
Someday everything will make perfect sense.
So for now, laught at the confusion, smile trought the tears, and keep reminding yourself everthing happens for a reason.
Ria's
Now the storys is about me.
Banyak orang yang bilang kamu akan bahagia asalkan kamu cantik. It's true ? No, i don't think so !
Aku lupa kapan terakhir kali aku merasa bahagia, semua berlalu begitu saja, aku terkadang bingung seperti apa sih perasaan bahagia yang sesungguhnya bukan hanya sekedar pura-pura bahagia atau terlihat bahagia.
Aku terlahir dengan paras yang cantik dan memiliki orang tua yang kaya, aku memiliki banyak teman, dan tentu saja semua orang mencintaiku. Hingga aku masuk sekolah dasar, orangtuaku mulai sibuk dengan pekerjaanya masing-masing. Kami jarang berkumpul bersama, akhirnya mereka sering bertengkar hanya karena alasan-alasan kecil. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk bercerai ketika aku berada di bangku kelas 6 SD. Entah karena alasan masing-masing mereka tidak bisa membawaku dan menitipkanku pada bibi, kakak dari ibuku.
Waktu itu aku sedih kenapa orang tuaku tidak mau merawatku apakah karena aku anak yang nakal ? Aku mulai berubah menjadi pendiam, banyak belajar, agar bisa disayangi orang lain. Tapi usahaku sia-sia mereka tidak pernah peduli padaku, mereka selalu berteriak padaku karena masalah kecil. Aku selalu bertanya apakah salahku ? Apakah Allah tidak menyayangiku ?
Hingga aku bertemu dengan Nia sahabat yang aku anggap sebagai keluarga aku menjadi tidak kesepian lagi. Kami selalu bermain bersama karena aku berfikir hanya dialah yang bisa mengerti aku. Kami berbagi kebahagiaan dan kesedihan bersama, kamu memutuskan untuk pindah ke kota agar bisa meneruskan kuliah, aku menjual tanah peninggalan orang tuaku begitu juga dengan Nia kami tidak memiliki siapapun, bahkan Bibiku tidak melarangku untuk pergi malah ia terlihat senang seakan satu bebannya telah hilang.
Aku sadar aku bukan anak yang baik seperti Nia, aku hanya sedikit nakal dan pemalas, aku suka berganti pacar supaya ada yang bisa memberiku uang lebih. Tapi aku tidak pernah memaksa mereka, mungkin inilah untuk pertama kalinya aku bersyukur memiliki paras yang cantik.
Selama 2 tahun aku tinggal bersama Nia. Lalu ibuku memberi kabar bahwa ia sudah menikah lagi, ibu ikut dengan suaminya pindah ke Hong Kong. Ibu menghubungiku karena ingin aku hidup bersamanya sekarang ia punya uang yang lebih untuk bisa menghidupiku, ibu juga mengatakan bahwa dirinya menyesal karena telah meninggalkanku. Aku menyetujui keinginannya bagaimanapun juga aku mencintai ibuku aku merindukan kasih sayang orang tua, aku tidak ingin hidup susah seperti ini. Dengan berat hati aku meninggalkan Nia sahabatku sendirian beruntung dia sudah memiliki pacar waktu itu dan sekarang ia sudah menikah.
Aku pindah ke Hong Kong, rumah kami ada di apartemen lantai 7, sebuah rumah sederhana yang nyaman, aku senang bisa bertemu ibu lagi, dan aku diperkenalkan dengan ayah tiriku. Kami hidup dengan bahagia untuk sesaat, ibu selalu bercerita betapa baiknya suaminya dan betapa ibu mencintainya.
Setelah aku tinggal lebih dari 6 bulan, aku mulai terbiasa dengan tempat kuliahku yang baru, Ibu dan Ayah tiriku juga pergi bekerja mereka akan pulang di sore hari.
Hari ini aku pulang lebih awal karena ada acara di kampus, dan aku malas untuk mengikutinya. Aku membuka pintu rumah, aku mendengar suara seseorang dikamar ibu, apakah ibu dan ayah sudah pulang, pikirku. Akupun hanya ingin melihatnya tanpa harus menganggu, pintu tidak tertutup rapat aku bisa melihat dengan jelas ayah tiriku bersama wanita lain. Reflek aku pergi keluar dari rumah, dan tidak ingin kembali hingga sore hari.
Apa yang telah aku lihat, sejak kapan ayah tiriku berselingkuh ? Apakah ibu tahu akan hal ini ? Aku terus memikirkan berbagai cara untuk memberitahu ibu.
__ADS_1
2 minggu sejak kejadian itu aku baru berani bertanya pada ibu karena ayah tiriku sedang lembur kerja.
Hal yang tidak pernah kusangka, ternyata ibu sudah tahu semua hal ini dari awal dan ibu menerimanya hanya karena alasan ibu sangat mencintai suaminya. Aku marah aku ingin mengajak ibu pulang ke Indonesia tapi ia menolak. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang sendiri aku tidak bisa hidup dengan orang-orang seperti ini walaupun itu adalah orang tuaku sendiri. Aku bahkan tidak bisa menceritakannya pada Nia karena hal ini sangat memalukan.
