KEEP THE FAITH (Percaya Pada Allah)

KEEP THE FAITH (Percaya Pada Allah)
Rencana 2


__ADS_3

Farhan's


Laki-laki hebat bisa dilihat dari seberapa banyak tanggung jawabnya !


Aku lelah hari ini sibuk sekali, ada proyek pembangunan baru , membuat jalan tol di daerahxxx, sekaligus proyek pembangunan sekolah yang diseponsori oleh FK Group. Aku harus mengecek semua data untuk anggaran yang harus dikeluarkan, berapa banyak anggota yang diperlukan dan berapa banyak barang baku yang dibutuhkan. Walaupun tugasku hanya mengecek tapi sebagai atasan yang baik aku tidak boleh sampai salah perhitungan. Perusahaan kami adalah perusahaan yang didirikan oleh mendiang ayahku perusahaan kontraktor, walaupun dulu aku tidak menyukai pekerjaan dibidang ini tapi aku tidak punya pilihan lain karena hanya akulah satu-satunya anaknya, tentu saja aku harus bisa menjadi anak yang berbakti dan penerus perusahaan yang bisa diandalkan. Setelah mengecek semua laporan dan menandatanganinya aku merasa lega tugasku sudah selesai, jam sudah menunjuk pukul 11 malam. Aku melihat Nia yang tertidur disampingku, benar saja apa yang selalu kubayangkan, Nia selalu belajar dengan giat hingga tertidur (Padahal, Nia tertidur karena bosen tuh hehe). Aku menatap wajahnya, menyibakan rambutnya kebelakang telinga agar aku bisa melihatnya dengan leluasa, aku meletakkan kepalaku dimeja dan menghadap kearahnya, aku menatapnya dan tersenyum sendiri ia benar-benar tertidur pikirku.


Aku melihat sebuah kertas pertanyaanku kemarin sudah berada di samping buku Nia, akupun mengambilnya, dan jawabanya hanya satu, Mari pikirkan bersama !^^ .Membuatku tersenyum dengan jawabanya .


Akupun menggambil kertas yang diberikan Nia kemarin, yang masih berada di dalam tasku, aku lupa belum mengisinya karena sangat sibuk, kalau Nia tahu pasti dia akan marah. Benar-benar seperti Nia, untuk apa ia menanyakan hal seperti ini, aku tersenyum lalu mencium pipi istriku. "Manis sekali!" ucapku sambil berbisik, ia tersenyum. Entahlah dia tersenyum karena ucapanku atau karena mimpi indahnya.


Setelah aku membereskan semuannya, aku menggendong Nia untuk pindah ketempat tidur kami. Nia membuka matanya dan menatapku sambil tersenyum. Akupun meletakkannya dengan hati-hati di atas ranjang kami.


"Kamu sudah selesai?" tanyanya sambil mengucek mata, "Maaf aku ketiduran".


Aku tersenyum dan membenarkan posisi bantal kami, menarik selimut, lalu menarik Nia dalam pelukanku. "Sudah malam istirahatlah!" ucapku sambil mengecup keningnya. Ia hanya tersenyum lalu kamipun terlelap dalam mimpi indah.


Pagi harinya Nia yang bangun duluan, mungkin karena aku capek hingga tidak mendengar bunyi alarm. Nia yang baru keluar dari kamar mandi menghampiriku "Sudah bangun? kamu mau mandi? aku siapkan air hangat ya ?" Aku hanya mengangguk, Nia kembali ke kamar mandi dan aku kembali memejamkan mataku.


Tangan hangat Nia menyentuh keningku, membuatku membuka mata, tatapan khawatir ini, membuat hatiku merasa bergetar. Nia membelai rambutku "Kamu sakit ya ?".


Akupun segera bangun dan menciumnya, mengusap-usap kepalanya pelan "Istriku sangat khawatir ya!" Aku tersenyum "Aku hanya malas pergi ke kantor banyak sekali pekerjaan maaf kemarin tidak bisa memperhatikan kamu".


