
Nia's
Sunday it's coming, seperti biasa aku nggak mau bangun pagi, perutku lapar ahh aku tidak peduli aku ingin tidur .
Kemarin adalah hari yang menyenangkan aku bisa mengunjungi panti asuhan lagi, senangnya bisa melihat anak-anak itu tertawa, dan siapa namanya anak bu farida ? aku lupa lagi , padahal dengan wajah tampan seperti itu aku pasti mengingatnya.
Untuk pertama kalinya dalam hidupku pergi hanya berdua dengan lelaki, tapi kenapa aku merasa nyaman disampingnya bahkan aku tidak ingin pergi. Aku pasti gila hanya karena gak pernah berinteraksi dengan laki-laki perasaanku gampang goyah kemarin aku kira siapa itu anak yang memberi tahuku tugas bahasa inggris adalah pangeranku, sekarang malah anaknya bu farida , ahh dia orang kaya lagi nggak mungkinkan . Nia berhenti bermimpi fokus sama sekolah . Siapa sih namanya? Kenapa aku tidak dapat mengingatnya ?
Ahh nggak tau deh bangun aja daripada membayangkan hal yang nggak jelas .
Aku masuk kamar mandi cuci muka dan gosok gigi , hehe biasa hari minggu males mandi .
Aku membuka pintu kulkas , yah kosong , aku harus belanja Ria masih tidur lagi . Lapar, ya udah deh pergi sendiri aja .
Perlahan aku berjalan kaki menuju pasar tradisional . Banyak ibuk-ibuk penjual menyapaku . Menawarkan ikan, ayam, sayur, dan sebagainya . Ya terbilang aku cukup populer . Ah hahaha di kalangan ibu-ibu kampung maksutnya. Mungkin karena aku gak senggan untuk menyapa dan murah senyum tentunya .
Aku pulang kerumah, sambil makan es krim dijalan . Ehh hpku berbunyi aku meletakkan barang belanjaanku dilantai dan menjawab telfon ku . Bu farida ? bu farida menelfon ? aku senang berbicara dengannya .
"Hallo, assalamualaikum" ucapku memulai percakapan
"Walaalaikum salam, Nia kamu sudah bangun? apakah hari ini kamu sibuk ?"
"Enggak bu nggak terlalu sibuk kok, kenapa?" tanyaku .
"Apakah kamu tahu gimana caranya membuat pecel?"
"Iya tahu, ibu mau saya masakkan?"
"Hehe sebenernya aku suka sekali sama pecel, kamu bisa kesini nggak ajarin bikin pecel, Farhan bilang dia juga suka loh "
"Oh iya baik, ibu sudah ada bahanya ? atau saya belikan sekalian?"
"Iya, tolong belikan bahanya juga ya, nanti saya ganti uangnya"
"Enggak perlu sungkan bu, Oh ya yang kemarin uangnya terimakasih banyak ya sangat bermanfaat" ucapku sopan.
"Cuma sedikit kok, dimana alamat kamu nanti biar supir saya jemput"
"Gak papa nih nanti jadi ngerepotin"
__ADS_1
"Justru aku yang ngerepotin kamu , nanti kalau sudah siap berangkat telfon aku ya "
"Baik bu"
Sambungan telponnya pun terputus, kerumah bu farida? ahh aku deg deg an . Hari minggu pasti anaknya ada dirumahkan . Ahh harusnya aku bilang kalau sedang sibuk saja . Atau aku ajak Ria aja ya ?
Jeng, jeng !! Aku sudah sampai didapur bu farida memasak bersama beliau, bufarida bilang pembantunya lagi libur jadi disinilah aku membantunya memasak . Dasar Ria dia nggak mau ikut meskipun aku telah memaksanya , hhhh salahku juga sih ini kan hari minggu Ria pasti juga capek .
Aku masak sambil ngobrol, nggak penting sih cuma basa-basi tanya apa kesibukanku .Semua hanya pertanyaan dari bu farida dan aku hanya menjawabnya. Aku malu, tapi juga senang seperti memasak bersama nenek dulu . Apalagi bu farida bilang masakanku enak setelah mecicipinya .
Aku tersenyum senang bukan main, tiba - tiba aku melihat seseorang turun dari tangga sepertinya baru bangun tidur , ia mengucek matanya sepertinya dia tidak tahu aku ada disini .
"Ma berisik banget sih , aku lapar" Dia duduk di kursi meja makan .Dan tiba-tiba ia melihatku sepertinya dia terkejut, atau mau dengan penampilannya yang sekarang haha lucu sekali ."Ke - kenapa dia ada disini ?sejak kapan?" Tanyanya kemudian .
"Bi mina izin pulang kampung ibunya sakit, jadi nggak ada orang yang masak , dan hari ini kan minggu jadi Nia pasti nggak sibuk jadi ibu panggil aja dia kemari"
"Hallo" Ucapku menyapa sambil melambai, tapi aku tetap tidak begerak dari tempatku mencuci piring.
