yang tidak pernah diinginkannya itu.


°°°°°


Dirumah Nia sedang sibuk menatap ponselnya melihat berita tentang kejadian barusan. Ternyata kekuatan media sosial sangat cepat. Di youtube sudah ada lebih dari 10 juta penonton yang menyaksikan acara pengenalan dirinya sebagai putri dari Fajar Kusuma.


Farhan datang dengan membawa susu untuk istrinya. "Kamu senang bahwa orang lain sudah mengenalmu !" ucap Farhan sambil duduk disamping istrinya


Nia tersenyum dan menganguk. "Iya, tapi mas..." wajah Nia berubah murung ketika ingin melanjutkan kalimatnya.


"Ada apa ?" ucap Farhan mendekat sambil membelai rambut istrinya.


"Jika aku tidak mau menjadi penerus FK Company apakah kamu akan marah ?"


"Hemm? Kenapa aku harus marah ?" ucap Farhan bingung.


Nia menunduk "Aku tidak mau menjadi orang yang terlalu tamak, aku sudah bahagia dengan kehidupanku yang sekarang. Aku bersyukur karena kamu sudah cukup kaya untuk memenuhi kebutuhan hidup kita !" ucap Nia menunggu jawaban dari suaminya.


"Lalu ? Kamu ingin memberikan sahammu untuk anak-anak dari Mama Destri, begitu kan ?" ucap Farhan mengerti apa yang istrinya pikirkan.


Nia menganguk takut kalau suaminya akan kecewa karena kehilangan aset sebesar itu.


Farhan tersenyum dan memeluk istrinya. "Lakukan apapun yang kamu mau, aku lebih senang menghidupimu dan keluarga kita dengan hasil kerja kerasku !" ucap Farhan sambil mencium kening istrinya.


Nia bisa tersenyum lega sekarang. "Aku merasa tidak enak saja dengan Mama Destri dan anak-anaknya mereka tidak tahu apa-apa tentang aku, lalu tiba-tiba aku datang dan merebut milik mereka, aku takut kalau mereka membenciku !" ucap Nia sambil menenggelamkan wajahnya kedada suaminya.


Farhan tersenyum sambil membelai rambut istrinya. "Aku tahu istriku memang orang yang paling baik sedunia !" ucap Farhan merayu istrinya.


Nia tertawa lalu melepaskan pelukannya. "Semakin hari kamu semakin jago merayu !" ucap Nia sambil meraih gelas susu yang ada di meja dan meminumnya.


Farhan hanya tersenyum tidak menjawab perkataan istrinya karena menurutnya itu adalah sebuah pujian.


"Sudah kenyang ?" tanya Farhan setelah istrinya menghabiskan susu yang ia buatkan.


Nia menganguk dan tersenyum "Terima kasih ayah !" ucapnya tahu apa yang ingin suaminya dengar setelah membuatkan susu untuknya.


"Haha sama-sama sayang, sini mana ciuman untuk ayah !" ucap Farhan sambil mendekatkan pipinya.


"Haha dasar !" Nia tertawa sambil mencium suaminya.

__ADS_1


Kebahagiaan terindah adalah bersyukur setuju !! Hehe^^


__ADS_2