
Nia's
Pusat perbelanjaan memang selalu ramai didatangi banyak pengunjung, entah apa yang mereka lakukan ? Mungkin mereka ingin membeli barang, makanan, atau hanya berjalan-jalan bersama teman.
Terlihat beberapa pegawai sibuk melayani pelanggan dan ada sebagian yang hanya mengobrol, dan disinilah aku sedang memilih-milih baju yang cocok untukku.
Tapi perasaanku nggak enak, kenapa cowok ini harus ikut ? dan kenapa juga aku mengizinkanya tadi ?
Sepulang dari kampus, aku berjalan ke halte bus untuk pergi ke MOL seperti yang telah aku rencanakan kemarin. Aku duduk dan menunggu bus, tiba-tiba sebuah motor berhenti dihadapanku, cowok itu membuka kaca helmnya, ahh ternyata Ardan, ngapain dia kesini pikirku.
"Hay Nia mau kemana ? tumben kamu mau naik bus kosanmu kan dekat" Sapanya.
"Aku mau pergi ke MOL, ada beberapa barang yang ingin aku beli" jawabku jujur.
Wajahnya terlihat senang "Benarkah mau bareng denganku , aku mau pergi ke MOL juga, ada sesuatu yang ingin aku beli"
Aku merasa canggung akupun menolaknya "Maaf gak usah repot-repot aku bisa naik bus kok"
Ardan tertawa "Kenapa kamu harus sekaku ini sih kita kan teman, kalau mau pergi belanja lebih enak bersama teman , kamu mau jalan sendirian? pasti orang lain akan melihatmu aneh"
Benar juga ucapannya akupun menurut dan berboncengan dengannya, dia tersenyum senang. Kenapa ini duduk dibelakangnya aku dapat mencium bau parfumnya jantungku berdetak kencang, tolong jantung diamlah anggap saja dia sebagai tukang ojek . Kami saling diam karena memang tidak tau harus ngobrol tentang apa , aku juga lebih memilih melihat arah sekitar .
Kembali ke saat ini aku sudah memilih empat baju ditanganku , aku ingin segera membayarnya ke kasir.
"Mau kemana? kamu sudah selesai memilih?" ucap ardan mengagetkanku.
"Ehh iya aku akan membayarnya sekarang"
"Kamu nggak mau coba dulu? nanti kalau nggak cocok gimana?"
Aku benar-benar malu aku takut membuatnya menunggu lama, kenapa dia mengikutiku belanja seharusnya kami hanya berangkat bersama dan berpisah ketika masuk. "Kamu nggak papa menunggu lama?"
"Tentu saja aku punya banyak waktu kok, cobalah nanti aku lihat, sebenarnya aku ini jago loh menilai penampilan " ucapnya sambil memamerkan gigi rapinya.
Aku segera masuk keruang ganti , Deg hatiku kamu jahat sekali ayolah berdetak dengan normal sekilas aku melihat lesung dipipinya dia benar-benar manis hehe.
Aku mencoba baju ke 1,2,3, dan akhirnya ke 4 menunjukkan semuanya ke Ardan
Terlihat Ardan dari tadi tersenyum sambil geleng-geleng kepala mengomentari penampilanku "Wah aku tidak bisa mengatakan apapun, kau memakai apanpun terlihat cantik"
Pipiku yang sedari tadi sudah merah merona, menjadi lebih merah lagi , aku hanya tersenyum tidak tau harus menjawab apa.
__ADS_1
Selesai dengan urusan pembayaran kamipun meninggalkan toko aku mencoba bertanya padanya apa yang ingin ia beli di MOL ini.
"Lusa kakak perempuanku ulang tahun aku tidak tahu harus memberi kado apa ? kamu kan juga perempuan menurutmu apa yang cocok untuknya?"
Sedikit berfikir "Kakakmu umur berapa? dia udah kerja atau masih kuliah?"
"Dia udah kerja di kantor penerbitan"
"Emmz kalau begitu gimana kalau belikan dia buku?"
"Jangan terlalu biasa dia punya banyak buku"
Aku berfikir lagi "Gimana kalau baju, tas, sepatu?" mungkin wanita suka hal-hal yang seperti itu.
"Aku ingin sesuatu yang sepesial yang mungkin tidak akan pernah ia lupakan"
"Ya udah beli baju couple sana" ucapku menggoda sambil menahan tawa.
"Hey dia kakakku bukan pacarku" Ardan cemberut
"Tuh kan dia kan cuma kakakmu kenapa kamu harus sebingung itu?" ucapku sambil tersenyum.
