KEEP THE FAITH (Percaya Pada Allah)

KEEP THE FAITH (Percaya Pada Allah)
Family 2


__ADS_3

Love is does not begin and end the way whe seem to think it does !


Love is Battle, Love is War, Love is Grow up together !


Farida pulang dengan tergesa-gesa, karena Farhan izin utuk pulang karena ada masalah, pasti ada hubungan dengan menantunya. Meskipun ia juga khawatir tapi ia tidak bisa meninggalkan meeting begitu saja mengikuti putranya, karena perusahaan adalah tanggung jawabnya juga.


Farida masuk kedalam rumah yang disambut oleh Bi Mina, Bi Mina pun menjelaskan kalau mereka baik-baik saja dan sekarang kedua majikannya itu sedang tidur sore. Farida mengangguk mengerti dan masuk kedalam kamarnya, ia ingin melihat kondisi Nia tapi ia takut kalau melihat adegan yang tidak seharusnya ia lihat, ia pun tersenyum membayangkan apa yang dipikirkannya, iapun berbaring mengenang Almarhum suaminya.


Aaah, senangnya masa muda, anak kita sudah besar ia mendapatkan pendamping yang baik, apakah aku sudah bisa tenang sekarang ? aku merindukanmu !


Farida tersenyum dan memejamkan matanya, untuk istirahat sebentar melepas lelah.


1 jam yang lalu


Setelah Farhan dan Nia mandi bersama, Farhan mengeringkan rambut istrinya, sepertinya Nia sudah tenang ia tidak lagi menangis tapi masih terdiam memikirkan sesuatu.


"Day dream ?" ucap Farhan mengagetkan istrinya.


Nia menatap Farhan melalui cermin meja riasnya "Sepertinya kamu bisa membuka usaha salon, pijatanmu lembut sekali rasanya aku jadi mengantuk" ucap Nia sambil tersenyum manis.


Farhan geram melihat istrinya mencoba mengalihkan topik pembicaraan. "Kamu sudah pandai sekali berbohong sekarang ?"


"Apa ?" ucap Nia sambil cemberut.


Farhan tersenyum dan meletakkan hairdryer di atas meja rias, karena rambut Nia sudah kering. Farhan berjalan maju dan duduk dilantai meletakkan kepalannya di pangkuan Istrinya seperti anak kecil.


Nia tertawa melihat kelakuan manja suaminya "Apa yang kamu lakukan hah ?"


"Gantian !" ucap Farhan sambil menenggelamkan kepalannya di paha istrinya.


Nia tersenyum mengerti, ia pun mengambil hairdryer dan mengeringkan rambut suaminya yang masih sedikit basah.


Farhan hanya terdiam dan memejamkan matanya di pangkuan istrinya.


Sesaat kemudian Nia sudah selesai dengan pekerjaannya, ia membelai rambut suaminya dengan lembut "Kamu capek ya ? tidur diranjang sana !" ucap Nia


Farhan terdiam tidak mau menjawab bahkan tidak mau bergerak sedikitpun.


"Kenapa kamu sakit ya ?" Nia menyentuh dahi suaminya "Sepertinya panas, kamu demam ya ?" ucap Nia khawatir.


Farhan meraih tangan istrinya agar berhenti menyentuh dahinya. Ia masih memejamkan mata. "Sampai kapan kamu ingin menyembunyikan masalahmu sendiri ?"


Nia bingung ia menatap suaminya karena merasa bersalah.


"Sudah kubilang, apapun yang kamu pikirkan, apapun yang kamu rasakan, apapun masalahmu, kamu harus memberitahukannya padaku kan ?" ucap Farhan pelan sepertinya ia marah.


"Maaf !" ucap Nia berhenti membelai rambut suaminya.


Farhan duduk dan menatap istrinya "Kamu minta maaf untuk apa ?" ucapnya dingin.


"Maaf, karena membuatmu khawatir !" ucap Nia tidak berani memandang suaminya.


