KEEP THE FAITH (Percaya Pada Allah)

KEEP THE FAITH (Percaya Pada Allah)
Imut


__ADS_3

Your eyes are deeper than milky way for me.


I Love You My Cute Hubby^^


Suara azan magrib terdengar hingga kompleks perumahan Zain dan Mariam. Zain sudah siap dengan baju koko dan sarung untuk pergi ke masjid, tidak setiap hari Zain bisa sholat dimasjid karena tuntutan pekerjaannya.


Zain membangunkan istrinya yang masih tertidur, untuk pertama kalinya zain membangunkan dengan cara membelai rambut istrinya, biasanya ia hanya menepuk pundak istrinya. Ia masih merasa sangat bersalah dengan kejadian tadi sore.


Perlahan Mariam membuka matanya yang masih sebam karena terlalu lama menangis.


Zain mencium kening istrinya, ia berusaha untuk menunjukkan rasa cintanya sekarang agar istrinya juga bisa merasa dekat dan mencintainya juga. Berharap bahwa istrinya tidak akan marah lagi. "Aku pergi ke Musolah dulu" ucap Zain dengan lembut.


Mariam hanya menganggukkan kepala.


Zain tersenyum lalu keluar dari kamar.


Mariam masih berusaha mengumpulkan seluruh nyawanya. Kenapa matanya terasa ada yang mengganjal, tangannya juga terasa sakit, Mariam bangun dan melihat tubuhnya yang hampir sepenuhnya telanjang, ia pun mengingat kejadian saat ia bertengkar dengan suaminya. Ia segera kekamar mandi untuk mandi tentunya, karena ia harus melaksanakan kewajibanya untuk sholat.


Setelah selesai sholat, Mariam mendengar suara berisik didapur, mungkin suaminya sedang memasak itulah yang di pikir oleh Mariam. Ia bingung harus keluar dan membantu atau tetap diam dikamar, karena ia masih takut kalau suaminya masih marah. Tapi setelah mengingat kecupan didahi saat suaminya sedang membangunkannya, sepertinya suaminya sudah tidak marah lagi. Mariampun memutuskan untuk keluar dan membantu.


Ternyata suaminya sudah selesai memasak dan sekarang ia sibuk menata makanan di meja makan. "Kamu lapar kan, duduk lah aku ambilkan piring !" ucap Zain mempersilahkan istrinya untuk duduk.


Terlihat banyak makanan di atas meja, ayam goreng, sambal telur, tumis kang kung, jamur crispy, ya tidak seperti biasanya, biasanya Zain hanya membuat satu atau dua makanan saja dan tidak memasak dengan porsi sebanyak ini.


Kapan dia memasaknya ? Apakah ketika aku sedang tidur tadi ?


Mariam merasa terharu dengan apa yang dilakukan oleh suaminya, 'apakah ia ingin minta maaf, imut sekali' Mariam tidak bisa menahan senyumnya.


"Kenapa berdiri saja, duduk !" ucap Zain membuyarkan lamunan istrinya.


Semuanya sudah siap tertata rapi di atas meja dan semua makanan ini terlihat lezat. Zain mengambilkan sedikit nasi untuk istrinya dengan lauk yang banyak.


"Eh cukup !" ucap Mariam menghentikan suaminya yang ingin terus mengambikan makanan.


"Makanlah yang banyak, kamu kurus sekali" ucap Zain sambil mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


Mariam cemberut Apa maksudnya itu ? ucapnya dalam hati lalu ia tersadar bahwa suaminya telah melihat tubuhnya, dengan reflek Mariam menutup dadanya dengan tangan.


Zain tersenyum melihat istrinya yang lucu "Kenapa kamu keberatan kalau aku melihatnya ?" ucap Zain menggoda.


Mariam tidak mau menjawab ia mulai fokus dengan makananya.

__ADS_1


"Kenapa kamu masih marah padaku ?" ucap Zain lagi hanya ingin memastikan.


"Kamu pikir memaafkan orang lain itu mudah ?" gumam Mariam tidak mau menatap suaminya.