Ardan menatapku "Sepertinya ia sedikit mirip denganmu, jika kamu? jika itu kamu, apa yang kamu inginkan untuk kado ulang tahunmu?"
Ardan terlihat sedikit bingung "Itu terlalu sulit dimengerti?" cemberut lagi.
Akupun tertawa "Gimana kalau belikan kakakmu alat pemijat leher, pasti kerja di kantor penerbitan sangat melelahkan, dan jangan lupa rayakan , mungkin makan malam bersama keluarga sepertinya menyenangkan"
Dia sedikit berfikir dan tersenyum "Sesimple itu kah? ayo kita beli alat pemijat saja hehe" Dia meraih tanganku dan menarikku untuk berjalan lebih cepat.
Tanpa sadar aku menarik tanganku dengan kasar , aku sendiri terkejut dengan apa yang aku lakukan.
Dia menatapku sedih dan merasa bersalah atas kelakuannya sendiri "Maaf aku tidak sengaja, reflek saja karena terlalu senang"
"Ahh maaf aku yang seharusnya minta maaf aku juga tidak bermaksud, aku hanya belum terbiasa dengan cowok" ucapku tidak enak hati.
"Nggak kok memang aku yang salah tidak seharusnya menggengam tanganmu . Ayo pergi !" Ia tersenyum dan berjalan duluan .
Aku hanya mengikutinya dari belakang merasa tidak enak hati.
Suasana menjadi canggung setelah membeli kado untuk kakaknya, kami makan malam bersama hanya membicarakan sedikit tentang pelajaran dikampus , ia juga bertanya tentang Ria kenapa tidak pernah terlihat. Akupun menjelaskan padanya apa yang terjadi pada Ria .
__ADS_1
"Jadi sekarang kamu sendirian di kosan?"
Aku mengganguk membenarkan, sambil mengunyah makananku, ia terlihat sedikit sedih.
"Apa kau baik-baik saja ? tidak takut sendirian?" tanyanya lagi.
Aku tersenyum "Gpp kok aku berani dikamar sendirian, kan disamping kamarku juga ada orang".
"Ria pasti juga sedih sekali meninggalkan sahabat yang baik sepertimu? Apa kamu nggak punya teman selain Ria ?"
Akupun menggeleng "Aku terlalu sibuk belajar, dan juga pekerjaanku, mungkin hidupku memang tidak semudah orang lain tapi aku menikmatinya kok" Aku tersenyum kembali.
"Kamu mau aku kenalkan dengan teman-temanku aku punya banyak teman loh mungkin saja kalian juga bisa berteman"
"Aku ini cupu sulit untuk beradaptasi dengan orang lain" ucapku sedih
"Jangan khawatir pelan-pelan saja kalau kamu nggak mau gpp, tapi kalau kamu mau, kapanpun aku akan dengan senang hati mengenalkan mereka " ucapnya meyakinkan.
Akupun tersenyum lega "Terimakasih atas bantuanmu, untuk hari ini juga, hari ini biar aku yang traktir ya".
Ardan tertawa "Aku sudah membayarnya tadi, lain kali, kamu harus mentraktirku makan"
Aku tersenyum "Baiklah" ucapku menyetujui.
Ardan terlihat senang sekali "Janji loh ya".
Aku hanya mengangguk dan tersenyum sambil meneruskan memakan makananku .Aku mengecek hpku yang dari tadi lupa nggak aku buka karena terlalu asik bermain hehe.
3 pesan dari Farhan, ahhh jantungku tidak karuan lagi , hatiku berbunga-bunga ketika melihat chat darinya .
"Gimana kuliahnya sweet heart lancar?" pukul 14.20
"Kamu udah pulang? jangan lupa istirahat!" pukul 16.00
"Kamu sibuk ya ? jangan lupa makan malammu! 💜💜" pukul 17.15
Seperti inikah rasanya pacaran ahh padahal aku udah janji nggak mau berhubungan dengan cowok, pasti ini karena Ria yang selalu menyumpahiku setiap hari agar Aku bisa tergila-gila sama cowok manapun. Sialan aku menggit bibirku dan memukul-mukul meja pelan, haha seperti gemas akan sesuatu.
"Nia kamu kenapa?" tanya Ardan yang melihat kelakuan anehku.
"Gpp kok, Ria dia menggodaku lagi hehe" aku tersenyum untuk menutupi rasa maluku, ehh kenapa aku menyebur nama Ria? kenapa aku nggak bilang kalau dapat sms dari pacarku ?
__ADS_1
Nia sepertinya kamu akan jadi playgirl hehe !!!