Farhan menghembuskan nafas pajang "Hhhhh kamu tahu apa yang kamu lakukan hari ini lebih membuatku khawatir, menangislah jika kamu ingin menangis, marahlah jika kamu ingin marah, tapi tunggu aku, panggil aku, cerita padaku, aku tidak ingin kamu menangis sendirian. Dengan begitu aku merasa bahwa aku dibutuhkan, bukankah itu gunanya suami ?" ucap Farhan yang membuat Nia menangis lagi.


Nia bangun dari tempat duduknya dan segera memeluk suaminya ia merasa bersyukur memiliki suami seperti Farhan "Maafkan aku, aku tidak akan melakukannya lagi, aku akan menceritakan semuanya, aku akan melakukan apapun yang kamu mau jadi jangan sedih lagi !"


Farhan mengerti dan mencium leher istrinya, lalu mengigitnya sehingga menimbulkan bekas merah.

__ADS_1


Nia terkejut dengan apa yang suaminya lakukan, ia pun segera mundur dan menutupi lehernya, ia menatap suaminya tajam "Hey apa yang kamu lakukan ? merusak suasana saja ?" ucap Nia sebal karena Farhan menggigitnya.


Farhan tersenyum "Lihat, siapa sekarang yang merusak suasana ?" Ia pun menggendong istrinya untuk berbaring diatas tempat tidur.


Nia berontak "Turunkan aku, apa maksudmu ?" Nia bingung dengan apa yang dimaksud suaminya itu.


Farhan tidak menjawab tapi bibirnya tidak berhenti tersenyum ia melemparkan istrinya keranjang.


Nia terkejut dengan perlakuan Farhan biasanya ia sangat lembut apakah sekarang ia benar-benar marah, Nia tidak berani protes lagi.


Farhan menatap istrinya, mencium bibirnya dalam dan lama . Nia hanya diam menuruti kemauan suaminya. "Hukuman untukmu !" jawab Farhan lalu kembali ketempat tidurnya dan memejamkan mata.


Nia hanya bingung ia menatap langit-langit kamar, mengedipkan matanya beberapa kali berusaha mengembalikan kesadarannya.


Hukuman apa maksudnya ? kenapa dia hanya berhenti sampai situ ?


Nia menoleh menatap suaminya yang sudah memejamkan mata, lalu ia tersadar apakah yang dimaksud dengan hukuman itu.


Ahh dasar, ia membuatku on dan malah meninggalkanku begitu saja ?


Nia tersenyum lalu mendekat kepada suaminya, ia memeluk suaminya dengan erat "Kamu pikir aku tidak bisa membalasmu, lihat saja nanti !"


Farhan tidak menjawab ia sudah terlelap dalam mimpinya. Nia tidak peduli ia bahagia sekarang ia tidur sambil memeluk suaminya.


Pukul 05.30, Sudah azan magrib Farida pun terpaksa melihat keatas, apakah anak dan menantunya itu sudah bangun, ia tersenyum karena mendapati mereka masih tidur dalam keadaan berpelukan.


Farida membangunkan putranya, Farhanpun membuka matanya dengan malas.


"Sudah magrib, cepat bangun !" ucap Farida berusaha menyadarkan anaknya.


"Iya ma !" ucap Farhan masih tidak mau bangun.


Farhan beralih memandang istrinya yang tertidur lelap sambil memeluknya iapun tersenyum dan membelainnya perlahan, ia bangun untuk pergi ke kamar mandi dulu.


Ia terkejut melihat bibirnya yang berwarna merah karena Nia memberikan lipstik ketika ia sedang tertidur. Ia malu pada ibunya yang melihat kondisinya yang seperti ini. Farhan marah tapi hanya sebentar kemudian tersenyum nakal.


Nia terbangun karena Farhan terus menciumi seluruh wajah dan lehernya. "Eh hentikan apa yang kamu lakukan ?" ucap Nia setengah sadar.


"Cekrik !"


Suara kamera membuat Nia terkejut ia langsung duduk dan menatap suaminya dengan marah "Apa yang kamu lakukan ?"