Dengan belinang air mata ibu mengantarku pergi ke bandara, ibu meminta maaf atas kesalahannya tapi ia tidak bisa berhenti. Ibu hanya berharap bahwa aku bisa menemukan kebahagiaanku. Bagaimana caranya, temanku sudah menikah, aku tidak punya pacar, mulai sekarang aku akan hidup sendirian, apakah ini sebuah karma karena aku sudah meninggalkan sahabatku dan memilih hidup bersama orang tua yang telah membuangku. Hidup sangat rumit aku tidak mau memikirkannya lagi, yang perlu aku lakukan hanya terus berjalan maju berharap bahwa Allah masih menyayangiku dan mau membantuku. Perjalan selama 3 jam dipesawat aku habiskan dengan tidur, aku merasa capek, capek akan semua hal.
Di bandara aku melihat keberbagai arah, sepertinya setiap orang memiliki keluarga yang menjemput mereka. Aku hanya tersenyum dan berlalu memangnya siapa yang aku tunggu ? Nia tidak akan kesini karena sedang hamil besar, lagipula ia sudah meminta maaf karena tidak bisa datang.
Aku berdiri menunggu taxi, seorang laki-laki memanggilku . Akupun menoleh dan melihat mantan pacarku bersama dengan wanita lain.
"Ria kamu sendirian ? Kamu baru pulang dari mana ? Oh ya perkenalkan ini istriku Ana, kami baru pulang berbulan madu dari singapur." ucap Reza memperkenalkan istrinya.
"Oh selamat ya, aku baru pulang dari Hongkong, orang tuaku ditugaskan disana !" ucapku sekedar berbasa-basi.
"Kamu sudah bertemu dengan orang tuamu kembali ?" tanya Reza, aku lupa kalau Reza tahunya aku tinggal sendirian bersama Nia.
"Kamu terlihat tidak sehat mau aku antar pulang !" tanya Reza sambil menatap istrinya meminta izin.
"Ah tidak perlu !" Aku menoleh ke berbagai arah mencari alasan. Aku melihat seorang pria tampan turun dari mobil, dan yang aku tahu pasti itu adalah seragam dari perusahaan Farhan. Satu ide muncul di otakku agar bisa menghindar dari mantan "Itu pacarku sudah datang, aku pergi dulu ya bye !" ucapku lalu berlalu pergi.
"Oh ok bye !" ucap Reza sambil menatap kepergiaanku mungkin.
Setidaknya aku bisa merasa tenang karena tidak merasa direndahkan, aku menoleh ke belakang tenyata Reza masih menatapku sial, apakah aku harus berakting sekarang ? Masa bodoh dia kan karyawannya Farhan, nanti minta tolong ke Farhan untuk bisa menyelesaikan masalah ini.
"Hay sayang !" ucapku sambil mendekap lengan laki-laki yang tidak aku kenal ini.
Dia berusaha untuk menolak. Aku segera menginjak kakinya "Tolong aku sebentar saja !" ucapku sambil mataku memberikan isyarat bahwa ada seseorang yang melihat dibelakang.
Akhirnya dia diam menatapku. "Kamu siapa ? apa maumu ?" ucapnya pelan.
__ADS_1
"Aku Ria temannya Farhan, kamu kenal kan bos diperusahaanmu, sekarang aku harus pergi dari sini tolong antarkan aku kesuatu tempat !" ucapku sambil menariknya agar membuka pintu mobil.
Sepertinya ia mendesah tapi ia mengikuti arahanku. Kamipun masuk kedalam mobil, meninggalkan mantan yang sudah bahagia bersama pasangannya.
"Apa-apa an dia ingin membuatku cemburu dengan memperkenalkan istri barunya ! Huh semua laki-laki sama saja." Gerutuku dalam mobil.
"Ehem !" sepertinya orang disampingku merasa tidak nyaman. "Nona mau pergi kemana, saya masih ada urusan dibandara, saya harus menjemput client !" ucapnya sopan.
Apa ini apakah ini the power of Farhan's name? Dia jadi berbicara sopan padaku setelah aku menyebut nama Farhan.
"Nama kamu siapa ?" ucapku penasaran.
"Kenapa anda penasaran dengan nama saya ?" ucapnya dingin.
Cih apa-apa an dia siapa juga yang penasaran !
"Turunkan aku disini, aku bisa naik taxi !" ucapku marah.
Dia pun menghentikan mobilnya, aku pun turun dari mobil dan menutup pintunya dengan keras.
Tidak disangka dia benar-benar menurunkanku di pinggir jalan seperti ini. Apakah aku sudah berubah menjadi jelek, seharusnya dia merasa senang bahwa gadis secantik aku menumpang dimobilnya ! Dasar cowok aneh ! Ahh kenapa hari pertama disini sangat menyebalkan, taxi juga kenapa gak ada yang muncul !
Aku mulai bermain dengan hpku mencari taxi online meskipun bayarannya lebih mahal. Seadanya aku tidak membawa koper sebesar ini aku pasti bisa naik bus !
Ria's story end
Maaf ya kalau author mengubah-ubah sudut pandangnya. Author hanya berusaha menyampaikan cerita agar mudah dipahami.
Ria's welcome back !! Hehe^^
__ADS_1