"Hai" dia juga melambai tapi senyumnya aneh pasti dia mati gaya haha .
Bu farida menyiapkan makanan di atas meja, aku senggaja menggoreng lele juga biar jadi pecel lele . Farhan memakannya dengan lahap meskipun ia tidak mengucapkan apapun .
"Nia sini makan bareng juga" ucap bu farida mengajakku makan
Bu farida malah menarikku ke meja makan dan duduk disampingnya , sekarang lagi? aku duduk berhadapan dengan farhan . Bu farida mengambilkan nasi untukku dan berkata "Kamu terlalu kurus , harus makan lebih banyak lagi"
Aku tersenyum aneh mengucapkan terimakasih dan memakan makananku .
Bu farida bercerita banyak tentang keluarganya tentang suaminya yang meninggal, tentang dirinya yang sibuk mengurus i pekerjaan dan akhirnya tentang putranya . Tapi sepertinya Farhan nggak suka dengan itu tampak jelas diwajahnya kalau dia marah tapi dia tidak berani memotong perkataan ibunya .
"Nia , kamu tahu kan aku sudah berusaha sangat keras sekarang aku sudah tua aku juga ingin menimang cucu. Tapi anak nakal ini sudah umur 29 tahun tapi masih tetep nggak mau nikah dia bahkan nggak pernah bawa cewek kerumah "
Aku tidak tahu harus menjawab apa, tapi sulit dipercaya dia nggak pernah bawa gadis kerumah dengan tampilannya seperti itu. "Jangan khawatir tante, anak tante terlihat anak yang baik dia pasti nggak akan mengecewakan tante " aku tersenyum aneh lagi
"Itu yang kamu pikirkan, dia nggak pernah memperdulikan aku bahkan waktu aku kabur dari rumah dia nggak mau mencariku "
Tiba - tiba Farhan berdiri "Aku kenyang , terimakasih makananya" kemuadian ia berjalan menuju kamarnya .
Bu farida tidak menghentikannya "Lihatkan tempramentalnya sangat buruk, aku capek hidup seperti ini, seandainya dulu aku punya putri, putri yang cantik dan baik sepertimu" Ia menggengam tangganku dan tersenyum.
__ADS_1
"Ahh tante terlalu memuji"
"Nggak kok, kamu memang cantik Nia , kamu mau nggak jadi anak tante juga ?"
"Ahh maksudnya tante mau mengadopsiku?"
"Haha bukan maksud tante menikahlah dengan Farhan, dan tante akan punya anak perempuan sepertimu sekaligus cucu yang baik dan cantik sepertimu"
Aku terkejut tidak pernah menyangka bahwa Tante Farida akan melamarku seperti itu , tapi Farhan sepertinya dia tidak menyukaiku , tentu saja siapa aku. "Maaf tante tapi saya tidak sebaik yang tante pikirkan, dan sepertinya Farhan juga tidak menyukai saya "
"Farhan gampang aku akan membuatnya mencintaimu kamu mau kan ?"
Aku tidak memberikan jawaban aku sesungguhnya nggak tau ini mimpi atau bukan.
Dirumah aku melihat ria sedang bermain dengan laptop nya
"Ngapain lo sibuk banget?" tanyaku sambil duduk di sampingnya.
"Ehh lo udah dateng, Nia mama gue telfon katanya sekarang ia berada di hongkong ia menikah disana dan katanya suaminya sangat sayang padanya dan memintaku untuk tinggal bersama mereka" ucapnya wajahnya senang tapi kemudian menjadi sedih.
"Bagus dong" aku tersenyum sambil mengucapkan selamat"Hidup disini susah kan lebih baik kamu ikut mama mu, kamu juga selalu bilang kamu merindukannya kan?" ucapku kemudian .
Ria menangis "Tapi gue harus ninggalin loh, bahkan ketika lo disini gue ngerasa lo udah mulai menjauh"
"Maksunya?" aku binggung
"Tuh tadi lo nyebut gue dengan kata kamu bukannya lo" ia memelukku kemudian .
"Iya ya haha , gpp kok asal lo bahagia"
"Nia kamu mau ikut aku ke hongkong nggak aku nggak mau ninggalin kamu sendirian"
Dia baik sekali sebenarnya aku takut disini sendirian, kenapa satu persatu orang yang mencintaiku harus pergi nggak nggak papa aku harus kuat "Ria gue mau cerita sama lo"
Riapun melepas pelukannya dan menatapku "Apa?"
"Gue dilamar!" Ria diam seperti nggak percaya " Ingat bu farida , wanita yang aku tolong waktu itu dia memintaku untuk menikah dengan anaknya"
"Ganteng?" hhh apaan sih pertanyaannya akupun mengiyakannya . Ria senang ia memberiku selamat dan memelukku .
__ADS_1
"Mungkin ini jalan Allah untuk kita jalan menuju kebebasan kalau gini gue bisa tenang ninggalin lo"
Aku hanya tersenyum semoga ini adalah keputusan yang terbaik.