"Aku berusaha membangunkanmu, karena kamu tidur nyenyak sekali, jadi tidak ada cara lain !" ucapnya dengan wajah seimut mungkin.


Nia tertawa karena melihat wajah suaminya yang lucu.


Sepertinya dia belum sadar, aku melipstiki nya ketika ia sedang tidur !


Niapun bangun tidak memberitahu suaminya karena ia ingin melihat wajah terkejut suaminya. "Baiklah aku sudah bangun sekarang aku ingin kekamar mandi !" ucap Nia sambil berjalan pergi.


Farhan tersenyum dan mengikuti langkah istrinya.


"AAAAH !" Nia berteriak karena melihat wajah dan lehernya penuh dengan warna merah bekas bibir Farhan.


Farhan hanya tertawa karena misi mengerjai istrinya berhasil. Ia lari karena Nia mulai menatapnya dengan marah.


"Berhenti kau, mana hp nya kamu memotret apa ?" ucap Nia marah.

__ADS_1


Farhan tertawa dan terus berjalan menghindar "Aku hanya ingin mengabadikan foto istriku yang super sexy !"


"Ahhh dasar jahat, malu-malu in !" Nia melemparkan bantal ke arah suaminya, Farhan hanya tertawa masih tidak puas menggoda istrinya.


"Kamu lebih sexy kalau marah haha !" Farhan merasa senang sekali.


"Cukup jangan bicara yang aneh-aneh !" Nia terus melempari Farhan dengan apapun didekatnya.


Hingga beberapa detik kemudian kamar itu sudah seperti kapal pecah, dan sampai akhir Nia tidak bisa mendapatkan foto nya lagi.


°°°°°


Akhir-akhir ini Fajar merasa tubuhnya sangat berat, ia cepat sekali merasa lelah apakah karena memang sudah tua ? atau mungkin karena terlalu banyak yang dipikirkannya. Ia selalu mengkonsumsi obat sebelum tidur karena ia tidak bisa tidur tanpa obat tersebut.


Destri semakin khawatir dengan kondisi suaminya, ia memutuskan untuk menemui Nia agar bisa memaafkan suaminya, dan mereka bisa hidup dengan tenang seperti dulu .


Ardan sudah mendapatkan nomor telpon Mariam, tapi sepertinya hubungan mereka tidak berubah sama sekali, jika Ardan tidak mengirim sms maka Mariam juga tidak akan mengirim sms duluan, sepertinya ada sebuah tembok yang menghalangi mereka.


Sms hari ini :


Ardan : Hay !


Ardan : Kamu sudah makan ?


Mariam : sudah


Ardan : Kamu sedang apa ? sibuk ya ?


Mariam : Belajar, sebentar lagi ujian


Ardan : Ok selamat belajar


Mariam : Iya


end


Sms kemarin :


Ardan : Mariam ?


Ardan : Kamu sudah sampai rumah ?


Mariam : Baru sampai


Ardan : Oh ok jangan lupa istirahat ?


Mariam : Iya makasih


Ardan : Hehe bukan apa-apa kok


end


Hari sebelumnyapun sama killer messages !


Ardan pusing sendiri, padahal dirinya adalah playboy, tidak ada wanita yang tidak suka padanya kecuali Nia.


Hhhh dasar, wanita ini bilang kalau dia suka padaku, tapi kenapa sms dan sikapnya dingin sekali kenapa ia hanya menjawab smsku tidak tanya balik. Kamu juga sudah sampai rumah belum ? Kamu juga sudah makan atau belum ? Kamu juga semangat belajarnya ? bukankah orang normal akan mengatakan hal seperti itu ! Jangan-jangan Nia mengatakan sesuatu sehingga Mariam tidak suka padaku lagi ? Ahhh tidak mungkin kan ?

__ADS_1


Ardan menggerutu dalam hati, ia tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk menghadapi wanita ini, apakah ia harus memohon, mengatakannya langsung, ahh harga dirinya akan terluka.


I think yo suppose to do it bro !! Author bantu deh !! Hehe ^^


__ADS_2