Ia tersenyum mendengar ucapanku, Ia menarikku agar beranjak dari tempat tidur "Ayo bangun nggak boleh malas, bukankah kamu ingin punya anak, kamu harus berusaha lebih keras kan. Aku nggak papa kok, jangan khawatirkan aku, hanya menatapmu yang sedang bekerja, menjadi tontonan yang menarik untukku, aku juga sangat terhibur kok, suamiku sangat keren saat bekerja" ucapnya dengan senyum cerah. Memberikanku energi baru.


"Mau mandi bareng?" tanyaku ingin menggodanya.


"Aku sudah mandi tuh!" ucapnya sambil tertawa.


"Kalau begitu bantu aku mandi" aku menariknya dalam pelukanku dan mencium pipinya.


Haha ia tertawa, dan berbalik mendorongku ke arah kamar mandi "Dasar memangnya kamu bayi, cepat mandi aku tunggu, mau sholat bareng kan" ucapnya sambil menutup pintu kamar mandi.


Haha aku tidak bisa berhenti tersenyum, istriku benar-benar manis, bagaimana mungkin aku tidak mencintainya.


Setelah sholat Nia mengikutiku dan memilihkan baju untukku, entah apa yang ia pikirkan mungkin ia sedang berekting menjadi istri idaman sekarang. Aku hanya mengikuti kemauannya, Ia memasangkan dasi untukku aku menatapnya, ia malah fokus dengan dasiku tidak mau balik menatapku.

__ADS_1


"Mas !" panggilnya masih mengikatkan dasi untukku.


"Heem !" ucapku tidak berhenti memandangnya.


"Aku punya temen baru, kakaknya butuh pekerjaan, apakah diperusahaan mas ada lowongan pekerjaan?" tanyanya masih tidak mau menatapku.


"Laki-laki atau perempuan?" tanyaku lagi.


"Laki-laki" jawabnya, membuatku marah.


"Temanmu laki-laki? berani-beraninya meminta pekerjaan padaku" jawabku sinis akupun mengalihkan pandanganku dari Nia.


Gantian Nia yang menatapku, "Bukan temenku perempuan, ia baru pindah dari Arab Saudi, sudah setahun kakak nya mencari pekerjaan tapi masih belum nemu yang cocok" Jawabnya menjelaskan.


"Kamu kenal dengan kakaknya?" Tanyaku lagi, awas aja kalau kamu kenal, pikirku masih marah.


"Enggak, aku bahkan tidak tahu orangnya, masalahnya temenku itu baik banget, jadi pasti kakaknya juga baik, kasian kan ayahnya sudah meninggal dunia jadi sekarang hanya kakaknya yang menjadi tulang punggung keluarga". ucapnya menjelaskan lagi.


"Baiklah suruh kakaknya datang keperusahaan bawa surat lamaran juga aku ingin lihat dulu, tapi aku tidak janji akan menerimanya" ucapku masih cuek.


Sudah seminggu ini Aku selalu sibuk dikantor banyak sekali pekerjaan yang harus ditangani. Kakak temannya Nia juga sudah melamar pekerjaan di kantor aku menerimanya sepertinya Ia memang laki-laki cukup baik, penampilan Ok nilainya juga Ok hanya pengalaman kerja saja yang kurang.


Akhirnya setelah satu minggu yang menguras tenaga, pekerjaanku mulai ringan. Aku pulang kerumah pukul 6 sore, aku melihat Nia sedang asik membaca buku, akupun menghampirinya yang duduk di meja kerja kami. Menciumnya di pipi, Nia hanya tersenyum menerima kecupanku.


"Kamu pasti capek mau mandi ?" tanyanya kemudian.


Aku diam saja tidak menghiraukannya aku bersandar di kursi sambil meluruskan punggung dan kakiku. "Ahh capek sekali aku ingin istirahat sebentar".


