
Once upon a time. I become yours, and you become mine. Than we will stay together trought both tears and laughter. Because that's what they call happily ever after.
Hari-hari yang menyenangkan dan mengharukan untuk pasangan Farhan dan Nia. Setelah melewati berbagai hal yang perlu dilakukan untuk calon orang tua. Mereka mengikuti kursus bagaimana cara merawat bayi, membeli perlengkapan untuk anak mereka, mendesain kamar khusus untuk Little Yusuf. Hingga kemarin Nia sampai pingsan karena kecapek an.
Usia kandungan Nia sudah mencapai 8 bulan, sudah sangat terlihat jelas perutnya yang menonjol, kini Nia kesusahan untuk duduk dan berdiri, tapi beruntungnya ada suami yang siap sedia seperti Farhan. Nia tidak perlu berteriak minta tolong karena suaminya itu selalu ada di sisinya.
Dokter menyarankan agar Nia lebih menjaga kesehatan. Makan-makanan sehat dengan teratur, banyak minum air putih dan juga berolah raga. Kini Farhan sering membawa istrinya untuk joging di pagi dan sore hari.
Farhan selalu membawa istrinya ke taman yang berbeda-beda setiap harinya, dan Nia menikmati itu. Menikmati suasana baru setiap harinya, tidak perlu sampai merasa bosan dirumah. Baru berjalan sekitar 5 menit Nia meminta untuk beristirahat. Farhan mengerti dan mencari tempat duduk terdekat agar mereka bisa beristirahat.
"Aku mau es cream !" ucap Nia setelah melihat ada seorang paman penjual es cream. Banyak sekali anak-anak yang mengantri untuk membeli es cream.
"Baiklah tunggu sebentar !" ucap Farhan sambil berlalu meninggalkan istrinya.
Nia hanya mengganguk dan tersenyum. Kini pandanganya menyapu seluruh area taman. Ia melihat anak-anak sedang bermain bola. Ia berfikir apakah nanti Yusuf akan suka bola. Ngomong-ngomong dia juga tidak tahu apakah Farhan menyukai sepak bola juga ?
Nia memutuskan untuk menanyakanya nanti. Sekarang pandanganya beralih pada seorang laki-laki yang bermain kejar-kejaran bersama anak laki-lakinya. Ia kembali membayangkan jika Farhan diposisi itu. Haha apapun yang terlihat dimatanya seperti berubah menjadi sosok suaminya. Kenapa baru sekarang ia penasaran, seperti apakah masa lalu suaminya. Apa yang suaminya lakukan saat bersama ayahnya dulu ? Ya meskipun hanya hidup bersama selama 12 tahun, bukankah itu masih lebih baik dari pada tidak hidup bersama sama sekali. Meskipun sekarang Nia sudah bertemu dengan Ayah kandungnya tapi ikatan ayah dengan anak rasanya sudah tidak ada, kenapa ya ? Mungkin karena dari awal mereka sudah tidak saling mengenal. Nia juga merasa canggung setiap kali bersama dengan keluarga Ayahnya itu. Bahkan Nia tidak diizinkan untuk membantu persiapan pernikahan Kakak tirinya itu. Anastasya akan segera menikah 2 hari lagi. Nia juga ingin bisa sedikit membantu tapi mereka melarang dengan alasan kondisi Nia yang sedang hamil besar tidak memungkinkan untuk membantu persiapan pernikahan.
Nia tersadar dari lamunanya ketika ia melihat salah satu anak gadis yang sedang mengantri untuk membeli es cream. Tapi kelihatanya ia tidak sedang ikut mengantri ia hanya melihati anak-anak lain yang sedang membeli es cream.
Nia mengerti dan mengayunkan tanganya memberi kode agar gadis itu mendekat.
Gadis itu mengerti lalu mendekat ke arah Nia ia berdiri dihadapan Nia dengan malu-malu.
"Nama kamu siapa ?" ucap Nia lembut.
"Nama saya Devi tante !"
"Kamu main kesini sendirian ? Rumah kamu dimana ?" tanya Nia lagi.
"Iya, rumah saya di dekat sini setiap hari saya main disini !" ucapnya malu-malu.
