
Farida's
Aku terbangun dipagi hari tidak biasanya, perasaanku gak enak seperti ini .Aku bangun dan menuju kamar anakku yang ada di lantai 2 , aku khawatir dia tidak pulang semalam.
Aku membuka pintu , seperti biasa ia tidak pernah mengunci pintu kamar, aku tidak melihat siapapun, ia tidak pulang semalaman .
Aku duduk di kursi ruang tamu menunggu ia pulang , aku sengaja gakĀ menelponnya karena aku benar - benar marah.
Pembantu rumah ini Bi Mina menawarkanku untuk sarapan , tapi aku menolaknya. Aku bahkan belum mencuci muka dan gosok gigi.
Pikiranku kemana - mana , anakku sudah berusia 29 tahun tapi tidak mau menikah, ketika aku tanya sudah punya pacar atau belum , ia selalu bilang gak punya dan dia bilang gak tertarik pada wanita.
Mungkin itu traumanya saat masih SMP dia pernah bercerita padaku sekali, ia menyukai seorang cewek tapi cewek itu menolak.
Aku tidak tahu apa yang terjadi, tiba - tiba anakku berubah dulu dia anak yang sopan dan rajin belajar , ia sangat suka membaca dari kecil hingga mata sebelah kirinya sedikit rabun jadi memerlukan kacamata.
Hingga tiba - tiba ia berubah nggak mau pakai kaca mata , kadang juga berantem disekolah, bahkan guru pernah memanggilku karena ia merokok .
Mungkin ini semua karena salahku juga, aku yang selalu sibuk bekerja . Suamiku meninggal saat Farhan masih umur 12 tahun, mau tidak mau aku harus mengurus perusahaan kami aku hanya menitipkan farhan pada pembantu .
Itu sebabnya farhan menjaga jarak padaku dia sangat tertutup, tidak mau cerita apapun, hhh aku menyesal sekarang .
Aku mendengar satpam membuka gerbang, ahh anakku sudah pulang ternyata . Tapi aku tetap duduk dan menunggu ia datang .
__ADS_1
Farhan berjalan dengan lesu masuk kerumah mungkin dia capek, aku ingin memarahinya jadi gak tega .
"Kenapa baru pulang?" ucapku sambil menghampirinya
"Banyak kerjaan mah, jadi harus lembur"
"Jangan bekerja terlalu keras kamu juga butuh waktu untuk istirahat"
"ma aku capek, biarkan aku istirahat " Farhan pun menaiki tangga kamarnya tanpa menunggu jawabanku.
Aku sedih, aku ingin menenangkan pikiran aku keluar tanpa memberi tahu siapapun.
Aku berjalan - jalan melihat berbagai hal yang sebelumnya belum pernah kulihat .
Langit yang biru , angin yang segar, suara berisik kendara an, beberapa anak kecil berlarian, banyak orang berlalu lalang 'bukan hanya aku ternyata dunia juga sibuk' .
Aku duduk dikursi taman menunggu, mungkin seseorang akan mencariku kesini , anakku ? ahh farhan kenapa kamu berubah jadi seperti ini nak .
Matahari sangat terik , dan aku lapar aku ingin meminta bantuan pada orang lain tapi tidak tahu bagaimana caranya.
Aku pindah kebangku dibawah pohon yang rindang , banya mahasiswa yang berlalu lalang , aku ingat saat masa - masa sekolah .
Seorang gadis yang menggerutu duduk di sebelah kursi yang aku duduk i tapi disana ada meja juga , ia mendesah dan membuka laptop nya dengan kasar sehingga membuyarkan lamuanku .
__ADS_1
Aku melihatnya mengeluh, aku jadi berfikir aku tidak hidup sendirian di dunia ini semua orang punya masalahnya masing - masing .
Cantik pikirku ehh tiba - tiba ia tertidur , aku terus memperhatikannya takut kalau ada seseorang ingin berbuat jahat. Dia tersenyum mungkin gadis itu sedang bermimpi .
Sesaat kemudian seorang pria muncul dan duduk dihadapannya cukup lama ia hanya memandangi gadis itu .
Pria itu melihat jam tangan dan akhirnya menggoda gadis itu hingga bangun, mungkin ia harus pergi dan ingin menyampaikan pesan terlebih dahulu .
Ahh aku ingat suamiku, mungkin mereka sedang pacaran . Aku semakin penasaran dan sedikit menguping , ohh ternyata bukan pacar soalnya mereka baru aja kenalan, tapi kenapa memandangi lama begitu ?
Sedikit berfikir dan aku tahu jawabanya gadis itu cantik, atau aku kenalkan ke farhan ya ? kemudian aku tertawa gak ahh bisa - bisa farhan malah marah padaku .
Aku ingin melupakan kejadian ini dan pulang, tiba - tiba perutku sakit aku ingin minta tolong tapi siapa ? gk ada orang di taman dan aku tidak ingin menggangu mereka .
Aku mencoba duduk dilantai dan menaruh kepalaku dikursi , ahh sakit sekali . aku memejamkan mata mencoba meresapi alam sekitar anginnya sangat sejuk dan kursi kayu ini hangat aku mengantuk , mungkin aku bisa tidur sebentar .
Aku merasa seseorang menggoyang tubuhku aku terlalu lemah untuk bangun aku mendengar suara "tolong" dan suara seseorang sedang menangis . Kenapa ada apa ? aku perlahan membuka mataku aku melihat seorang gadis dihadapanku menangis karena takut terjadi apa - apa padaku . Ia menarikku dan membantuku berdiri , mengajakku makan, aku melihat senyumnya benar - benar tulus , seandainya dia adalah anakku , seandainya Farhan bisa setengah saja memiliki sifat seperti gadis ini .
Akhirnya aku selamat sampai rumah berkat gadis ini, dirumah aku tetap tidak melihat Farhan, bi mina bilang farhan udah pergi ke kantor lagi aku marah dasar dia bahkan tidak mencariku .
Aku masuk kekamar dan mandi aku merasa badanku kotor semua .
Aku memgambil Hp dan menelpon asistenku " tolong cari tau tentang Nia Rahma mahasiswi Universitas Pratiwi"
__ADS_1
Tidak lama , asistenku memberitahu bahwa Nia adalah seorang gadis miskin dari desa yang sekolah menggunakan jalur beasiswa dan gak tanggung - tanggung ia mengambil 5 mata pelajaran sekaligus .
Gila pikirku dia benar - benar hebat entah bagai mana beratnya kehidupan yang ia lalui aku ingin menolongnya . Aku tersenyum dan memikirkan sebuah rencana ....