
Farhan's
Aku sengaja pulang awal sejujurnya aku juga khawatir dengan keadaan mama, mungkin sampai sekarang dia masih marah dia belum menghubungiku sama sekali , atau mama belum pulang ya?
Pukul 4 sore aku sampai dirumah, Pak Tejo mebukakan pintu garasi akupun segera tanya apakah ibu sudah pulang, aku lega karena pak tejo bilang mama sudah pulang .
Aku masuk kedalam rumah , kenapa sepi sekali kemana mama ? aku pun menuju kamar mama yang ada di lantai bawah aku melihatnya sedang berbaring tidur .
Perlahan aku mendekat , aku menyentuh dahi mamaku gk panas dia gak sakit kan ?
Mama membuka matanya akupun tersenyum " Ma aku pulang " aku mencium pipi mama agar dia gak marah lagi
Mama hanya menatapku tanpa expresi, apakah dia masih marah ?
"Ma Farhan minta maaf ya , aku gak bermaksud membuat mama khawatir kemarin banyak sekali pekerjaan jadi aku ketiduran di kantor"
"Bohong " ucap mama menatapku, ahh bodoh mama pasti sudah tanya keperusahaan apakah aku ada disana atau enggak. " Kamu kemana kamu gak main - main sama cewek kan? mama gak mau kamu menghamili anak orang . Kalau kamu suka ajak dia kemari , mama akan setuju kok dengan pilihan kamu "
"Enggak, sebenarnya kemarin aku nemeni Anton makan malam ia curhat tentang istrinya , mereka selalu bertengkar, dan setiap kali itu terjadi Anton gak mau pulang ke rumah. Kemarin malam hujannya juga deres banget aku capek sekalian deh nginep disana " ucapku jujur karena gak mau disuruh nikah hihi
"Bisa gak setelah ini kamu kabarin mama, kemarin mama gak bisa tidur tahu? dan tadi mama kabur berharap kamu nyusulin mama, ternyata ..? mama kecewa sama kamu .." mama menangis.
"Maaf ma aku sangat menyesal" ucapku mungkin aku memang sudah keterlaluan , aku gengam erat tangan ibuku .
"Tadi mama pinsan dijalan, lambung mama kumat sakit sekali , karena mama capek malam gak bisa tidur mikirin kamu, pagi gak sarapan, mama ngelamu dan gak tau jalan pulang mama gak bawa uang juga . Baru kali ini mama merasa gak berdaya mama mau minta tolong tapi tidak tahu bagaimana caranya "
Aku menangis aku benar - benar menyesal dengan apa yang telah aku lakukan , aku mencium tangan mama dan meletakannya dipipiku aku takut kehilangan mama , ia satu - satunya keluarga yang aku miliki.
"Farhan akan mencoba berubah mulai sekarang, aku tidak akan membuat mama khawatir lagi" ucapku sungguh - sungguh
Akhirnya mama tersenyum .
"Gimana caranya mama pulang? mama gak kenapa - napa kan dijalan ? " Tanyaku khawatir.
"Mama pinsan dijalan dan seorang gadis menolong mana, ia bahkan menangis karena takut terjadi apa - apa pada mama . Lalu kami berkenalan dia membelikan mama makanan kami sedikit berbincang dia adalah gadis yang baik " mata mama berbinar ketika menceritakan tentang gadis itu .
"Untung lah mama pulang dengan selamat"
Sekarang giliran mama mengengam tanganku " Farhan sekarang mama telah menyadari sesuatu, karena kesibukan mama pasti kamu sangat kesepian kan , maafkan mama sayang , tadi ketika mama pergi mama berfikir dunia adalah tempat yang berbahaya ketika mama sendiri tidak ada siapapun yang mama inginkan hanya kamu yang bisa menolong mama hanya kamu. Tapi mama salah gadis itu dengan mudahnya mengulurkan tangannya tanpa takut, tanpa berfikir panjang, iya dengan mudah mengepresikan rasa cintanya. ketika mama menatap mata gadis itu mama melihat sebuah cahaya didalamnya cahaya ketulusan apakah kamu pernah merasakan perasaan hangat seperti ini ?"