"Kamu mau es cream ?"
"Tidak tante saya tidak punya uang !"
Nia tersenyum lalu menunjuk ke arah Farhan "Kamu lihat om yang ada disana, dia suami tante bilang padanya kalau tante membelikanmu es cream !" ucap Nia memberitahu gadis itu.
"Tidak tante, Ibu saya bilang tidak boleh menerima apapun dari orang yang tidak dikenal !" ucap gadis itu menolak.
"Namaku Nia, sekarang kamu sudah kenal kan. Tante juga bukan orang jahat dan orang disebelah sana namanya Om Farhan kamu bisa meminta es cream padanya !" ucap Nia memberi tahu.
Gadis itu tersenyum lalu mengangguk, ia berterimakasih dan berlari kearah Farhan. Haha namanya juga anak kecil mudah sekali diajak bicara.
Sesaat kemudian Farhan kembali dengan membawa dua es cream ditanganya. Nia tersenyum menerima es cream dari suaminya.
__ADS_1
"Siapa anak kecil tadi, kamu kenal denganya ?" ucap Farhan penasaran.
"Haha tidak, sepertinya ia ingin es cream tapi tidak punya uang !" ucap Nia sambil menikmati es creamnya.
Farhan tersenyum sambil membelai kepala istrinya. "Istriku memang yang paling baik !" ucapnya lalu ikut memakan es creamnya.
Nia kembali menatap anak-anak yang sedang main bola. "Mas apakah dulu kamu suka main sepak bola ?" ucap Nia tanpa memandang suaminya matanya masih tertuju pada anak-anak yang bermain sepak bola dengan riang gembira.
"Ya aku suka bermain sepak bola, aku suka bulu tangkis dan aku juga suka bersepedah."Jawab Farhan sambil mengingat masalalu.
"Bagaiman kalau renang, kamu bisa berenang ?" tanya Nia lagi.
"Haha aku tidak bisa renang !" ucap Farhan.
"Masak sih, dulu olah raga favoritku adalah renang, aku sering bermain di sungai bersama teman-temanku, dan diantara mereka akulah yang paling jago !" ucap Nia bangga.
"Benarkah, kalau begitu lain kali kamu harus mengajariku !" ucap Farhan.
"Tapi sebagai gantinya ajari aku menyetir mobil ya !" ucap Nia.
"Untuk apa kamu belajar menyetir kan sudah ada sopir dirumah, dan juga ada aku hehe !" ucap Farhan sambil mengarahkan wajah istrinya untuk menatapnya.
Nia malah memonyongkan bibirnya tanda keberatan. "Ayolah aku ingin menyetir sendiri kan keren kalau wanita bisa menyetir, nanti aku ingin bisa mengajak anak kita jalan-jalan. Aku tidak mau diantar sopir terus apalagi menunggumu, aku tahu kamu juga sibuk kan !" ucap Nia memberi banyak alasan.
"Tidak boleh, bahaya !" ucap Farhan tidak mau mengubah keputusannya.
"Eh kenapa kamu malah melibatkan Ardan !" jawab Farhan tidak suka.
"Memangnya kenapa, dia kan saudaraku, dia pasti mau mengajariku, dia kan baik, bukan hanya baik tapi sangat baik malahan dia akan dengan senang hati mengajariku !" ucap Nia marah ia ingin membuat suaminya cemburu.
"Kalau dia sebaik itu kenapa kamu tidak menikah saja denganya !" ucap Farhan marah.
"Huh, dasar mungkin aku memang sudah salah memilihmu." Nia berdiri dan berjalan pergi.
"Kamu mau kemana ?" ucap Farhan sambil mengikuti istrinya.
"Aku mau pulang, capek !" ucap Nia sambil terus berjalan.
"Hey kamu salah jalan, mobil kita ada disebelah sana !" ucap Farhan.
Nia merasa malu, ia sudah terlanjur salah arah iapun memutuskan untuk tetap berjalan pergi.
Farhan menarik nafas panjang. Memang salahnya untuk apa berdebat dengan istrinya, kalau sampai akhir ia akan tetap kalah. Farhan mengejar istrinya dan menarik tangan istrinya agar berhenti.
