KEEP THE FAITH (Percaya Pada Allah)

KEEP THE FAITH (Percaya Pada Allah)
Hadiah Pernikahan


__ADS_3

Farhan's


Real man only can make her girl fell pride at every moment .


Hal yang paling menyenangkan setiap harinya, adalah ketika aku membuka mataku dan aku melihat Nia sedang menatapku dengan senyum manis dibibirnya, dengan satu kecupan lembut darinya mampu untuk memberiku energi baru untuk melewati hari demi hari.


Seperti biasa Nia membangunkanku untuk sholat berjamaah, aku menariknya dalam pelukanku mengecup kepalanya lembut. "My Queen kamu sudah bangun, maaf kemarin aku ketiduran" ucapku merasa bersalah.


"Sudah siang, cepat mandi, kemarin kamu belum mandi !" Jawabnya sambil berusaha melepaskan diri dari pelukanku.


"5 menit saja tetaplah seperti ini" ucapku masih malas untuk bangun.


"Mas nanti kamu nggak pergi kerja kan?" tanyanya diam tidak bergerak sekarang.


"Heem, memangnya kenapa kamu mau berduaan denganku di kamar?" tanyaku menggoda.


"Ayo kita jalan-jalan, kita kan belum pernah kencan sama sekali " ucapnya seperti memohon.


"Bukankah dulu sudah pernah !" jawabku mengingatkannya waktu pergi ke taman hiburan.


"Ayolah, aku ingin memberimu hadiah pernikahan !" ucapnya membuatku sedikit tertarik.


"Apa ?" ucapku membelai rambutnya aku berusaha untuk menatap wajahnya.


"Rahasia, aku belum menyiapkannya kalau kamu ikut denganku aku akan memintamu untuk memilihnya sendiri" jawabnya membuatku bingung.


"Kamu ingin memberiku hadiah pilihanku sendiri? bukankah itu namanya bukan hadiah" aku tersenyum karena ia menatapku sekarang.


"Kemarin kamu sibuk dengan teman-temanmu, kamu bilang mau membiarkan aku melakukan apapun, tapi tetap saja nggak ada yang bisa aku lakukan" ucapnya cemberut manja hehe.


"Apa yang kamu inginkan My Queen ?" ucapku sambil menempelkan dahiku ke dahinya aku bisa merasakan hembusan nafasnya sekarang.


"Jangan panggil aku seperri itu aku malu tahu" jawabnya mengalihkan wajahnya untuk menjauh. Akupun tersenyum melihat wajah memerahnya.


"Kenapa bukanya kamu sendiri yang bilang kalau kamu adalah ratuku ?" jawabku masih ingin menggodanya.


"Memangnya kamu raja ? mengabulkan satu permintaanku saja nggak bisa " ucapnya masih cemberut.


"Siapa yang bilang nggak bisa? coba panggil aku My King " ucapku terus menggodanya.


"Nggak mau, kalau nggak mau pergi ya sudah" jawabnya sok imut haha.


"Ya sudah nggak usah kemana-mana kita habiskan waktu dikamar aja, kamu mau main sama aku" ucapku mencium kepalanya lagi.

__ADS_1


"Ih dasar aku nggak mau, kalau kamu nggak mau pergi aku akan pergi sendiri" ucapnya menendang kakiku dan mendorong tubuhku ia tertawa dan berlari menjauh.


"Hey dasar kamu sudah berani memukul suamimu hah !" teriakku tapi dengan tertawa senang.


"Suami jahat, lakukan apapun yang kamu mau aku akan melakukan apapun yang aku mau" jawabnya cekikikan. Akupun segera bangun berlari ingin menangkapnya, haha main kejar-kejar mungkin sudah menjadi hobi bagi kami, aku menangkapnya dan memeluknya.


"Kamu pikir bisa lari dariku" Aku menghujaninya dengan kecupan ringan didahi dan dipipi.


"Hentikan, kamu bau belum mandi, cepat mandi sana" ucapnya sambil tertawa.


