KEEP THE FAITH (Percaya Pada Allah)

KEEP THE FAITH (Percaya Pada Allah)
Karena kamu, mereka lupa siapa aku !


__ADS_3

Pregnancy is going to alter you forever, it's going to make you realize how fragile and importand life is and why it must be protected at all cost.


Sudah 3 bulan usia kandungan Nia, sepertinya benar kata dokter kalau rata-rata ibu hamil akan merasakan ngidam diawal trimester pertama. Nia sudah jarang merasakan mual sekarang, yang ada nafsu makannya malah bertambah, jadi perutnya cepat membesar, pipinya juga terlihat terisi sekarang.


Pagi ini setelah sholat subuh Farhan mandi duluan sedangkan Nia sibuk memandangi tubuhnya di depan cermin.


Kenapa aku berubah jadi ugly duckling ? Lihat perut dan pipi ini ? aaahk, kulitku juga jadi sangat kering, aku juga menjadi mudah capek, aku rindu masa muda.


Farhan masuk kedalam ruang ganti yang tentu saja membuat istrinya terkejut.


Farhan tersenyum melihat apa yang istrinya lakukan "Apa yang kamu lakukan fatty bear ?" ucap Farhan sambil memeluk istrinya dari belakan, dengan tubuh bertelanjang dada itu.


Nia memutar otaknya, bahkan bukan hanya ugly duckling (itik buruk rupa), sekarang malah jadi fatty bear (beruang gendut). Nia merasa malu sekali ia menangis dan berlari kedalam kamar.


Farhan terkejut karena istrinya melepaskan pelukannya begitu saja "Apa yang salah ?" tanyanya pada diri sendiri. Farhan segera memakai bajunya dan menghampiri istrinya yang berbaring ditempat tidur sambil menangis.


Farhan duduk disamping istrinya yang sedang berbaring dengan memeluk guling, ia membelai rambut istrinya dengan penuh sayang "Kenapa ? apakah ada masalah yang menganggumu ? apa kamu sakit ?" Ucap Farhan dengan lembut.


Nia mendorong tangan suaminya agar berhenti membelai rambutnya. "Pergi sana aku ingin sendirian" ucapnya dengan isak tangis yang tidak bisa ia tahan.


"Kenapa ? kamu membuatku takut, ayo cerita dulu !" ucap Farhan tidak mau meninggalkan istrinya.


Nia mencoba melirik Farhan dibalik guling yang ada di dalam pelukannya, ia melihat suaminya menatapnya dengan tatapan sedih. Nia kembali masuk dalam guling tersebut menenggelamkan wajahnya dalam agar tidak terlihat oleh suaminya, "Jangan lihat aku, aku malu sekali" ucap Nia sambil menangis lagi.


"Aku suamimu, untuk apa malu !" ucap Farhan kembali membelai rambut istrinya.


"Kamu lihatkan sekarang aku sudah berubah menjadi gendut, kulitku juga menjadi kasar, rambutku juga banyak sekali yang rontok sekarang, aku jadi mudah capek sampai lupa mengurus penampilanku sendiri huwaaa , aku benci ini tolong pergi jangan lihat aku, memalukan sekali" ucap Nia menjelaskan apa yang telah menganjal dihatinya.


Farhan menatap istrinya sedih, benar demi mengandung anaknya, Nia jadi banyak menderita. "Kamu masih cantik kok, sangat cantik malahan" ucap Farhan ingin menghibur istrinya.


"Kamu bohong bahkan kamu memanggilku fatty bear" ucap Nia marah.


Farhan menyesal karena sudah menggoda istrinya dengan sebutan itu. Farhan berbaring disamping istrinya dan memeluknya.


Nia berusaha berontak, tidak mau kalau suaminya memeluknya. "Aku bilang pergi, aku ingin sendiri" ucap Nia menolak dengan marah.


Kekuatan Farhan lebih besar ia tetap memeluk istrinya meskipun Nia mulai memukuli tubuhnya, dengan sekali tarikan ia berhasil mengambil guling yang menjadi penghalang mereka. Farhan menarik Nia dalam pelukannya membiarkan istrinya menumpahkan tangisannya didalam dekapannya.


"Pergi aku bilang pergi !" Tangisan Nia semakin keras, ia juga memukul dada suaminya dengan keras sampai Farhan meringis kesakitan.


"Maaf, semuanya salahku, marahlah padaku !" ucap Farhan membirkan istrinya memukulinya.


Nia geram mendengar ucapan suaminya iapun memeluk suaminya karena sudah capek memukulinya, ia menangis dalam dada suaminya "Maaf, maafkan aku, pasti sakit sekali !" ucap Nia menyesali perbuatannya.


Farhan malah mempererat pelukannya lalu mencium kepala istrinya "Ini bukan salahmu, istirahatlah nanti aku akan membangunkanmu untuk sarapan bersama" ucapnya mencoba menenangkan istrinya.


Nia mulai tenang, ia juga sudah capek menangis, iapun tertidur dipelukan suaminya.


Farhan juga ikut tertidur ketika melihat istrinya sudah memejamkan mata.