"Gak pernah aku gak tau rasanya, mama juga bagaimana mama tau kalau dia baik, padahal cuma bertemu hanya sekali dengannya, jangan mudah percaya pada orang, mungkin mereka hanya memanfaatkan mama" ucapku mengutarakan pendapat
Mama tersenyum, "Kamu akan tahu jika kamu bertemu dengannya".
"Ahh terserah , aku capek mau mandi dulu , nanti makan bersama ya !" Ucapku mencium pipi mama lagi.
Mama hanya tersenyum
"Cepat sembuh ma" Aku tersenyum dan pergi keatas kamarku.
Sabtu yang panas, matahari begitu menyilaukan aku memakai kaca mata hitamku dan duduk dikursi taman Universitas Pratiwi .
Aku begitu mudah dibohong i seharusnya aku menyadari ketika mama membicarakan tentang wanita itu artinya mama ingin menjodokanku dengannya, meskipun mama gak bilang secara langsung .
Udah 10 menit aku disini ,bodoh sekali seharusnya aku menolak ketika mama memintaku untuk menjemput gadis itu, aku bahkan tidak tau wajahnya .
Aku melihat seorang cewek dan diikuti oleh 3 cowok dibelakangnya, sepertinya aku kenal sama dia ahh itu cewek yang ada di hotel .Kenapa penampilannya berbeda sekarang terlihat seperti gadis baik - baik, tapi tetap saja ****** tetaplah ****** .
Entah kenapa mataku tetap tidak mau berpaling. Sepertinya cewek itu tergangu diikut i, tapi aku tidak bergerak aku hanya diam dan melihat .
"Aaaaaaaaaaaa !!! toloong !!" cewek itu berteriak .
__ADS_1
Aku ingin menolong tapi kaki ini gak bisa bergerak, kenapa apa aku takut ?
Aku tidak percaya pada apa yang aku lihat, salah satu cowok itu menutup mulut cewek itu dengan berani cewek itu menarik tangan cowok itu hingga hampir terjatuh kemudian "BAM" cewek itu menendang burung cowok itu . Tanpa sadar aku menutup i burungku pasti sakit sekali . Entah apa yang di katakan cewek itu mereka akhirnya pergi sambil menggendong temannya yang pinsan .
Cewek itu berjalan, sepertinya ia melihatku aku kembali duduk pura - pura tidak melihat . ahh bagaimana ini ? dia terus mendekat apakah dia akan marah dan menendangku juga ?
"Ehem, permisi apakah mas anaknya Bu Farida ?"
"Eh iya benar, kamu Nia ya ?"Aku membuka kacamataku dan mengulurkan tangan, semoga dia lupa padaku aku takut dengan cewek mengerikan seperti ini.
Ia menyambut tanganku, kami pun berjabat tangan "Bagaimana kabar Bu Farida apakah kondisinya sudah membaik?" tanyanya sambil duduk disampingku 'deg' aku gak nyaman sudah lama aku gak duduk dengan perempuan
"Iya sudah lebih baik, mama bercerita banyak tentang kamu terimakasih ya sudah menolongnya "
"Ahh itu bukan masalah besar"
Akupun memberikan sejumlah uang diamplop ini gak sedikit 10 jt rupiah ."Ini untuk membalas kebaikan mbak, mama saya meminta saya untuk memberikan ini ".
"Apa ini?" Ia menerima amplop itu dan membukanya . Pasti ia menerimanya orang uangnya merah semua gitu biasakan orang miskin.Aku ingin mengatakan pada mama kalau mama salah menilai cewek ini .
"Kami tidak suka memiliki hutang budi, jadi ini adalah balasan untuk kebaikan anda " Ucapku sambil tersenyum
"Maaf saya gak bisa menerimanya, saya ikhlas kok menolong. Mendengar Bu Farida sudah baikan saya sudah ikut senang" Ia memberikan uangnya kembali.
Aku tak habis pikir aku mengengam tangannya tanpa aku sadari "Ahh maaf, tapi mama bilang harus kamu terima"kucoba bujuk sekali lagi .
Cewek ini malah tersenyum , haha mau kan loh pikirku .
