
If you start miss me !
Remember, I didn't walk away.
You let me go .
Farhan sangat menikmati saat-saat bermain dengan anaknya, hingga terkadang ia lupa dengan pekerjaanya. Sudah 2 minggu Farhan hanya berada dirumah bermain-main dengan anaknya. Kini saatnya ia kembali kekantor.
Di kantor semua staf sibuk mengerjakan pekerjaan masing-masing begitu juga dengan Ria. Kini ia memiliki pekerjaan baru menjadi pembimbing anak-anak magang dari berbagai universitas. Ada 10 orang peserta magang diantaranya adalah Ardan kenalannya sesama mahasiswa di kampus Pratiwi, dan juga Sinta teman masa kecilnya yang menyebalkan. Bagaimanapun juga ia harus menjadi pembimbing yang baik, yang profesional tidak membeda-bedakan tugas pada para peserta magang.
Di sela-sela Ria sedang menjelaskan tentang visi dan misi perusahaan, Farhan datang karena ingin menyapa para peserta magang. Riapun memperkenalkan bos perusahaan ini Farhan Trianto.
Farhan sedikit terkejut karena melihat ada Ardan disana, untuk apa ia magang diperusahaannya yang kecil dibandingkan dengan perusahaan ayahnya sendiri yang jauh lebih besar.
Ardan tersenyum seperti mengerti apa yang kakak iparnya pikirkan.
Setelah memberi sedikit penjelasan tentang perusahaan, dan memberikan semangat untuk peserta magang agar bekerja keras dan bisa menjadi sukses. Farhan pun pamit untuk pergi.
Ketampanan Farhan tidak bisa diragukan lagi, setiap mata wanita tertuju padanya, bukan hanya para peserta magang yang senang menatapnya, bahkan staf wanita yang lain senang melihat kehadiran bos mereka yang sudah kembali.
Ria menggelengkan kepala
Apakah mereka buta jelas-jelas Yahyaku lebih tampan dari Farhan, kenapa mereka melihat Yahya biasa saja sedangkan melihat Farhan seperti itu. Ya, mungkin karena Farhan kaya, Kaya+tampan+baik hati, tidak bisa diragukan lagi seandaiya mereka tahu betapa kekanakannya sikap Farhan yang asli, pasti mereka akan berubah pikiran, haha !
Ria tenggelam dalam lamunanya, para peserta magang menatapnya dengan tatapan aneh.
Setelah memberikan pengarahan, Ria mengajak mereka berkeliling kantor, menunjukkan nama-nama ruangan, dan apa saja kegunaannya, mereka akan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk bisa membantu di setiap tim. Setiap kelompok terbagi menjadi 2-3 orang, kelompok Ardan terdiri tiga anggota Ardan, Risma, Ika, mereka membantu dibagian administrasi. Sedangkan kelompok Sinta hanya ada dua orang Sinta dan Bagas mereka membantu di bagian Desain ruangan. Sedangkan kelompok lainnya ditugaskan dibagian Bahan, dan juga Perencanaan.
Jam makan siang tiba mereka mendapat makan siang gratis dikantin. Ardan dan Sinta bersikap seolah tidak saling mengenal, ya namanya juga mantan tidak selalu ada dihati.
Sinta sengaja duduk di meja Ria yang sedang makan siang sendirian. Ria menatapnya tidak suka, bagaimanapun juga kenangan masa kecilnya dengan Sinta sangat buruk. Sinta yang adalah anak orang kaya selalu membuli dirinya dan juga Nia, hanya karena Nia pernah pacaran dengan orang yang ia cintai.
"Boleh aku duduk disini !" ucap Sinta, langsung duduk tanpa menunggu jawaban.
"Tetap tidak tahu malu, untuk apa bertanya kalau tetap melakukan kemauanmu tanpa menunggu jawaban !" ucap Ria ketus.
"Ria, ayolah itu sudah masa lalu, aku ingin minta maaf sekarang, tidak seharusnya dulu aku bersikap seperti itu aku merasa sangat menyesal, aku tahu kalian pindah kesini saat kakek Nia meninggal, aku berharap suatu hari akan bertemu dengan kalian dan meminta maaf tapi sudah sangat terlambat sudah berapa tahun berlalu tapi aku tetap tidak menemukanmu !" ucap Sinta jujur.
Ria tidak percaya dengan ucapan Sinta, mungkin saja ia mencarinya hanya untuk membulinya lagi, hanya ingin melihat seberapa menderitanya dirinya di kota tanpa orang tua. "Lalu apa maumu mencariku ?"