Sepertinya Nia khawatir ia berjalan kebelakang dan memijat pundakku,Akupun mengelak tidak mau kalau dia memijatku pasti nanti jadi capek "Sudahlah aku tidak papa, sini duduk saja, aku hanya ingin istirahat sebentar".


"Suami diam lah, kamu sudah bekerja keras pasti capek, aku ingin meringankan sedikit bebanmu hehe " ia tersenyum sambil terus memijatku.


"Nanti tanganmu sakit!" ucapku lagi.


"Nggak sakit sama sekali, kalau sakit nanti gantian kamu yang harus memijatku hehe" ia kembali tertawa.

__ADS_1


"Ahh memangnya siapa yang akan menang melawanmu" akupun diam dan pasrah. Ternyata pijatan Nia enak sekali haha mungkin karena aku tidak pernah dipijit sebelumnya, akupun memejamkan mataku.


"Mas bangun " panggil Nia menggoyangkan tubuhku. Akupun membuka mataku melihatnya sedang duduk disampingku.


"Ahh aku ketiduran ya jam berapa sekarang ?" tanyaku masih ngantuk.


"Sudah jam 7 " Jawabnya, membuatku kaget.


"Apa ? jadi kamu memijatku selama satu jam ?" Akupun terkejut dan meraih tangan Nia dan meremasnya perlahan berusaha membuat pijatan lembut, Nia diam saja dan tersenyum melihat tingkahku. (Padahal cuma lima menit setelah melihat Farhan tertidur Nia kembali mengerjakan PR nya yang belum selesai hehe).


"Gak papa kok mas, sana mandi dulu" ucapnya.


"Tanganmu pasti capek seharusnya kamu berhenti ketika melihatku sudah tertidur" ucapku masih memijat tangannya pelan.


"Haha aku bilang nggak usah, tanganku nggak sakit kok" Ia pun berdiri dan menarik tanganku, aku masih merasa bersalah. "Mau mandi denganku, aku juga masih belum mandi !" ucapnya membuat mataku terbelalak karena kaget sekaligus senang . Nia mengajakku mandi bersama, ini bukan mimpi kan ?


"Kamu serius ?" tanyaku tidak percaya selama ini kan ia selalu menghindar.


"Kamu sudah bekerja keras, kamu pasti capek, aku akan membantumu menggosok punggungmu" ucapnya sambil tersenyum manis.


"Kamu sedang menggodaku kan ?" Aku tersenyum senang, berdiri dan menggendongnya menuju kamar mandi.


"Kyaaaak !" Haha dia berteriak karena kaget dan kami tertawa untuk menghangatkan suasana ruangan ini.


Selesai mandi aku membantunya mengeringakan rambut "Mas, nanti kalau mama sudah menunggu kita dibawah bagaimana ?" ucap Nia khawatir.


Aku masih fokus dengan hairdryer di tanganku, "Gak papa kalau mama lapar pasti ia akan makan duluan ".


"Tapi tetap saja aku merasa nggak enak" ucapnya lagi sambil cemberut. Haha membuatku gemas aku ingin mencium bibir itu.


"Mama kan pasti sudah tahu seperti apa kehidupan pengantin baru, kalau kita nggak datang kebawah pasti dia sudah tahu apa yang sedang kita lakukan dikamar" jawabku menenangkanya.


Haha tanpa aku sadari muka Nia memerah lagi, manis sekali.


Inilah kehidupan baru kami, meskipun kami memiliki kesibukan masing-masing, tapi kami mencoba untuk saling mengerti, dan Nia adalah istri yang paling pengertian didunia, aku mencintainya dengan sepenuh hatiku. Rasa lelah dari kantor akan menguap begitu saja, ketika aku bisa menatap wajahnya, suara tawanya mampu menghilangkan kekhawatiranku, dan ucapannya selalu mampu memberiku semangat baru. Aku sangat bersyukur dengan kehidupanku yang sekarang aku akan berusaha menjaganya sekuat tenaga .

__ADS_1


All husband must thinking like that !! Hehe ^^


__ADS_2