"Mas ini orang kaya ya memberikan uang sebanyak ini buat balas budi, kalau gak keberatan mau gak ikut saya kesuatu tempat" ucapnya kemudian.
Aku tidak tahu apa yang ia inginkan, aku hanya mengiyakannya saja .
Dia tersenyum lagi sebenarnya sedikit cantik sih ahh apaan sih **** banget gue .
Akupun ikut berdiri, kamipun pergi kesuatu tempat dengan petunjuk darinya . Kami duduk bersampingan lagi - lagi aku gak bisa menolak, duduk disamping cewek yang bahkan aku gak mau ketemu sama dia lagi.
"Mas stop disini aja " ucapnya sambil menunjuk pinggir jalan .
Akupun menghentikan mobil, kami pun keluar dan berjalan ke arah perkampungan . Ini sekolah sd ngapain kita kesini? pikirku tapi aku gak bertanya aku hanya ingin melihat apa yang cewek ini lakukan .
Kami menuju ke penjual kecil yang membawa sepeda motor di depan sd kebanyakan dari mereka bapak - bapak . Ia bertanya berapa kalau beli cilok semuanya bapak itu berkata 300 rb . Iapun membeli semuanya cewek ini gila ya pikirku. Bukan hanya cilok, siomay, cimol, sempol bahkan toko mainanpun ia borong semuanya . gila pikirku . Ia menggunakan uang yang aku berikan kepadanya untuk membayar pedagang kecil itu .
Ia berjalan padaku tanpa membawa apapun . "Bukankah kamu memborong semuanya ?" tanyaku penasaran .
"Iya, tapi aku tidak mengambilnya, aku menyuruh mereka memberikannya untuk anak - anak yang kurang mampu, yang gak bisa membeli makanan seperti itu meskipun itu murah, mungkin kamu tidak tahu tapiĀ disini banya anak - anak yang seperti itu"
"Tapikan itu gak sehat kenapa kita harus susah kesini kita tinggal beli di mall beli biskuit atau roti"
"Mereka gak akan sakit karena makanan itu beda dengan orang kaya, bahkan ada satu semut kalian akan membuangnyakan ?" ucapnya tersenyum
Aku tidak bisa menjawab karena itu memang benar .
"Lagian kasian bapak - bapak itu pasti setiap hari pulang malam untuk menghabiskan dagangannya, kalau dagangannya cepat habis mereka bisa segera pulang kerumah dan berkumpul dengan keluarga kan" Ia tersenyum gembira bahkan sampai terlihat giginya yang rapi "Ahhh senangnya bisa memberi" ucapnya lagi sambil berjalan .
"Kita mau kemana lagi ?" tanyaku karena cewek ini gak berjalan menuju mobil.
"Kita kepanti asuhan dulu ya , uangmu masih sisa banyak " ucapnya sambil berjalan .
Aku hanya mengikutinya menatap punggungnya, menarik itu yang terpikirkan olehku .
Setelah berbicara dengan pengurus panti. Nia mengatakan bahwa aku ingin menyumbang sejumlah uang ia memberikan 5jt untuk membeli kebutuhan anak - anak disini .
__ADS_1
Kemudian kami diizinkan untuk bertemu dengan anak - anak di panti ini .
Kami masuk kesebuah ruangan kini mereka masih sedang belajar , Nia menyapa mereka dan mengatakan sedikit lelucon yang tidak lucu menurutku .
" Hallo adik - adik, kalian sudah makan kan ?"
"Sudah kak" mereka serempak menjawab
"Maaf menggangu kalian belajar , Disini ada yang ingin berkenalan dengan kalian, ini Kak Farhan temannya kak Nia , Ia ingin membagi sedikit rejeki untuk kalian . Tapi sebelum kalian berkenalan denganya ada yang rindu gak sama Kak Nia ?
"Saya kak , saya, saya ," ahh semua mengatakan rindu padanya
"Kakak menikahlah denganku" ucap seorang anak laki - laki mungkin masih sd .
"Jangan kak dia masih kecil , menikah sama aku aja " Ucap anak laki - laki yang terlihat lebih tua darinya .