Farida yang penasaran kenapa lantai atas berisik sekali, apakah anak dan menantunya sedang bertengkar. Iapun mengintip dibalik pintu, Farida menyaksikan kemesraan anak dan menantunya itu, ia malah geleng-gelang kepala.


Dasar anak muda, kenapa lebay banget, kayaknya aku dulu gak pernah seperti itu. Haha, ngomong-ngomong kapan Farhan berubah menjadi gentle man seperti itu ?


Farida segera pergi dari kamar anaknya, sembelum anak dan menantunya itu bangun dan sadar dengan apa yang ia lakukan.


Siang harinya Farhan memberi kejutan untuk istrinya, ia sengaja membooking salon milik istri temannya itu untuk tiga jam saja, agar bisa digunakan oleh istrinya.

__ADS_1


Nia terkejut ketika Farhan menghentikan mobilnya disebuah salon.


"Kenapa kita berhenti disini ?" Tanya Nia bingung.


"Kamu bilang ingin tampil cantik kan ? aku sengaja menyewa seluruh tempat ini agar kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau" ucap Farhan bangga dengan apa yang telah ia lakukan.


"Seluruhnya ? kenapa ? bahkan artis saja tidak akan menyewa satu salon untuk dirinya sendiri" ucap Nia malah sebal dengan kelakuan suaminya yang membuang-buang uang.


"Tentu saja karena aku tidak mau kamu dilihat oleh laki-laki lain, dan jangan lupa suamimu ini cukup kaya untuk mengabulkan keinginan istri tercintanya" ucap Farhan sambil membusungkan dadanya.


Nia tertawa dengan tindakan suaminya yang aneh "Haha sejak kapan kamu jadi sombong seperti ini ?" tanya Nia ingin menggoda suaminya.


"Tentu saja sejak aku menikahi putri Pak Fajar Kusuma, aku harus bisa memberikan apapun yang tuan putri inginkan" ucap Farhan dengan nada suara yang dibuat sok keren.


"Haha dasar, ayo masuk" ucap Nia sambil berjalan menuju pintu salon.


Farhan tersenyum karena sepertinya mood istrinya sudah berubah.


Didalam Nia disambut oleh 3 orang karyawan disalon tersebut. Farhan meminta karyawan melakukan apapun yang bisa membuat istrinya jadi lebih cantik. Mereka pun mengerti dan melakukan tugasnya.


3 jam telah selesai Nia melakukan banyak hal hari ini, potong rambut menjadi pendek agar tidak banyak yang rontok, facial wajah untuk menghilangkan jerawat dan sel-sel kulit mati, Melakukan pijatan diseluruh tubuh dengan menggunakan lulur, agar bisa mengencangkan kembali kulitnya, bahkan sampai perawatan kukunya juga. Setelah selesai Nia merasa puas ketika melihat ke cermin, setidaknya ia merasa lebih segar sekarang, dan tubuhnya terasa lebih ringan.


Farhan menunggu didepan ruang tunggu, ia sibuk dengan laptopnya karena banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan.


Nia yang sudah selesai, kembali memakai baju syar'i dan cadar yang sempat ia lepaskan untuk melakukan perawatan pada tubuhnya tadi. Untuk pertama kalinya suaminya membawa dirinya kesalon, biasanya Nia selalu melakukannya sendiri bahkan ia memotong rambutnya sendiri, biasa lah hemat uang hehe, dan Farhan tidak pernah sadar akan hal itu yang ia pikirkan hanya menyembunyikan istrinya agar tidak dilihat apalagi disentuh oleh orang lain.


Setelah menyelesaikan pembayaran merekapun meninggakan tempat ini dan masuk kedalam mobil untuk kembali pulang kerumah.


Para staf kariawan salon menatap kepergian pasangan Farhan dan Nia, dengan tatapan tidak percaya sekaligus cemburu. Mereka berbincang satu sama lain.


"Iya betapa beruntungnya wanita itu, suaminya keren sekali ?" balas karyawan yang lain.


"Aku pikir adegan seperti ini hanya ada di dalam tv ?" karyawan yang lain tidak mau kalah bicara.


"Kamu lihat suaminya menggandeng tangan istrinya seperti itu, ahh menggemaskan sekali"


"Iya bahkan suaminya menunggu istrinya hingga 3 jam !"


"Ini kah yang namanya Real Prince ?"


"Hah kamu ngomong apaan sih ?"


"Tau ahh kayaknya dia halu, kebanyakan nonton adegan romantis !"


Haha, merekapun tertawa bersamaan, berhenti bergosip dan membuka kembali salon agar bisa beroperasi seperti biasa. Meskipun bayangan Farhan dan Nia masih sangat sulit untuk dilupakan.


°°°°°


Di perjalanan pulang, Nia mengatakan pada suaminya ia ingin dibelikan durian, padahal Farhan benci dengan bau durian tapi kok bisa istrinya malah ngidam durian ? Jadi dengan berat hati iapun pergi membelikannya, sedangkan Nia menunggu didalam mobil.


