KEEP THE FAITH (Percaya Pada Allah)

KEEP THE FAITH (Percaya Pada Allah)
Jealous


__ADS_3

I'm not perfect


I'm make mistakes


I have jealousy issue, and trust issue


I can be moody sometimes


But I promises you, if i say i love you, i mean it


I'm faithful, I'm loyal, and I will do everything I can to keep you


Don't confuse my caring for being controlling


Don't make me put in all the effort


Don't ingnore me


Love me back like you mean it, or don't stay


Together, we are strong enough to overcome the worst of the worst


Alone, we strugle to find meaning of the relationship.


Sudah sebulan Mariam tidak pernah bertemu Nia, Ia mendapat kabar bahwa sahabatnya itu sedang mengandung anak pertamanya. Mariam ikut senang meskipun sedikit bosan karena tidak memiliki teman, ia menghabiskan waktu istirahatnya untuk makan dan membaca Al-qur'an.


Ada yang penasaran apa yang dilakukan oleh pengantin baru ?


Semuanya berjalan lancar seperti biasa mereka bangun pagi untuk sholat subuh. Zain memasak untuk sarapan mereka, sekaligus makan malam yang ia simpan didalam kulkas. Sedangkan Mariam mencuci baju, menyapu lantai, membersihkan beberapa perabot yang terlihat berdebu. Setelah semuanya selesai mereka sarapan bersama. Mengobrol beberapa hal tentang keluarga, pekerjaan, atau sekedar candaan garing. Selesai, Zain mengantar istrinya berangkat kuliah, setelah itu ia pergi kekantornya, untuk sekedar info Zain baru beli mobil baru alasannya karena ia tidak ingin mengantar istrinya dengan motor. (Alasan lain mungkin ia tipe suami over protektif seperti Farhan hehe tidak ingin istrinya menjadi pemandangan orang lain.)


Pulang kuliah Mariam harus naik taxi untuk pulang kerumah, karena jam kerja suaminya hingga jam 7 malam kadang sampai jam 10 malam kalau sedang lembur. Mariam semakin rajin belajar sekarang ia ingin segera lulus dan bekerja, agar tidak terus menerus meminta uang pada suami.


Hari ini Zain bilang bisa menjemput mariam di kampus karena Zain sedang libur kerja. Ternyata jadi polisi tidak enak, hari liburnya tidak selalu hari minggu, ia harus menyesuaikan jadwal dengan yang lainnya, ia hanya mendapat satu kali libur dalam seminggu, kalau tidak diambil hari liburnya maka akan mendapat gaji tambahan.


Sekarang Mariam baru mengerti apa maksud suaminya yang sebenarnya, Zain pernah mengatakan bahwa ia belum siap untuk menikah karena harus fokus pada kerjaannya. Karena kerjaannya banyak banget, mereka jarang bersama, ketika pulang kerja Zain sudah kecapek an, makan dan tidur, kalau pulang lebih awal ia sibuk dengan kasus-kasus kriminal yang lain. Huh pantas saja istri mana yang mau menerima suami yang bekerja sampai seperti itu, terkadang Mariam berfikir apakah hanya ada satu polisi, kenapa suaminya selalu sibuk, atau mungkin apakah ada terlalu banyak pelaku kejahatan sehingga terlalu banyak pekerjaan yang harus ditangani.


Hari ini Zain akan menjemputnya, Mariam sedikit berharap bahwa suaminya akan mengajaknya jalan-jalan karena sudah lebih dari satu bulan Mariam tidak pergi kemanapun selain kampus dan rumah.


Mariam juga tidak pernah pergi berbelanja karena suaminya selalu beli bahan makanan ketika pulang kerja. Meskipun sebelumnya Mariam juga tidak pernah pergi kemanapun, tapi dulu ia punya teman mengobrol. Sekarang ia merasa kangen dengan ibunya dan juga kakaknya. Suaminya pernah bilang bahwa Mariam bisa bebas sesudah menikah tapi masalahnya Mariam tidak punya teman dan ia tidak punya tempat yang dituju selain pulang, kalau ia pulang kerumah orang tuanya pasti ibunya akan marah kalau ia datang sendiri tanpa suaminya. Hhhh hidup memang tidak mudah. Apalagi sekarang sahabatnya juga cuti kuliah, ia merasa sangat kesepian.


Disisi lain Ardan diam-diam mengawasi Mariam seseorang yang ia cintai, karena ia tahu bahwa Nia cuti kuliah karena hamil. Ia ingin mendekat pada Mariam karena merasa kasihan kalau melihatnya sendirian. Tapi ia ingat ucapan Mariam kalau mereka tidak boleh mendekat sebelum mereka siap untuk menikah. Akhirnya Ardan hanya bisa menjaganya dari samping.


Seperti biasa, Ardan mengawasi Mariam hingga ia naik taxi untuk pulang, ia tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada kekasihnya. (Ardan kamu sudah seperti penguntit hhhh !)