"Wah-wah kamu mulai berani sekarang" jawabku menatapnya pura-pura marah. Ia tertawa dan mendorongku masuk ke kamar mandi.


"Suami cepatlah mandi aku akan menunggu diluar" ucapnya sambil tersenyum. Akupun menariknya kedalam kamar mandi.


"Kyaaaaa lepaskan aku" teriaknya kamipun tertawa dan mandi bersama.


Setelah sarapan di hotel kamipun jalan-jalan disekitar hotel ini, kami pergi ke MOL ya lumayan besar Nia bilang ingin belanja. Kami berjalan sambil terus bergandengan tangan tidak peduli dengan orang lain yang sedang menatap kami. Nia hanya berputar-putar nggak tau apa yang ia cari aku hanya mengikutinya.


Kami masuk ke sebuah toko, Ia menunjuk sebuah manekin yang memakai baju panjang apa ya namanya jubah, atau baju muslimah. "Mas gimana kalau aku pakai baju seperti itu?" tanyanya. Aku tidak mengerti apa yang ia inginkan.


"Kamu suka ? pakai lah kalau kamu mau" jawabku.


"Aku coba ya !" Nia tersenyum lalu mencoba baju yang sama. Ketika keluar dari tempat ganti, ia kembali ke arahku memamerkan baju yang ia pilih. Jubah panjang warna Hitam berpadu dengan warna cream, dengan kerudung warna senada Ia juga memakai cadar untuk menutupi hidung dan mulutnya, "Bagaimana bagus atau nggak?" tanyanya meminta pendapat.


"Mas ini bukan baju biasa, seorang wanita mulimah memang seharusnya memakai baju seperti ini, baju ini tidak hanya melindungiku dari tatapan laki-laki lain baju ini juga bisa membuatmu tidak khawatir lagi". Jawabnya membuatku sedikit bingung lalu ia berbisik "Aku ingin menjadi istri yang baik, aku ingin melakukan apapun yang kamu inginkan, kamu tidak suka kan kalau aku membuatmu cemburu, kalau pakai ini orang lain tidak akan mengenaliku" Aku bisa melihat mata bersinar Nia aku membayangkan sebuah senyuman dibalik cadar itu, Aku tersenyum mendengarkan penjelasan nia.


Aku mencium keningnya "Kamu bahkan sampai memikirkan hal ini ? Nia aku mencintaimu" ucapku tulus.


"Jadi Farhan kamu harus berbuat baik padaku" ucapnya sampai terdengar suara tawanya.


"Sepertinya aku sudah terlalu baik padamu, sekarang kamu jadi suka sekali memangil namaku seperti itu!" dengan nada suara yang aku buat seperti marah tapi aku tidak bisa menahan tawaku.


"Haha maaf, Mas Farhan baju ini langsung aku pakai ya, tolong bayar dikasir" ucap Nia masih menggodaku.


"Mas, mas aku bukan masmu tuh" jawabku menarik tangannya menuju kasir. Aku meminta pada pelayannya untuk meberikan masing-masing satu setel baju seperti ini dengan semua model yang ada di toko ini dengan ukuran yang sama. Nia menatapku tidak percaya.


"Hey apa yang kamu lakukan, ini terlalu banyak" Nia berkomentar ketika melihat setumpuk baju yang diberikan oleh pelayan toko.


Akupun tersenyum dan berbisik "Bukankah kamu yang bilang aku harus berbuat baik padamu, ayo !" Aku menarik tangannya setelah melunasi pembayaran dan meminta petugas toko ini untuk mengantar semua pakaian itu ke alamat rumahku.


Nia masih menggerutu sambil berjalan "Seharusnya kamu memintaku untuk memilih dulu, bagaimana mungkin kamu hanya membeli semuanya seperti itu".


"Kelamaan, aku ingin segera pulang ke kamar hotel" jawabku santai.

__ADS_1


"Aku nggak mau, akukan sudah memberimu hadiah seharunya kamu menuruti kemauanku" jawabnya cemberut mungkin hehe. Aku memang tidak bisa memandangi wajahnya dengan sesuka hati tapi perasaan apa ini aku merasa senang sekali melebihi perasaan senang dari biasanya mengetahui Fakta bahwa Nia bahkan mau memakai pakaian seperti ini hanya karena aku bilang bahwa aku cemburu melihatnya dilihat oleh laki-laki lain.