Zain menelan makanannya, dan meminum sedikit air putih. Ia menatap istrinya dengan perasaan menyesal. "Maaf tidak seharusnya aku melakukan hal seperti tadi di depan temanmu, tidak seharusnya aku berteriak padamu dan menarikmu secara paksa seperti itu, aku benar-benar menyesal seharusnya aku mendengarkan penjelasanmu terlebih dahulu." Zain mengambil nafas panjang.


Mariam hanya diam saja mendengarkan apa yang suaminya ucapkan.


Zain menundukkan wajahnya seperti sedang meminta pengampunan. "Aku terlalu cemburu tadi hingga kehilangan akal sehat, aku marah karena dia mengaku bahwa dia adalah pacarmu, aku berfikir kamu sudah selingkuh, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, darahku rasanya mendidih dan ....."


"HAHAHA"


Zain tidak bisa menyelesaikan kata-katanya karena mendengar istrinya tertawa kencang sekali. Ia pun menatap istrinya "Apanya yang lucu ?" ucap Zain merasa sedih.


"Ah maaf, karena kamu imut sekali ?" Ucap Mariam karena melihat suaminya yang terus berbicara sambil menundukkan kepala mengakui semua kesalahannya, ia jadi tidak sampai hati untuk terus pura-pura marah. Haha kemana perginya Zain yang menyeramkan tadi ?


Zain mengangkat sebelah alisnya karena tidak mengerti imut apanya yang imut ? "Apa maksudmu ? aku imut, tidak pernah ada orang yang mengatakan hal seperti itu padaku, bahkan ibuku sendiri juga tidak pernah mengatakannya" ucap Zain tidak terima dikatai imut, Pria seperti dia imut, omong kosong.


"Nanti setelah kita makan, aku akan memberi tahumu !" ucap Mariam tidak mau memberi penjelasan.


"Tapi ...?"


Zain pun menurut meskipun ia sebal karena kalah oleh istrinya.


Selesai makan Zain dan Mariam membersihkan meja makan, menyimpan makanan yang masih tersisa ke dalam kulkas , dan mencuci piring. Setelah selesai merekapun duduk di sofa ruang tamu sambil bersandar karena kekenyangan.


Zain menoleh, memandang istrinya yang berada di sampingnya. "Kenapa kau bilang aku ini imut ? aku tidak imut sama sekali aku ini sangat menyeramkan !" ucap Zain meminta penjelasan.


Mariam tersenyum, "Boleh kah aku memegang rambutmu sebentar ?" ucap Mariam meminta izin.


"Untuk apa ?" ucap Zain bingung.


Mariam menggeser tempat duduknya, memberikan ruang untuk suaminya agar bisa berbaring. "Tidurlah disini !" ucapnya sambil menepuk pahanya.


Zain bingung tapi ia menurut, berbaring disofa dan meletakkan kepalanya di pangkuan istrinya. "Apa yang kamu inginkan ?" Ucap Zain tanpa menatap wajah istrinya kini posisinya sedang tidur kesamping.


Mariam membelai rambut suaminya yang pendek itu. "Bukannya kamu seorang polisi kenapa rambutmu halus sekali ?" ucap Mariam yang membuat suaminya bingung.


"Memangnya kenapa ? apakah aku harus memberikan alasan untuk itu ?" ucap Zain yang mulai geram.


Mariam tersenyum "Sebenarnya aku penasaran dengan rambutmu hehe" Mariam senang karena bisa menyentuh rambut suaminya.

__ADS_1


"Apa-apa an itu, menurutmu aku imut karena rambutku, lagi pula nggak ada laki-laki yang suka di bilang imut harusnya kau bilang, keren, tampan, atau apalah selain imut ataupun cantik ?" ucap Zain.


"Bukankah ucapanmu saat ini terdengar imut, ketika kamu berkomentar ketika aku mengatai kamu imut, ya maksudku meskipun kamu sangat menyeramkan ketika sedang marah, tapi cara kamu menjelaskanya padaku, kalau kamu sedang cemburu dan tidak bisa mengontrol emosi, kamu takut kalau aku masih marah dan tidak mau memaafkanmu benarkan ?" tanya Mariam lagi menunggu jawaban suaminya.