"Sudah kukatakan aku ingin meminta maaf, aku merasa bersalah ketika membayangkan nasip kalian, aku hanya ingin membantu, ayahku mendapat pekerjaan disini jadi Aku dan Ibu juga pindah kesini, lalu aku mendapat kabar kalau Kakek Nia meninggal dan kalian juga pergi kekota ini, aku hanya ingin membantu tapi sayangnya aku tidak bisa menemukan kalian !" Sinta menjelaskan panjang lebar. "Bagaimana keadaan kalian sekarang, aku penasaran kenapa kamu bisa bekerja diperusahaan ini, seharusnya kamu kan belum lulus seperti aku, dan perusahaan ini hanya menerima lulusan terbaik !"
__ADS_1
Ria sudah menduga ternyata Sinta mendekatinya karena penasaran mengapa dirinya bisa bekerja diperusahaan ini. "Kamu tidak tahu ya, Farhan Trianto bos sekaligus anak pemilik perusahaan ini adalah suaminya Nia !" ucap Ria dengan bangga.
Sinta terkejut sekaligus tidak percaya bagaimana mungkin Nia yang hanya seorang gelandangan bertemu dengan Farhan bos dari perusahaan ini. "Benarkah, aku ikut senang melihat kalian sukses jadi aku menghawatirkan sesuatu yang tidak perlu !"
"Tentu saja dimanapun Nia berada setiap laki-laki akan memilihnya karena dia baik dan juga cantik, tidak seperti seseorang yang tidak bisa menerima takdir !" ucap Ria mengejek. "Aku sudah selesai makan duluan ya !" Ria dengan cuek meninggalkan Sinta sendirian.
Sinta kesal mendengar ucapan Ria. Ia tidak habis pikir kenapa dirinya selalu dikalahkan oleh Nia. Padahal dirinya tidak kalah cantik, apalagi ia cukup mapan dibandingkan dengan Nia.
Ardan yang duduk tidak jauh dari meja mereka bisa mendengar percakapan Sinta dan juga Ria. Ia penasaran ada hubungan apa diantara mereka kenapa mereka membicarakan tentang Nia juga, dan siapakah Ria ? Keren sekali bisa mengatakan hal seperti itu dengan keren haha skak mat, Sinta mati gaya sekarang.
Setelah makan siang selesai mereka kembali melakukan pekerjaan masing-masing. Sekarang Ria adalah pembimbing mereka, dengan sengaja Ria memberikan banyak tugas untuk Sinta karena merasa kesal akan perlakuan Sinta dimasa lalu.
Aku tidak sebaik Nia yang akan percaya dengan ucapan lembut orang lain dan langsung menerima permintaan maaf. Jika benar-benar ingin meminta maaf maka lakukan dengan baik ! Aku ingin melihat ketulusanmu Sinta !
Ria hanya bisa tersenyum dan berkata dalam hati ketika menatap wajah Sinta yang kesal karena hari pertama sudah mendapat banyak pekerjaan.
Namun Sinta bisa merasa sedikit senang karena Bagas baik padanya ia mau membantu pekerjaannya, meskipun merekan berbeda universitas dan baru hari ini kenalan, Sinta sudah bisa menebak bahwa bagas adalah laki-laki yang baik.
Jam baru menjuk pukul 4 sore, belum waktunya jam pulang kerja tapi Farhan sudah merindukan anak dan istrinya. Ia meminta Anton untuk mengambil alih pekerjaannya. Yang namanya bos ya suka-suka, hehe.
°°°°°
Farhan sampai di rumah ia segera masuk kedalam kamar mencari istri dan anaknya. Ia melihat Nia yang sibuk dengan laptopnya, sedangkan Yusuf masih tidur. Farhan mendekat dan mencium pipi istrinya. "Kamu lagi ngapain ?" Tanya Farhan lembut.
"Kenapa, aku bilang kan kamu akan cuti 3 tahun !"
Nia menatap suaminya. "Mas aku tidak ingin membuang-buang waktu aku ingin kembali belajar lalu bisa segera lulus dan menjadi sarjanah. Aku ikut kuliah online kok jadi aku masih bisa menjaga Yusuf kita !"
"Tapi nanti kamu jadi kesusahan !" ucap Farhan tidak mau menggalah.
"Sssst ! Yusuf baru saja tidur, mandi dulu sana, nanti bicara lagi !" ucap Nia tidak mau berdebat.
"Kamu sudah berani ya sama suamimu !" ucap Farhan geram, tapi ia tetap berjalan kearah kamar mandi.
Nia tersenyum melihatnya, lalu kembali fokus pada pekerjaannya.