"Hadiah apa ? kamu kan belum memberiku apapun, aku malahan yang memberimu banyak baju" jawabku .


"Farhan bolehkah aku memukulmu sekali ?" tanya Nia sambil menatapku tajam.


"Kamu mau mati ya ?" jawabku polos


Nia menendang kaki ku, tentu saja aku menjerit kesakitan itu benar-benar sakit aku menatapnya tajam, ia juga menatapku "Apa ! kamu mau membunuhku sekarang?" jawabnya marah, matanya seperti ingin menangis.


Aku mengengam tangannya dan menariknya dalam pelukanku "Maaf aku hanya becanda, kamu mau apa? kamu mau kemana aku akan menemanimu" ucapku mengalah.


Ia menatapku sepertinya ia sedang tersenyum, ia mengelus rambutku gemas "Hehe, baiklah sekarang aku adalah Ratunya kamu adalah pelayanku, aku ingin menonton sekarang, lalu aku ingin makan siang direstoran itu, lalu kita akan duduk ditaman sambil aku sandaran dibahumu, atau emmz sebenarnya aku ingin bersepedah apakah dihotel ada jasa peminjaman sepedah ?" tanyanya bersemangat.


"Hey kamu ingin menghukumku kan, kamu pura-pura ingin menangis tadi tapi sekarang kamu malah meminta banyak hal" jawabku menggoda.


"Tuh kan kamu masih jahat, mau kutendang lagi" jawabnya manja.


"Haha jangan sakit tahu, nanti aku akan suruh pelayan untuk membawakan sepeda ketaman, ayo kita mau kemana nonton kan" jawabku menarik tangannya, ia hanya tersenyum dan mengikutiku.


Kami melakukan semua yang diinginkan Nia hingga malam hari, capek sih tapi aku juga menikmatinya Nia terlihat senang sepanjang hari. Kini kami kembali kekamar hotel setelah mandi kami duduk berdua dikasur Nia menyandarkan kepalanya di bahuku, aku membelai rambutnya, rasanya nyaman sekali.


"Mas apakah kamu merasa senang hari ini ?" tanya Nia membuatku menoleh ke arahnya.


"Tentu saja apapun yang aku lakukan bersamamu terasa menyenangkan !" Jawabku mencium pipinya.


"Maaf karena memaksamu tadi, aku hanya melakukan keinginanku tanpa peduli bahwa kamu capek, jarang sekali kan bisa libur seperti ini kita selalu sibuk dengan urusan masing-masing" ucapnya membuatku tidak enak saja.


"Sayang mana hadiahku kamu bilang, kamu ingin memberiku hadiah kan" ucapku menatapnya mengharapkan sesuatu hehe.


"Tadi di MOL kan sudah aku membeli baju kan, untukmu" jawab Nia santai.


"Baju apa hanya akukan yang membelikanmu baju" jawabku polos.


"Baju yang kamu belikan untukku, itu adalah hadiah untukmu hadiah untuk pernikahan kita, dengan kata lain aku akan berusaha untuk menjaga diriku, aku juga tidak suka dipandang oleh orang lain, aku hanya akan memberikan semuanya padamu" ucapnya menatapku.


Akupun menciumnya "Terimakasih, aku mencintaimu" ucapku tanpa berhenti menciuminya . Nia tersenyum dan hanya menerima semua perlakuanku padanya. Aku kembali bersyukur pada Allah karena memberiku kehidupan seindah ini.


Yey aku jadi cemburu juga dengan kemesraan mereka !! Hehe ^^


Bagi pembaca yang juga merasa terhibur dengan cerita ini tolong tinggalkan like dan comen, karena suport dari kalian bisa memberikan semangat yang besar untuk saya sebagai penulis cerita ini .


Terimakasih.

__ADS_1


Author : Litte Star ^^


__ADS_2