Ardan menatap Mariam menunggu taxi di depan kampus, sebuah mobil Avanza warna hitam berhenti di hadapan Mariam. Seorang laki-laki keluar dan membukakan pintu untuk kekasihnya itu. 'Siapakah dia ?' Ardan tahu pasti kalau itu bukan kakaknya Mariam. Karena penasaran Ardan dengan cepat mengambil motornya dan mengikuti mereka.


Berbagai prasangka muncul dibenaknya, apakah Mariam selingkuh, siapakah dia ? bukankah Mariam telah berjanji untuk menunggu hingga mereka berdua benar-benar siap untuk menikah. Perasaan marah, bingung, takut, semuanya bercampur aduk di pikiran Ardan, apakah ini akhir cinta mereka perpisahan hanya dengan janji manis. Tapi Ardan berusaha percaya pada kekasihnya, ia berusaha membuang semua pikiran kotor, semoga saja laki-laki itu hanyalah saudara bukannya pacar, apalagi orang jahat.

__ADS_1


Sekilas info : Nia lupa memberi tahu Ardan bahwa Mariam sudah menikah, karena dijodohkan oleh orang tuanya.


Mobil yang ditumpangi Mariam berhenti di sebuah restoran, Ardan pun ikut berhenti dan mengikutinya dari belakang. Ternyata usaha pengintaian Ardan telah di ketahui oleh Zain.


Zain sudah curiga bahwa motor dibelakangnya sedang mengikuti mobilnya, sedangkan Mariam malah tidak tahu apa-apa.


Zain menunggu di mobil sengaja tidak masuk kedalam restoran menunggu agar laki-laki yang mengikutinya masuk dan mencarinya.


"Kenapa kita tidak keluar ?" tanya Mariam bingung.


"Aku menunggu seseorang, sebentar lagi dia datang" ucap Zain memberi penjelasan pada istrinya.


"Siapa ?" tanya Mariam masih penasaran.


"Sssst !" Zain menatap laki-laki yang mengikutinya sedang memarkirkan motor, lalu laki-laki itu masuk kedalam restoran tapi tidak lama kemudian laki-laki itu keluar lagi dengan kesal.


Mariam menatap suaminya bingung, iapun ikut melihat kearah dimana mata suaminya tertuju.


Ardan kenapa ia disini ? Mariam terkejut melihat kehadiran Ardan.


"Tidak salah lagi, dia mengikuti kita !" ucap Zain lalu membuka pintu untuk keluar.


"Mau kemana ?" tanya Mariam takut kalau sampai mereka bertengkar.


"Kamu tunggu didalam" ucap Zain lalu keluar menemui penguntit itu.


"Kamu, apakah kamu mengikutiku ?" Tanya Zain pada penguntit itu.


"Apakah kamu tadi pergi bersama Mariam, dimana dia ?" tanpa mau menjawab pertanyaan pria yang ada dihadapanya Ardan memilih untuk bertanya balik karena penasaran dengan keadaan kekasihnya.


"Apa urusanmu mencarinya ?" tanya Zain lagi.


"Aku hanya penasaran kenapa Mariam pulang bersama kamu ?" ucap Ardan dengan tegas.


"Ya karena aku suaminya ?" ucap Zain dengan percaya diri.


"Suami ? jangan bohong Mariam itu pacarku !" Ucap Ardan marah.


Tanpa kata-kata Zain langsung memukul wajah Ardan, hingga bibirnya berdarah.


Mariam yang mengetahui hal itu segera keluar dari mobil untuk melerai pertengkaran mereka.


"Tunggu, ini salah paham biar aku jelaskan !" ucap Mariam, hingga Zain dan Ardan menatap kearahnya.


"Masuk kedalam mobil" perintah Zain pada istrinya.


"Tunggu sebentar, jangan berkelahi aku bisa menjelaskan semuanya !" ucap Mariam tidak mau pergi.

__ADS_1


Zain pun marah melihat istrinya yang sepertinya sedang membela laki-laki itu "Aku bilang masuk kedalam mobil" Bentak Zain.


"Hey bisakah kamu bicara dengan lembut pada perempuan dia kan sudah bilang akan menjelaskan semuanya !" ucap Ardan tidak terima kalau laki-laki yang mengaku menjadi suami Mariam malah membentak istrinya seperti itu.


Zain beralih ke arah Ardan lalu menarik kerah bajunya "Aku tidak peduli apa hubungan kalian, yang pasti sekarang Mariam adalah istriku, jangan gangu dia lagi, dan soal bagaimana aku berbicara padanya, kamu tidak perlu mengajari karena aku tahu apa yang aku lakukan" ucap Zain dengan tatapannya yang mematikan.


Ardan malah tertawa "Laki-laki macam apa yang memperlakukan istrinya seperti itu !" ucap Ardan tidak mau kalah.


Zain kembali memukulinya, sedangkan Mariam berusaha menghentikan mereka.


Satpampun datang karena melihat keributan itu, Zain segera menarik tangan istrinya untuk kembali kemobil sebelum terjadi masalah yang lebih serius.