"Lepaskan aku !" ucap Nia sambil berusa melepaskan tangannya.
__ADS_1
"Kamu mau kemana, ayo kita pulang !" ucap Farhan lembut.
"Pulang kemana, aku kan tidak punya rumah, biarkan aku pergi !" ucap Nia masih tidak mau memaafkan suaminya. Ia tahu bahwa sikapnya sangat kekanakan tapi ia hanya tidak ingin mengakui kesalahannya.
"Aku minta maaf ya, semua salahku, aku yang salah !" ucap Farhan sambil memeluk istrinya.
Nia merasa malu dan menangis.
Farhan jadi bingung sendiri, kenapa istrinya selalu menangis karena hal-hal kecil seperti ini. Farhan menatap wajah istrinya "Sudah jangan menangis lagi ! Nanti kalau anak kita sudah cukup umur aku akan mengajarimu mengetir !" ucap Farhan menenangkan istrinya.
Orang-orang yang berada ditaman mulai berbisik, karena mereka sepertinya sedang bertengkar ditempat umum.
Nia tidak mau berhenti menangis.
"Sudah ya, ayo kita kembali, malu dilihat orang !" ucap Farhan berusaha menarik istrinya pergi.
"Kenapa, kenapa harus malu ? Kamu sudah tidak mencintaiku lagi kan ?" ucap Nia dalam isak tangisnya.
"Berapa kali aku harus bilang bahwa aku mencintaimu, kamu sudah menanyakan hal ini lebih dari seratus kali !" ucap Farhan sambil mendesah kesal.
"Memangnya kenapa bukankah itu romantis. Lagi pula apa susahnya hanya mejawabnya tanpa harus berkomentar, huh dasar !" Nia berjalan pergi ke arah mobil yang ditunjuk oleh suaminya.
Romantis ?
Sepertinya Farhan sudah lupa, untuk memperlakukan istrinya secara romantis. Apakah karena terlalu banyak yang ia pikirkan belakangan ini, pekerjaan, kesehatan istri dan anaknya, ia merasa sudah menua 10 tahun lebih awal.
Farhan tersenyum memikirkan kebodohannya, ia sudah mulai jarang menunjukkan perasaanya.
Farhan segera berlari mengejar istrinya karena baru saja ia terpaku karena mengakui kesalahannya.
Farhan menggendong istrinya didepan umum. Tentu saja hal ini membuat Nia terkejut. "Hey apa yang kamu lakukan, hentikan, ini ditempat umum, semua orang menatap kita !" ucap Nia sambil memberontak ingin turun.
"Memangnya kenapa, biarkan saja mereka melihat kita. Kamu kan istriku aku bebas menggendongmu dimana saja !" ucap Farhan tersenyum sambil menatap wajah istrinya.
Wajah Nia mulai merona ia ingin sekali menyembunyikan dirinya. "Mas, aku benar-benar malu, tolong turunkan aku, pasti aku juga berat kan !" ucap Nia memohon.
"Jangan pikirkan pandangan orang lain. Yang perlu kamu tahu aku sangat-sangat mencintaimu, dan rasa cinta ini semakin berkembang setiap harinya. Kamu boleh bertanya padaku BETAPA AKU MENCINTAIMU berapa kalipun kamu mau aku akan dengan senang hati menjawabnya, dan tubuhmu tidak terasa berat sama sekali, jadi diam lah dan nikmati wajahku, mengerti !" ucap Farhan percaya diri.
Nia tertawa melihat kelakuan suaminya. "Aku bisa jadi gila ?" gumam Nia.
"Apa ?" tanya Farhan, padahal ia mendengar dengan cukup jelas apa yang istrinya ucapkan.
"Aku bisa gila karena kamu terlalu tampan !" ucap Nia sambil tertawa.
Mereka tertawa bersama, Nia sudah tidak berusaha untuk turun lagi. Ia menikmati setiap alunan langkah Farhan yang membawanya untuk pulang.
__ADS_1
Dam !! Author sendiri gak bisa berhenti tersenyum pas nulis adegan ini !! Hehe^^