
One day He ask Me. "Why do you love me ?"
Than I say. "It was because I can't close my eyes whenever I see you, My heart keep beating so fast, and my body keep coming into you. I just can't handle myself."
Matahari kembali bersinar cerah, langkah ringan Ria kembali menusuri jalan raya, menuju tempatnya bekerja. Hanya untuk sesaat ia berfikir apakah ia sudah siap untuk menikah, seandainya orang yang ia cintai melamarnya.
Ria tersenyum karena melihat Yahya yang sudah datang kebih awal. Bos yang sangat bisa diandalkan, hanya melihat wajah Yahya, Ria sudah bisa melihat masa depannya apapun yang akan terjadi entah itu menikah atau hanya pacaran, asalkan bersama Yahya semua akan baik-baik saja. Ria sudah siap menerima apapun entah itu senang atau sedih, susah atau mudah, kaya atau miskin. Senyum Ria terus mengembang sambil terus berbicara dalam hati I'm all yours.
Ria segera pergi kebawah menuju kantin, kantor masih terlihat sepi karena ini masih jam 7 sedangkan jam kerja dimulai jam 8. Ria sengaja datang pagi agar bisa menemani managernya itu. Setelah membeli kopi dan beberapa sandwich Ria kembali keruangannya. Ria melihat ke sekelilingnya.
Bagus masih belum ada orang yang datang !
Ria tersenyum senang sambil berjalan kemeja managernya. Ria melihat sekilas wajah Yahya yang sedang memeriksa berkas.
"Hay bos, apakah anda sibuk ?" ucap Ria menyapa.
"Oh ya, hay !" jawab Yahya karena terlalu fokus hingga tidak melihat kehadiran Ria.
"Bos sudah sarapan ? Ini saya bawakan kopi !" ucap Ria sambil menyondorkan segelas kopi dan juga sandwich.
"Ahh saya sudah sarapan tadi !" ucap Yahya menolak.
"Bos jangan sungkan, ini hanya sedikit rasa berterimakasih saya karena bos sudah membantu saya hingga bisa berada di posisi ini !" ucap Ria sambil menunjukkan ekspresi tercantiknya.
Yahya hanya melihat sekilas dan membuang mukanya. "Baiklah, terimakasih kamu boleh pergi !" ucap Yahya tidak mau lama-lama mengobrol.
"Kalau perlu bantuan bisa panggil saya ya !" ucap Ria sambil berlalu pergi.
Yahya menarik nafas panjang. "Huh, apa yang dia inginkan, satu lagi cewek penggangu!" gumam Yahya, namun ia tersenyum melihat kopi dan sandwich dihadapannya. "Sejak kapan aku minum kopi, kenapa tadi tidak aku tolak saja ?" Yahya tersenyum lalu meminum kopi itu. "Ah panas !" ucapnya setelah merasakan lidahnya terbakar.
Yahya kembali mengingat kejadian akhir-akhir ini. Ria yang terus datang padanya menyapanya tanpa malu-malu, meminta pekerjaan padanya ketika ada waktu luang. Padahal jelas sekali pekerjaan Ria sangat banyak karena seniornya terus memintanya berbolak-balik untuk fotokopi, ataupun mengantarkan berkas kesana-kemari. Tapi wajahnya yang selalu ceria tidak terlihat capek sedikitpun. Ria juga pandai bergaul dengan sekitarnya tidak hanya dekat dengan pegawai perempuan saja Ria juga populer dikalangan laki-laki. Sudah beberapa kali rekan kerjanya meminta nomor telfon Ria padanya. "Huh merepotkan !" keluhnya lalu kembali kearah komputernya.
Mungkin hati Yahya mulai tergerak saat bertemu dengan Ria dipanti asuhan, Ria yang sedang mengajar anak-anak dengan suka rela. Tatapan Yahya tidak bisa berpaling melihat senyuman Ria dan teriakan anak-anak ketika menjawab pertanyaan yang diajukan Ria. Ia mulai penasaran orang seperti apakah Ria ?
__ADS_1
Disisi lain Yana seseorang yang sudah lama mencintai Yahya terus mengawasi gerak gerik Ria yang menyebalkan. Yana adalah salah satu sekertaris Farhan, dulu Farhan lah yang meminta Yana untuk mencarikan tempat yang cocok untuk Yahya. Semenjak hari pertama, salah tapi pandangan pertama Yana sudah menyukai Yahya, laki-laki yang tampan dan sopan. Namun Yana tidak pernah berani menunjukkan rasa cintanya, karena ia adalah senior yang harus bisa menjaga diri. Image cantik dan anggun lah yang kini ia sandang, ia tidak mau menghancurkannya hanya untuk mengejar cinta Yahya.Yana hanya berharap suatu hari Yahya mengagumi keberadaannya dan datang memohon cinta padanya.
Tapi sepertinya semua hanya hayalan semata, sudah satu tahun mereka berkerja diperusahaan yang sama sepertinya Yahya tidak tertarik sama sekali pada Yana. Malah ia harus mengigit jari karena ada banyak saingan yang terus muncul untuk mendekati seseorang yang ia cintai. Tapi diantara semua cewek yang mendekati Yahya, hanya Ria lah yang paling menyebalkan. Tentu saja karena Ria cantik, ceria dan juga pintar, ia selalu mendekati Yahya dengan terbuka, hingga semua orang membicarakannya, kalau Ria dan Yahya adalah pasangan yang serasi.
Mungkin inilah saatnya untuk Yana menyerang, ia harus menyerahkan harga dirinya untuk bisa memenangkan hati Yahya. Yana mulai menunjukkan bahwa dirinya juga tertarik pada Yahya. Tapi sepertinya tidak berhasil sebesar apapun upayanya untuk mendekat, Yahya tidak sekalipun menoleh kearahnya.
