
Don't cry because it's over, smile because it happened ^^.
Tik tok, tik tok, suara denting jam terus menggema disetiap sudut ruangan. Ria mulai cemas karena berada dikantor sendirian. Jam baru menjuk pukul 8 malam, masih jauh dari tenggah malam tapi kenapa Ria merasa ketakutan ? Ria berusaha tenang dan fokus pada kerjaannya. Ia meyakinkan dirinya bahwa pekerjaannya lebih penting dari pada rasa takutnya.
Tring, satu sms masuk dari Yana.
*Yana : Proposal tentang pengembangan pembangunan xxx sudah jadi ?
*Ria : Belum sebentar lagi selesai.
*Yana : Kamu masih ada dikantor ?
*Ria : Iya
*Yana : Kamu sama siapa ? sendiri ?
*Ria : Iya maaf bu, saya harus kembali menyelesaikan proposalnya.
*Yana : Ok baiklah. Tapi apa kamu nggak takut sendirian, ada rumor yang mengatakan di ruangan tim desain, ada hantu perawannya. Seorang wanita bunuh diri karena diputuskan sama pacarnya, ngerikan. Lebih baik kamu cepat pulang.
Deg ! Ria yang sudah ketakutan malah lebih ketakutan lagi. Ia bingung harus bagaimana ingin pulang tapi juga takut. Pekerjaannya juga belum selesai.
Ini semua karena Bu Yana, dia memberiku banyak pekerjaan, aku lembur kan karena dia sekarang malah cerita hal yang menyeramkan begini. Huh seseorang tolonglah aku !
Ria membaca sholawat beberapa kali, berusaha tidak memperdulikan perkataan seniornya itu. Beberapa saat kemudian ia sudah merasa tenang. Ia bisa kembali fokus mengerjakan pekerjaannya.
Cklek, krieeeet !
Suara pintu terbuka diiringi suara langkah seseorang yang semakin lama semakin dekat. Tanpa disadari Ria sudah bersembunyi dibawah kolong meja. Ria ketakutan ia berfikir yang datang adalah hantu perawan. Sebuah tangan meraih pundaknya. "Huwaaa !!" Ria menangis tidak berani menoleh.
"Ria kamu ngapain ?" ucap Yahya memanggil Ria yang tidak juga mau keluar dari kolong meja.
"Bos, kau kah itu ?" Tanya Ria memastikan.
"Iya, sini keluar !" ucap Yahya yang bingung dengan tingkah aneh Ria.
Ria menoleh untuk memastikan, ia segera bangun dan berlari kepelukan pangeran yang telah menyelamatkannya itu. Ria tidak mau pergi meskipun Yahya berusaha untuk mendorongnya. "Kumohon jangan pergi !" ucap Ria dalam isak tangisnya.
Yahya mengerti dan membirkan Ria memeluknya hingga tenang.
Beberapa menit kemudian !
Ria duduk dikursinya, dan Yahya sudah mengambil satu kursi entah darimana. Kini mereka duduk bersampingan.
Ria mulai sadar dengan kelakuan memalukannya. Wajahnya memerah tanpa berani menatap wajah pangerannya.
"Kamu lapar, ini makan dulu !" ucap Yahya memberikan sekotak nasi goreng, dan sebotol air minum.
Ria merasa malu, kenapa Yahya tidak bertanya kenapa ia berada di kolong meja tadi ? Apakah mungkin Yahya tahu kalau dirinya sedang ketakutan ?
Melihat Ria yang masih terus melamun, Yahyapun membantu Ria membuka kotak makanan itu.
__ADS_1
"Tadi kamu tidak lihat apa-apakan ?" ucap Ria tanpa menatap wajah Yahya.
Yahya tersenyum "Iya, aku tidak melihatmu sedang menangis ketakutan !" ucap Yahya menyindir.
"Bagus, memang tidak ada yang harus dilihat yang tadi hanya mimpi jadi jangan diceritakan pada siapanpun. Aku adalah Ria orang tuaku bilang dengan memberiku nama itu aku harus bisa selalu ceria tidak peduli apapun yang aku alami, aku akan tetap tersenyum seperti ini, benar sekali, aku kan bukan wanita yang akan menangis hanya karena ketakutan, hah memalukan sekali, hanya karena menerima sms aneh aku malah ..." Ria terus berbicara tanpa berhenti, sepertinya ia juga tidak bernafas, haha.
Belum selesai ia mengucapkan kalimatnya Yahya sudah memasukkan sesedok nasi goreng kemulut Ria, agar Ria bisa berhenti berbicara. Ia tahu apa yang dirasakan Ria, ia semakin penasaran orang seperti apakah Ria ? Benarkah ia selalu ceria karena nama itu, tapi kenapa mendengar Ria terus berbicara membuat Yahya merasa sedih, sepertinya ada sebuah kenangan pahit yang telah menimpa hidupnya, seolah ucapannya hanya omong kosong yang dibuat untuk menutupi kelemahannya.