20 Menit kemudian Farhan sudah selesai mandi dan sholat. Nia juga sudah menyelesaikan pendaftaran kuliahnya.
Nia menarik suaminya agar duduk disofa, lalu ia ikut duduk dipangkuan suaminya melingkarkan tangannya dileher suaminya.
Farhan tersenyum melihat kelakuan istrinya. "Apa yang kamu inginkan, aku hanya meninggalkanmu sebentar apakah kamu sudah merindukanku ?" ucap Farhan percaya diri.
__ADS_1
"Iya aku merindukanmu, hari ini anak kita sering menangis mungkin karena ia merindukanmu juga!" Nia mencium pipi suaminya lalu bersandar didada suaminya.
Farhan membelai rambut istrinya lalu menciumnya lembut. "Kamu pasti capek, aku akan pulang secepat mungkin jika pekerjaanku sudah selesai !"
"Janji ya !" ucap Nia memastikan.
"Janji !" ucap Farhan sambil tersenyum.
"Oh ya mas, aku ingin kuliah lagi, aku ingin segera lulus dan membangun bisnis sendiri !"
Farhan tertarik mendengar perkataan istrinya. "Bisnis, kamu mau membuat bisnis apa ?"
Nia bersemangat menceritakan cita-citanya yang baru saja melintas dipikirkanya. "Aku ingin mendirikan sebuah sekolah tapi hanya untuk para balita, aku rasa aku menyukai anak kecil. Aku akan membuka jasa penitipan anak, aku bisa bermain bersama mereka setiap hari sekaligus aku bisa membantu para ibu-ibu yang ingin bekerja, yang tidak bisa mengurus waktu untuk merawat anak dan pekerjaanya jadi ya seperti kata pepatah pekerjaan terbaik adalah hobi yang dibayar haha ! Bagaimana menurutmu ?"
Farhan tersenyum "Bagus lakukan apapun yang kamu inginkan, kamu juga tidak perlu menjadi sarjanah jika ingin membuka usaha sendiri !"
Nia menolak. "Tidak bisa cita-cita kakekku ingin melihatku jadi sarjanah, jadi aku akan berusaha, aku juga tidak ingin mempermalukan anak-anakku nanti, yang akan malu karena ibunya hanya lulusan SMA !"
Farhan tertawa mendengar ucapan istrinya yang polos. "Haha baiklah lakukan apapun yang kamu mau, aku ada disini aku akan membantumu melakukan apapun entah itu mewujudkan mimpimu, ataupun menjadi sandaranmu ketika kamu lelah !" (Mode romantis on !)
Nia menatap suaminya dengan mata berbinar. "Serius !"
"Tentu saja !" ucap Farhan yakin.
Nia mendekat untuk mencium suaminya. Mereka berciuman untuk sesaat lalu harus berhenti ketika mendengar anaknya menangis.
Farhan menggeser tubuh Nia agar duduk disofa, mengecup kening Nia lalu segera menggendong anaknya agar berhenti menangis. "Cup cup sayang kenapa sudah bangun, ayah sudah pulang kamu kangen kan sama ayah, mau main lagi ya !"
Nia hanya diam dengan tatapan kosong seperti ada sesuatu keinginan yang tidak terpenuhi. Benarkah ia menyukai anak kecil ? Apakah membuka jasa penitipan anak adalah sesuatu yang benar ? Tapi baru saja anaknya merebut suaminya ? Apakah setiap anak kecil menyebalkan ? Mungkin ia harus menarik kata-katannya lagi dan memikirkan kembali apa mimpinya yang sesungguhnya !
Season 1 Tamat.
Alhamdulillah season 1 sudah tamat terimakasih banyak bagi para pembaca yang setia mengikuti perkembangan cinta Farhan dan Nia, juga beberapa tokoh pendukung lainnya. Novel KEEP THE FAITH (Percaya Pada Allah) masih akan berlanjut ke season ke-2. Perkembangan Cinta Ria dan Yahya akan terus berlanjut, dan Ardan juga, kapan ya kira-kira Ardan bisa bertemu jodohnya kasihan belum bisa move on dari Mariam, ngomong-ngomong apakah kisah cinta Mariam dan Zain akan damai-damai saja sampai akhir ? Berikan dukungan untuk Author dan doakan agar bisa segera punya waktu untuk menulis lagi 🙏🙏🙏
Bonus gambar.
Muhamad Yusuf Trianto. 15 th
Farhan Trianto.
__ADS_1
Gimana cakepan bapak atau anaknya ??? Hehe salam manis dari author Little star^^