Nia menatap jalan raya yang ramai dipenuhi oleh kendaraan yang berlalu lalang. Ia menatap seorang ibu-ibu penjual dagangan asongan, sedang diganggu oleh dua orang pria yang sepertinya mereka preman jalanan. Tanpa berfikir panjang Nia keluar dari mobil ingin menolong ibu itu.


Nia berdiri dibelakang salah satu preman itu dan menepuk pundaknya. Preman itu pun menoleh, dan ....


BUAAAK !


Satu pukulan keras didagu, hingga preman itu terjatuh ke trotoar.

__ADS_1


"Brengsek !" ucap Preman satunya dan bersiap memukul Nia dan ....


BAAANGG !


"Ahhhhh!" suara jeritan keras oleh preman itu, karena baru saja Nia menendang burungnya. Ia tersungkur kesakitan hingga tidak bisa berdiri.


Preman yang jatuh pertama kalipun berdiri lagi sambil memegangi rahangnya yang rasanya giginya hampir patah. "Kamu siapa ?" tanya preman itu.


"Aku ? haha aku sendiri lupa siapa aku ?" ucap Nia dengan pedenya.


"Cewek aja berlagak !" ucap Preman itu bersiap memukul Nia.


BANG, BUK, BUK, PLAK !


Lagi-lagi preman itu tersungkur kelantai trotoar, tapi sekarang sudah babak belur karena dipukuli oleh Farhan, yang takut istrinya terluka.


"Mas hentikan !" ucap Nia menghentikan suaminya yang sedang menghajar preman itu.


Farhan berhenti dan memandang istrinya ia berdiri dan mengecek kondisi istrinya. "Kau baik-baik saja ?" ucap Farhan khawatir.


Nia tersenyum dan mengangguk.


"Syukurlah !" Farhan memeluk istrinya karena barusan ia sudah merasa ketakutan setengah mati.


Nia melihat preman itu bangun lagi dan ingin kembali memukul suaminya. Nia dengan cepat melepaskan pelukan suaminya dan mendorongnya agar menjauh. Nia sendiri yang menghajar preman itu hingga tidak bisa berdiri lagi.


"Hey kalian preman yang tidak bisa berkelahi, lebih baik berhenti saja jadi preman dasar memalukan" ucap Nia yang membuat preman itu ketakutan.


Sedangkan Farhan menatap istrinya tidak percaya .


Nia menghela nafas panjang, ia mengambil dua gelang yang ia pakai dan memberikannya pada preman itu "Ambil ini! pulanglah, obati luka kalian, kalian masih muda, carilah pekerjaan yang halal dan jangan pernah gangu orang yang lemah" ucap Nia memberi nasehat.


Salah satu preman itu mengambil gelang yang diberikan oleh Nia "Terimakasih!" ucapnya lalu berdiri ingin pergi.


"Tunggu dulu !" ucap Nia menghentikan dua preman yang ingin kabur itu. "Kalau sampai aku melihat kalian lagi melakukan hal yang sama seperti ini, kalian akan tahu akibatnya" ucap Nia mengancap mereka.


"Ba baik nona !" ucap mereka bersamaan lalu bereka berlari pergi.


Nia menolong ibu itu, dan memastikan ibu itu baik-baik saja. Nia meminta uang pada suaminya karena ia tidak membawa dompet. Farhan hanya menyerahkan dompetnya membiarkan istrinya melakukan apapun yang ia mau. Nia mengambil beberapa lembar uang ratusan ribu dan memberikannya pada ibu itu, dan meminta ibu itu pulang untuk istirahat. Ibu itu dengan senang hati menerimanya, mengucapkan terimakasih dan mendoaakan kebahagiaan untuk mereka.


Masalah sudah terselesaikan Farhan dan Nia kembali kedalam mobil, dan tidak lupa membawa durian yang tergeletak dilantai.


Farhan tidak bisa fokus menyetir mobil, ia sesekali melirik istrinya "Hey, sebenarnya aku mau marah padamu, kamu kan sedang hamil, bagaimana kalau kamu terluka dan terjadi sesuatu pada anak kita ?" ucap Farhan sudah tidak sabar mengungkapkan perasaan kesalnya.


"Lihat, aku baik-baik saja kan !" ucap Nia santai.


"Hhh kamu benar-benar membuatku ketakutan" ucap Farhan sambil menarik nafas panjang.


Nia menatap wajah suaminya dengan tajam "Gara-gara kamu terlalu memanjakanku, pembaca jadi lupa kalau aku ini wanita yang kuat dan pandai berkelahi" ucap Nia marah.


Farhan tersenyum mengingat kejadian pertama kali mereka bertemu "Jangankan pembaca, aku sendiri lupa kalau kamu wanita yang seperti itu !" ucap Farhan merasa mulai tenang karena ia tahu bahwa istrinya bisa menjaga dirinya sendiri dengan baik.


Maaf Nia kamu kebanyakan menangis sih, image kuatmu telah dikalahkan oleh image keimutanmu !! Hehe^^


Bang, bug bug, plak !


Ayo kita hajar author !!! 😡😁

__ADS_1


__ADS_2