Ria cemberut dan mengunyah makanannya. "Aku kan belum selesai bicara !" ucap Ria berkomentar.
Yahya tersenyum "Nasi gorengnya keburu dingin, nanti saja ceritanya !" ucap Yahya sambil tersenyum.
Ria tersadar akan sesuatu lalu menatap Yahya dengan mata berbinar. "Bos kenapa kamu kembali kekantor ? Kamu menghawatirkanku kan ?" ucap Ria sangat senang karena akhirnya Yahyalah yang menghampirinya duluan.
Yahya menarik nafas panjang. Apa yang ia takutkan ternyata benar, ia tidak bisa berbuat baik sedikit saja karena Ria pasti salah paham akan niat baiknya. "Aku kan ketua di tim kita jadi aku tidak bisa membiarkan anggota tim kelaparan, bukan hanya kamu aku selalu membelikan makanan pada siapapun yang lembur." ucap Yahya mencari alasan yang tepat.
Ria masih tetap bahagia, ia tidak kecewa sedikitpun baginya Yahya adalah sosok yang sangat sempurna. "Terimakasih bos, aku memang sangat lapar !" ucapnya sambil tersenyum lalu mengambil sesuap nasi dan memakannya.
Yahya tersenyum melihat Ria yang percaya dengan ucapannya. "Kalau begitu makan dan cepat selesaikan pekerjaanmu !" Yahya berdiri untuk pulang.
Ria secara reflek memegang lengan baju Yahya, yang tentu saja membuat Yahya menatapnya bingung. "Jangan pergi !" ucap Ria sambil menunduk lalu entah kekuatan dari mana ia berdiri dan berteriak dihadapan Yahya. "Bos pekerjaanku banyak sekali, kalau kamu tidak membantuku mungkin aku tidak bisa pulang malam ini !" Kepercayaan diri Ria meningkat 1000 persen^^.
"Hah, siapa suruh tidur dijam kerja !" ucap Yahya menolak.
Ria menatap Yahya dengan tatapan memohon, tatapan yang membuat hati siapapun akan dibuat leleh olehnya.
"Huh baiklah, sekali ini saja ya, lain kali kamu tidur dijam kerja kamu tanggung sendiri akibatnya !" ucap Yahya mengalah lalu kembali duduk dikursinya.
Yahya dengan fokus mengambil alih komputer Ria. Sedangkan Ria menikmati nasi gorengnya sambil menikmati wajah tampan Yahya yang sedang fokus bekerja.
1 jam kemudian pekerjaan sudah selesai, Yahya menghirup nafas lega, ia tidak menyadari kalau dari tadi Ria tertidur sambil bersandar didinding. Ia mendesah lagi "Hey kamu bilang menyukaiku, bagaimana mungkin kamu tertidur saat aku berada tepat disampingmu. Kamu bilang tidak akan tidur disaat jam kerja kenapa sekarang kamu sudah tertidur dan membiarkan bosmu mengerjakan tugasmu, dasar wanita pembohong !" bisik Yahya di depan wajah Ria.
Ini bukan pertama kalinya Yahya melihat Ria sedang tertidur. Ia diam-diam memperhatikan Ria karena penasaran, Ia sering memergoki Ria tertidur dimeja kerja saat jam istirahat, kadang Ria juga tertidur di taman belakang musollah kantor, sekali ia juga pernah melihat Ria tertidur di samping mesin penjual minuman dingin.
Wajah tenang Ria yang sedang tertidur, tidak bisa mengalihkan pandangan Yahya. Cantik pikirnya dalam hati. Ria tersenyum dalam tidurnya, Yahya heran apa yang dimimpikan gadis ini, apakah ia memimpikan tentang dirinya ?
Ada pepatah yang mengatakan bahwa insting seorang laki-laki lebih kuat dari pada binatang buas, tidak peduli seberapa kuat ia mengontrol pikiran dan juga perasaannya, bagaimana pun juga ada hidangan empuk dihadapannya. Seketika ia kehilangan kendali ia menyentuh pipi Ria dengan tangannya.
Deg deg deg ! Jantungnya berdetak semakin keras, jelas terasa berbeda saat ia menyentuh mariam ataupun ibunya. Ini pertama kalinya Yahya berani berhubungan apalagi menyentuh perempuan yang bukan mukhrim.
Diusapnya wajah Ria perlahan, ditatapnya bulu mata panjang yang lentik itu, hidung mancung dan bibir yang mulai bergerak bergumam akan sesuatu. Yahya tersadar dan melepaskan tangannya.
Huh, ini salah, apa yang aku lakukan ? Aku tidak boleh jatuh cinta pada Ria. Umi pasti tidak akan menyukainya karena penampilan Ria yang terlalu terbuka. Apakah aku bisa meyakinkan umi, tapi ini bukan keinginan umi tapi ini adalah tuntutan agama, Allah yang menurunkan perintah langsung agar wanita menutup aurat. Apakah aku harus bicara pada Ria tapi kalau nanti ia salah paham bagaimana ?