Sedangkan Ardan berusaha berdiri dibantu oleh satpam, Ardan membiarkan Mariam dan suaminya pergi karena ia tidak ingin Mariam mendapat masalah lagi, meskipun ia tidak tahu alasan kenapa tiba-tiba kekasihnya itu sudah menikah, nanti ia memutuskan untuk mencari tahu pada Nia.


°°°°°


Zain mengendarai mobilnya dengan kencang tanpa mengucapkan sepatah katapun, Mariam ingin menjelaskan kejadian hari ini, tapi ia takut untuk membuka mulut, takut kalau suaminya akan lebih marah dan terjadi sesuatu yang tidak ia inginkan.


Sampai di depan rumah, Zain memarkirkan mobilnya kedalam garasi, lalu membukakan pintu mobil untuk istrinya ia menarik tangan istrinya untuk keluar. Dengan kasar dia membuka kunci pintu rumah sedangkan tangan kirinya terus mengengam istrinya.


Pintu terbuka ia segera masuk dan menutup pintu tanpa dikunci. Ia masuk kedalam kamar dan mendorong istrinya hingga terjatuh ke atas ranjang. Ia membuka cadar dan jilbab Mariam dengan kasar, saat itu Mariam mulai menangis ia tidak tahu apa yang dipikirkan oleh suaminya.


Zain mencium bibir istrinya untuk yang pertama kalinya setelah pernikahan mereka, tapi tidak dengan lembut, hingga Mariam kesusahan untuk bernafas bagaimanapun juga ini adalah ciuman pertama baginya. Sedangkan tangan Zain berusaha untuk melepaskan baju istrinya.


Setelah baju syar'i itu terlepas kini hanya tinggal pakaian dalam yang masih menempel, Zain mencium leher istrinya sambil bergumam.


"Kau tahu berapa lama aku menunggu hal ini ? Aku memberimu kebebasan, karena aku pikir kamu bisa menjaga dirimu sendiri. Aku menunggu hingga kamu bisa mencintaiku. Tapi apa yang aku lihat, seorang cowok yang mengatakan bahwa dia adalah kekasihmu ? Katakan apa yang kamu lakukan dibelakangku, sejak kapan kamu menjalin hubungan dengannya ?" Zain benar-benar marah, ia merasa dihianati, ia menunggu istrinya agar menjawab tapi hanya isak tangis yang terdengar.


Zain berhenti melakukan aktifitasnya, ia melihat istrinya yang menangis tanpa perlawanan. "Kenapa kamu menangis, dosa apa yang kamu lakukan cepat katakan !" Ucap Zain dengan suara yang keras ia tidak bisa mengontrol emosinya lagi.


Mariam tidak tahu ia harus menjelaskannya dari mana, ia menatap suaminya yang sedang marah itu "Dosa apa ? apa yang kamu pikirkan, menurutmu aku telah melakukan dosa apa ?" Mariam duduk dan mencium suaminya, kini tangannya yang berusaha membuka kancing baju suaminya.


"Hentikan !" ucap Zain ketika istrinya berusaha mencium lehernya. Zain mendorong istrinya untuk berhenti ia menatap wajah istrinya yang sepertinya tidak bersalah.


Mariam hanya menangis, ia membiarkan air matanya terus mengalir, memohon agar suaminya percaya padanya.


"Maaf, berhentilah menangis !" ucap Zain sambil menghapus air mata istrinya.


Mariam menatap suaminya "Kenapa, kenapa kamu tidak percaya padaku ? hiks hiks" Mariam menangis lebih keras, ia ingin menjadi bayi sekarang, sudah banyak rasa lelah dihatinya kini ia ingin mengeluarkan semuanya.


Hati Zain luluh ia merasa bersalah iapun memeluk istrinya agar diam "Maafkan aku !" ucap Zain sambil mencium kepala istrinya.


"Kenapa kamu tidak mau mendengarkan penjelasanku ?" ucap Mariam lagi, ia ingin mengatakan banyak keluhan tapi rasanya tenggorokanya sudah tersedak oleh air mata ia hanya bisa menangis, tanpa bisa mengucapkan apapun.


"Maaf, maafkan aku, aku yang salah, maaf !" Zain benar-benar merasa bersalah, ia tetap memeluk istrinya hingga istrinya tertidur karena lelah menangis.


Mariam tertidur dipelukan suaminya, perlahan Zain menidurkan istrinya diatas ranjang, dihapusnya air mata yang belum mengering itu, ditatap sekilas tubuh istrinya yang tidak berdaya itu, tatapannya berubah menjadi ngilu ketika melihat lengan istrinya berubah menjadi merah karena cengkramannya yang terlalu kuat. Zain menangis "Apa yang telah aku lakukan ?". Zain menyelimuti tubuh istrinya dengan selimut lalu keluar dari kamar untuk menenangkan diri.

__ADS_1


Untuk para suami jangan pernah melakukan ini !! sedih banget pas nulisnya ! hiks **


__ADS_2