KEEP THE FAITH (Percaya Pada Allah)

KEEP THE FAITH (Percaya Pada Allah)
My daily activity


__ADS_3

Dream hight no matter how impossible it is ^^


Nia's


Hari Senin yang cerah, waktunya memulai hari baru setelah hari libur yang membosankan ehh melelahkan hehe.


Seperti biasa aku bangun pagi sholat, membuat sarapanku dan makan 2 potong roti dan selai kacang. Merapikan rumah sekilas dan menyapu, aku membiarkan Ria tidur, aku selalu mengalah padanya karena aku tahu Ria dulunya adalah orang kaya dan saat ini adalah saat yang sulit untunya, sedangkan aku dari kecil sudah biasa melakukan pekerjaan rumah.


Setiap hari aku selalu sibuk, sebenarnya aku bukan cuma masuk jurusan seni, aku masuk mata kuliah bahasa indonesia, bahasa inggris, matematika, IPA. Ahaha ada yang bertanya kenapa aku mengambil begitu banyak mata kuliah bukan karena aku punya uang banyak, aku hanya mengikuti ujian beasiswa untuk semua mata kuliah dan akhirnya hanya 4 mata kuliah yang aku dapatkan. Iya sih banyak orang yang mengatakan aku sedikit pintar.


Sedangkan seni aku malah harus membayar sendiri, karena aku memang tertarik untuk belajar menggabar, mungkin gambaranku tidak terlalu baik tapi ketika menggambar aku merasakan dapat mengapresiasikan perasaanku, yah jadi aku harus kerja sambilan .


Waktu kuliahku mulai jam 7 pagi kadang hingga jam 5 sore. Kadang para senior memintaku untuk mengerjakan tugasnya, aku tahu sebenarnya ini dilarang tapi demi uang untuk bertahan hidup, aku akan meminta maaf setiap hari pada Allah .


Malamnya aku bekerja di sebuah hotel, jangan berpikir yang macam-macam aku cuma jadi pelayan pengantar makanan, ya kadang memang ada orang yang nggak normal, banyak yang bersikap kasar bahkan melecehkan, untung aku bisa sedikit karate.


Dulu kakek sering mengajariku bagaimana cara mempertahankan diri, karena memang aku nggak punya teman juga tapi aku senang karena masih ada kakek dan nenek yang menyayangiku .


Kelas 1 SMA nenekku meninggal dunia, saat sedang memasak ia terjatuh dan kepalanya membentur dinding waktu itu aku benar-benar sedih, kakek pun begitu, tapi karena kakek orang yang kuat ia tetap bertahan untuk merawatku.

__ADS_1


Mulai saat itu aku harus menjadi anak yang mandiri aku harus memasak sendiri, untung dulu aku selalu membatu nenek memasak jadi aku sudah tau bagaimana cara memasak.


Waktu berjalan begitu cepat, hingga aku lulus SMA, sebenarnya aku nggak mau untuk pergi kuliah karena rumah kami di desa sedangkan untuk kuliah tempatnya jauh dan kitapun nggak punya uang.


Kakek yang menyemangatiku, beliau bilang "Kamu itu pinter nduk, sayang kalau nggak sekolah, nanti kakek jualkan tanah biar bisa sekolah "


"Tapi kek aku nggak mau pergi jauh dari kakek" ucapku membantah.


"Nia, Kakek sudah tua, nanti kalau kakek meninggal, nggak ada yang ngelindungi kamu lagi nak, kamu juga takutkan sama laki-laki kakek nggak bisa ninggalin kamu sendirian di gubuk tua ini, kamu harus bisa kuliah, lulus jadi sarjanah, lalu mencari pekerjaan yang baik dan bertemu dengan laki-laki yang baik." Ucap kakek sedih .


"Itu sebabnya kek, kakek sudah tua gimana caranya Nia bisa ninggalin Kakek sendirian. Nia nggak mau, kakek percayakan sama Nia ? Nia gadis yang kuat Nia mampu bertahan hidup disini, nia mau tinggal sama kakek, soal jodoh Nia tidak peduli, Nia hanya ingin tinggal disini hidup sederhana dan bahagia seperti saat ini." Ucapku menangis .


Kakekpun tampak sedih lalu diam, ia tahu ia tidak dapat mengubah keputusanku yang keras kepala ini.