Yahya berperang dengan keyakinanya memegang teguh agama Allah dengan keinginanya memiliki Ria.
Yahya menatap sekilas ke arah Ria, "Apakah kamu akan marah jika aku memintamu untuk berhijab ?" ucap Yahya pelan. Tentu saja Ria diam karena ia sedang tertidur. Aduuh bodohnya pikiran Yahya tidak bisa dikendalikan lagi. Yahya membangunkan Ria untuk mengantarnya pulang karena sudah malam, sekaligus agar pikiran kotornya menghilang sepenuhnya.
Ria terbangun dan meminta maaf karena ketiduran lagi.
"Sudahlah, lain kali jangan tertidur ditempat sembarangan, apalagi saat kamu sedang berduaan dengan seorang pria !" Ucap Yahya lalu berjalan pergi.
__ADS_1
"Huh apa maksudnya ?" Ria bingung dengan ucapan bosnya yang aneh lagipula ia juga baru bangun dari tidur arwahnya belum terkumpul sepenuhnya.
"Kamu tidak mau pulang !" teriak Yahya dari kejauhan.
"Iya, iya aku pulang !" teriak Ria yang mulai sadar dan segera mengambil tasnya lalu berlari mengejar Yahya.
Didepan pintu utama kantor Ria mengucapkan terimakasih lalu berpamitan untuk pergi !
"Sudah malam jalanan sepi, bahaya !" ucap Yahya lalu berjalan duluan menuju tempat tinggal Ria.
"Bos kamu mau mengantarku pulang ?" ucap Ria senang sambil terus berjalan cepat mengikuti langkah kaki panjang Yahya.
"Aku sedang mengantar anggota timku untuk pulang, karena sepertinya tadi ia ketakutan !"
Ria cemberut mendengar ucapan Yahya "Sudah kubilang yang tadi hanya mimpi jangan diingatkan terus !" ucap Ria berkomentar.
Yahya tersenyum sinis dan tidak mau menjawab ucapan Ria.
Ria menarik nafas panjang, ia menatap punggung Yahya yang tepat ada dihadapannya.
Apakah benar ini hanya mimpi ? Jika memang ini hanya mimpi, Aku berharap tidak akan pernah bangun, aku senang walau hanya hidup dalam mimpi asalkan bersamamu. (Tipe idiot karena cinta ! Hehe^^)
Didepan gedung mess tempat Ria tinggal.
"Terimakasih banyak untuk hari ini, lain kali saya traktir makan ya !" ucap Ria senang.
"Tidak perlu, itu sudah tugasku, ya sudah masuk sana !" ucap Yahya lalu berbalik untuk pergi.
"Bos tunggu !" ucap Ria sambil berjalan mendekat kearah Yahya.
Yahya menoleh dan terkejut karena melihat Ria sudah ada dihadapannya.
Ria mengengam tangan Yahya, "Aku akan selalu berusaha melakukan yang terbaik, jika bos memiliki masalah datang lah padaku !" Ucap Ria sambil tersenyum menunjukkan ekspresi tercantiknya.
Wajah Yahya langsung memerah mendengar ucapa Ria, ia segera menarik tangannya dan berbalik. "Aku tidak perlu bantuanmu, berusahalah untuk dirimu sendiri !" ucapnya sambil berlalu pergi.
Ria tersenyum "Bos aku mencintaimu !" Teriaknya tanpa malu lagi.
"Ahhh kamu cewek aneh !" ucap Yahya tanpa berbalik memandang Ria. Sesungguhnya dalam hati ia senang sekali. Ia tetap melangkah pergi.
Ria tersenyum senang, apakah Yahya malu itu sebabnya ia tidak berani menatapnya, atau karena Yahya takut terjadi salah paham makanya ia bersikap dingin, bagaimanpun juga hari ini sangat menyenangkan, itulah yang dipikirkan oleh Ria.
Ria menatap punggung Yahya yang semakin menjauh, kemudian berpaling menatap langit. Cuaca sangat bagus bintang terlihat dimana-mana.
Apakah kamu tahu Yahya kamu layaknya sebuah bulan kamu terlihat indah dimata setiap orang, sedangkan aku hanyalah sebuah bintang kecil yang sinarnya bahkan telah memudar diantara banyaknya bintang-bintang yang terang, jika aku tetap menatapmu seperti ini, apakah suatu saat kamu juga dapat melihat sinarku ?
Hari semakin gelap Ria sudah tertidur dalam mimpi indahnya.
Sedangkan Yahya tidak bisa tidur karena terus terbayang wajah Ria. Di telinganya terus berdengung suara lembut yang mengatakan "Bos Aku mencintaimu !"
Oke ada satu lagi perahu yang berlayar !! Hehe^^
__ADS_1