KEEP THE FAITH (Percaya Pada Allah)

KEEP THE FAITH (Percaya Pada Allah)
Dinner


__ADS_3

Farhan's


Jantungku tetap tidak mau berdetak dengan normal, perasaan senang seperti apa ini . Aku menatap Nia disisiku memandang keluar jendela mobil . Kenapa dia diam saja? bukankah tadi dia banyak bicara .


"Sekarang mau kemana?" Tanyaku memulai percakapan


"Tolong antar aku kekampus lagi ya, 1 jam lagi aku harus kerja"


"Kamu kerja dimana ?" tanyaku , pura - pura gak tau kemana ia akan bekerja


"Aku kerja dihotel" ucapnya ringan


"Hotel ? ngapain ?"


"Aku jadi pramusaji disana lumayan lah gajinya, kalau beruntung aku bisa mendapat bonus" jawabnya sambil tersenyum


"Bonus ?" Aku masih gak mengerti


"Haha aku gak melakukan hal yang aneh kok "


"Pasti susahkan kerja disana nanti kalau ada laki - laki jahat gimana?"


"Sebenarnya susah sih , tapi mau bagaimana lagi aku butuh uang dan kerja paruh waktu yang gajinya lumanyan cuma ada disana, dan ..." ia tersenyum padaku "Aku pandai berkelahi kalau mereka macam - macam akan aku hancurkan itunya haha"


Aku merasa nyeri ketika ia tertawa aku melihat sendiri bagaimana ia menghajar lawannya. "Sepertinya kamu punya dendam sama laki - laki?" sindirku .


Dia tertawa lagi " Aku tidak menghajar sembarang orang kok aku hanya akan melakukannya ketika sudah gak ada pilihan lain selain melawan"


"Dimana kamu belajar bela diri?"


"Kakek ku yang mengajarinya, dulu waktu smp aku sempat dibuli sama teman - temanku dengan alasan gak masuk akal, aku pun marah dan menghajar mereka haha tapi tetap saja akhirnya aku kalah karena lawanku terlalu banyak.


Ketika pulang nenek sangat khawatir dengan kondisiku aku bahkan gak bisa berjalan lagi kesekolah, beberapa  orangtua temanku datang kerumah untuk memarahiku, tapi setelah melihat kondisiku mereka gak jadi marah lucu sekali.


Setelah itu aku gak mau sekolah lagi, aku membantu kakek dan nenek dirumah , kakek mengajariku ilmu bela diri kakek bilang tempat yang paling sensitif itu lah yang menjadi titik kelemahan " Ia tersenyum dan melihatku lalu tersadar sesuat "ahh aku terlalu banyak bicara ya maaf"


"Gak papa kok itu pasti sulit untukmu" ucapku mengerti

__ADS_1


"Dulu memang terasa sulit tapi sekarang udah gak lagi " ia tersenyum


Aku hanya menatapnya tak mengerti


"Nenekku bilang hidup hanyalah sebuah rentetan masalah, dan jika kita mampu menghadapinya itulah dimaksud kemenangan"


Aku masih tidak mengerti .


"Maksudku apapun yang terjadi tetaplah maju , meskipun sesekali menoleh kebelakan tapi jangan biarkan keputusasaan menguasaimu"


"Aku mengerti " ucapku kemudian


Sesaat kemudian kami sudah sampai di parkiran kampus, oh ya di amplop tadi masih ada uang sisa 300 rb . aku memberikannya pada Nia lagi


"Nih masih sisah , kamu ambil aja"


Nia pun tersenyum dan menerimanya "Makasih" ia membuka pintu dan menoleh sekali lagi "Kamu lapar? mau makan bersama ?" ucapnya kemudian .


"Iya aku lapar, ayo " akupun membuka pintu dan berjalan mengikuti Nia. Sepertinya aku sedang terhipnotis apa yang aku lakukan seharian ini, kenapa aku ikut dengannya apa yang akan kita makan ? aku gak bisa membayangkannya ?


"Makasih banyak ya hari ini aku seneng banget bisa melihat anak - anak panti begitu bahagia, biasanya aku cuma kesana membeli beberapa snak, biasa lah akukan juga gak punya uang. Tapi mereka dengan bahagia menerimaku, enak ya jadi anak - anak gak perlu memikirkan begitu banyak hal"


Aku tidak menyangka dia akan berterimakasih padaku " sama - sama" cuma itu yang keluar dari mulutku padahal aku juga ingin berterimakasih hari ini benar - benar hari yang membahagiakan.