Aku lelah dan lapar, aku mencari kakek untuk diajak makan siang bersama, dan aku melihat kakek yang sedang tidur, aku melihat jam yang menunjuk angka setengah dua siang. Ahh mungkin kakek sudah makan pikirku , akupun makan sendiri, dan menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah.


Hingga Ashar pun kakek belum bangun, aku berniat untuk membangunkannya untuk sholat berjamaah.


Hal yang selama ini aku takutkan akhirnya terjadi, aku terus membangunkan kakek, menepuk pipinya, bahkan menggoyangkan badannya dengan keras, hingga air mataku menetes aku benar-benar panik tapi kakek tetap tidak kunjung bangun.

__ADS_1


Aku berlari keluar rumah dan memangil tetangga. Aku melihat expresi tetanggaku yang sedang mengecek nafas dan detak jantung kakek wajahnya berubah pucat dahinya sedikit mengkerut. Dia belum mengatakan apa-apa tapi aku sudah pingsan duluan.


Ketika aku membuka mataku, aku sudah berada dalam kamarku dan mendengar banyak suara orang yang sedang membaca ayat-ayat suci Al -qur'an, dengan setengah sadar aku berjalan keluar kamar ingin melihat apa yang terjadi. Deg ! Mataku terbelalak melihat begitu banyak orang berkerumun sedang membaca surah yasin untuk kakek.


Kakiku lemas aku terjatuh kelantai sambil tetap memegangi pintu kamarku, kepalaku sakit aku mengingat kejadian tadi siang, mengingat semua memori yang telah kami habiskan bersama. Aku takut, aku bingung, aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi, air mataku terus menetes, aku berteriak tanpa suara.


Tanpa aku sadari ada seseorang yang mendekapku, aku menatap wajahnya seseorang yang ku kenal ya sahabat baikku Ria, ia terus menangis dan memelukku erat. Akupun berteriak dan menangis sejadi-jadinya hingga beberapa ibu-ibu tetangga mengerumuniku dan ikut menenangkan.


Ahh hingga disini ceritaku tentang kakek dan nenek. Setelah itu aku dan Ria memutuskan untuk pindah kekota karena memang sudah nggak ada yang ingin di pertahankan disana.


Aku menjual rumah dan tanah warisanku begitu juga Ria menjual rumah warisan orang tuanya untuk mendaftar kuliah dan untuk kami tinggal disini.


Kami berdua saling membutuhkan, akhirnya aku dapat menjalani hidupku yang sekarang semua itu berkat Ria.


Ahh terlalu banyak yang aku pikirkan, terkadang aku merindukan masa lalu, ingin kembali tapi itu tidak mungkin kan. Aku hanya bisa berjalan maju dengan semua rencana sukses yang telah aku buat, bangun pagi untuk kuliah pulang malam karena harus bekerja dulu. Semua itu tidak akan membuatku patah semangat. Aku harus bisa lulus dan menjadi sarjanah, kerja diperusahaan besar, memiliki rumah dengan dua lantai, punya mobil jazz warna merah, menikah dengan cowok baik dan tampan, memiliki dua anak yang lucu. Ahh sejak kapan aku mulai merencanakan memiliki anak, aku tersenyum sendiri setiap kali menghayal akan sesuatu.


Tidak peduli apa kata orang lain karena telingaku sudah kebal dengan ocehan mereka aku rasa bukan hanya telingaku tapi seluruh tubuhku sudah kebal olehnya. Mungkin ini yang dimaksud dari kata orang bijak Guru terbaik adalah kegagalan dan rasa sakit adalah pelajaran terbaik untuk menuju kedewasaan !


Aku tidak tahu bagaimana cara orang lain menjalani hidup mereka, aku sudah cukup bahagia dengan caraku menjalani hidupku sendiri. Memakan makanan seadanya, menghitung dengan teliti setiap pemasukan dan pengeluaran untuk biaya hidupku, bukan pelit tapi ini lah yang disebut dengan hemat hehe .

__ADS_1


Dosen memasuki ruangan, membuyarkan semua lamunanku, aku membuka laptop mencatat dan mendengarkan dengan teliti apa yang dosen ajarkan padaku, karena aku percaya semua ilmu itu pasti ada manfaatnya.


Nia you can do it !! Hehe ^^


__ADS_2