"Benar" ucap Zain mengakui apa yang telah ia lakukan.


Mariam memperlihatkan pergelangan tangannya pada suaminya "Kamu lihat ini, sakit sekali, apakah aku harus memaafkanmu begitu saja ?" ucap Mariam dengan suara yang ia buat seolah sedang kesakitan.


Zain bangun dan duduk disamping istrinya, ia merangkul pundak istrinya, agar istrinya bersandar dipundaknya. "Apa yang harus aku lakukan agar kamu memaafkanku ?" ucap Zain sambil mengengam pergelangan istrinya dan mengelusnya perlahan.


"Kamu harus percaya padaku, apapun yang terjadi jangan marah dulu, tanyakan padaku alasanya, mengerti ?" Mariam memberi penjelasan pada suaminya.


"Baik !" Ucap Zain singkat.


Mariam tersenyum "Laki-laki tadi namanya Ardan dia kakak kelasku, dia adalah adik dari temanku kamu ingat Nia yang datang bersama suaminya di pesta pernikahan kita, dia adalah satu satunya temanku. Jujur dulu aku pernah menyukai Kak Ardan, begitu juga dengannya kita berjanji untuk menikah ketika masing-masing sudah siap, tapi kita tidak pernah melakukan apapun hanya cinta dalam diam. Lalu kamu menikahiku tentu saja aku harus mengikhlaskannya, aku mengatakan pada kak Nia untuk bicara pada Kak Ardan sepertinya ia lupa untuk memberi tahu, dan jadilah kesalah pahaman seperti tadi, aku juga minta maaf karena membuatmu jadi marah " Mariam menjelaskan panjang lebar.


"Apakah aku mengacaukan semuanya ? Apakah kamu menyesal karena telah menikah denganku ?" Ucap Zain sedih ia tidak pernah menyangka bahwa istrinya pernah mengalami kisah cinta pada cowok lain.


Mariam membenarkan duduknya agar bisa menghadap suaminya "Kamu tanya apakah aku menyesal ? Sekarang coba bayangkan aku meninggalkan cowok yang aku cintai demi kamu, aku meninggalkan keluargaku demi kamu, aku belajar dengan keras agar cepat lulus juga demi kamu, sedangkan kamu setiap hari sibuk kerja, aku tidak punya teman untuk mengobrol, rasanya aku bisa mati karena bosan, bahkan melihat buku rasanya seperti sedang membaca dongeng sebelum tidur aku bisa tertidur dengan cepat" Ucap Mariam akhirnya ia berhasil mengeluh.


Zain menundukkan wajahnya merasa menyesal "Aku benar-benar sampah" ia menutup wajahnya karena malu.


Mariam tersenyum dan memeluk suaminya. "Katakan apakah aku harus kembali kekehidupanku yang dulu ?" ucap Mariam ingin menggoda suaminya.


"Maaf, aku tidak pernah memikirkanmu dengan sungguh-sungguh" ucap Zain.


Mariam mempererat pelukannya "Peluk aku sekarang ?"


Zain kaget dengan ucapan istrinya, ia terdiam melepaskan diri dan menatap istrinya.


"Aku tidak mau memelukmu sendirian, maukah kamu memelukku ?" Ucap Mariam sambil mebuka kedua tangannya agar suaminya mendekat.


Zain tersenyum lalu memeluk istrinya. "Mariam aku mencintaimu !" ucapnya diiringi kecupan di kening istrinya.


"Pulanglah lebih awal, jangan biarkan aku mati karena bosan" ucap Mariam manja.


Zain menganguk "Akan aku usahakan !"


Mereka berdua merasa sangat senang, akhirnya bisa mengungkapkan perasaan satu sama lain.


Zain kamu terlalu imut, bukan hanya Mariam yang menykaimu , tapi author juga !! Hehe^^

__ADS_1


__ADS_2