Akhirnya makananya datang


"Apa ini?" Tanyaku memang gak tahu, melihat sayur dan cairan kental diatas penampilanya aku gak suka.


"Ini namanya pecel, dulu bu farida juga sangat menyukainya .kamu gak pernah makan ini ya ? ahh maaf aku gak tanya dulu kamu mau pesen yang lain? " Tanyanya menyesal


"Gak papa ini aja" akupun mulai makan karena dia bilang mama suka jadi aku ingin mencobanya juga, dan wahhh makanan ini enak banget manis, pedas, gurih, segar kenapa aku gak pernah tau makanan ini . Akupun memakanya dengan lahap tanpa peduli pada Nia.


Habis , aku sudah kenyang tapi sepertinya aku ingin makan lagi aku melihat Nia yang sedang makan tiba-tiba ia iku menatapku, aku jadi salah tingkah .


"Enak ?" tanyanya


"Iya enak banget" jawabku bersemangat

__ADS_1


"Buk satu piring lagi ya pecelnya" ucap nia  memesan , kemudian tersenyum padaku


Padahal aku gak minta lagi pikirku , aku merasa sepertinya dia tau apa yang aku inginkan


"Emmz Nia !"


Sepertinya dia terkejut karena aku memanggil namanya bukannya manggil mbak , ahh aku gak sadar dalam sehari panggilan kita berubah dari saya --> aku , anda --> kamu, kamu -->mas , mbak --> langsung jadi nama orang . Ahhhhh gak tau lah .


"Bisa minta tolong pesan kopi juga"


"Tentu" Ia tersenyum lalu memesan kopi .


Masih gak cukup aku membeli 2 bungkus pecel lagi untuk makan malam sama mama .


Akupun pulang mengendarai mobilku dan Nia pergi untuk kerja .Aku merasa malu sekarang aku lupa gak bawa uang cas sehingga Nia lah yang membayar semuanya .


Dirumah aku makan malam lagi dengan mama , hari ini , adalah hari teraneh aku mencintai banyak hal dalam sehari aku mencintai anak-anak panti terutama rere yang cantik dan imut, aku juga munyukai pecel , dan juga ...... emmz apalagi ya udah itu aja sih kok perasaan ada yang kurang . (Haha gak mau ngaku pada diri sendiri)


Benar saja mama bertanya padaku apakah Nia menerima uangnya dan aku mengiyakannya . mama seperti tidak percaya pada ucapanku.


mama membuka bungkusan yang aku bawa matanya berbinar "Pecel, kamu dapat dari mana ? kamu makan malam sama nia?" tanya mama bersemangat "Kamu pergi kemana seharian, cerita dong ?" mama merengek seperti anak kecil .


Aku sudah menduga hal ini akan terjadi , setidaknya aku tertawa dalam hati karena menang taruhan dengan mama, tadi pagi mama bilang kalau Nia gak mau nerima uangnya berarti nia adalah gadis yang baik dan bawa ia pulang, aku berfikir mama akan kecewa mengetahui Nia menerima uangny tapi sekarang? matanya berbinar hanya karena melihat sebungkus pecel diatas piringnya .


Pasti mama berfikir yang tidak-tidak aku gak akan cerita apa yang terjadi tadi siang , bisa sajakan nia melakukannya sebagai umpan sok baik didepanku karena mengetahui aku adalah orang kaya .


Asal kamu tahu aja seandainya aku ikan, aku adalah ikan yang berwibawah aku tidak akan memakan umpan kecil dan mengikuti kendali senar pancing.


"Farhan, cerita dong?"


"Enggak kemana-mana ma, habis memberikan uangnya .Nia mengajakku makan siang tentu aku tidak bisa menolak . kemudian kami berpisah lalu aku ketemuan sama teman sma, pas pulang aku teringat mama .Nia bilang mama suka pecel jadi aku belikan " tuturku panjang lebar


Mama terlihat sedikit kecewa "Setidaknya kalian mengobrol kan "


"Iya "ucapku


Mama tidak bertanya lagi dan kami makan malam dengan tenang

__ADS_1


__ADS_2