Mereka saling memandang seperti ingin bertengkar ahh dasar .
Nia tertawa " Haha kakak juga rindu sama kalian, kamu juga ronal sama aldo berhenti bertengkar, kalau kalian ingin menikah sama kakak kalian harus tumbuh dulu , sekolah yang bener, cepat besar, jadi laki - laki yang bertanggung jawab dan harus punya kerjaan , mengerti , kalau masih kayak gini kakak gak mau lah "
"Aku akan cepat besar kak beneran tunggu aku ya" ucap ronal
"Gak akan kamu kan masih kecil tentu aku yang akan tumbuh duluan wek " balas aldo tak mau kalah .
Nia tertawa dan menghampiri mereka jangan bertengkar sini ikut kakak . Nia membawa mereka mendekat ke arahku .
Lalu Nia berbisik "Nenekku bilang kalau mengelus anak yatim piatu nanti bisa mencium bau surga loh" Sambil memberikan amplop sisa uang yang ada "Berikan mereka 1/rorang oke " Nia pun kembali melihat anak - anak .
"Ayo salim ke kak Farhan "
Anak itupun mengulurkan tangannya sebenarnya aku sedikit takut, tapi akhirnya aku menjabat tangannya dan ia mencium tanganku , untuk pertama kalinya ada seseorang yang mencium tanganku . Aku sedikit melamun , Nia menyenggolku dan aku tahu aku harus memberi mereka uang . "Terima kasih kak Farhan " Ucanya senyuman polos tanpa dosa tanpa beban entah kenapa aku merasa sangat senang tapi tidak bisa mengexpresikan diri aku juga mengelus rambut mereka seperti yang Nia perintahkan.
Satu persatu jalan ke arahku hingga yang terakhir ada 22 anak disini . Tinggal satu anak perempuan yang duduk dipojok tidak mau menghampiriku . Niapun berbisik "Dia sudah buta dari lahir itu sebanya ia tidak bisa berjalan kemari , kita yang menghampirinya kesana ya" Nia berjalan dan aku mengikutinya .
"Hay rere apa kabarmu hari ini ?" Ucap nia sambil jongkok di hadapan anak itu .
"Baik kak , kakak kesini sama pacar kakak ya ? kemana kak Ria gak ikut kesini ?"
Sepertinya Nia sedikit terkejut dengan apa yang gadis kecil ini tanyakan "Kak Ria masih ada sekolah , makanya kakak bawa kak Farhan , Kak farhan juga temenya kan Nia " Jawabnya kemudian .
"Jadi bukan pacar ?"
"Bukan!"
Rere tersenyum "Kak Farhan boleh aku melihat wajah kakak ?"
Aku gak mengerti apa maksudnya bukankah dia buta gimana cara melihatnya aku mengalihkan pandangan ke arah Nia . Nia melambaikan tangan akupun mengikutinya dan jongkok di samping Nia .
"Dia ingin menyentuh wajahmu, boleh ?" ucap nia
Sejujurnya aku terkejut gak pernah ada orang lain yang berani menyentuh wajahku kecuali mama
"Tentu saja" jawabku , ahh mulut ini gak bisa diam seharusnya aku menolak saja
Gadis itu tersenyum dan mulai meraba wajahku mulai dahi, mata, hidung, bibir , kemudian menyentuk kedua pipiku .
Jantungku berdebar, terlalu dekat pikirku. Aku melihat wajah gadis kecil ini mungkin dia umur 6 tahun kulitnya putih, hidungnya mancung , bulu matanya lentik sayang dia tidak bisa membuka matanya , bibirnya kecil dan merah, pipinya besar seperti bak pau . Dia cantik benar - benar cantik .
"Wah Kak Farhan ganteng banget, kalau kak Nia gak mau sama kak Farhan, kak Farhan mau ya nikah sama rere" Ia tersenyum menunjukkan gigi kecilnya yang rapi
Akupun tersenyum "Baik aku mau" ucapku.
__ADS_1
Gadis ini senang dan memelukku perasaan apa ini ? berdebar dan bahagia masak benar aku menyukai anak umur 6 tahun .