Hingga ia memiliki niat jahat, jika ia tidak bisa memiliki Yahya maka orang lain juga tidak boleh. Ia mulai mengerjai Ria dengan memberinya banyak pekerjaan dengan alasan Ria adalah anak baru yang harus banyak belajar. Jika Ria membuat masalah mungkin ada kesempatan untuk memecatnya.
Sudah seminggu lebih Ria selalu lembur karena banyak sekali pekerjaan yang harus dikerjakan. Ia ingin mengerjakannya dirumah, tapi berkas-berkas yang tebal ini akan sulit untuk dibawa pulang, akhirnya ia memutuskan untuk lembur setiap hari.
Namun sisi positifnya Yahya jadi sering memperhatikan Ria yang terus bekerja keras, ia tidak pernah menolak pekerjaan apapun yang diberikan padanya.
Malam ini Yahya ingin pulang namun ia mendapati Ria yang tertidur diatas mejanya.
Mungkin ia kecapean tidak peduli seberapa kuatnya dia, jika seminggu terus menerus lembur seperti ini pasti suatu hari ia akan jatuh.
Yahya membangunkan Ria dengan menepuk bahunya.
Akh memalukan sekali !"
Ria segera merapikan rambutnya, menyentuh pipinya berharap tidak ada air liur yang menempel.
"Ini sudah jam 7 kamu tidak pulang ?" tanya Yahya tanpa ekspresi.
Ria menatap layar komputernya. "Aduh aku ketiduran, pekerjaanku masih belum selesai besok data ini harus diserahkan !" ucap Ria mulai sibuk dengan mousenya mengklik sesuatu.
Yahya tanpa sadar tersenyum, ternyata kini pekerjaan Ria lebih berharga daripada dirinya yang ada dihadapannya.
"Kamu sudah makan malam ?" Tanya Yahya.
"Belum, nanti saja, aku harus menyelesaikan ini !" ucap Ria tanpa menatap wajah Yahya.
"Baiklah aku pulang dulu, kamu jangan pulang terlalu malam, dan jangan lupa makan !" ucap Yahya sambil berlalu.
__ADS_1
"Iya makasih !" ucap Ria masih sibuk dengan komputernya. Tunggu, Ria menatap kearah sekitar Yahya sudah pergi, kini tinggal dirinya sendirian diruangan sebesar ini, tiba-tiba bulu kudu Ria merinding. Ia mengelengkan kepalanya berusaha untuk tenang dan fokus bekerja.
°°°°°
Yahya masuk kedalam mobil, sebelum ia menyalakan mesin mobil ada telfon masuk dari ibunya yang mengatakan bahwa hari ini ibunya akan menginap di rumah Mariam, dan meminta Yahya untuk membeli makan malam karena ibunya tidak memasak.
Yahya mengendarai mobilnya dan berhenti kesebuah rumah makan dekat kantor, ia membeli nasi goreng, ketika sedang menikmati nasi gorengnya, tiba-tiba ia teringat Ria yang belum makan, akhirnya ia memutuskan untuk membeli satu bungkus untuk Ria.
Diperjalan kembali kekantor Yahya berperang dengan egonya. Untuk apa ia membelikan nasi goreng untuk Ria ? Nanti kalau Ria menyalah artikan kebaikannya bagaimana. Terbayang diwajahnya ekspresi bahagia Ria sambil berkata "Bos kamu ingat padaku, kamu sudah jatuh cinta padakukan bos ?" ucap Ria dengan tatapan genitnya.
"Huwaaa, ngga mungkin !" ucap Yahya, Yahya memilih untuk fokus menyetir dari pada memikirkan hal yang tidak penting.
Aku kan managernya, aku tidak bisa membiarkan orang ditim ku kelaparan, benar tidak ada maksud lain, memang inilah yang harus dilakukan seorang manager !
Ucap Yahya mencari alasan yang rasional mengapa ia peduli pada Ria.
Yahya berjalan melewati kantor yang sudah sepi hanya ada dua satpam yang masih menjaga pintu gerbang. Yahya segera naik ke lantai atas memasuki ruangannya, tapi ia tidak melihat siapapun disana, tidak ada suara apapun, apakah Ria sudah pulang tapi mengapa lampunya masih menyala. Yahya berjalan ke arah meja Ria yang ada di pojok ruangan tempat duduknya kosong tapi komputernya masih menyala. Mata Yahya tertuju pada sosok yang sedang berjongkok bersembunyi dibawah meja.
"Ria apa yang kamu lakukan ?" ucap Yahya agar Ria mau keluar.
"Kau kah itu bos ?" Tanya Ria tidak mau keluar.
"Iya, ngapain kamu sembunyi disini ?"
Ria bangun dengan mata yang sudah sebam, ia secara reflek memeluk bosnya itu, meremas kemeja yang digunakan oleh Yahya, menenggelamkan wajahnya kepelukan orang yang ia cintai itu.
Yahya yang kebingungan berusaha menolak, tapi kemudian terdengar suara isak tangis dari Ria. Ia pun diam dan menepuk bahu Ria, ia jadi merasa kasian, Yahya mengingat adiknya Mariam ketika sedang menangis dipelukannya. "Kau kenapa ?" tanya Yahya khawatir.
"Bos, aku takut sendirian, jangan pergi kumohon !" Ucap Ria sambil terus menangis didada bidang Yahya.
Bersambung ......
Sekali-kali nggak papakan bikin pembaca penasaran !! Hehe ^^
__ADS_1